"aku benci padamu jalal,,,aku benciiiiii, " ruqaiya mengamuk dikamarnya, dia melempar semua barang yang dapat ia jangkau. Bertepatan dengan itu maham anga datang dan ia tertawa di dalam hati melihat keadaan ruqaiya,
"rasakan kau ratu ruqaiya,,,itu lah akibat dari kesombongan mu, "
Tapi di luar maham bersikap simpati,dia mencoba menenangkan ruqaiya dengan mengatakan kalau bukan lah saatnya bagi ruqaiya untuk bertindak bodoh seperti itu,
"seharusnya kau mencari cara bagaimana agar bisa membuat ratu jodha merasakan sakit seperti yang kau rasakan. Kau tahu,??? Kau terlihat menyedihkan sekali saat ini ratu ruqaiya," ujar maham sambil mendekati ruq dan menuntunnya untuk duduk di tempat tidur.
Ruqaiya bahunya turun naik akibat menahan amarah yang masih membara dalam dirinya. Ruq juga sedikit malu pada maham,karena kemarin-kemarin dia telah menyombongkan diri di hadapan maham anga. Ruqaiya tampak ingin meminta saran maham tapi dia sudah terlanjur malu. Maham anga ingin sedikit menabur garam di atas luka ruqaiya,ia mengatakan kalau semenjak jodha kembali ke agra jalal semakin menjauh dari ruqaiya,
"Jadi,,,tidakkah kau mau membuat kesepakatan dengan ku ratu ruqaiya,??? Kau akan sangat tertolong bila kau mau bekerja sama dengan ku,karena kalau kau mau menghadapi mereka berdua seorang diri maka aku pastikan kau tidak akan mampu. Karena bila orang yang sedang jatuh cinta itu akan menjadi lebih kuat dan tidak akan takut pada apa pun dan ju,,," ucapan maham di potong cepat oleh ruqaiya yang sudah merasa tidak tahan mendengar ucapan maham yang semakin membuat dirinya terbakar api cemburu.
"cukup maham, kau diam lah aku tidak tahan mendengar ocehan mu,kau seperti sengaja memanas-manasi ku dan juga menabur garam pada luka di hati ku ini. Kau ingin aku bekerja sama dengan mu,!!? Kau pasti akan meminta imbalan karena kau tidak pernah tulus menolong ku. Katakan apa mau mu hah,??? Ruqaiya berkata dengan nada tinggi.
~~~~°°°~~~~
Ditaman,ratu dan raja kita masih saling menindih ditanah. Jalal merasa aneh dengan tatapan jodha terhadapnya,
"ehmm,,,mengapa kau memandangi ku seperti ini ratu jodha,??? Atau jangan-jangan kau,,," ujar jalal dengan nada seakan mengatakan kalau jodha menginginkan sesuatu hal terjadi,dan jodha yang di buat kaget juga tersadar dari lamunannya segera ingin melepaskan diri dari jalal,tapi jalal mempererat pelukannya di pinggang telanjang jodha.
Merasakan sentuhan tangan jalal langsung pada kulitnya membuat darah jodha berdesir ada rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya,bulu romanya mengembang nafasnya agak sedikit memburu. Jalal juga tak kalah hebohnya merasakan efek sentuhan langsung dari kulit mereka,sebenarnya ia ingin menjamah tubuh istrinya itu lebih lagi,tapi ia sadar mereka ada di tempat terbuka dan lagipula ia tidak mungkin melanggar janjinya pada sang istri. Kemudian keduanya di kejutkan oleh teguran rahim,
"kalian sedang apa,???
Refleks suami istri itu segera bangkit dan membenahi diri,wajah mereka merah padam karena malu. Jodha dengan sedikit tergagap bertanya pada rahim mengapa ia masih diluar dan belum tidur,
"aku menunggu mu coti amijaan,tadi aku kekamar mu dan menunggu mu disana,tapi kau tidak kembali-kembali kekamar ,makanya aku keluar lalu mencari mu kemana-mana dan ternyata kau ada disini, " jawab rahim,ada nada kesal dalam ucapannya.
Jalal sedari tadi diam saja,karena ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Ditangan rahim ada sebuah pisang,dan jalal merutuk panjang pendek dalam hati.
"Rupanya yang membuang kulit pisang sembarangan adalah monyet kecil ini,!!! Dasarrr,,,gara-gara dia aku jadi malu dihadapan jodha, "
jodha menatap heran pada rahim,dan menanyakan kenapa rahim mau bertemu dengannya dan sampai harus menunggu juga mencarinya. Rahim semakin kesal karena jodha lupa akan janjinya untuk menceritakan sebuah kisah padanya,
"sudah lupakan saja,kau semenjak pergi dari agra pasti tidak sayang dan peduli lagi padaku. Aku benci padamu coti amijaan, " ujar rahim sambil berlari meninggalkan jodha dan jalal yang melongo bingung akan sikap rahim.
"memangnya kau ada janji apa pada anak itu,kelihatannya ia sangat marah dan kecewa sekali padamu ratu jodha, ??? Tanya jalal.
"aku tidak ingat apa yang sudah aku janjikan pada rahim shahensha...aku harus mengejarnya dan meminta maaf kemudian akan bertanya masalahnya pada rahim,,,prenaam , " jodha hendak beranjak pergi tapi jalal meraih tangannya. Jodha menoleh dan mengerutkan dahinya seakan bertanya ada apa jalal menghentikannya,
"kau ingatkan besok adalah perayaan meina bazar,??? Ku harap kau akan ikut berpartisipasi dalam perayaan ratu jodha, " ujar jalal.
"shahensha,,,kau tahukan kalau aku baru kembali ke agra,!!! Jadi apa yang bisa aku persiapkan untuk perayaan meina bazar. " jodha berbicara dengan nada yang dibuat-buat seolah ia merasa menyesalkan karena tidak bisa mengikuti perayaan meina bazar.
"tapi ratu jodha,aku yakin kau bisa menyiapkan sesuatu untuk perayaan dan lagipula aku tidak keberatan walaupun kau tidak menjual apapun di perayaan,hanya saja,,,aku ingin kau ada disana. Karena aku ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting nantinya dan kau harus mendengar apa yang akan aku umumkan, ini menyangkut dirimu ratu jodha, " ujar jalal dengan seringai misterius.
Jodha tidak faham,sekarang jalal sedang bicara serius atau sedang menggodanya seperti biasa,
"apa,,,ada pengumuman menyangkut diriku di meina bazar nanti,??? Ahaa,,,apa aku akan mendapat gelar koohinor seperti benazir shahensha,??? Ah tidak,,,aku tidak tertarik mendapat gelar itu shahensha, " ujar jodha ketus sambil menarik tangannya dari genggaman jalal kemudian berbalik pergi meninggalkannya.
Jalal kembali menyeringai,
"aku berhasil memancing kembali rasa cemburunya. Aku harap perasaannya padaku sama seperti perasaan ku padanya. Semoga saja dia kembali dengan membawa balasan cinta untuk ku, " ...

Kakak,,,,MaNaa Nee LaNjutaNNya,,,,
BalasHapusUdah kk posting dd
Hapus