Entri Populer

Minggu, 04 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.13




Disekitar rumah sakit banyak orang-orang yang mencurigakan gerak geriknya,mereka mengenakan pakaian setelan jas hitam dan juga kaca mata hitam. Dari postur tubuh terlihat orang-orang itu seperti bodyguard. Ada beberapa terlihat di tempat parkiran di sekitar mobil jalal,ada juga terlihat di loby rumah sakit. Adham khan terlihat sedang memberikan intruksi pada anak buahnya lalu terlihat semua anak buah adham mulai bergerak dan berpencar. Sekarang kita bisa melihat kalau anak buah adham dengan secara sembunyi-sembunyi mengintai orang-orang mencurigakan di sekitar mobil jalal,dan di dalam anak-anak buah adham yang lain sedang memancing beberapa orang yang juga tampak mencurigakan. Ternyata adham sudah bisa menangkap gerak gerik tidak beres pada orang-orang tersebut makanya ia mulai menyuruh semua anak buahnya untuk bergerak. Tak lama terlihat perkelahian seru antara anak buah adham dengan orang2 mencurigakan tadi.

Dikamar rumah sakit,

"apa,,,??? Kau bilang di luar ada orang-orangnya abul mali ,?? Orang yang menjebak mu kemarin malam,!! jodha terbelalak.

Oh dewa,,,bagaimana ini bisa terjadi,sekarang apapun yang kita lakukan bisa terlacak semua oleh musuh2 mu. Aku tidak bisa mengerti masalah pelik ini, " ujar jodha sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sedangkan jalal ,ia sibuk menelfon seseorang dan sepertinya orang itu adalah adham khan,

"bagaimana perkembangan di luar,???  Tanya jalal.

"anak buah saya sedang berusaha mengatasi mereka tuan, dan saya akan menunggu anda di belakang rumah sakit jadi kalian keluar saja dari pintu darurat tuan. "

"baiklah,kami akan segera keluar jadi secepatnya kau siapkan mobil adham, " jalal menutup telfonnya kemudian menghampiri jodha yang masih dalam keadaan bingung dan juga stres.

Jalal mencoba bicara dengan nada rendah pada jodha,menyuruhnya untuk bersiap-siap. Jodha menarik nafas dalam dan panjang lalu akhirnya dia turun dari tempat tidur rumah sakit kemudian ia mengekor di belakang jalal yang berjalan didepannya menuju pintu darurat. Jodha memang hanya demam biasa tapi tetap saja yang namanya sakit harus istirahat tapi jalal malah memaksa pulang seperti itu dan membuat jodha harus berjuang keras agar bisa kuat berjalan karena kepalanya mulai terserang pusing karena dia belum makan apa-apa semenjak dari kemarin. Jalal sudah berada agak jauh di depan jodha dan ia menyadari wanita itu tertinggal di belakangnya dan itu membuat ia kesal,tapi untung saja jalal masih sempat ingat kalau jodha sedang sakit jadinya dia menunggu jodha sampai padanya.

"ayo kita harus cepat jodha, " ujar jalal sambil mengulurkan tangannya. Jodha dengan wajah pucat dan nafas agak ngos-ngosan menepis tangan jalal,

 "kau gila,benar-benar kejam, aku seharusnya tidak menuruti kemauan mu untuk pergi karena akan lebih baik kalau aku tetap di rumah sakit,aku akan aman di sini karena tidak mungkin anak buah abul mali akan mengacau dan membuat keributan di rumah sakit,,," ujar jodha ketus.

Jalal mendelik marah dan rahangnya mengeras ,dengan masih menjaga nada bicaranya tetap rendah ia meminta jodha untuk mendengarkan nya sekarang,

"percaya padaku jodha,kau tidak aman di sini. Jadi ayo kita pulang,kau boleh naik di belakang ku kalau kau tidak kuat berjalan,aku akan menggendong mu di punggung ku, " jalal agak membungkukkan badannya sebagai isyarat menyuruh jodha untuk naik ke punggungnya.

Jodha tentu saja terperangah sekaligus terkejut,

"apa,??? hhaahha,,,kau gila. Aku tidak mau di sentuh oleh mu mana mungkin aku mau kau gendong. Aku tidak mau dan aku akan ke toilet dulu sambil berfikir apakah akan pulang atau tidak jadi pulang" jodha memutar badan dan berjalan tertatih menuju toilet di ujung lorong.

Jalal benar-benar di buat sangat marah oleh ulah jodha,dia dengan enggan membuntuti jodha di belakang menuju toilet. Jodha menoleh dan memberikan tatapan sengit sebagai tanda tidak mengizinkan jalal mengikutinya ke toilet,

"aku hanya ingin memastikan,kalau kau aman, " ujar jalal dengan santai padahal didalam hati dia merutuk habis-habisan.

 Jodha semakin gila dan stres dibuat oleh sikap jalal yang berubah dan sedikit protektif terhadapnya.

"kau semakin gila mr. Jalaludin, " jodha menghentakan kakinya dan berjalan cepat menuju toilet meninggalkan jalal yang berjalan perlahan mengikuti jodha.

Mereka  tidak menyadari kalau office boy pria yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan sangat serius dan memicingkan matanya tajam pada jodha. OB itu pura-pura mau membuang sampah yang ada di dalam sekop yang ia pegang,dengan langkah agak terburu-buru OB tersebut mengejar jodha sambil melempar seringai jahat pada jalal.

l seketika sadar kalau OB itu mengincar jodha,tapi untuk mengejar dan mencegah niat buruk OB mencelakai jodha sudah kasip maka sambil berlari ia berteriak memperingatkan jodha,

"jodha di belakang mu, " teriak jalal.

Jodha tersentak,seketika ia menoleh dan OB tadi sudah ingin menusukkan pisau yang ia pegang ke arah jantung jodha. Tapi wonder women kita masih sempat menepis tangan OB itu dengan keras dari sisa tenaganya yang masih dalam keadaan sakit seperti itu hingga membuat pisau itu terjatuh ke lantai.

Jalal sudah sampai kedekat mereka,dia melayangkan tinjunya ke pelipis OB  sampai ia terjengkang ke lantai,lalu jalal menghajar OB dengan membabi buta,wajah dan baju OB sudah berlumuran darah akibat luka dari hasil tonjokan ekstrim dari jalal. Jodha dengan susah payah menghentikan aksi membabi buta jalal itu,tapi jalal tak peduli,,,sampai pada akhirnya tanpa disengaja jodha terjatuh akibat dorongan tangan jalal.

Jalal tertegun dan menyesali ketidak sengajaannya mendorong jodha hingga jatuh,dia segera melepaskan OB tadi yang mungkin sudah pingsan dihajar oleh jalal.

"jodha,,,kau tidak apa-apa,??? Maaf aku tidak sengaja, "

"aku tidak apa-apa, " ujar jodha sambil berusaha berdiri.

Jalal membantunya berdiri,kemudian mereka cepat-cepat keluar dan menuju ke mobil yang sudah disiapkan oleh adham khan. Adham sudah menunggu mereka di mobil dan ia segera melajukan mobilnya segera saat jalal dan jodha sudah masuk.

Sepanjang perjalanan pulang mereka tidak ada yang berniat membuka percakapan. Jodha memalingkan wajahnya ke arah samping jendela pintu mobil. Sedangkan jalal,ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil memejamkan mata. Jodha merasa sedikit pusing lalu untuk mengurangi rasa pusing yang mendera kepalanya jodha ikut-ikutan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi,kini ia sepertinya juga terserang kantuk karena sering sekali mulut mungil miliknya menguap lebar.

Jodha akhirnya tidak dapat menahan kantuk hingga ia perlahan mulai terlelap sampai akhirnya tertidur pulas. Jalal agak kaget saat ia merasakan ada sesuatu benda yang bersandar dibahunya, ia membuka mata lalu menoleh dan mendapati kepala jodha yang sedang tertidur pulas itu menyender dibahunya.

Jalal tersenyum sangat tipis tapi terlihat tulus,dengan perlahan tangannya bergerak untuk memperbaiki posisi kepala jodha agar mendapatkan kenyaman,kemudian ia memberikan isyarat pada adham supaya jangan menyetir kencang-kencang agar jodha tidak terganggu tidurnya,adham mengiyakan sambil cengar cengir melihat tingkah majikannya yang tak biasa ia lihat tersebut.
~~~°°°~~~

"jodha,,,jodha,,," sayup-sayup jodha mendengar suara memanggil lembut namanya. Jodha menggeliat kemudian dengan enggan ia membuka matanya dan mendapati mereka sudah ada ditempat parkiran apartemen . Ternyata sebelum membangunkan jodha,jalal sudah lebih dulu mengalihkan kepala jodha yang bersandar di bahunya kesandaran kursi,karena ia sudah menduga kalau jodha terbangun dengan posisi semula,ia pasti akan terkejut dan juga akan malu dan marah-marah tidak jelas.

Jalal turun duluan,kemudian ia beralih ke pintu tempat jodha berada dan membukakan pintu untuknya,hal tak biasa ia lakukan meski dengan ruqaiya sekalipun.
jodha heran dengan sikap jalal tersebut,tapi dia tidak mau memusingkannya karena tenaganya tidak cukup kuat sekarang untuk beradu argument dengan jalal. Jodha turun dan hampir terjatuh,tubuhnya linglung seperti orang mabuk untung jalal dengan sigap menangkap bahunya hingga ia tak jadi terjatuh.

Jodha sedikit bergetar saat merasakan gesekan pipi jalal di pipinya,padahal sebelumnya ia tak pernah merasakan hal demikian. Memang itu pertama kali terjadi,biasanya kontak pisik di antara mereka hanya sebatas kulit tangan saja,jadi wajar saat kulit pipi mereka bersentuhan efeknya bisa sekuat itu jodha rasakan.

Jodha segera menarik diri dari jalal,kemudian dia cepat-cepat meninggalkan jalal dengan wajah bersemu merah. Jalal juga merasakan dampak yang luar biasa akibat dari sentuhan pipi mereka tadi,sepeninggal jodha jalal mengelus-ngelus pipinya bekas bersentuhan dengan pipi jodha tadi sambil senyum mengembang dibibir tebalnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar