Entri Populer

Senin, 26 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.22





Matahari terlihat sangat berbeda saat jodha membuka matanya pagi itu,sinar hangatnya begitu indah dan cerah. Sepadan dengan suasana hatinya saat ini,perasaannya menjadi lebih baik sekarang sejak ia berhenti bertengkar dengan suaminya. Jodha repleks menolehkan kepalanya kearah samping saat ia mendengar suara berat dan serak khas orang baru bangun tidur menyapanya mesra dan tentu saja ia hafal dengan suara tersebut. Yaa,,,itu suara jalal suaminya,

"good morning jodha,,,apakah tidur mu "nyenyak" semalam,??? Jalal sengaja menyebut kata "nyenyak" dengan gaya yang seksi,membuat pipi jodha memanas karena malu.

"aaaaa,,,kau pasti menggoda ku. Bagaiman aku bisa tidur dengan nyenyak karena semalam  kau begitu sangat,,,aaaaa,,," jodha meringkuk kedalam pelukan suaminya sambil membenamkan wajahnya yang merona kedada bidang jalal yang naked itu. Otot-otot abs nya terlihat sangat "eeggh" bagi setiap wanita,termasuk jodha yang sudah mengakuinya semalam.

"hahhaahhaa,,,memang aku semalam kenapa sayang,!!! Apakah aku begitu "liar" ,??? Oh no baby,,,ku rasa kau lah yang sangat "liar" semalam. Coba kau lihat didada ku ini,kau membuat dadaku terlihat seperti dicakari "macan" . Apa kau masih mau menyangkalnya kalau kau semalam seganas "macan betina",??? Jalal terus menggoda jodha dengan kata-kata nakalnya,membuat suhu tubuh jodha panas dingin kembali karena malu.

Jodha mencoba menarik sedikit kepalanya dan mencuri pandang pada dada jalal dan ternyata,,,jodha membulatkan matanya tidak percaya pada hasil karyanya semalam didada bidang suaminya. Dia menggigit bibir bawahnya karena sangat,,,sangat malu. Dia tidak habis pikir kenapa ia semalam bisa begitu "liar" (hayooo,,,fantasy para begum yg lain gmn nih bayangin jodha yang liar semalam. Hhhh ups #abaikan)

Jalal tidak mau berhenti disitu, belum puas rasanya ia menggoda istrinya. Jalal pura-pura mengerang kesakitan saat hendak bergerak,

"aakkhhh,,,badan ku "sakit-sakit" semua rasanya. Oh jodha,,,kau benar-benar "menyiksaku" semalam,!!! Kau harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku saat ini,,,aaawww,!!! Jalal benar-benar memainkan aktingnya dengan sangat sempurna,membuat jodha geram dan kesal,

"kau tidak akan berhenti menggodaku ,hah,??? Sambil memukul-mukul dada jalal,membuat jalal benar-benar meringis kesakitan kali ini. Jalal menghindari pukulan istrinya sambil berusaha menangkap tangan jodha,dia tertawa terkekeh sesekali meringis kesakitan. Benar-benar pemandangan yang indah kala melihat suami istri itu bercengkrama diatas peraduan mereka dengan suasana suka cita, hati yang dulu saling membenci kini sudah saling menyayangi. Kepahitan dan air mata berganti dengan tawa canda yang ceria.

Jodha dengan sengit berusaha menghindar saat jalal berhasil menangkap tangannya dan mencoba untuk menindihnya lagi. Tapi sial,saat ia bangun otomatis selimut yang menutupi tubuhnya melorot turun kebawah dan taraaa,,,jodha kelabakkan panik karena tubuh bagian atasnya yang tidak mengenakkan apa-apa itu terekspose sempurna membuat libido jalal merambat kepermukaan saat mata tajamnya terpaku pada dada yang terpampang menggoda dihadapannya. Jodha dengan cepat mau menarik selimut atau apapun yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuhnya. (hohohhoo,,,adegan pembuka di CS 21 terjadi kembali d part ini,walaupun cuma bagian atasnya saja. #tipok jidat 🙏🙏 ).

Jalal dengan kegesitan yang sama tidak akan membiarkan jodha melakukan penyelamatan untuk dirinya,ditariknya tubuh jodha hingga kembali ambruk diatas tempat tidur,jodha menjerit tertahan.

"kau harus memberikan morning kiss dulu padaku sebelum beranjak dari ranjang ini, jodha,,," jalal merundukan kepalanya dan melumat lembut bibir jodha. Jodha tidak menolak ataupun melarikan diri,dan ciuaman itu benar-benar hanya morning kiss,lembut tidak menuntut.

***

“aku mencarimu kemana-mana, rupanya kau di sini.”

Jodha kaget dan menoleh ke arah sumber suara. Suaminya itu bersandar dengan penuh percaya diri pada ambang pintu dapur. Memamerkan seringaian khas miliknya yang luar biasa memesona. Jalal sudah mengenakan setelan jas hitamnya karena harus kekantor,sebenarnya sangat malas ia mau kekantor pagi itu,kalau saja jodha tidak mengomelinya habis-habisan tadi.

"aku harus cepat-cepat menyiapkan sarapan mu. Karena kau juga harus segera kekantor,ini kan hari senin,!! Sahut jodha. Dia merona malu dengan sendirinya menyadari betapa penampilannya saat ini terlalu tidak sopan,(???? Kan sudah resmi semalam,,hhhh #abaikan kembali), terlebih ketika pandangan jalal seperti ingin "menelan*** " saat itu juga.(psstt,,maaf disensor dikit 😁 ). Bagaimana tidak,jodha hanya memakai gaun tidurnya semalam yang berbahan sutera yang tipis namun terasa lembut di kulitnya. Gaun itu hanya berhasil menutupi setengah pahanya.

Jodha terkesiap,karena entah sejak kapan jalal sudah berada di sisinya. Dia bahkan tak berdaya begitu kedua tangan jalal memeluknya dari belakang dengan posesif. Jodha tak pernah terbiasa dengan kedekatan semacam ini meskipun harus ia akui saat jalal memeluknya dengan cara seperti ini adalah saat terindah dalam hidupnya. Jantung jodha berdebar tanpa diperintahkan,

“hei,,,aku pinta kau duduk tenang saja dimeja makan. Masakan ku akan berantakkan kalau kau ganggu seperti ini mr.jallad,," Jodha bergidig karena gelenyar nikmat merambat keseluruh tubuhnya begitu jalal mendaratkan satu kecupan lembut di belakang telinganya. Ditambah jemari lihai suaminya menyibakkan rambutnya ke samping dan jodha tanpa sengaja mendesah saat bibir ahli jalal bergerilya di bagian tengkuknya yang sensitif terhadap sentuhan.

"salah sendiri kenapa kau masih mengenakan baju "sialan" ini. Kau sengaja menggoda ku lagi kan,!!! Bisik jalal disela-sela aktivitasnya.


Jodha tentu saja tidak terima dituduh seperti itu oleh jalal,dia kesal dan hendak mencerca pada suaminya. Tapi bukannya umpatan yang keluar dari bibir plum nya,malah desahan tertahan yang keluar. Sebab sebelah tangan jalal merayap turun secara perlahan-lahan dan menemukan pelabuhan indah di balik sutera lembut dan kehangatan kulit istrinya. Jodha terkesiap ketika jalal menekan titik sensitif dan sukses membuat dia melenguh nikmat.

Tiba-tiba jodha berbalik menghadap jalal,membuat tangan jalal lepas dari tubuhnya. Kedua tangannya bergelayut dengan manja di leher jalal, mengejutkan pria itu.

“hei, aku belum selesai dengan pekerjaan ku. Bisakah kita lanjutkan aktivitas ini lain kali,???” Jurus tatapan tajam dan sengit khas jodha telah ia keluarkan. Kesal sekali rasanya ia karena jalal terus membangkitkan libidonya.

Jalal protes namun bibirnya menyeringai. Dia melingkarkan tangannya di lekukan pinggang jodha,

"apakah kau bisa memegang ucapan mu,??? Aku tidak akan melepaskan mu kalau kau tidak mau berjanji akan melanjutkan ini lain kali, hah,!!! Nada pelan tapi disertai dengan ancaman. Jalal menatap intens mata jodha dengan tatapan nakal dan bergairah,

Kedua mata jodha berkabut,

"kau selalu berbuat curang,,," Napasnya terengah-engah berkat serangan tiba-tiba tadi.

“salahmu karena memberikan pemandangan indah dengan baju ini,” jalal tersenyum, ia masih menyalahkan jodha dan baju tidurnya. Jodha mengumpat habis-habisan didalam hati.

Jodha tidak bisa mencegah saat jari jalal menyentuh dipinggiran gaun tidurnya lalu menurunkannya sampai kelengannya,benar-benar harus ia akui kalau jalal bisa menaklukannya.

 “membuatku sangat bergairah, " jalal memberikan bahunya beberapa kecupan manis.

“jadi, tidak ada lagi perasaan untuk gadis masa lalumu itu,???”

Jalal mendadak berhenti, marah dengan pertanyaan tiba-tiba jodha tentang ruqaiya,

“bukankah kita sepakat untuk menyudahi topik itu,???” Kedua alis jalal menyatu di keningnya.

“ruqaiya sudah tidak berarti apa-apa lagi bagiku. Bahkan aku sangsi kalau aku dulu pernah benar-benar cinta padanya.” Jelas sekali nada marah dan tidak suka mendominasi dalam ucapan jalal.

“kau benar-benar tidak akan meninggalkanku.???” Jodha seolah masih menyimpan keraguan.

“asal kau juga berjanji tidak akan meninggalkanku jodha, " sahut jalal. Tapi mendadak merasakan firasat aneh dan membuat dia diam selama beberapa saat, ragu-ragu ia bertanya,

"kau tidak berniat menceraikanku kan.???

Jodha mengusap pipi jalal untuk menenangkannya,

“itu adalah hal terakhir yang kupikirkan. Sebenarnya bukan itu yang membuatku khawatir.” Jodha menunduk lesu,

“lalu apa.???” Kejar jalal.

“aku takut ruqaiya tidak akan mau melepaskanmu.” Jodha tercekat,lehernya serasa dicekik saat mengatakan itu.

Jalal termangu sejenak lalu terkekeh geli,

"sayang, ruqaiya tidak akan berani mempermalukan dirinya sendiri hanya untuk itu. Meskipun dia memang melakukannya, aku yakin itu hanya untuk memuaskan egonya saja.” Jalal berusaha meyakinkan jodha. Dia tidak ingin bertengkar lagi dengan wanita itu,karena ia tidak akan tahan kalau harus didiam kan lagi dan dihindari lagi oleh jodha,

“tapi aku yakin dia memiliki perasaan yang kuat padamu. Dia telah menerima banyak sekali perhatian darimu dan aku yakin ruqaiya,,," ucapannya terpotong,

“sssttt,,," Jalal menutup mulut jodha dengan jarinya. Dia memandang lembut istrinya,

"aku akan selalu mencintaimu. Ingat itu,kau adalah wanita terakhirku dan tidak akan ada lagi tempat untuk wanita lainnya dihatiku ,kecuali anak perempuan kita kelak. Itu tidak termasuk hitungan sebenarnya karena aku pasti mencintai anak-anak yang lahir dari rahimmu.”

Hati jodha hangat oleh kata-kata itu. Jalal selalu berhasil menenangkannya,dan ia akan berusaha percaya bahwa jalal tidak akan meninggalkannya demi wanita manapun.

”aku akan berusaha percaya padamu, " kata jodha tegas.

Senyum jalal merekah indah seperti bunga yang mekar di pagi hari,

"aku akan menjaga kepercayaan yang kau berikan padaku,"

Jalal menarik wajah jodha lalu menciumnya dengan lembut, perlahan, dan penuh cinta. Jodha meresponnya dengan cara yang membuatnya bahagia. Mereka sama-sama menikmatinya,hanya menikmatinya tanpa nafsu ataupun dorongan hasrat lainnya.

Namun lama kelamaan,perlahan tapi pasti api itu mulai membakar perasaan keduanya. Kepala jodha mendongak, karena jalal sibuk mencumbu leher jenjangnya. Tangan jalal menyingkap ujung gaunnya lalu dengan perlahan mereka sebentar lagi akan memulai percintaan mereka di pagi hari yang cerah. Tapi aktivitas itu terganggu oleh bau sesuatu yang sangat menyengat,dengan nafas yang sudah terengah-engah jodha dan jalal saling memandang heran seolah saling bertanya bau apa itu,tiba-tiba keduanya membulatkan mata lalu serentak menoleh kearah kompor disamping mereka. Jelas saja sepasang suami istri itu panik dan terkejut.

"MASAKAN KUU,,,AAAAAAA,"  Jodha cepat-cepat mematikan kompor. Jodha kesal dan merajuk karena masakannya gosong,dia menyalahkan jalal karena jalal sudah mengganggunya jadinya nasi goreng yang ia buat jadi gosong.

Jalal dengan wajah tanpa dosanya malah cengengesan,dan berkata kalau jodha tidak perlu marah ataupun merajuk seperti itu karena ia bisa membeli sarapan dikantin kantor nanti. Jodha masih dongkol dan manyun membuat jalal tidak tahan untuk tidak tertawa. Jodha semakin kesal dan hendak beranjak pergi,tapi jalal menahan lengannya.

"kau belum memasangkan dasiku, jodha,,," jalal mengangkat sedikit kepalanya.

Jodha mengeluh kalau jalal itu mustinya belajar memasang dasi sendiri,anak SD saja bisa pasang dasi sendiri. Jalal hanya terkekeh dan menyuruh jodha cepat-cepat memasng dasinya karena ia sudah sangat terlambat,dengan mempoutkan bibirnya jodha mulai memasangkan dasi jalal. Tapi ia benar-benar naik pitam saat dengan jalal membongkar kembali dasinya,

"aish,,,kau ini apa-apaan. Kau membuat ku geram setengah mati, " menghentakan kaki siap-siap pergi,

"eitss,,,coba kau lihat ini sayang, " Tangan jalal dengan lincah kembali memasangkan dasinya tanpa ia harus memperhatikan tangannya karena takut kalau salah. Jodha terbelalak tak percaya bahwa jalal bisa memasangkan dasinya tanpa memperhatikan tangannya. Mata jalal menatap intens mata jodha,sedikit memajukan wajahnya membuat jodha siaga,

"aku hanya ingin melihatmu dalam jarak sedekat ini setiap paginya sebelum aku memulai rutinitas ku dikantor, jodha. Aku ingin setiap pagi melihat mata bening milikmu,wajah chuby dan innocent mu,semua ini akan menjadi penyemangat ku setiap harinya, " (hooeeekkk,,,lebayyy. hhhh)

Jodha tersipu malu,semburat-semburat merah mulai menghiasi wajahnya.

"kau selalu menggoda ku, "

"karena aku suka melihat raut wajah mu saat aku menggoda mu jodha. Kegembiraan yang aku rasakan saat menggoda mu tidak pernah aku dapatkan bahkan disaat aku memenangkan tender besar sekalipun, " Jalal merengkuh jodha kedalam pelukannya.

"terima kasih sudah mau menjadi istriku yang seutuhnya jodha. Aku bersumpah akan mengorbankan apapun demi untuk membahagiakan mu dan juga melindungi mu,bahkan kalau harus mengorbankan nyawa ku sekalipun. Aku janji,,," jalal menangkup pipi jodha lalu mengecup kilat bibirnya.

"aku aka kekantor sebentar,dan aku akan secepatnya kembali padamu ,sayang,,,"

Jodha merasakan ada yang aneh dengan kata-kata jalal,dia seolah merasa jalal sedang menyampaikan kata-kata perpisahan dengannya. Jodha mendadak merasa hatinya gelisah tidak tenang,ada rasa perih seolah ia sedang merasakan kehilangan sesuatu yang berarti baginya. Tapi dengan cepat ia menghapus pikiran buruk itu,dia tidak ingin berpikir yang buka-bukan. Mereka sudah berada diteras depan,jalal kembali mengecup puncuk kepala istrinya sebelum berangkat. Dia terkejut saat jodha memeluknya dari belakang ketika ia hendak masuk kedalam mobil. Jalal heran sekaligus geli dengan sikap jodha,apalagi jodha memeluknya dengan sangat erat,

"hemm,,,sepertinya kau tidak rela untuk jauh-jauh dariku ,jodha,!!! Tenanglah ,aku akan pulang cepat hari ini, " jalal berbalik dan memeluk hangat tubuh jodha. Jodha tidak mengerti mengapa ia begitu khawatir. Dengan berat hati ia melepaskan jalal dan membiarkan suaminya pergi kekantor.

***

Kali ini kita tidak boleh gagal,jika perlu kita bunuh saja istrinya yang cantik jelita itu. Abul mali sedang berbicara dengan syarifudin dan juga dengan anak buahnya yang lain. Syarifudin yang sudah blingsatan karena tidak bisa mendapatkan jodha akhirnya tidak akan segan-segan mengambil cara terburuk sekalipun. Dia tidak ingin jodha terluka,tapi ia ingin jalal yang mati dan ia yang akan membunuh jalal dengan tangannya sendiri.

Jalal hari itu sangat tidak tenang dikantor,ia ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan istrinya tercinta. Dirumah mereka, jodha sedang menerima ruqaiya yang datang bertamu. Jodha sebenarnya tidak suka dan ingin mengusir ruqaiya,karena lukanya yang mulai mengering akan berdarah kembali saat ia melihat wajah ruqaiya yang memuakkan. Tapi jodha tidak mungkin melakukan itu,dia wanita yang tahu adat maka ruaiya ia persilahkan masuk.

"jodha,,,aku mau minta maaf padamu. Aku sudah salah waktu itu,sekarang aku sudah sadar kalau kau tidak akan tersingkirkan dari hati jalal. Aku akan mundur jodha, " ruqaiya dengan raut wajah yang benar-benar tulus dan merasa menyesal,ia memohon agar jodha mau memaafkannya.

"ruqaiya,,,aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Aku hadir diantara kau dan dia,aku telah merebut dia dengan tidak sengaja darimu. Aku juga minta maaf ruqaiya, " Jodha dengan tulus ikhlas memaafkan ruqaiya. Mereka berpelukan,dan ruqaiya tersenyum licik...

Jodha pergi kedapur untuk membuatkan ruqaiya teh,saat tinggal sendiri ruqaiya segera menuju kearah pintu samping yang bisa menuju kehalaman belakang rumah itu. Dia membuka kuncinya,kemudian kembali duduk manis disofa dan menunggu jodha. Dia cepat-cepat memasukan kunci tadi kedalam tasnya dan meraih ponselnya lalu mengetik sms yang bertuliskan, "semua beres sekarang,kalian hanya perlu mengurus beberapa penjaga dihalaman belakang dan langsung saja menuju kearah samping kanan. Disitu ada pintu yang sudah aku buka. Ok,,,". Klik,,,ia menekan tombol send dan pesan itupun terkirim.

Jodha kembali dengan gelas teh ditangannya,tapi gelas itu terjatuh dari tangannya saat melihat ruqaiya sudah diikat kaki tangannya dan mulutnya ditutup pakai lakban. Ruqaiya ternyata pingsan,jodha ingin menghambur mendekati ruqaiya,tapi tidak sempat, "BUKKK" saat ia rasakan ada seseorang yang memukul punggungnya dengan sangat keras,ia pun ambruk kelantai dan pingsan. Seorang pria yang berdiri dibelakangnya tertawa bergelak,

Jalal dengan bersiul-siul kecil dan wajah ceria keluar dari mobilnya,adham khan hanya goleng-goleng kepala melihat tingkah majikannya itu. Tapi tiba-tiba adham khan menghentikan langkah semangat jalal saat hendak memasuki rumah,

"tuan,,,tunggu dulu. Coba perhatikan sekeliling, " adham khan berlari menghampiri satu persatu anak buahnya yang sudah tergeletak ditanah dengan kepala bersimbah darah karena ditembak.

Jalal yang sedang dipuncak kebahagiaannya tidak menyadari hal itu,sejenak jantungnya berhenti bekerja. Tapi sedetik kemudian, ia membuka pintu rumah dengan kasar dan adham segera menyusulnya karena ia yakin didalam rumah itu pasti tidak aman. Dunia seakan runtuh,jalal seolah dihantam dengan sebuah batu sebesar gunung saat ia masuk kedalam rumah. Jodha,,,wanita yang sudah menjadi separuh hidupnya itu,tergeletak tak berdaya disofa dengan sebuah pistol tertodong dikepalanya. Jalal mengepalkan tangannya,rahangnya mengeras karena emosinya sudah dititik tertinggi,tapi ia roboh sebelum sempat melakukan apa-apa, "DOORRR" sebuah peluru panas bersarang telak dikaki kirinya.

Adham khan tidak berdaya menolong,kejadian itu sangat cepat dan ia pun ikut ambruk kelantai saat kepalanya dihantam seseorang dari belakang dengan balok besar. Jodha tersadar dari pingsannya saat mendengar letusan pistol tadi,ia langsung menjerit saat mata beningnya melihat jalal yang ambruk dilantai dengan kaki kiri penuh oleh darah. Jodha meronta dan mencoba untuk mendekati suaminya,ia menangis histeris dan memohon pada abul mali untuk jangan menyakiti suaminya. Jalal yang tidak berdaya hanya bisa memandang sayu pada jodha yang masih meronta untuk melepaskan diri,tangisan jodha bagaikan sembilu yang menyayat hati jalal...

22 komentar:

  1. di lanjut lagi dong mba .....
    makin seru banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhhhh,,,g bisa skrg say,nih otak udh mumet bget,,

      Sabar yah

      Hapus
  2. Waduuuhh mbak mitha,....gimana tuh nasib nya jodha n jalal,...Sedih nya pakek banget.... Yg semangat yaaa nulisnyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya say,,,nih juga lg fress'n otak,mo dbkin kyak gmn lg nasib jodha m jalal

      Hapus
  3. sereeemmmm...ngga tega bacanya

    BalasHapus
  4. awal smpe pertengahan bikin berkeringat hahaa tp di bagian akhir ngenes bget mbk mith :'(
    konfliknya jgn berat" ya mbk hehe sukriya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok,,say. Kita g bkal bkin ada yg mninggal koq,,,hehe

      Hapus
  5. Haaaaaiiiii..... Mba Mitha..... Anda kembali sukses besar mengaduk"perasaan saya.... Awal baca cengengesan gk ada habisnya....nah lo kq pas endingnya bikin dag dig dug nih jantung udah kaya mau loncat berpindah tempat aja.....oh mba Mitha,teganya dikau(hahaha...mlah ngelebay) terima kasih mba..... Selalu berakhir penasarN seperti ini,mlah makin semangat nungguin kelanjutannya......semangat The Briliant Lady(julukan saya buat mba Mitha)....... Di tunggu part selanjutny...kalo bisa jgan lama"ya mba......hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhhhhh,,,sm td waktu nulis sya jg kyak gtu say,,,dag dig dug jeerrr

      Thx utk julukannya,,ok tar d bkin scepatnya

      Hapus
  6. Sudah asik" baca....MlahaN ad ai peNggaNggu Lagii aduh....tpi Mkasi ya Mbak Mitha...

    BalasHapus
  7. Mithaaaa top pake banget.. lanjuut

    BalasHapus
  8. mba bang jalal megang bagian sensi apa ya ???
    kepo nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh,,,g nyampe yah mb sm kyak aq,,

      Yah ,,,bgian sensitif wanita say,,,hehe

      Hapus
  9. Waaahhh mb mitha 4 jempoooll pokoknyaa.. Tp gmn itu nasib abang jalal.. Kasihan jodha baru bahagia sbntr.. Haduh jgn sad ending y mb.. Muuaahhh

    BalasHapus
  10. Baca part ini ,uda kayak naik roller coaster , d naikkan ke atas setinggi2nya tyus d jatohin k bwh, part awal bikin snyum2, part akhir bikin jantung copot

    BalasHapus