Di apartemen ruqaiya,dia sedang bersandar mesra didada bidang milik jalal,sambil tangannya juga melingkar di pinggang jalal. Saat ini mereka sedang duduk disofa,
"jalal,,,sepertinya kita harus pulang ke india. Disini keadaan sudah tidak aman,jadi akan lebih baik kalau kita kembali ke india. " ujar ruqaiya,sepertinya dia sudah tidak yakin akan mampu menghadapi tekanan dari syarifudin.
Jalal yang memang sudah berberapa hari ini sedang berencana untuk mengajak jodha dengan ruqaiya kembali ke india tentu saja langsung menyetujui ide tersebut.
"ku rasa memang itu yang terbaik ruqaiya, besok kita akan segera berangkat jadi kau bersiap-siaplah malam ini juga kemudian ikutlah bersama ku ke apartemen kami,,,eh maksud ku apartemen ku," jalal tidak enak hati pada ruqaiya saat ia menyebut apartemen "kami" ,lalu ia meralat ucapan.
Ruqaiya sangat dongkol mendengar ucapan jalal tadi,
"baiklah-baiklah,,,jadi aku harus menginap di apartemen "kalian" malam ini,hah,,??? Tanya ruqaiya dan dia memberi penekanan saat mengatakan kalimat "kalian" dengan segera melepaskan tubuh jalal,lalu ia menuju lemari pakaian nya untuk berkemas.
Jalal sebenarnya selama berada di apartemen ruqaiya ,pikiran tidak pernah lepas dari mengkhawatirkan jodha. Dia takut kalau anak buah abul mali akan menculik atau bahkan melukai jodha,atau bahkan bisa saja mereka membunuh gadis itu. Kini saat sedang di jalan pulang menuju apartemen mereka,jalal mengemudikan lamborghini green kesayangannya dengan kecepatan tinggi. Ruqaiya merasa terabaikan,
"jalal,,,kau terlihat sangat mengkhawatirkan wanita itu. Tapi lihat saja ,saat kita tiba di apartemen kalian,,,kau tidak akan menemukan gadis itu,dia saat ini pasti sudah di bawa pergi oleh syarifudin, hhaahaahaa,,," bhatin ruqaiya.
Flashback> > >
Syarifudin datang ke apartemen ruqaiya. Ruqaiya panik dan ketakutan,apalagi saat syarif mulai mengeluarkan pisau lipat miliknya. Syarif mengayun-ngayunkan pisau itu di depan wajah ruqaiya,
"sekarang,,,kau telfon lah jalal. Suruh dia untuk datang ke sini lalu kau ajak lah dia untuk kembali ke india. Saat jalal kemari untuk menemui mu,maka aku akan membereskan jodha sang bidadari pujaan ku,,,hhaahhhaa, "
Ruqaiya yang sudah sangat ketakutan segera meraih ponsel di kantong jeans nya dan menghubungi jalal, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya juga wajahnya,selama menunggu telfon di angkat oleh jalal ,mata pisau yang berkilau sangat tajam itu tak hentinya mengayun didepan puncung hidungnya,
"hallo jalal,,,kau bisakan ke apartemen ku sekarang,???
Jalal, "---------
"ok,,,aku tunggu ya. Bye,,," ruqaiya saat bicara berusaha sekuat tenaga agar suara nya tidak bergetar.
Syarif tersenyum puas ,tak lama ia menyuruh ruqaiya untuk menetralkan keadaan dirinya yang sudah pucat pasi itu. Dia kemudian turun kebawah menuju parkiran dan mengintai kedatangan jalal.
Tak selang berapa lama,mobil jalal sudah terlihat memasuki parkiran,setelah memastikan kalau jalal sudah pergi ke kamar ruqaiya syarif segera ambil langkah seribu menuju mobilnya kemudian melucur menuju apartemen jodha dan jalal.
Tapi nasib sial selalu bersama dengan orang-orang jahat,saat syarif menuju ke apartemen jodha dia tidak sengaja menyerempet pengendara motor yang sedang mabuk,hingga ia harus berurusan dengan polisi dan gagal sudah rencananya untuk menculik jodha.
Flashback new > > >
Jalal dan ruqaiya tiba di apartemen ,sepanjang perjalanan jalal hanya berbicara sekena nya saja dengan ruqaiya dan selebihnya ia lebih banyak diam. Jodha benar-benar sudah menempati seluruh ruang di dalam hati dan juga pikiran jalal.
"jalal,,,kau terlihat sangat gelisah dan khawatir,!!! Apa yang sedang kau khawatirkan,??? Tanya ruqaiya saat mereka sudah berada di dalam kamar. Jalal memberi tahu ruqaiya kalau jodha sedang sakit,jadi dia terlihat sesikit khawatir takut kalau jodha kenapa-kenapa dan akan merepotkan saja nanti.
Ruqaiya menyahut kalau ke khawatiran jalal terlalu berlebihan,jalal sedikit mengacuhkan ruqaiya yang sedang mengoceh tidak karuan itu ,ia menuju ke kamar jodha untuk memastikan jodha baik-baik saja.
Jodha saat itu memang sedang baik-baik saja ,dia tertidur dengan posisi memeluk dirinya sendiri. Jalal merasa lega karena apa yang tadi ia takutkan sama sekali tidak terjadi,ia melangkah masuk ke kamar jodha dan merapikan selimutnya yang terturun ke bawah.
Ruqaiya yang sejak pertama kali masuk tadi sudah memperhatikan keadaan kamar itu merasa ada yang aneh,karena keadaan di dalam kamar tersebut tidak sama sekali menunjukan ada tanda-tanda keributan terjadi,
"apa mungkin syarif dengan sangat mudah menculik jodha???,karena keadaan jodha yang sedang sakit mungkin sudah membantu melancarkan aksi syarif menculiknya tanpa perlawanan yang berati,!!! Bhatin ruqaiya.
Tapi harapannya pupus bersamaan dengan ekspresi yang di tunjukan jalal bahwa tidak ada yang terjadi,dan yang membuatnya heran dan tak percaya ketika ia melihat jalal melepas sandalnya saat masuk ke kamar jodha,
"kenapa jalal mesti melepaskan sandal saat masuk ke kamar jodha,??? Gumam ruqaiya.
Jalal segera menuju ke arah ruqaiya yang sedang duduk tidak tenang di sofa depan tv,hatinya bertanya-tanya mengapa syarif tidak menculik jodha. Tapi ia segera memasang ekspresi setenang mungkin kala jalal menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"sebaiknya kita segera tidur ruqaiya,karena besok kita akan segera berangkat kembali ke india. "
Ruqaiya yang memang sudah sangat mengantuk itu mengajak jalal untuk ke kamar dan tidur,tapi jalal menolak dan mengatakan kalau dia akan tidur di sofa saja.
"apa,??? Tidur di sofa,??? Ada apa dengan mu jalal,apakah kau sedang ingin menjaga perasaan wanita angkuh itu ,??? Ayo ke kamar,,,karena kalau kau tidak mau maka aku tidak mau ikut kembali ke india, " ujar ruqaiya sambil menghentakan kakinya dan menuju ke kamar jalal.
Jalal tidak tahu harus bagaimana,keadaan itu menyulitkan posisinya, di satu sisi dia memang tidak ingin jodha mengetahui kalau ia tidur bersama ruqaiya di dalam kamar apartemen mereka. Tapi disisi lain jalal juga tidak mau melukai perasaan ruqaiya yang selama ini statusnya adalah kekasihnya.
Setelah menimbang-nimbang ,akhirnya jalal memutuskan untuk tidur di kamarnya bersama dengan ruqaiya,
"lagipula kenapa aku harus memikirkan perasaan wanita angkuh itu,,,tidak ada perasaan di antara kami ,persahabatan dan juga cinta tidak ada di antara kami, " ujar jalal dengan nada datar.
~~~°°°~~~
Pagi menjelang,jodha terganggu tidurnya kala sinar mentari yang belum terlalu terik masuk melalui celah-celah jendela kamar. Dia menggeliatkan badannya untuk merenggangkan otot-ototnya,keadaan jodha sudah lebih baik dan tubuhnya juga terasa lebih fresh.
Jodha duduk dulu sebentar ditepi ranjangnya sebelum kedapur untuk membuat sarapan. Jalal mengetuk pintu kamar jodha dan meminta izin untuk masuk, jodha mempersilahkan jalal masuk,
"kau sudah merasa baikkan,??? Tanya jalal ,dia mengambil kursi meja rias jodha kemudian duduk tidak jauh dari tempat tidur.
"sepertinya begitu,memang ada apa kau menanyakan hal itu,??? Jodha balik bertanya.
Jalal mengatakan kalau jodha punya kebiasaan selalu menjawab pertanyaan orang dengan pertanyaan juga. Jodha tidak pernah mau kalah,dia mengatakan kalau jalal juga kadang begitu dan sebelum mereka beradu argumen yang lebih sengit ,ruqaiya tiba-tiba saja masuk tanpa meminta izin terlebih dulu,jodha membulatkan matanya saat melihat ruqaiya ada di apartemen mereka sepagi itu,
"ku rasa argumen kalian harus di kasih jedah dulu karena kita harus segera berkemas dan bersiap-siap, dan kau jodha kemasilah pakaian mu karena kita akan kembali ke india hari ini, "
"apa,??? Kembali ke india,,,hari ini,??? Kalian gila. Aku tidak mau,karena aku harus menyelesaikan study ku. Kalau kalian mau pulang ke india silahkan saja, " ujar jodha sambil beranjak mau keluar dari kamar itu.
"iya,,,kau terkejut,??? Tanya ruqaiya dengan pandangan sinis.
Jalal segera mencekal lengan jodha saat ia lewat di dekatnya,
"kau harus ikut kami kembali ke india,masalah study kita bisa menyelesaikannya di universitas yang ada di india. Segera setelah kau mandi kemasi barang-barang mu, "
Jodha ingin membantah dan menolak lagi,tapi tatapan jalal yang memancarkan aura membunuh itu membuat jodha dengan sangat-sangat terpaksa menyetujui ikut pulang ke india.
"tapi moti,,,aku tidak bisa meninggalkan ia sendirian di sini, " jodha masih berusaha mencoba untuk mencari akal supaya jalal tidak memaksanya. Tapi melihat jalal tetap diposisi semula dan dengan aura yang sama jodha berhenti bicara.
~~~°°°~~~
Dibandara,moti sangat sedih harus berpisah dengan jodha,
"jodha,,,mengapa kau harus pulang ke india,??? Bagaimana dengan ku jodha, " moti bersimbah air mata.
Jodha mencoba menjelaskan sesuatu yang masuk akal pada moti,hingga dia harus pulang ke india. Moti mengerti,jodha mengatakan kalau moti harus menyelasaikan study nya dengan baik tidak seperti dirinya yang dipaksa harus menunda study nya ,sambil melirik tajam pada jalal.
***
Hamida dan orang tua jodha yang sudah di beri tahu jalal kalau mereka akan pulang ke india segera pergi ke bandara untuk menyambut anak-anak yang sangat mereka rindukan . terutama meinawati ibu jodha,dia sangat rindu pada putri kesayangan tersebut dan sekarang ia senang bisa bertemu dengan jodha.
Dari jauh sudah terlihat rombongan jalal ,meinawati sudah tidak sabar untuk memeluk putrinya yang sedang berjalan ke arahnya,begitu juga dengan hamida yang sudah sangat sayang pada jodha,bharmal pun begitu sudah tak sabar untuk memeluk putri tersayangnya.
Suasana haru tercipta kala anak dan ibu itu berpeluk-pelukan,ruqaiya yang menyaksikan itu segera pergi menuju mobil, dan di dalam mobil dia menagis sedih. Jalal yang melihat itu segera menyusul ruqaiya,dia menenangkan dan menghibur ruqaiya,
"sudahlah,,,kau jangan sedih. Ada aku yang akan selalu bersama mu sebagai ganti kedua orang tua mu ruqaiya, "
Ruqaiya membenamkan wajahnya didada jalal dan menangis tersedu-sedu. Orang tua ruqaiya meninggal saat ia masih kecil jadi keluarga jalal lah yang telah mengurusnya lagipula ruqaiya juga masih kerabat dekat keluarga jalal.
***
"apa,??? Pernikahan,??? Minggu depan,,,oh ibu mengapa harus secepat itu. Aku tidak mau, " jalal sangat terkejut saat ibunya meminta agar ia dan jodha menikah minggu depan,
"ini sudah final dan kau harus setuju. Ibu sudah membahasnya dengan orang tua jodha ,mereka juga telah menyetujui rencana ibu ini jalal, "
"tapi ibu,,,aku yakin jodha tidak akan setuju sama seperti ku, " ujar jalal membuat jodha sebagai temengnya.
***
"apa,??? Pernikahan akan di laksanakan minggu depan,??? Itu terlalu mendadak ibu,,,ayah,,,tidak mungkin kita bisa mempersiapkan semuanya secepat itu, pikirkan lah, "
Tapi ayah jodha,tuan bharmal mengatakan ini adalah rencana buk hamida banu ,dan dia juga memberi tahu putrinya bahwa yang akan menyiapkan segalal sesuatunya adalah dari pihak jalal. Jodha benar-benar tidak percaya calon mertuanya itu sudah mengatur acara pernikahan mereka...
Ps: setidaknya tinggalkan jempol anda setelah membaca ff ini. Sukriyaa

Mimiiinnnn....lanjuttt tp jangan lama2 .kepooo
BalasHapusmngkin besok yah,,,
Hapussabaarrr ☺
Sip siip siiip
BalasHapus👍👍👍
HapusIya min, jgn lama lama ya :(
BalasHapusmngkin besok br d posting 🙏
HapusLaNjut kakak,,,,,kepoo MaksiMall New,,,
BalasHapusBsok yah dd
HapusLanjut kak. Thanks
BalasHapusbsok yah dd
Hapusaduuh ruqayah ini masi sodara kok pacaran sama jalal :(
BalasHapuskan d dalam sejarah ratu ruqaiya itu jg sbnarnya masih kerabat dekatnya sang raja
Hapuswah kpan nih lanjutan part 16 nya
BalasHapusfa sbar nunggu.ny nuh
Part.16 nya udah d posting
HapusSukriya ............. Ceritanya bagus buanget . Kadang sampai benar benar mengeluarkan air mata .
BalasHapuswah,,mantab nich,,ayo mit lanjut..lanjut,,lanjuuuttt
BalasHapus