CINTA SEJATI TIDAK DATANG BEGITU SAJA, NAMUN AKAN MELALUI PROSES SEDIH DAN TERTAWA BERSAMA, JUGA NESTAPA ATAU MUNGKIN BAHKAN DERITA.
Pagi itu setelah selesai berdoa jodha pergi kedapur untuk memasak sarapan untuk mereka. Dia berkutat dengan bahan makanan, dia ingin memasak sup sayur + daging saja pagi itu karena dia adalah vegetarian sedang jalal tidak suka sayur. Air rebusan sudah hampir mendidih ,daging sudah selesai dipotong-potong dadu dan sekarang tinggal memotong2 sayurannya ,ada brokoli ,kentang juga wortel. Jalal baru bangun,dia terbangun karena telinganya mendengar suara berisik didapur,jarang sekali jodha memasak seperti itu karena terkadang sikon menuntut mereka untuk sarapan dan juga makan diluar. Makanya jalal merasa sedikit terganggu pagi itu,
"Suara berisik apa ini,!!?! Jalal mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiasakan dengan sinar lampu,setelah agak lama dia bermalas-malasan kemudian jalal bangun dan beranjak ke arah kamar mandi . Harus melewati dapur kalau mau kekamar mandi,saat itu jodha masih sibuk memotong bahan makanannya,melihat jodha memasak seperti itu membuat jalal mengernyitkan keningnya menandakan heran juga sekaligus tak percaya dengan pengelihatannya,
"Kesambet setan apa dia hingga mau repot-repot memasak begitu, " bathin jalal sambil tersenyum ,kali ini tidak ada seringai jahat diwajahhya ,tidak ada pancaran kebencian. Jalal dengan gaya cuek yang dipaksakan pura-pura tidak peduli saat akan melewati jodha untuk kekamar mandi padahal matanya tidak bisa di ajak kompromi dan berontak untuk melirik wajah cantik jodha. Jodha hanya melirik dengan ekor matanya saat jalal berjalan melewatinya,tapi tiba-tiba...
"aawww,,,ssshhhh,,,!!! Jodha menjerit kecil,ternyata dia terluka jari telunjuknya terkena pisau.
Jalal refleks mendekati,~hati dan fikiran yang bertolak belakang,,,pikiran tidak mau peduli tapi hati lebih ingin mempedulikan~.
"kau kenapa,??? Ah,,,kau terluka rupanya, " sambil meraih tangan jodha, saat jalal hampir menyentuh tangannya jodha refleks menarik tangannya hingga jalal tidak dapat meraih tangan jodha. Dia terpaku dengan sikap jodha itu tidak menyangka kalau dalam keadaan seperti itu pun jodha menolak untuk disentuh olehnya.
"tidak apa-apa ini hanya luka kecil dan tidak sebanding dengan luka yang sudah kau torehkan dihatiku, " perkataan jodha itu laksana petir di telinga jalal ,fakta yang tidak dapat dipungkiri kebenarannya itu telah menamparnya dengan sangat keras,hingga membuat jalal tidak berdaya untuk mengatakan sepatah kata pun untuk membalas kata-kata pedas jodha tersebut. Tapi demi menutupi sikapnya yang telah sedikit berubah itu dia berusaha untuk bersikap formal,
"ok,,,lagi pula tadi aku cuma sedang merasa kasihan saja padamu jadi kau jangan beranggapan kalau aku ini peduli padamu, dan ingat kau itu sangat ceroboh ternyata ,jadi berusahalah untuk lebih berhati-hati dalam melakukan hal apapun supaya tidak merepotkan orang lain, " kemudian jalal berlalu dari hadapan jodha dan masuk kekamar mandi.
Wajah jodha membeku mendengar ucapan jalal tadi,
"ku pikir dia tadi benar-benar peduli padaku,!! Ternyata cuma akting, " bathin jodha sambil membersihkan darah pada lukanya di wasstafel.
Didalam kamar mandi jalal sedang menatap bayangannya dicemin,
"Jalal,,,ada apa dengan dirimu,?? Ingat jalal dia itu hanya objek untuk kau balas dendam,tidak ada simpati juga tidak ada peduli, kau harus kejam jangan lemah seperti ini, " bhatin jalal sambil menatap tajam bangannya dicermin. Sekarang mereka berdua sedang berhadapan dimeja makan,jahilnya jalal kambuh dia tertarik menggoda jodha menggunakan makanan yang ia buat, dia bertanya dengan seringai jahatnya apakah jodha ingin menarik perhatiannya atau jodha sekarang memang sudah mulai peduli pada dirinya,sontak pertanyaan jalal membuat jodha mendelikan mata beningnya,jalal terpukau untuk kesekian kalinya melihat manik mata bening itu. Jodha tidak mengacuhkan jalal dan sikapnya yang cuek telah menyulut emosi jalal tapi jalal masih berusaha bersikap tenang. Dia masih belum menyentuh makanannya, dia masih belum puas untuk menggoda jodha,
"emmm,,,kau tidak berniat jahat padaku kan,??? Dengan sorot mata menyelidik, jodha masih bungkam dan memakan makanannya dengan lahap. Jalal mengaduk2 sup miliknya menyendok sedikit lalu membawa kearah hidungnya, "makanan ini tidak ada racunnya kan,??? " sambil mengendus2 kan hidung. Jodha benar-benar dibikin habis kesadarannya kali ini dia buka suara, dengan keras dia meletakkan sendok beserta garpunya dipiring lalu dengan nada kesal bercampur marah dia mengatakan kalau jalal itu orang yang paling super duper menyebalkan didunia,
"KALAU KAU TIDAK MAU MAKAN MAKANAN YANG AKU MASAK TIDAK USAH BANYAK BICARA ,,,KALAU TIDAK SUKA YA TIDAK USAH DIMAKAN. " dia berdiri dari kursinya dan mulai membereskan meja makan, jalal terkekeh sambil menahan tangan jodha yang mau mengambil mangkuk sop miliknya,
"kau ini mudah sekali kalau dibuat marah,biarkan makanan ku karena aku akan memakannya, " matanya mengerling nakal pada jodha, merasa jengah dengan sikap jalal membuat jodha menyentakkan tangan hingga terlepas dari genggaman jalal. Kemudian dengan cepat dia berlalu dari situ , setelah jodha pergi jalal menatap makanan yang dibuat oleh jodha tadi dia menyendok sup lalu mencicipinya,dia terkesan ternyata sup itu sangat enak ,kemudian dengan lahap ia memakannya sampai ludes...
Didalam sebuah ruangan yang hanya diterangi cahaya lampu temaram ,duduk berhadapan dua orang pria yang satunya adalah pria yang menabrak jodha dibandara dan yang satunya lagi sangat misterius karena dia memakai pakaian serba hitam mulai dari baju sampai pernak pernik yang dikenakan oleh pria misterius tersebut seperti kaca mata juga topinya,
"apa yang akan kau tugaskan padaku sampai kau harus membuat aku terbang dari india kemari, sepertinya ini pekerjaan yang besar,??? pria yang dibandara kemarin melontarkan pertanyaan kepada pria misterius.
"tentu saja pekerjaan ini sangat serius kalau tidak untuk apa aku harus membuang2 uang ku untuk membiayai penerbanganmu dan juga menanggung biaya hidupmu selama kau berada disini syaridudin," ~ternyata nama pria yang kemarin menabrak jodha dibandara adalah syarifudin~
Syarifudin tertawa mengekeh sambil menyulut rokok,
"ku rasa tidak perlu pakai acara hitung2ngan uang kalau pekerjaan yang akan aku lakukan itu cukup berat ,berarti kita anggap saja itu sebagai uang muka untuk pembayaran ku, " syarifudin menghisap dalam-dalam rokoknya kemudian menghembuskan asapnya yang ia mainkan sedemikian rupa hingga bentuk asap rokok itu bergulung-gulung. Pria misterius mendengus ,
"kalau kau bisa mengerjakan tugas ini dengan baik maka aku akan berikan uang 2 kali lipat dari yang sudah kita sepakati sebelumnya, tapi ingat kau tidak boleh gagal karena kalau kau sampai gagal ... " pria misterius itu meperagakan jari telunjuknya memotong dileher , "klekk,,,akan ku habisi nyawa mu, kau mengerti, ???"
"baiklah ,,,aku mengerti. Sekarang berikan foto target yang harus aku dekati, " pinta syaripudin, si pria misterius memberikan foto pertama yaitu foto jalal, (???)
"ini lah foto orang yang akan aku hancurkan dan perusahaannya akan jadi milikku," . Syarifudin mengernyitkan dahinya ,ia meraih foto jalal dan bergumam, "pria ini yang dibandara kemarin,!!! . pria misterius bertanya apa syarifudin sudah pernah bertemu dengan jalal sebelumnya, syarifudin menjawab kalau dia bertemu dengan jalal dibandara kemarin.
"itu bagus, jadi kau sudah bertemu dengan jalal ,"
Kemudian pria misterius itu kembali memberikan satu foto lagi dan saat syarifudin melihat foto itu matanya terbelalak ,dengan antusias dia bertanya siapa gadis difoto tersebut dan apa yang harus dia lakukan terhadap wanita cantik itu,
"dia adalah tunangan jalal ,namanya jodha. Terserah padamu kau mau apakan wanita ini yang jelas dia bisa kita gunakan sebagai alasan untuk menghancurkan jalal, aku peduli padanya sekalipun kau mau membunuhnya lakukan saja karena target ku cuma jalal dan juga perusahaannya, " ujar si pria misterius dengan raut wajah yang sangat menakutkan.
Syarifudin memandangi foto jodha dengan bernafsu,
"mengapa aku harus membunuh wanita secantik dan juga seseksi jodha ,!?! .aku bisa membuat dia jadi milikku dan akan aku nikmati tubuhnya yang seksi ini dengan sepuas-puasnya nanti,,,hahahaaaa, " bathin syarifudin...
Pagi itu setelah selesai berdoa jodha pergi kedapur untuk memasak sarapan untuk mereka. Dia berkutat dengan bahan makanan, dia ingin memasak sup sayur + daging saja pagi itu karena dia adalah vegetarian sedang jalal tidak suka sayur. Air rebusan sudah hampir mendidih ,daging sudah selesai dipotong-potong dadu dan sekarang tinggal memotong2 sayurannya ,ada brokoli ,kentang juga wortel. Jalal baru bangun,dia terbangun karena telinganya mendengar suara berisik didapur,jarang sekali jodha memasak seperti itu karena terkadang sikon menuntut mereka untuk sarapan dan juga makan diluar. Makanya jalal merasa sedikit terganggu pagi itu,
"Suara berisik apa ini,!!?! Jalal mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiasakan dengan sinar lampu,setelah agak lama dia bermalas-malasan kemudian jalal bangun dan beranjak ke arah kamar mandi . Harus melewati dapur kalau mau kekamar mandi,saat itu jodha masih sibuk memotong bahan makanannya,melihat jodha memasak seperti itu membuat jalal mengernyitkan keningnya menandakan heran juga sekaligus tak percaya dengan pengelihatannya,
"Kesambet setan apa dia hingga mau repot-repot memasak begitu, " bathin jalal sambil tersenyum ,kali ini tidak ada seringai jahat diwajahhya ,tidak ada pancaran kebencian. Jalal dengan gaya cuek yang dipaksakan pura-pura tidak peduli saat akan melewati jodha untuk kekamar mandi padahal matanya tidak bisa di ajak kompromi dan berontak untuk melirik wajah cantik jodha. Jodha hanya melirik dengan ekor matanya saat jalal berjalan melewatinya,tapi tiba-tiba...
"aawww,,,ssshhhh,,,!!! Jodha menjerit kecil,ternyata dia terluka jari telunjuknya terkena pisau.
Jalal refleks mendekati,~hati dan fikiran yang bertolak belakang,,,pikiran tidak mau peduli tapi hati lebih ingin mempedulikan~.
"kau kenapa,??? Ah,,,kau terluka rupanya, " sambil meraih tangan jodha, saat jalal hampir menyentuh tangannya jodha refleks menarik tangannya hingga jalal tidak dapat meraih tangan jodha. Dia terpaku dengan sikap jodha itu tidak menyangka kalau dalam keadaan seperti itu pun jodha menolak untuk disentuh olehnya.
"tidak apa-apa ini hanya luka kecil dan tidak sebanding dengan luka yang sudah kau torehkan dihatiku, " perkataan jodha itu laksana petir di telinga jalal ,fakta yang tidak dapat dipungkiri kebenarannya itu telah menamparnya dengan sangat keras,hingga membuat jalal tidak berdaya untuk mengatakan sepatah kata pun untuk membalas kata-kata pedas jodha tersebut. Tapi demi menutupi sikapnya yang telah sedikit berubah itu dia berusaha untuk bersikap formal,
"ok,,,lagi pula tadi aku cuma sedang merasa kasihan saja padamu jadi kau jangan beranggapan kalau aku ini peduli padamu, dan ingat kau itu sangat ceroboh ternyata ,jadi berusahalah untuk lebih berhati-hati dalam melakukan hal apapun supaya tidak merepotkan orang lain, " kemudian jalal berlalu dari hadapan jodha dan masuk kekamar mandi.
Wajah jodha membeku mendengar ucapan jalal tadi,
"ku pikir dia tadi benar-benar peduli padaku,!! Ternyata cuma akting, " bathin jodha sambil membersihkan darah pada lukanya di wasstafel.
Didalam kamar mandi jalal sedang menatap bayangannya dicemin,
"Jalal,,,ada apa dengan dirimu,?? Ingat jalal dia itu hanya objek untuk kau balas dendam,tidak ada simpati juga tidak ada peduli, kau harus kejam jangan lemah seperti ini, " bhatin jalal sambil menatap tajam bangannya dicermin. Sekarang mereka berdua sedang berhadapan dimeja makan,jahilnya jalal kambuh dia tertarik menggoda jodha menggunakan makanan yang ia buat, dia bertanya dengan seringai jahatnya apakah jodha ingin menarik perhatiannya atau jodha sekarang memang sudah mulai peduli pada dirinya,sontak pertanyaan jalal membuat jodha mendelikan mata beningnya,jalal terpukau untuk kesekian kalinya melihat manik mata bening itu. Jodha tidak mengacuhkan jalal dan sikapnya yang cuek telah menyulut emosi jalal tapi jalal masih berusaha bersikap tenang. Dia masih belum menyentuh makanannya, dia masih belum puas untuk menggoda jodha,
"emmm,,,kau tidak berniat jahat padaku kan,??? Dengan sorot mata menyelidik, jodha masih bungkam dan memakan makanannya dengan lahap. Jalal mengaduk2 sup miliknya menyendok sedikit lalu membawa kearah hidungnya, "makanan ini tidak ada racunnya kan,??? " sambil mengendus2 kan hidung. Jodha benar-benar dibikin habis kesadarannya kali ini dia buka suara, dengan keras dia meletakkan sendok beserta garpunya dipiring lalu dengan nada kesal bercampur marah dia mengatakan kalau jalal itu orang yang paling super duper menyebalkan didunia,
"KALAU KAU TIDAK MAU MAKAN MAKANAN YANG AKU MASAK TIDAK USAH BANYAK BICARA ,,,KALAU TIDAK SUKA YA TIDAK USAH DIMAKAN. " dia berdiri dari kursinya dan mulai membereskan meja makan, jalal terkekeh sambil menahan tangan jodha yang mau mengambil mangkuk sop miliknya,
"kau ini mudah sekali kalau dibuat marah,biarkan makanan ku karena aku akan memakannya, " matanya mengerling nakal pada jodha, merasa jengah dengan sikap jalal membuat jodha menyentakkan tangan hingga terlepas dari genggaman jalal. Kemudian dengan cepat dia berlalu dari situ , setelah jodha pergi jalal menatap makanan yang dibuat oleh jodha tadi dia menyendok sup lalu mencicipinya,dia terkesan ternyata sup itu sangat enak ,kemudian dengan lahap ia memakannya sampai ludes...
Didalam sebuah ruangan yang hanya diterangi cahaya lampu temaram ,duduk berhadapan dua orang pria yang satunya adalah pria yang menabrak jodha dibandara dan yang satunya lagi sangat misterius karena dia memakai pakaian serba hitam mulai dari baju sampai pernak pernik yang dikenakan oleh pria misterius tersebut seperti kaca mata juga topinya,
"apa yang akan kau tugaskan padaku sampai kau harus membuat aku terbang dari india kemari, sepertinya ini pekerjaan yang besar,??? pria yang dibandara kemarin melontarkan pertanyaan kepada pria misterius.
"tentu saja pekerjaan ini sangat serius kalau tidak untuk apa aku harus membuang2 uang ku untuk membiayai penerbanganmu dan juga menanggung biaya hidupmu selama kau berada disini syaridudin," ~ternyata nama pria yang kemarin menabrak jodha dibandara adalah syarifudin~
Syarifudin tertawa mengekeh sambil menyulut rokok,
"ku rasa tidak perlu pakai acara hitung2ngan uang kalau pekerjaan yang akan aku lakukan itu cukup berat ,berarti kita anggap saja itu sebagai uang muka untuk pembayaran ku, " syarifudin menghisap dalam-dalam rokoknya kemudian menghembuskan asapnya yang ia mainkan sedemikian rupa hingga bentuk asap rokok itu bergulung-gulung. Pria misterius mendengus ,
"kalau kau bisa mengerjakan tugas ini dengan baik maka aku akan berikan uang 2 kali lipat dari yang sudah kita sepakati sebelumnya, tapi ingat kau tidak boleh gagal karena kalau kau sampai gagal ... " pria misterius itu meperagakan jari telunjuknya memotong dileher , "klekk,,,akan ku habisi nyawa mu, kau mengerti, ???"
"baiklah ,,,aku mengerti. Sekarang berikan foto target yang harus aku dekati, " pinta syaripudin, si pria misterius memberikan foto pertama yaitu foto jalal, (???)
"ini lah foto orang yang akan aku hancurkan dan perusahaannya akan jadi milikku," . Syarifudin mengernyitkan dahinya ,ia meraih foto jalal dan bergumam, "pria ini yang dibandara kemarin,!!! . pria misterius bertanya apa syarifudin sudah pernah bertemu dengan jalal sebelumnya, syarifudin menjawab kalau dia bertemu dengan jalal dibandara kemarin.
"itu bagus, jadi kau sudah bertemu dengan jalal ,"
Kemudian pria misterius itu kembali memberikan satu foto lagi dan saat syarifudin melihat foto itu matanya terbelalak ,dengan antusias dia bertanya siapa gadis difoto tersebut dan apa yang harus dia lakukan terhadap wanita cantik itu,
"dia adalah tunangan jalal ,namanya jodha. Terserah padamu kau mau apakan wanita ini yang jelas dia bisa kita gunakan sebagai alasan untuk menghancurkan jalal, aku peduli padanya sekalipun kau mau membunuhnya lakukan saja karena target ku cuma jalal dan juga perusahaannya, " ujar si pria misterius dengan raut wajah yang sangat menakutkan.
Syarifudin memandangi foto jodha dengan bernafsu,
"mengapa aku harus membunuh wanita secantik dan juga seseksi jodha ,!?! .aku bisa membuat dia jadi milikku dan akan aku nikmati tubuhnya yang seksi ini dengan sepuas-puasnya nanti,,,hahahaaaa, " bathin syarifudin...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar