Entri Populer

Senin, 05 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.14






Jodha langsung menuju ke kamarnya dan meringkuk masuk dalam balutan selimut tebalnya. Kepalanya masih terasa pusing,lagipula ia tidak mau berhadapan dengan jalal karena merasa malu atas insiden didekat mobil tadi,jodha memegang kedua pipinya yang terasa panas dingin lalu menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha agar memori tentang kejadian tadi menghilang dari benaknya tapi tetap saja tidak bisa.

Jalal segera menuju dapur,ia terlihat sedang berkutat dengan alat memasak seperti panci dan lain sebagainya. Dikamarnya jodha akhirnya kembali tertidur setelah merasa stres akibat pemikiranya di ganggui oleh bayangan kejadian yang menurutnya konyol.

~~~°°°~~~

Jalal mengetuk pintu kamar jodha tapi tidak ada sahutan dari sang pemilik kamar,ia berpikir mungkin jodha tertidur dan benar saja saat ia membuka pintu ia mendapati jodha sedang tertidur pulas didalam selimut. Sebenarnya tidak tega jalal membangunkan gadis itu,tapi sudah saatnya jodha minum obat. Jalal meletakan nampan berukuran sedang yang ia bawa ke atas meja kecil di samping tempat tidur. Di atas nampan tersebut  ada sebuah mangkuk,segelas air putih dan satu piring putih kecil,kemudian dengan ragu-ragu ia membangunkan jodha,

"jodha,,,jodha,,," jalal menepuk-nepuk pelan bahu jodha,tapi sang pemilik bahu tidak bereaksi sedikitpun.

Dengan sabar jalal kembali membangunkan jodha dengan cara yang sama,setelah agak lama dan berulang jalal membangunkan akhirnya gadis itu bangun juga. Jodha mengerjap-ngerjapkan matanya berulang,seketika matanya melotot saat mendapati jalal yang berada di depan matanya,

"kau,,,mau apa kau ke kamar ku,??? Tanya jodha ketus.

"kau jangan marah-marah terus nanti cepat tua,,,ayo bangun sudah waktunya kau minum obat. " sahut jalal santai sambil membawa mangkuk yang berisikan bubur ke atas tempat tidur.

 Jodha yang tadinya melotot kini mengerutkan keningnya ,ekspresi wajahnya menunjukan keheranan atas perhatian jalal.

"sudah,jangan heran begitu. Sekarang bangunlah kau harus makan sebelum meminum obat, " perintah jalal.

Jodha walaupun masih di selimuti rasa heran perlahan bangkit dari posisi tidurnya dan bersandar pada kepala tempat tidur. Tangannya terulur untuk meminta mangkuk di tangan jalal. Jalal menggeleng,

"aku akan menyuapi mu, " ujar jalal sambil mengambil satu sendok bubur dan mengarahkannya ke mulut jodha. Jodha ingin berkomentar tapi tidak jadi saat melihat jalal mendelikan matanya sebagai isyarat kalau ia memaksa ingin menyuapinya.

Jodha membuka mulutnya menerima suapan dari jalal. Suasana canggung sangat kental terasa ,jodha mengunyah buburnya sambil menundukkan kepala tidak berani menatap ke arah jalal. Sedangkan jalal juga tidak mampu menatap jodha tapi ia berusaha keras untuk bersikap sesantai mungkin.

"telanlah buburnya,dan ini makan lagi, "

Jodha mengangkat wajahnya ,ia benar-benar merasa tidak tahan dengan situasi yang sangat canggung tersebut,

"tidak usah,,,aku bisa melakukannya sendiri. Berikan padaku mangkuknya, " pinta jodha dengan nada ketus.

"jangan membantah lagi,anggap saja ini sebagai balas budi ku padamu, " balas jalal tidak mempedulikan penolakan jodha dan kembali mengarahkan sesendok bubur ke mulut jodha. Jodha hanya bisa mendesah pelan kemudian menerima kembali suapan dari tangan jalal.

"kau selalu memaksakan kehendak mu pada orang lain, "

"jangan berbicara di saat makanan sedang berada di mulut mu,nanti kau bisa tersendat, "

"uhhuukk,,,uhhukk,,,"

Baru saja jalal selesai bicara jodha sudah tersendat bubur yang ia makan, jalal segera meraih gelas air di atas meja lalu membantu jodha meminumnya,

 "sudah ku bilang kau akan tersendat kalau bicara di saat sedang mengunyah makanan, dasar keras kepala, " ujar jalal.

Saat jodha berusaha memegang gelas ditangan jalal tidak sengaja tangannya menyentuh tangan jalal,mereka sama-sama terpaku dan ada getaran-getaran aneh menjalari tubuh kedua nya. Jodha dengan gugup meminta gelas itu dari jalal, jalal memberikannya.

~~~°°°~~~

Suasana semakin canggung karena kejadian barusan,tapi jalal tetap melanjutkan aksi nya menyuapi jodha. Jodha meletakan gelas air kembali ke meja,

"sepertinya aku sudah kenyang, "

"baru saja dua sendok kau bilang sudah kenyang,??? Ayolah jodha jangan mempersulit dirimu sendiri, sekarang buka mulut mu dan makan lah beberapa suap lagi yah,," ujar jalal. Jodha menerima lagi suapan demi suapan dari tangan jalal.

"enak buburnya,??? Tanya jalal sambil menunggu jodha menelan buburnya,satu suapan lagi sedang menunggu di ujung sendok yang ia pegang. Jodha mengangguk sambil tersenyum kaku,

"seharusnya enak,tapi aku tidak bisa merasakan apa-apa. Karena indra perasa ku jadi pahit saat aku sedang sakit, "ujar jodha jujur.

Jalal mengangguk mengerti karena keadaan yang di alami jodha lumrah di rasakan setiap orang yang sedang sakit tak terkecuali dengan dirinya.

"tapi setidaknya bubur yang terasa pahit ini bisa mengisi perut mu agar tidak kosong, " ujar jalal sambil menyodorkan lagi sendok yang ia pegang ke mulut jodha.

Senang rasanya melihat mereka bisa bersikap santai seperti itu walau pada awal-awalnya suasana tegang tercipta. Sambil menghabiskan buburnya mereka sudah mulai mengobrol tanpa merasa canggung lagi,

"aku tidak menyangka kalau kau bisa membuat bubur seperti ini,,,aku yakin kalau saja indra perasa ku tidak pahit pasti bubur ini sangat enak, " puji jodha tapi sambil tersenyum mengejek pada jalal. Jodha tahu kalau jalal tidak mungkin bisa membuat makanan walau makanan sesederhana seperti bubur sekalipun.

"ahh,,,tentu saja rasanya enak, "

"karena bubur itu hasil beliankan bukan hasil masakan mu, " jodha memotong cepat ucapan jalal dan terlihat mereka tertawa bersama, tertawa lepas tanpa keterpaksaan.

~~~°°°~~~

Jalal terkesima saat melihat jodha tertawa lepas seperti itu,dia baru kali ini melihat jodha tertawa dengan begitu lepasnya, tanpa ia sadari perasaannya kini sangat bahagia melihat pancaran sinar mata jodha yang berbinar tanpa ada sorot ketakutan seperti biasa ia lihat.

Bubur jodha akhirnya habis,jalal meletakan mangkuk ke atas nampan dan meraih piring kecil yang berisikan butiran-butiran pil obat jodha,

"ini obat mu ,,,minum lah supaya kau lekas sembuh, " ujar jalal sambil menyodorkan piring obat pada jodha.

Jodha mengambilnya dan memungut pil-pil itu lalu memasukan ke dalam mulutnya, jalal memberikan gelas air yang ia pegang. Suasana hening ,tidak ada lagi percakapan seru tadi di antara mereka, jodha dan jalal sama-sama bingung untuk membuka percakapan karena kini tidak ada lagi topik yang mau mereka bahas.

Drett,,,drett,,,drettt,,,

 Ponsel jalal yang berada di saku sepannya berbunyi, jalal meraih ponselnya dan tertera di layar nama ruqaiya,

"halo ruqaiya,,,ada apa,??? Jalal bangkit berdiri dari kasur jodha dan berjalan ke arah jendela sambil menerima telfon dari ruqaiya. Jodha hanya memandangi punggung jalal yang membelakanginya,beribu pertanyaan menghujani otaknya. Dia tidak habis pikir mengapa jalal hari ini begitu perhatian padanya,motif apa yang tersembunyi di balik sikap perhatian nya itu.

Jalal selesai menelfon dan berbalik ke arah kasur jodha, ia melihat jodha sedang melamun kemudian ia mendekati jodha dan membuyarkan lamunan nya,

"kau istirahat lah,,,aku ada urusan sebentar. Adham khan akan memperketat pengaman di sekitar apartemen jadi kau tidak usah takut dan khawatir karena kau akan aman selama aku pergi, " ujar jalal dengan nada dingin.

Jodha menautkan alis nya heran melihat perubahan sikap jalal yang dari lembut dan perhatian menjadi dingin dan kasar lagi seperti semula. Tapi ia tidak mau peduli, jodha merebahkan tubuhnya kembali kekasur empuk miliknya dan menarik selimut.

Jalal membereskan nampan dan mangkuk serta yang lainnya lalu membawa keluar nampan tersebut tanpa mengucap sepatah kata pun pada jodha,

"dasar arogan,bersikap semau nya saja. " desis jodha saat jalal sudah keluar dan menutup pintu kamarnya...

TBC...











































2 komentar:

  1. Naahhh panjang gini kna endang bacanya...tq mimin....jangan lama2 ya postingny....seruu

    BalasHapus
  2. Iya,,,mimin akan usahakan secepatnya :-)

    BalasHapus