Entri Populer

Kamis, 11 Desember 2014

fanfiction jodha akbar

Bersambutnya Cinta
Part.2



          Jodha sedang duduk melamun disofa, dia memikirkan tentang permintaan ibu dan neneknya tadi siang, "apa yang harus aku lakukan sekarang.??? Ibu dan nenek memintaku untuk pulang ke agra,,,tapi hati ini masih berat untuk kembali ke sisi shahensha... " bathin jodha, dia mengingat kembali saat jalal dengan sangat kasar menyuruhnya pergi meninggalkan agra,,,dia memegang dada nya yang tiba-tiba saja terasa perih saat mengenang kejadian pahit itu, "aku tidak masalah kalau harus kembali kesisi yang mulia,,,tapi rasa sakit yang aku rasakan ini belum benar-benar sembuh,luka nestapa yang di torehkan shahensha pada hatiku sangat dalam hingga tidak mudah untuk di obati, " ujar jodha lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca, jodha mengingat kembali saat-saat dia bersama jalal selama ini dan kilasan-kilasan memori tentang jalal bergantian muncul dalam benaknya, dia teringat waktu dia tanpa rasa takut sedikitpun meminum racun dari benazir dan hal itu membuatnya tidak habis fikir kenapa dia mau melakukan hal berbahaya seperti itu,apakah benar hanya untuk menunaikan kewajibannya sebagai wanita rajput yang rela mati demi untuk melindungi suaminya,atau,,,ada alasan lain , memikirkan hal itu membuat jodha jadi kesal sendiri, "jodha,,,jodha,,,apa yang kau fikirkan,kau tidak mungkin jatuh cinta padanya, kau itu hanya tidak membencinya lagi bukan berarti kau juga suka padanya, "ujar jodha sambil memukul-mukul pelan keningnya, lalu dia mengurai lagi ingatannya dan memori saat-saat indah kebersamaan nya dengan jalal memenuhi benaknya,saat mereka bermain bersama rahim dan saat mereka pergi ke tempat syeh salim chisti setelah jodha sadar dari koma,yang waktu diperjalanan pulang pergi banyak hal-hal berarti terjadi diantara mereka berdua,seperti waktu jodha membuatkan roti bakar untuk jalal dan lain sebagainya, membayangkan hal-hal indah itu tanpa ia sadari tersungging senyuman disudut bibirnya, "ini gila dan konyol, aku harus tidur agar fikiran ku tidak macam-macam seperti ini, "ujar jodha sambil goleng goleng kepala dan menuju tempat tidurnya untuk tidur,sambil berusaha membuang jauh-jauh pemikirannya tentang jalal jodha mulai memicingkan matanya ,tapi seperti hantu yang gentayangan pemikiran jodha tentang suaminya itu masih saja menghantui dirinya, jodha jadi frustasi dan memutuskan untuk tidur bersama neneknya saja,dia berfikir mungkin dengan tidur bersama neneknya akan membuat dia tertidur. Dadisa geli karena jodha mau tidur bersamanya, "kau kenapa jodha, tidakkah kau sedang mengigau untuk tidur bersama nenek, ??? Tanya dadisa saat jodha datang kekamarnya dan mengutarakan maksudnya , jodha meyakinkan neneknya dengan mengatakan kalau setelah dia menikah dia sangat merindukan neneknya itu, "kau tahu nek, aku tidak pernah bisa pulang ke tempat orang tuaku setelah aku menikah, dan saat aku ada disini kenapa aku tidak boleh tidur bersama mu, " ,akhirnya malam itu jodha bisa tertidur juga dan dia tidur dengan lelap dalam pelukan hangat neneknya.
~ff by Mitha Violet

          Hamida bano mendatangi jalal dikamarnya,jalal memberi salam dan bertanya mengapa ibu nya itu malam-malam datang menemuinya, hamida bano mengatakan kalau dia ingin membicarakan masalah jodha yang sampai saat itu belum juga kembali ke agra, "ibu ,,,aku mohon bersabarlah sebentar lagi,ratu jodha masih butuh waktu untuk mau kembali kesini, tidak mudah memang bagi ratu jodha untuk kembali ibu,karena dia masih sangat sakit hati padaku, " jalal tak bisa menahan perasaan bersalahnya hingga dia mulai berkaca-kaca ,dia benar-benar menyesali kesalahannya karena telah mengusir jodha dari agra hingga membuat wanita yang ia cintai itu menjauh darinya, hamida yang tadinya ingin memarahi putranya itu jadi ikutan sedih dan tidak jadi memarahi jalal, "kau tahu jalal, tadi ibu berniat untuk memarahi mu karena ibu kecewa padamu yang sudah gagal membawa ratu jodha kembali kesini,,,tapi melihat penyesalan yang begitu mendalam darimu ibu tidak tega memarahi mu. Jalal,ibu ingin memperingatkan ,kalau kejadian seperti ini terulang lagi ibu akan pastikan untuk membuat ratu jodha benar-benar tak akan kembali kesisi mu lagi, "ancam mariam makani pada jalal,  mendengar itu jalal hanya bisa tertunduk semakin sedih. "baiklah amijaan, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi,karena aku tidak akan sanggup untuk kehilangan ratu jodha amijaan, " ujar jalal berjanji pada hamida bano, mariam makani senang mendengarnya, didalam hati dia berkata, "ibu yakin sekarang jalal,kalau kau telah benar-benar mencintai ratu jodha, " tak lama kemudian hamida pamit pergi.

     Jalal berdiri didekat kisi jendela kamarnya dan merenungi kata-kata ibunya tadi, "ratu jodha,ibu benar-benar sangat menyayangimu dan kau memang pantas untuk disayangi. Kau mempunyai budi yang luhur dan pekerti yang terpuji, aku janji ratu jodha,,,kalau kau mau kembali dan memaafkan ku maka aku tidak akan pernah melakukan kesalahan seperti ini lagi. " ujar jalal dalam hati. Ruq sedang bersantai dikamarnya dan dia berniat untuk mengundang jalal bermain catur,lalu dia menyuruh hosiyar menyampaikan pesannya itu pada jalal. Sebenarnya agak malas jalal untuk memenuhi undangan ruq untuk bermain catur dengannya,tapi dia tidak mau ruq marah jadinya dia pun memutuskan untuk memenuhi undangan ruq, dikamarnya ruq senang karena jalal mau menemaninya bermain catur, dia menyiapkan segala sesuatunya dengan bersemangat, tak lama jalal datang ruq menyambutnya dengan senyum penuh arti, "malam ini kau akan menghabiskan malam mu bersama ku jalal. " ujar ruq dalam hati,memang semenjak kembali dari amer jalal belum pernah menghabiskan banyak waktunya bersama ruq,baik dengan mengobrol saja atau pun hal lainnya dan itu membuat ruq kesal dan menyalahkan jodha. Jalal dengan langkah enggan berjalan mendekati ruq dan duduk dihadapannya, ruq melihat ekspresi wajah jalal yang kelihatan lesu dan dia kesal karena itu, "jalal,,,kau terlihat lesu, apakau sakit,??? Tanya ruq berbasa basi sambil menekan emosi yang meledak-ledak didalam dadanya, jalal dilema antara mau menemani ruq atau tidak, kalau dia menemani ruq pastinya dia tidak akan fokus dan tentu saja akan membuat ruq kesal,tapi kalau dia memilih untuk menolak itu akan lebih parah lagi,,,akhirnya dengan memaksakan senyuman manis semanis mungkin jalal menjawab kalau dia tidak apa-apa dan mengajak ruq untuk segera mempermainan. Selama permainan berlangsung jalal benar-benar tidak fokus ,ruq dengan susah payah menekan kuat-kuat emosinya yang hampir mencapai titik tertinggi itu, "jalal,,,kau terlihat tidak fokus,apa kita hentikan saja permainan ini,kita bisa bermain lain kali , " ujar ruq dengan mimik yang menggambarkan kekesalan ,tapi jalal masih memaksakan diri untuk tetap melanjutkan permainan, "tidak,,,kita lanjutkan saja ruqaiya maaf kalau aku sedikit tidak fokus,tapi lihat saja nanti aku pasti bisa mengalahkan mu, ". setelah berapa lama akhirnya jalal mengakhiri permainan dengan memberikan skak mat pada ruq, tapi dasar nasib apes, karena jalal bermain sambil tak lepas dari memikirkan jodha maka saat itu dia kesalahan menyebut nama ruq , "akhirnya aku mengalahkan mu ratu jodha, " ujar jalal dengan bersemangat saat menyebut nama jodha, bak mendengar suara petir ruq seketika saja menjadi lemas,dia sakit hati karena jalal bisa-bisanya membayangkan jodha saat sedang bersamanya, "jalal,,,kau sepertinya sangat merindukan ratu jodha,hingga kau salah menyebutkan nama tadi, " ujar ruq dengan suara bergetar karena kemarahan yang dari tadi dia pendam hampir saja meledak, jalal terpaku karena tidak menyadari kalau telah kesalahan menyebut nama, dia beranjak dari duduknya dan berdiri disamping ruq , dia meminta maaf sambil memegang kedua bahu ruq dengan sedikit meremasnya agar ruq merasa tenang , ruq tidak terpengaruh dengan sikap mesra yang di tunjukan jalal padanya itu, dia menepis tangan jalal , "sudahlah jalal, sebaiknya kau kembali saja kekamar mu dan istirahat, " ujar ruq sambil berdiri dan menyuruh pelayan-pelayan yang tadi menjadi bidak catur mereka untuk pergi lalu dia berjalan menuju ketempat tidur dan berbaring memunggungimemunggungi jalal yang terpaku melihat ruq yang benar-benar sangat marah padanya, dia berfikir bagaimana caranya agar ruq mau memaafkan nya, tidak ada ide cemerlang yang ia dapatkan dan hal terakhir yang muncul di benaknya adalah dia harus tidur dikamar ruq malam itu agar ruq bisa luluh hatinya dan mau memaafkan dirinya.
~ff by Mitha Violet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar