Entri Populer

Kamis, 25 Desember 2014

Jodha-Jalal; Cinta Sejati part.8

Cinta ,,,cinta itu seperti teror yang akan terus mengganggu mu bila kau menolaknya,
Cinta itu menghantui mu saat kau mengabaikannya,
Cinta ,,,tapi cinta akan menjadi matahari pagi yang menghangatkan bila kau mengakui keberadaanya,
Cinta akan menjadi bintang-bintang didalam kelamnya hatimu andai kau mau menerima kehadirannya.


                              


Ruqaiya juga menyadari perubahaan pada diri jalal, dia dibuat kesal oleh sikap jalal yang sering mengabaikannya akhir-akhir ini dan hal itu juga membuat ruqaiya semakin membenci jodha karena dia berfikir johda lah penyebab terciptanya jarak antara dia dengan jalal,
"jodha kau harus bertanggung jawab atas semua ini  aku tidak akan diam lagi sekarang ,kau akan lihat kalau aku ini juga sama mengerikannya seperti jalal bahkan aku bisa lebih kejam dari dia,,, haahaahaaa, "  bathin ruqaiya,wajahnya menampakan amarah dan juga kecemburuan kepada jodha. Dia memainkan ujung rambutnya sambil tersenyum tipis yang tersirat sebuah aura misterius dalam senyum itu,
"kau boleh bertunangan dengan jalal,tapi jangan berharap kalau kau bisa menikah dengannya nanti,,,karena aku lah satu-satunya wanita yang akan dinikahi jalal, " .


Dikampus jodha sedang duduk sendirian dibangku taman, dia sedang membaca buku karangan aline genafa yang berjudul duka lara 😝
Dengan penuh penghayatan dia membaca cerita legenda yang menceritakan problem dan juga konflik diantara raja jalaludin muhammad dengan istri tercintanya rajkumari jodha,tak jauh dari sana ada seorang pria yang sedang mengamati jodha dengan pancaran kekaguman terlihat jelas dari wajahnya saat memandang pada jodha. Ditempatnya jodha begitu larut didalam alur cerita duka lara yang sedang ia baca,ceritanya yang sangat menyentuh hati membuat kristal-kristal bening itu merembes kepermukaan mata gadis cantik tersebut.
 Suryabhan pria yang sudah dari tadi ingin mendekati jodha dengan langkah ragu-ragu mulai berjalan kearah nya,setelah dekat dengan kaku dia menyapa jodha dan bertanya apakah ia boleh duduk bergabung dengan jodha, kedatangan  suryabhan mengagetkan gadis itu dan dengan tersenyum ramah jodha mempersilahkan suryabhan duduk bersamanya. Mereka berdua tampak akrab walau belum lama saling mengenal,sesekali suryabhan bicara menyinggung masalah pribadi jodha seperti ia menanyakan apa dia sudah punya pacar atau dimana ia tinggal dan lain sebagainya tapi jodha tidak memberikan jawaban seperti yang diharapkan oleh suryabhan,dia selalu mengalihkan pembicaran manakala ada omongan atau pertanyaan dari suryabhan yang menurutnya tidak begitu perlu ia jawab karena ia punya alasan tertentu untuk menjaga/merahasiakan privasinya.


Jalal saat itu sedang melintas sekitar area dimana jodha dan suryabhan sedang asyik mengobrol,tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok wanita yang ia mulai sukai tersebut ,dia menoleh dan mendapati pemandangan yang membuat ia sedikit cemburu,,,wajahnya membeku ,rahangnya mengeras menahan marah juga perasaan cemburu yang mulai berkobar membakar hatinya, dengan mengepalkan tinju jalal berjalan mendekati dua orang yang sedang asyiknya mengobrol dan mereka tidak menyadari kehadiran jalal, setelah dia sampai jalal segera meraih tangan jodha dan mengajaknya untuk pulang ,tapi jodha tentu saja tidak mau menuruti dan itu membuat jalal bertambah geram,suryabhan yang kaget sekaligus heran melihat kelakuan jalal tersebut segera menarik jodha kesampingnya dan bertanya jalal itu siapa dan ada hubungan apa dengan jodha hingga bisa berbuat demikian terhadapnya, pelipis jalal bergerak-gerak sangking marahnya dia dengan sangat emosi jalal berkata kalau tidak ada keharusan baginya untuk menjelaskan hubungan seperti apa yang ada antara dirinya dengan jodha,
"kau tidak perlu tahu siapa aku dan juga ada hubungan apa aku dengan gadis ini,jadi enyahlah dari sini secepatnya, " ujar jalal sambil melirik tajam pada jodha yang saat itu juga memandang tajam kearahnya. Suryabhan bilang dia tidak mau pergi dari situ karena menurutnya kalau jalal tidak ada hubungan tertentu atau hubungan spesial dengan jodha maka dia juga tidak berhak untuk melarang dirinya dekat dengan jodha, kemudian suryabhan meraih tangan jodha dan mengajaknya pergi dari situ ,jodha menolak halus pada suryabhan,dia mengatakan kalau dia mau pulang saja dan ia menarik lepas tangannya dari genggaman suryabhan, tapi suryabhan tidak mau melepaskan tangannya dan bilang kalau ia akan mengantar jodha pulang kalau begitu, jodha kembali mau menolak tapi sebelum dia sempat berbuat apa-apa,sebuah tangan kekar menarik tubuhnya kebelakang dan tanpa ada kesempatan baginya untuk menghentikan jalal,dengan sangat cepat kejadian itu terjadi begitu saja,tinju jalal mendarat telak dipelipis suryabhan dan sebelum suryabhan bisa melakukan pembalasan dia sudah melayangkan tinjuan susulan dan membuat suryabhan tersungkur ketanah,jodha menjerit dan segera menahan tangan jalal saat dia dengan emosi tidak terkendali mau kembali menghajar suryabhan yang telah tergeletak ditanah,jalal berteriak menyuruh jodha untuk melepaskan tangannya,tapi jodha mendorong jalal hingga dia terjajar mundur kebelakang kalau saja jalal tidak dapat mengimbangi diri nyaris saja dia terjatuh dan hal itu membuat dia terpaku tidak percaya kalau jodha bisa sekuat itu mendorong tubuhnya yang besar dan kekar, dengan deru nafas penuh amarah jalal menunjuk tepat-tepat kewajah suryabhan dan mengatakan itulah ganjaran yang akan didapat suryabhan kalau nanti masih saja mendekati jodha,
 "aku peringatkan padamu bung,jangan pernah lagi untuk dekat-dekat dengan gadis ini, " .
 Suryabhan benar-benar dibuat tidak mengerti dengan keadaan itu,dia mengelap darah disudut bibirnya dan dengan nada tetap menyelidik ia kembali bertanya apa hubungan jalal dengan jodha hingga ia bisa berbuat demikian kasar terhadap dirinya seperti itu,
 "kau ini bersikap seolah kau kekasihnya saja,dan kemarahan mu yang seperti tadi itu seakan menandakan kalau kau sedang cemburu dan takut kalau pacarmu akan selingkuh, " ujar suryabhan dengan kasar. Ucapan suryabhan itu membuat jodha cemas akan jawaban apa yang akan jalal lontarkan,dengan melirik cemas kearah jalal jodha menunggu jalal bicara,,,dia melihat mata jalal yang menatap sangat tajam pada suryabhan ,tatapan itu seakan bisa membunuh orang dihadapannya, didalam hati jodha berdoa pada kanhanya ,
 "oh dewa krisnha,,,tolong jangan biarkan hal yang tidak aku inginkan terjadi,semoga saja dia tidak mengatakan tentang perjodohan kami seperti yang sudah ia janjikan padaku waktu itu, "


 Melihat jalal diam suryabhan bertanya kembali, "kau tidak mau menjawab pertanyaan ku hah,,,??? Itu membuktikan kalau kau tidak punya hubungan khusus dengan jodha,dan aku sama sekali tidak akan mau menuruti apa yang kau katakan tadi, ". Jalal lepas kendali dan bergerak menghampri suryabhan sambil mencengkram kerah bajunya, "kau mau tahu yang sebenarnya hah,??? Dengar baik-baik ,gadis ini,dia adalah,,, " ucapan jalal menggantung,dia ingin mengatakan kalau jodha itu adalah tunangannya tapi sebelumnya akal sehat jalal masih mampu membuat kepalanya menoleh pada jodha untuk meminta pendapatnya apakah tidak apa-apa kalau rahasia itu ia ungkapkan, jodha menggelengkan kepalanya dengan raut wajah memelas agar jalal tidak akan mengatakan hal tersebut, jalal terpaksa harus menuruti kemauan jodha walau ia sebenarnya tidak mengerti mengapa ia merasa tidak tega saat melihat wajah jodha yang memelas seperti itu, suryabhan memandang heran pada kedua orang itu karena mereka dalam diam saling memberikan isyarat satu dengan yang lainnya,
 "ada rahasia apa sebenarnya diantara kedua orang ini,aku yakin pasti mereka mencoba untuk menyembunyikan rahasia tersebut, " ujar suryabhan dalam hati. Jalal menghentakkan kasar kerah baju suryabhan dan kembali menarik tangan jodha,kali ini tidak ada penolakkan dari jodha ,dengan pandangan meminta maaf pada suryabhan ia mengikuti jalal yang menarik dirinya dengan kasar, dari jauh ruq melihat semua kejadian tadi dan dia benar-benar kesal melihat jalal yang sampai mau memukuli suryabhan hanya karena jodha, "jalal,,,kau sudah benar-benar berubah. Aku melihat kecemburuan itu dimata mu,,aku sama sekali tidak pernah menduga kalau apa yang selama ini aku takuti sepertinya telah terjadi,kau mulai menyukai wanita itu,,,aku benci padamu jalal,aku benci,,," ujar ruqaiya, dia terkejut saat ada seorang pria yang dengan seenaknya saja nyeletuk, "kalau kau membencinya,apakah kau mau bekerja sama denganku untuk memisahkan dia dari wanita cantik itu, nona manis, " . ruqaiya sedikit terganggu dengan kehadiran pria yang tidak ia kenal itu,dengan ketus ruqaiya bertanya siapa pria itu dan apa alasan yang membuat pria itu mau memisahkan jodha dengan jalal, pria itu dengan santai menjawab kalau dia sangat tertarik pada jodha karena itulah mengapa dia mau memisahkan jodha dari jalal, "dan,,,apakah kau bersedia untuk bekerja sama denganku,??? Tanya pria yang ternyata adalah syaripudhin. Ruqaiya bilang kalau hal itu bisa menguntungkan kenapa tidak,tanpa merasa curiga dia mau saja bekerja sama dengan pria yang tidak ia kenal... 


Sesampainya di apartement jalal langsung masuk kekamarnya dengan menghempaskan daun pintu sangat keras,luapan emosi menguasai kesadaraan nya ,didalam keadaan seperti itu hal mengerikan bisa saja ia lakukan.
Jodha berjalan cepat kekamarnya,dia segera merebahkan diri dikasur queen sizenya,jodha berbaring tengkurep dibantal wajahnya ia sembunyikan dibantal,bahunya mulai bergerak rupanya gadis malang itu menangis dalam diam,

 Sedangkan jalal dikamarnya benar-benar frustasi ,ia semakin tidak mengerti dengan sikapnya ,terutama pada rasa cemburu kala melihat jodha berdekatan dengan pria lain, 
aku sudah melewati batas kesadaranku ,sekarang kepedulianku terhadap jodha menjadi bumerang bagi diriku sendiri,,,aakkk kenapa semua jadi kacau begini, "  emudian dia beranjak keluar menuju kamar jodha,dengan ragu-ragu jalal ingin mengetuk pintu tapi sedikit lagi tangannya akan sampai dipintu jalal kembali tangannya,dia dilanda dilema,,,terlihat jalal berfikir keras ,ia mondar mandir didepan pintu jodha. Setelah berlalu sepersekian menit jalal memutuskan untuk masuk,ketika tangannya mengetuk pintu kamar jodha ,ternyata pintunya terbuka dan sedikit terdorong ketika jalal mengetuknya tadi, dengan sangat perlahan jalal mendorong daun pintu dan melongokkan kepalanya,dilihatnya jodha sedang berbaring telungkup dikasurnya,dia juga melihat bahu jodha yang bergerak seperti orang sedang menangis,"dia menangis,!!! Apakah seperti ini keadaan jodha selama ini,dia pasti sudah sering menangis dalam diam seperti itu manakala aku menyalkitinya. Bagaimana ini,,,apakah harus aku membahasnya sekarang ,??? Tapi mungkin pembahasan di saat keadaan seperti ini akan berujung dengan konflik saja, "  
 Jalal menutup pintu kamar jodha, dengan langkah lesu pria bertubuh tegap itu berjalan ke arah sofa diruang tamu,dia duduk sambil menopang kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya,didalam hati dia bertekad untuk segera mengajak jodha menikah ,kalaupun jodha nanti tidak setuju tapi dengan cara apapun dia akan memaksa wanita yang sudah menjadi penghuni utuh didalam pikiran jalal tersebut, sekarang yang ada dipikiran jalal hanya jodha,,jodha,,dan cuma jodha. Dering hp miliknya membuyarkan jalal,dia meraih hp nya dan terlihat  sebuah nomer tidak dikenal memanggil,jalal mengerutkan keningnya,"nomor siapa ini,tidak ada namanya , " jalal mengangkat telfon pribadi itu,

"hallo,,," tapi diseberang sana tidak ada jawaban,jalal kembali menyapa dengan mengatakan apakah ada orang disana dan ia menanyakan siapa nama orang yang menelfonnya saat itu,masih saja hening tapi tak lama terdengar suara berat dan serak seorang pria, sontak suara itu membuat jalal membelalakkan matanya,rahangnya mengeras pertanda ia kembali dilanda kemarahan dan juga emosi yang berkobar-kobar...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar