Perjalanan pulang itu dipenuhi oleh keheningan,tidak ada yang mencoba untuk memulai percakapan. Jodha memilih memandang ke luar jendela sementara suaminya, jalal menjatuhkan pikirannya untuk berkonsentrasi mengemudikan mobil lamborghini green kebanggaannya. Suasana kaku ini terjadi setelah jodha terlibat percakapan serius dengan ruqaiya sewaktu dirumah ibu mertuanya tadi dan secara tidak sengaja jalal memergoki mereka berdua. Jodha menjadi sangat pendiam setelah mendengar penuturan mengejutkan dari ruqaiya tadi siang.
Jantung jodha menghentak cepat kala teringat kata-kata ruqaiya yang mengatakan bahwa kalaupun kini dia dan jalal telah melakukan hubungan layaknya suami istri tapi dia kasihan pada jodha karena tidak menyadari kalau dirinya hanya menjadi pelampiasan jalal karena tidak bisa melakukan semua itu bersamanya lagi.
Jodha mengingat kebersamaannya dengan jalal akhir-akhir ini,mereka sudah tidur diranjang yang sama walaupun belum melakukan hubungan suami istri. Sarapan bersama dan banyak lagi hal yang sudah mereka lalui dalam tempo singkat persahabatan mereka. Jodha sangat tersentuh oleh sikap jalal yang selalu perhatian dan selalu menemaninya waktu dalam pase penyembuhan traumanya,sampai akhirnya jodha memutuskan untuk mulai membuka hatinya untuk jalal. Tapi kejadian saat ruqaiya mengatakan hal pahit tadi siang membuat ia benar-benar hancur berkeping-keping,
Flashback,
"ruqaiya,,,ku harap kau bisa mengerti kalau sekarang dia adalah suami ku. Jadi cobalah untuk mulai menjauh dari kehidupannya, " ujar jodha dengan nada rendah,tapi ruqaiya bisa menangkap ada kecemburuan didalam ucapan jodha.
"hhaahhaa,,,jodha,,jodha. Aku kasihan padamu, kau itu telah dimanipulasi oleh jalal. Kalau kau berpikir bahwa sekarang jalal telah jatuh cinta padamu berarti kau salah besar jodha. Jalal tidak mencintai mu sedikitpun,dia melakukan semua kebaikannya pada mu selama ini karena dia ingin menarik simpati mu,jalal tidak bisa kalau tidak merasakan belaian wanita apalagi sentuhan dari ku. Tapi sekarang dia terikat oleh tali pernikahan dengan mu yang membuat dia harus membatasi pertualangannya bersama wanita-wanita lain. Jadinya dia mencoba menarik simpati mu demi untuk memenuhi kebutuhannya sebagai seorang lelaki bukan sebagai 'suami', "
Jodha terbelalak tak percaya ,perkataan ruqaiya tadi jelas-jelas telah menarik lepas jantungnya dari tempatnya. Sakit,kecewa dan terluka semua menghantamnya secara bersamaan membuat jodha terhempas jatuh kedalam dasar jurang yang sangat dalam. Untuk sesaat jodha hanya bisa diam seakan tubuhnya berubah menjadi batu tidak merasakan apa-apa,sakit yang tadi mendera dihatinya lenyap, 'blank' ,pikiran jodha kosong. Sampai akhirnya 'jalal' suara ruqaiya yang memanggil mesra nama suaminya itu menarik jodha kembali pada kesadarannya. Dia menoleh cepat kearah pintu dimana kini matanya menemukan siluet mesra ruqaiya yang bergelayut manja di lengan suaminya.
Jalal melihat ekspresi tak terbaca diwajah jodha,dia melempar senyuman hangat pada istrinya itu dan mengabaikan ruqaiya. tapi jodha tidak merespon bahkan seolah tidak melihat kalau jalal ada disitu ,kakinya melangkah cepat kearah pintu dan mendorong keras tubuh ruqaiya supaya ia bisa lewat dan menyebabkan tubuh ruqaiya semakin terhimpit ketubuh jalal. Jalal terkejut dengan semua itu dan dia juga mendorong tubuh ruqaiya melepaskan diri dari wanita mantan kekasihnya tersebut dan berlari mengejar jodha. Jalal mencekal pergelangan tangan jodha tapi jodha menghentakkan tangannya dengan kasar hingga membuat cekalan jalal terlepas.
Jodha memberikan tatapan sengitnya yang khas pada jalal. Jalal yang serasa 'terbunuh' setiap kali mendapat tatapan sengit jodha itu hanya bisa mengkerut seperti anak kecil yang sedang ketakutan kala akan dimarahi oleh ibunya. Dia tidak akan meminta penjelasan apapun pada jodha untuk saat ini,karena percumah saja,jodha tidak akan mau bicara apapun saat ia sedang dipuncak kemarahannya. Jalal memutuskan akan menanyakan nanti dirumah waktu mereka sudah pulang. Jodha segera turun meninggalkan jalal yang sangat penasaran,
"ruqaiya,,,ya aku harus bertanya pada ruqaiya apa yang sudah ia lakukan hingga jodha begitu marahnya padaku seperti ini. Aakkhh ,,,dasar wanita itu, " ujar jalal sambil bergegas kembali menemui ruqaiya.
Ruqaiya sangat puas saat melihat wajah jodha yang sarat akan kekecewaan dan terluka. Dia sangat yakin kalau pasangan suami istri itu akan bertengkar hebat nanti. Dan ia akan mengambil keuntungan dari situasi tersebut untuk mendekati jalal lagi. Ruqaiya gembira saat jalal kembali menemuinya,ia menghambur memeluk pria yang sangat ia 'cintai' .
"jalal,,,aku percaya kau pasti akan kembali padaku. Karena kau mencintai ku , " ujar ruqaiya sambil memeluk erat tubuh jalal.
"ruqaiya,,,apa yang kau katakan pada jodha hingga ia begitu sangat marahnya padaku,??? " tanya jalal tanpa membalas pelukan ruqaiya.
Ruqaiya dengan gaya manja mengatakan pada jalal bahwa ia tidak mengatakan apapun pada jodha dan ia mengaku kalau ia hanya bilang bahwa jalal tidak akan pernah mencintai jodha dan hanya akan memanfaatkan jodha saja karena jalal tidak bisa lepas dari belaian wanita. Jalal mendorong kasar tubuh ruqaiya,dia marah karena ruqaiya telah melukai perasaan jodha,
"ruqaiya, sepertinya aku harus jujur tentang satu hal padamu. " jalal memegang lembut bahu ruqaiya. Kemudian dengan selembut mungkin ia menjelaskan bahwa ia sekarang hanya mencintai jodha seorang dan tidak ada wanita lain dihatinya selain jodha.
Ruqaiya seperti mendengar suara petir disiang bolong saat jalal mengatakan bahwa kini ia mencintai jodha dan hanya jodha pemilik hatinya sekarang. Ruqaiya tertawa tawar,semakin lama tawa ruqaiya persis seperti orang gila karena ia juga menangis disela-sela gelak tawanya. Kenyataan pahit yang dihadapkan padanya saat ini benar-benar telah mengacaukan akal sehat ruqaiya. Dia menarik diri dari jalal dan meracau kalau jalal berbohong,
"hhahaaahh,,,aku yakin kau sedang bercanda jalal. Kau sedang membuat leluconkan,kau tidak mungkin melepaskan ku jalal,cuma aku yang kau cintai dan tetap aku wanita yang akan mengisi ruang dihati mu jalal,,,hiks,,,hiks,," ruqaiya berjalan mundur kearah balkon kamar.
Ironis sekali bagi ruqaiya,tapi kali ini dia benar-benar harus menerima bahwa faktanya sekarang jalal sudah melepaskannya. Ruqaiya mengancam jalal bahwa ia akan mengakhiri hidupnya saat itu juga kalau jalal menolak untuk kembali padanya. Dia sudah bersiap untuk melompat dari balkon,padahal ia pobia ketinggian,tubuhnya gemetar saat ia melirik kebawah,bulir-bulir keringat sudah sebesar biji jagung didahinya. Tapi demi meyakinkan jalal kalau ia tidak main-main maka ruqaiya sambil memejamkan matanya sudah meletakan sebelah kakinya diatas bise pagar balkon. Jalal sebenarnya juga sedih melihat ruqaiya seperti itu,walau bagaimana juga wanita itu memang pernah ia sayangi.
Jalal sempat tergerak hatinya saat ia melihat betapa ruqaiya benar-benar kehilangan semangat hidup kala tahu bahwa sekarang dia hanya mencintai jodha. Tapi bayangan jodha yang akhir-akhir ini mengisi penuh ruang didalam hatinya dan juga memori otaknya membuat jalal mengejamkan hatinya untuk tidak terpengaruh oleh apapun yang dilakukan ruqaiya,
"ruqaiya,,,kalau kau ingin lompat dan mengakhiri hidup mu. Maka lakukan lah,karena apapun yang terjadi aku tidak akan berpaling dari jodha. Aku mungkin kejam dan tidak berperasaan padamu telah melukai mu seperti ini,tapi ini lah realita kehidupan yang harus kita terima dan hadapi, " jalal berbalik dan hendak meninggalkan ruqaiya,tapi ia menghentikan langkahnya dan menoleh pada ruqaiya,
"oh ya ruqaiya,,,aku tidak akan lupa bahwa kau pobia ketinggian. Apa kau yakin ingin lompat dari situ,???" jalal terkekeh kemudian segera berlalu dari situ meninggalkan ruqaiya yang berteriak histeris mengamuk sejadi-jadinya.
Flasback end,
Mobil sudah berada di dalam garasi,jodha langsung keluar dari dalam mobil tanpa menoleh pada jalal. Jalal sedih melihat jodha sangat marah seperti itu padanya,tapi ia juga tidak mau bicara duluan karena takut bom yang bersemayam dihati istrinya itu akan meledak kalau ia berani mengusiknya. Jadi jalal memutuskan untuk menunggu jodha sedikit tenang baru ia akan menjelaskan semuanya.
Tapi jalal kehilangan kesabaran saat jodha terus menghindari dirinya dalam dua hari terakhir ini,
“jodha,,,” tangan jodha tertahan sebelum ia memasuki kamar mandi. Jodha mematung ditempat,tapi sedetik kemudian tubuhnya ia balikkan dan kini jodha bertatapan dengan mata tajam nan indah milik suaminya.
“ku mohon, jangan menghindari aku terus jodha. Kalau kau menghindar terus seperti ini kapan aku bisa meluruskan kesalah pahaman ini padamu, " pinta jalal dengan suara mendalam.
Jodha tercekat dengan kesungguhan yang menari-nari di iris mata suaminya itu. Jalal menarik napas, terlihat sangat berat ketika ingin mengatakan kalimat selanjutnya.
“ruqaiya hanyalah masa lalu yang tidak perlu kau khawatirkan. Aku tidak memiliki perasaan apapun lagi terhadapnya.” ujar jalal dengan tegas setelah berhasil menguasai dirinya.
“ya, tapi kau sepertinya tidak ingin menjelaskan seperti yang ku harapkan tentang kebenaran ucapan ruqaiya waktu itu," sahut jodha sarkastis. Jalal langsung mengerang lalu mengacak rambutnya frustasi dengan sebelah tangan.
“itu sama sekali tidak penting dan kau akan terluka jika aku menceritakannya.” jalal terkesiap,ia sadar dirinya telah mengatakan hal yang tidak seharusnya jodha dengar.
Jodha langsung menarik kedua tangannya, “well, dari caramu berbicara sepertinya apa yang dikatakan oleh ruqaiya itu memang benar. Sungguh,aku benar-benar menyesal telah terperalat oleh kebaikan mu selama ini, "
“jodha...” jalal menghiba, dia terkejut dengan apa yang dilontarkan istrinya. Mulutnya terkunci,tapi jauh di lubuk hatinya ia ingin sekali berbagi cerita tentang kebenaran ucapan ruqaiya itu dengan jodha namun ia tidak mau setelah mendengarnya perasaan jodha akan berubah terhadapnya. Karena kenyataan itu memang benar tapi itu dulu dan tidak lagi sekarang.Jalal tidak mau kehilangan jodha yang sudah sangat ia cintai sekarang.
Melihat jalal kesulitan berbicara, membuat air mata mengaburkan pandangannya. Jodha membalikkan tubuhnya membelakangi jalal, ia tidak ingin menangis di hadapan jalal,
“biarkan aku sendiri dulu, " jodha bergegas ke kamar mandi lalu mengunci pintunya. Dia bersandar pada pintu kamar mandi lalu terisak pelan, jodha menggigit bibirnya agar isakanya tidak terdengar sampai ke luar dan akan terdengar oleh jalal nanti.
“jodha,,, kita bisa membicarakannya pelan-pelan.” jalal menggedor pintu kamar mandi. Jodha menggelengkan kepala,dia tidak ingin mendengarnya. Dia lalu berjalan perlahan mendekati bath tub, mengisinya dengan air hangat,dia berpikir mungkin dengan berendam ia bisa menghilangkan penat dan stres yang mendera nya.
Ketika tubuhnya terendam air hangat, rasa marah itu seperti menguap jodha mengusap pelipisnya. Lama ia berendam dan mencoba merilekskan otot-ototnya yang tegang. Dia juga berusaha untuk berpikir positif dan harus memberikan jalal kesempatan untuk bicara. Jodha selesai dengan acara mandinya.
Begitu keluar dari kamar mandi dan dengan handuk melilit tubuhnya, jodha melirik ke dalam kamar dengan ragu-ragu. ia mengira kalau jalal masih ada dikamar,tapi ternyata sudah pergi.Dengan lunglai Jeyoung berjalan menuju lemarinya untuk mengambil gaun tidur.
Jodha hendak melepaskan handuk di tubuhnya ketika pintu kamar mendadak mengayun terbuka. Ia terkejut, dan tak sempat menarik kembali handuknya untuk menyelamatkan diri karena satu-satunya penutup itu jatuh dan mengumpul di kakinya.
"jodha,,," jalal tidak bisa meneruskan kata-katanya dan matanya melebar kala melihat pemandangan 'menakjubkan' yang disuguhkan oleh jodha...
TBC,,,

Ayo LaNjutt Mbak Mitha AMy.... PeNasaraN Nee....
BalasHapusIni jg lg d ngebutin dd ,,hhhh
HapusWaaaaahhhhh..... Minggu sore ygg indah berkat mba Mitha...... Duuuuhhhhh..... Apa ya yg akan terjadi srlanjutnya ?????? Duuuuuhhhh..... Mba Mitha sukses bikin saya amat sangat penasaran...... Next next next next mba Mitha.... Kalo bisa malam nanti .....(hahahahah....nodong mba Mitha sore"gni....)..... Thank you so muuuuuucchhhhhh mba Mitha..... Kalo boleh tau bocoran dikit,kapan next chapter di lanjut mba ??? Hahahahahha tetep.....
BalasHapusKr2 apa yah yg bkal terjadi say,
HapusTguin yah kelanjutannya ,rencana nya sih malam ini nih chap slnjutnya,
"ssstt" tp ini rahasia kita ber'2 dl yah say,,,hahahaa
Hah????? Yang bener nih mba !!!!! Yeaaaaaaaaaaa........... Yyyeeeeaaaaaaa....... Duh gak bisa di ungkapin deh senengnya kaya apa ini...... Ok mba Mitha tersayang bakaln saya tungguin malam ini..... Thank you thank you thank you thank you thank you so muuuuuucccchhhhhhhhhh mba Mitha....... Loncat loncat di atas kasur....... Ampe di tegur ma suami....hehehehheheheh........ Sekali lagi saya tungguin malam ini ya mba Mitha yg cuuuaannnnttiiiiikkkkkkk........
HapusKetinggalan satu kalimat...... SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTTTT...........Mba Mitha Amy........... GANBATEEEEEEEEEE !!!!!!! (teriak minjem toak masjid)IHIHIHIHIhihihihi
HapusKejam amat motong pas adegan itu, bikin pnsrn ajach
BalasHapusJodha m jalal say yg kejam ,bkan aq ,,,xixixii
HapusYup....beener ampe thn nafas bcnya...lanjut mba mitha cantikkk...buat bc ntar mlm...hehehee#maunya tuhh!!
BalasHapusD usahain kelar nih tar mlm part 21 nya say ,,,hehe
HapusTq mitha jgn lama" ya kelanjutannya selalu ku tunggu looh
BalasHapusdi usahakn ya say ,,,hehe
BalasHapusSemangat mbak....
BalasHapusLanjut ya say di pantengin terus ini...
BalasHapusMbk mitha.. Lanjutannya kpn nii d post..
BalasHapusSUKRIYA ....... Ditunggu kelanjutannya ... Jangan nanggung ya Mitha ... Hehehe
BalasHapus