~~~°°°~~~
Syarifudin menemui abul mali di penjara,dia kesal karena abul mali gagal . padahal dia sudah berhasil dengan tugasnya yaitu menjebak dan juga menekan ruqaiya agar mereka bisa memanfaatkan dia nanti.
"Aku tidak percaya ini. Tapi kau mungkin yang akan lebih tidak percaya lagi,kau akan kaget atau bahkan tidak percaya sedikitpun dengan apa yang aku katakan syarif. "
"memang apa,,hah.??? " tanya syarif cuek.
Lalu abul mali menceritakan kejadian malam kemarin dan syarif benar-benar kaget juga tidak percaya kalau jodha bisa berkelahi bak seorang pria.
"aku juga awalnya tidak percaya,tapi kenyataannya memang begitu. Kau harus hati-hati terhadap wanita itu syarif,,,sepertinya kau tidak akan mudah untuk menangani jodha. " ujar mali memperingatkan syarif.
Tapi syarif malah cengengesan menanggapi peringatan mali itu. Dia berpendapat kalau jodha wanita yang menarik,
"aku sangat suka pada wanita yang pemberani seperti jodha,karena pasti dia akan tangguh juga diatas ranjang,,,hhaahhaa, " syarif berkata sambil membayangkan aksi jodha diranjang.
"dasar otak mesum,awas saja kalau kau tidak waspada maka kau akan menjadi daging cincang di atas ranjang, karena jodha memang akan sangat tangguh menghajar mu nanti, " ujar mali dengan nada kesal. Dia kemudian menyuruh syarif untuk segera mengeluarkan ia dari penjara secepatnya. Syarif tetap saja cengengesan sambil berkata kalau mali terlalu berlebihan ,karena bukan jodha yang akan menghajarnya tapi dia yang akan menghajar jodha sampai puas (???, abaikan)
~~~°°°~~~
Dirumah sakit,jodha akhirnya siuman. Hal pertama yang ia dapati adalah bau obat yang sangat menyengat indra penciumannya, jodha mengedarkan pandangannya dan yang ia lihat semua serba putih-putih,dia mulai berpikir mengapa dirinya bisa ada dirumah sakit,
"apa yang terjadi padaku,!! Mengapa bisa aku berada di rumah sakit,siapa yang telah membawa ku kemari,?? Moti,?? Ah tidak mungkin. Pria kejam itu ,?? Tambah tidak mungkin lagi,,,tapi kalau bukan mereka lalu aku,,,
Ucapannya terpotong saat ia mendengar suara pintu di buka,dia menoleh dan menunggu siapa yang akan masuk. Ternyata yang masuk adalah dokter,
"nona,,,syukurlah kau sudah siuman karena kami sedikit khawatir ,kau pingsan melebihi waktu yang kami prediksikan. Tapi sekarang kau sudah siuman,baiklah aku akan memeriksa anda nona, "
Setelah dokter selesai memeriksa dirinya, jodha menanyakan pada doktet siapa orang yang membawanya ke rumah sakit,
"oh,,,seorang pria tampan nona. Apakah dia kekasih atau suami anda,???" tanya dokter ~kepo juga nih dokter~
Jodha menjawab dengan ragu-ragu,dan mengatakan kalau jalal adalah kerabat jauhnya.
Setelah dokter keluar jodha merenung,tapi tak lama kemudian jalal masuk,
"karena kau sudah siuman, ayo sekarang kita pulang, " ujar jalal dengan nada ketus ,tapi diwajahnya ia nampak cemas.
"apa,??? Aku baru saja siuman dan kau ingin kita pulang sekarang,!! Kau gila, " balas jodha sama ketusnya.
"lalu kenapa kalau kau baru saja siuman,??? Kau sudah bisa marah-marah seperti itu dan artinya adalah kau sudah sehat wanita angkuh, " jalal semakin sengit.
"hah,,,aku benci sikap mu yang selalu memaksa pada orang lain, aku tidak mau pulang sekarang,,,kalaupun aku mau pulang ,aku mau pulang sendiri saja, " ujar jodha sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Jalal kesal,lalu ia tanpa rasa kasihan pada jodha segera menarik selimutnya dan mencekal lengan jodha, jodha meringis kesakitan,
"hei,,,lepaskan lengan ku,kau ini benar-benar tidak berperasaan . aku sedang sakit begini saja kau masih menyiksa ku, " jodha berusaha melepaskan lengannya dari cekalan jalal,
Jalal tertegun,jodha mengatakan kalau ia menyakitinya saat itu. Dengan masih mencekal lengan jodha ,jalal mendekatkan wajahnya ke arah muka jodha. Sikap jalal itu membuat jodha memalingkan wajah ke arah samping,
"aku menyuruh mu melepaskan lengan ku,kenapa kau begini, " ujar jodha dengan nada sengit.
Jalal berbisik di telinga jodha,
"aku tau kau adalah seorang wonder women,tapi aku tidak yakin kau akan dapat berkelahi dalam keadaan sakit seperti ini jodha. "
Sontak jodha melihat ke arah jalal dengan tatapan terkejut,
"kau,,,apa yang kau katakan,??? Aku tidak mengerti maksud ucapan mu yang mengatakan tentang perkelahian,?? Ada apa sebenarnya dan kenapa kau menyebut ku wonder women,!! Konyol, "
Saat itu jarak wajah mereka sangat dekat,keduanya sama-sama bisa saling merasakan hembusan nafas di wajah masing-masing. Jodha dan jalal merasakan detak jantung mereka berpacu kencang,dada berdebar tak karuan dan di benak keduanya muncul pertanyaan-pertanyaan yang mereka sendiri tidak tau jawabannya.
Agak lama posisi itu terjadi,akhirnya jalal yang mengelak duluan. Dia kembali membisikan sesuatu pada jodha, dan mata jodha terbelalak lebar mendengar apa yang dibisikan jalal barusan...

Pendek amiirr mimin cantiikkkk
BalasHapusYah,, cepat banget bacanya,, bisa agak panjang lagi gak, kak, critanya.. Biarr bacanya agak lama... Seru bangett ni.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus