Entri Populer

Minggu, 25 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.21



~Warning>> terdapat konten dewasa di ff part ini.
                    Bagi yang tidak suka jangan di baca,
                    Dan bagi yang masih berumur di bawah 17 tahun diharapkan jangan keras kepala.
                    Ok,,,happy ready,


Waktu seakan berhenti,jodha membatu ditempat begitu juga jalal. 1 detik,,,tetap kaku,,,2 detik berjalan perlahan mereka sama-sama memasuki alam sadar kembali,tapi sepertinya jalal bisa lebih unggul dari jodha,dia kini sudah mulai bisa menguasai dirinya dan didetik ke-3 ,,,seperti tayangan slow motion di tv jalal berjalan perlahan kearah jodha. Semakin dekat jalal berjalan kearahnya ,jodha semakin tertarik kesadarannya dan saat jalal hampir sampai padanya, "sreett" tangan jodha meraih salah satu gaun tidurnya dan langsung memasangkan ketubuhnya melalui kepalanya. Ketika dia hendak menghindar dari jalal dengan gesit jalal memblokir pergerakkannya. Jodha ingin menghajar jalal tapi jalal segera membalikkan tubuhnya menghadap lemari.

"menghindar,!!! Kau selalu menghindar dariku,kenapa...kenapa jodha, " jalal menahan kedua tangan jodha yang ia telingkukkan kebelakang.

"lepaskan aku,,,dan apa ini.??? Kau memaksakan kehendak mu padaku,kau melanggar kesepakatan kita, " suara jodha bergetar,entah karena marah atau karena posisi mereka saat ini yang membuat tubuhnya menegang.

Jodha semakin menegang saat ia merasakan ujung jari jalal menarik garis dari lehernya lalu menyusuri punggungnya. Gaun tidurnya yang terbuat dari bahan sutera yang tipis tersebut membuat sentuhan itu terasa sangat jelas dan napasnya menjadi tidak teratur.

“jodha,,," jalal berbisik di telinganya. Jalal tidak memeluknya, hanya menempelkan tubuh depannya pada punggung jodha,membuat jodha terhimpit di antara dirinya dan lemari.

"maafkan aku, aku terpaksa harus melanggar kesepakatan kita karena tidak ada cara lain yang bisa aku lakukan untuk mendekati dan berbicara padamu. Jodha aku tidak bermaksud menyembunyikan segala kebenaran itu darimu, tapi aku tidak ingin kejujuran ku merusak hubungan kita yang sudah terjalin baik sekarang ini, "

Jodha memejamkan mata sambil berdoa pada kanha nya, "oh kanha,,,tolong bebaskan aku dari situasi ini. Apakah pria ini tidak menyadari kalau tindakkannya saat ini bisa membuat ku terkena serangan jantung, ". Dia tidak bisa kabur saat ini,bahkan untuk sekedar menggeser posisinya saja ia tidak bisa. Jodha menolehkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat suaminya.

"tapi tetap saja cara mu ini salah. Sekarang lepaskan aku,menyingkirlah, " nada suara jodha naik satu oktaf.

“kau cemburu,??? Katakan kalau kau cemburu jodha, " jalal berbisik dengan suara rendah dan putus asa.

 Lutut jodha rasanya gemetar,hembusan nafas jalal seakan menggelitik ditelinganya saat ia berbisik tadi. Jodha menggigit bibir bawahnya mencoba meredam gejolak didalam tubuhnya.

"aku sama sekali tidak cemburu. Kau salah faham kalau beranggapan aku menghindari mu karena cemburu. Tidak sama sekali, " terdengar jelas kemarahan terpendam dalam nada ucapan jodha.

Jalal membalikkan tubuh jodha,dia menekankan kedua tangannya disisi kiri kanan kepala jodha. Dia menatap jodha sangat intens. Jodha merasa terintimidasi oleh tatapan itu,dia ingin menggerakkan wajahnya kesamping untuk menghindari tatapan tajam mata suaminya. Tapi jalal tidak akan menyerah lagi,dengan cepat ia menekankan keningnya pada kening jodha hingga jodha tidak bisa memalingkan wajahnya kesamping. Ujung hidung mereka saling menempel,nafas keduanya sama-sama memburu dan saling menyedot.

"kau mengatakan tidak cemburu,!!! Well,tidak apa-apa. Kita anggap saja begitu, tapi bagaimana aku bisa mengatakan kebenarannya padamu jodha,aku tidak bisa jujur disaat aku sudah jatuh cinta terlalu dalam padamu..." jalal diam sejenak,mencoba mengatur ritme nafasnya yang tidak beraturan.

Jodha terbelalak,seakan tidak percaya pada ucapan jalal. Tangannya yang tadi hanya diam kini terangkat,dia mencoba mendorong tubuh kekar jalal. Dia marah dan menganggap jalal sekarang hanya sedang mencoba memanipulasi dirinya. Melihat reaksi jodha jalal segera menangkup wajahnya dan meminta jodha untuk menatap langsung pada matanya,

"ku mohon,,,tatap mataku jodha dan kau carilah kebohongan dimata ku. Demi tuhan jodha,,,aku benar-benar sangat mencintai mu. Aku akui kalau semua yang dikatakan ruqaiya itu benar,tapi itu dulu sebelum aku terperangkap dalam belenggu cinta mu jodha. Ku mohon percayalah pada ku, " suara jalal penuh emosional. Gejolak perasaan didalam dirinya tidak mampu ia kendalikan.

Jodha menggigit bibir bawahnya,hatinya yang masih terasa sakit akibat ulah ruqaiya benerapa waktu lalu kini harus kembali terkoyak dan menyebabkan luka yang belum kering itu berdarah kembali. Air matanya bergenang disudut matanya,

"kau tidak berperasaan. Bagaimana bisa kau membuat diriku sebagai tempat pelampiasan. Hatiku sakit,,,sakit sekali rasanya. Lepaskan aku,,,ku mohon jangan sakiti aku lebih dari ini, " tangis jodha pecah.

Jalal tercekat,tenggorokannya terasa kering dan hatinya juga terasa sakit seperti di iris sembilu melihat jodha menangis seperti itu. Apa yang ia takutkan akhirnya terjadi juga,kejujurannya menyakiti hati jodha dan melukai perasaannya, dengan gerakkan cepat ia rengkuh tubuh mungil istrinya itu kedalam dekapannya. Jodha meronta minta dilepaskan,tangannya memukul-mukul belakang jalal ,tapi jalal tidak peduli,

"menangis lah,,,menangislah jodha. Tumpahkan amarah mu, " jalal mengeratkan pelukannya dan kini ia pun menangis.

Jodha meraung-raung,ia melampiaskan sakit hatinya,kekesalannya dan rasa kecewanya melalui tangisan itu. Lama sepasang suami istri itu sama-sama menangis,dan jalal sedikit melonggarkan pelukkannya saat tangis jodha sudah sedikit mereda. Dipegangnya kedua bahu jodha dan mendorong pelan tubuh itu untuk membuat sedikit ruang diantara mereka,

"aku ingin menanyakan sesuatu padamu jodha.!! Setelah apa yang kita alami dan jalani akhir-akhir ini,,," suara jalal kembali tercekat,dia tidak mampu melanjutkan pertanyaannya karena ia tidak sanggup untuk menghadapi kenyataan kalau nanti jodha tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Tapi dia penasaran dan rasa ingin tahunya yang begitu kuat membuat ia nekat mengambil resiko apapun meski ia harus terluka oleh jawaban jodha nanti,

Walau tidak sederas tadi tapi air mata jodha masih saja belum mau berhenti keluar,dia berdebar-debar menantikan kelanjutan ucapan jalal. Dia sebenarnya sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan oleh jalal padanya,tapi ia tidak yakin apakah nanti ia akan bisa jujur atau tidak tentang perasaannya pada jalal,

"jodha,,,apakah,,,kau mencintaiku,??? " akhirnya dengan susah payah pertanyaan itu meluncur juga dari mulut jalal.

Jodha tertegun,lalu dengan perlahan ia menggelengkan kepalanya. Mulutnya tidak mengatakan apapun,hanya gelengan lemah kepalanya itu saja yang ia berikan sebagai jawaban pada jalal. Hati jalal terenyuh,tapi ia butuh keyakinan. Jalal mendekatkan wajahnya kewajah jodha,mengecup lembut air mata disudut mata kelinci milik jodha. Jodha memejamkan matanya,

"hentikan ini,,aku tidak mencintai mu, " bibir jodha gemetar saat mengatakan kebohongan itu. Mulutnya berkata tidak tapi berbeda dengan bahasa tubuhnya yang mengatakan kebenaran isi hatinya,

Jalal memiringkan kepalanya dan mencium bibir jodha kilat, " bibir mu gemetar saat mengatakan hal itu. Kalau kau benar-benar tidak mencintai ku,tolong katakan dengan tegas sambil menatap langsung pada mata ku jodha, " suara jalal terdengar berat seolah dia sedang menahan sesuatu dalam dirinya.

Jodha menarik nafas dalam dan panjang,ia sedikit sesegukan karena menagis tadi. Dia hembuskan perlahan lalu mulai mengangkat wajahnya yang dari tadi hanya menunduk tanpa mau mamandang jalal. Jodha menatap lurus pada manik mata hitam milik suaminya,nafasnya yang tadi sudah sedikit tenang kini kembali memburu kala mata mareka saling menatap lurus dan dalam,tatapan mata jalal penuh pengharapan dan sangat sendu hingga mampu menghentikan detak jantung jodha,

"aku,,,aku,,," jodha terbata-bata dan sulit sekali untuk bicara. Jalal medekatkan kembali wajahnya dan membuat jodha tidak tahan untuk tidak menunduk,

"aku,,,ummhh,,," ucapan jodha terhenti kala bibir tebal jalal telah melumat pelan bibirnya. Jalal terus melumat bibir istrinya degupan jantung kedua insan itu seakan mau meledak, jalal berbicara disela-sela ciumannya pada jodha,

"bibir mu ini,,,tidak akan mampu untuk mengatakan kebohongan jodha,,,kau mencintai ku jodha, " kini kedua tangan jalal menekan sedikit kuat pipi jodha hingga membuat bibir jodha semakin mengerucut,hingga jalal bisa semakin dalam melumatnya.

Jodha mendorong kuat-kuat tubuh jalal dan kali ini ia berhasil. Dadanya bergemuruh ,bahu jodha turun naik dengan cepat. Tatapannya sangat tajam pada jalal,lalu ia bergegas menarik diri kesamping dan melangkah cepat kearah pintu,jalal tersentak dan segera mengejar jodha. Jalal memeluk jodha dari belakang,kini jodha menangis lagi.

"aku mencintai mu,,,aku mencintai mu,,," lirih jodha. Akhirnya pengakuan itu terucap juga dari bibir jodha.

"aku tahu itu jodha. Maafkan aku,,," ujar jalal membenamkan wajahnya dirambut hitam milik istrinya.

"aku ingin memaafkan mu,,tapi hati ini sakit saat mengetahui bahwa aku hanya dijadikan sebagai pelampiasan belaka, " jodha meratap dipelukan jalal. Jalal tidak sanggup mendengar ratapan jodha,dia membalikkan tubuh jodha menghadap kearahnya,

"aku akan melakukan apapun,agar kau mau maafkan ku jodha. Maafkan aku jodha,,," sorot penuh penyesalan dan menghiba dimata jalal membuat hati jodha luluh.

Jodha memeluk tubuh jalal dan membenamkan wajahnya didada bidang milik jalal,kemudian jodha merasa kalau kakinya tidak lagi berada di lantai, dia pun mendongakkan kepalanya untuk melihat ke wajah jalal. Lalu dia menyadari ternyata saat ini jalal sudah menggedong dia ala bridal style menuju tempat tidur. Jodha pun menyandarkan kepalanya ke dada jalal seraya melayangkan tangannya kearah leher suaminya lalu merangkul nya dan dia tersipu malu sekarang.

Setelah berada di tempat tidur, jalal menurunkan tubuh jodha dengan perlahan lalu dia merangkak ke atas tempat tidur dan menindih tubuh istrinya, dia meletakkan kedua tangannya di samping kepala jodha. Jodha sangat tegang dan tubuhnya terasa kaku,apalagi saat jalal mulai menurunkan kepalanya,membuat dia memejamkan mata erat-erat. Jalal tersenyum geli lalu ia beralih kesamping dan membisikkan sesuatu ditelinga jodha,

"aku mencintai mu jodha. Hatiku hanya milikmu dan selamanya akan tetap menjadi milikmu, "

Mata jodha sontak terbuka lebar,darah di seluruh urat nadi jodha langsung berdesir cepat dan menghasilkan semburat kemerahan di kedua pipinya yang putih mulus,


"benarkah,?” tanya jodha ragu. Jalal mengangguk tegas,kemudian jalal menelusuri tubuh jodha dengan kecupan demi kecupan. Jodha menjerit kecil saat mendapat serangan mendadak dari suaminya. Jalal memanggut bibirnya dengan lembut dan sangat perlahan. Jantung jodha langsung memompa darah ke seluruh tubuhnya dengan cepat, membuatnya melayang. Perlakuan jalal seperti api yang melelehkan seluruh tubuh jodha.

Jodha mulai merasa kehabisan napas. Beruntung jalal melepaskan bibirnya beberapa detik sebelum ia terpaksa meraih rahang suaminya itu untuk menjauhkan wajahnya. Mereka sama-sama terengah dan dalam jarak yang masih dekat jalal menatapnya lembut.

"malam ini,,,mau kah kau menjadi istri ku yang sesungguhnya jodha,??? Aku tidak akan melakukannya kalau kau tidak mengizinkan ku, " jalal bertanya dengan mata penuh pancaran gairah,masih menghargai jodha.
aJodha sangat tersentuh oleh sikap jalal itu,maka dengan senyum mengembang jodha menganggukan kepalanya. Jalal seperti terbang ke angkasa saat jodha mengizinkan ia untuk memilikinya seutuhnya malam itu,

Seketika itu juga jalal membenamkan lagi wajahnya dilekuk leher jenjang istrinya,lidahnya bermain disana dengan lincah, sesekali jalal menggigit kemudian menyedot dengan kuat leher jodha membuat kissmark dileher putih itu,membakar seluruh tubuh jodha, membuatnya terpaksa merintih. Jemari jodha menjambak rambut jalal dan mengacaknya kasar,lenguhan dan rintihan jodha mendominasi dalam ruang kamar mereka saat tangan jalal menyentuh titik-titik sensitif dari tubuhnya. Jalal semakin menggila mendengar suara lenguhan jodha yang terdengar sangat merdu ditelinganya. 

Tubuh jodha semakin menggelepar saat ciuman jalal merambat turun dari leher menuju kearah dada atasnya,ditambah lagi kini dibawah sana tangan jalal meraba lembut dan bergriliya menelusuri paha mulus miliknya. Suhu didalam kamar itu menjadi sangat panas,peluh sebesar biji jagung bergelantungan didahi jalal. Jalal mengangkat kepalanya dari tubuh jodha,dan tangannya menarik sesuatu dibawah sana.

"aakkhhh,,," jodha terpekik kecil bersamaan dengan selimut yang ditarik jalal dari bawah tadi menutupi full tubuh mereka. Dan yang terjadi selanjutnya hanya jodha dan jalal yang tahu karena yang terlihat hanya lah tubuh mereka yang bergerak liar dibawah selimut tebal tersebut dan suara lenguhan yang saling bersahutan...

22 komentar:

  1. ohmegat!!!! finally making love!!! wkwkwkwk keren bget penataan katanya mbk, enggk terlalu vulgar tpi ngena bget ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe,,,hbis saya jg g sanggup klo mo vulgar habis say,

      setidaknya jgn buat penggemar JA mnjdi tidak nyaman,
      Ok,,mksi yah udah b'knjung d blog aq

      Hapus
  2. samasama mbk,bsok dilanjut lgi ya mbk.. klo perlu ruqayah buang aja pergi ke luar negri gara" sakit hati hehee
    iya ntar klo terlalu vulgar takut ada yg baca masi dibwah 17th

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhh,,,iya say, mka nya ini td lma kelarinnya.

      Stres berat mo bkin penghayatan adegan nya,g vulgar tp bisa dapet rasanya. Dan hasil akhirnya ini nih,

      Mg aja, g byk yg komplen say ,,,hehe

      Hapus
  3. Wuiiih mantaaaap bahasa kalbu nih lajuuuut

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhhhh,,,bhasa kelambu say,

      Bsok ataw lusa lah d lnjut ntar

      Hapus
  4. BukaN haNya jodha yaNg geMetaraN tubuhNya...tapi aKu yaNg baca juga geMetaraN...trus seNyuM" seNdiri kyak oraNg gaa waras.... Mkasih Mbak Mitha.... CeritaNya kereN biNggow...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sm2 dd,,,kk awalnya bingung mo bkin mp nya kyak gmn,

      Corat coret,,corat coret,,eh hasilnya jd gni ,hehee

      Hapus
  5. panaasss....
    tapi asyiik...semakin berdebar menunggu kelanjutan nya..

    BalasHapus
  6. Omegat omayno omaywow....... Ilupyu dah mba Mitha....... Susah mo ngoment gmna lagi....... Saking happy nya ampe susah ngerangkai coment nya...... Superb...... Awesome..... Ampe gemeter sendiri qw bacanya...sambil cengar cengir kaya orang edan. Untung gak ada yg lihat...... Terima kasih banyak banyak mba Mitha..... Next chapter rukayah itu buang aja ke laut .... Biar jodha jalal bisa hidup bahagia......maunya !!!!! Duuuhhhh....jadi gak sabar nunggu part selanjutnya......

    BalasHapus
    Balasan
    1. hoho,,,g prlu merangkai coment say, qm dah mo singgah d blog aq aja ,udah trmksih aq,

      Iya,sm2 . sbar yah mnunggu klnjtannya

      Hapus
  7. Mrk keringatan sebiji jagung , gw keringatan sebiji salak baca part ini # lebai dikit hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. g bisa byangin klo kringat sbesar bji salak say ,,,

      Sukriya sdh mampir d blog aq

      Hapus
  8. jadi ikutan berkeringat nech .... hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pke kipas angin mb bca nya biar g kringetan ,,,hhhh

      Sukriya dah mampir

      Hapus
  9. mba di lanjut lagi dong besok makin kepo nih sama kelanjutan ya
    jodha sama jalal bener hot banget sampe bacanya nyengir dewek hahhaha

    BalasHapus
  10. Wew .. no comment mBa 2jempol deh yg buat cerita 😄😄👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus