Ketika cinta sudah mulai merasuk kedalam hati seseorang,maka sekeras apapun dia berusaha untuk menolaknya hanya akan sia-sia belaka, pada akhirnya dia akan menyerah dan membiarkan perasaan cinta kasih itu tumbuh subur memenuhi setiap rongga didalam hati juga fikirannya 💘 💖
"aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ku rasakan sekarang. Tidak pernah ku rasakan sebelumnya perasaan seperti ini,ada getaran-getaran halus yang menggelitik didalam hatiku saat aku berdekatan dengan wanita angkuh itu,ada perasaan damai dalam jiwaku ketika menatap sorot matanya yang sayup dihias dengan sinar redup tapi mampu menerangi kekelaman dalam diriku, berada didekatnya membuatku bahagia,,,saat jauh darinya aku merasakan kerinduan yang amat menyiksa,,,perasaan apa ini sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan kalau ini cinta karena aku tidak akan mungkin mencintai dia. "
Malam itu jalal sedang berbaring disofa,dia terlihat gelisah sepertinya ada yang mengganngu pikirannya."apa2an ini ibu meminta kami untuk segera menikah,??? Hah,,,ini konyol tidak mungkin aku menikah dengan wanita yang aku benci, " gerutu jalal dalam hati. Tapi dia juga merasa ada yang berubah dalam diriya akhir2 ini dia sering memikirkan jodha,biasanya dia tidak pernah bersimpati sedikitpun saat sedang menyakitinya tapi sekarang dia sering merasa tidak tega,
"aku tidak boleh seperti ini,tidak ada simpati untuknya, " ujar jalal. Hamida sedang berada dikamar jodha mereka sedang asyik mengobrol, "kau tahu jodha,saat aku mendengar cerita tentang mu dari ibumu mulai dari saat itu aku sudah sangat menyukai mu dan tertanam niat dalam hatiku untuk menjadikan kau sebagai menantuku,makanya aku merasa sangat senang saat mendengar jalal akan bertunangan dengan mu karena impian ku untuk menjadikan mu sebagai menantu ku sebentar lagi akan terwujud jodha, " ujar hamida sambil mengelus sayang rambut jodha. Jodha tersenyum miris menanggapi ucapan seorang wanita ibu dari pria yang sangat ia benci itu,
"besok aku akan pulang ke india dan aku sangat berharap agar kalian secepatnya mengambil keputusan tentang rencana pernikahan yang aku ajukan tadi siang. "bagaimana aku bisa memutuskan untuk menikah dengan pria yang sangat aku benci,!!! Tapi semua sudah terlanjur karena akhir dari pertunangan ini sudah pasti adalah sebuah pernikahan kecuali kalau pertunangan ini diputuskan,tapi kalau aku yang ingin memutuskan itu sangat tidak mungkin karena pasti akan membuat harga diri dan martabat ayahku hancur,satu2nya cara agar pernikahan itu tidak terjadi adalah kalau pria itu mau memutuskan pertunangan ini,"
"walaupun kalian sudah resmi bertunangan tetap saja tidak baik kalau kalian tinggal satu atap tanpa adanya ikatan sakralnya pernikahan, kau mengerti kan sayang,??? ujar hamida sambil mengusap2 bahu jodha. Jodha hanya bisa tersenyum getir menanggapi ucapan hamida.
"iya nyon,,,eh ibu,aku mengerti. Terimakasih karena sudah sayang terhadapku,kau sungguh berbeda dengan dia walaupun dia itu adalah putra kandungmu sendiri, "
Hamida terlihat agak sedih mendengar ada nada kebencian dalam omongan jodha tersebut, tapi ia cukup mengerti mengingat sifat jalal yang memang arogan . pagi itu mereka berdua mengantar hamida kebandara, suasana haru menyelimuti hati jodha dan juga hamida ,,,jujur saja jodha merasa sangat tenang dan juga damai saat hamida ada bersama mereka karena jalal tidak punya kesempatan untuk menggodanya juga tidak bisa menindasnya."jalal kau jangan lupa pada apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya, ibu tidak mau kalian terlalu lama memikirkannya,,,ibu tunggu kabar dari kalian secepatnya, " .
Pesawat yang ditumpangi oleh hamida sudah lepas tandastandastandastandas,kini saatnya jodha dengan jalal pulang. Jodha tertinggal sedikit dibelakang jalal dan karena tidak mau dia tertinggal lebih jauh lagi jodha sedikit melebarkan langkah kakinya, dari arah depan ada seorang pria yang sedang berjalan tergesa-gesatergesa-gesa sehingga membuat dia tak sengaja menabrak jodha hingga tubuh jodha hampir terjatuh, "aawww," pekik jodha ,dengan sigap pria yang tadi menabraknya mencekal pergelangan tangan jodha dan tangan yang satu lagi menyanggah tubuhnya hingga membuat dia tidak sampai terjatuh, pandangan mata mereka beradu dan si pria yang menabrak jodha tadi amat terpesona dengan kecantikannya hingga membuat matanya tidak berkedip barang sedetikpun, "wanita ini pasti dewi dari langit yang sedang turun kebumi,,,dia benar-benar cantik,,,pandangan pertama ini sudah membuatku tertarik padanya, " . Jalal mendengar suara pekikkan jodha menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang,matanya membulat sempurna saat dia melihat adegan didepan matanya. Dia merasakan panas didalam dadanya,jalal cemburu melihat jodha dipegang oleh pria lain,,,api cemburu didalam dadanya mulai merayap membakar amarahnya dengan langkah panjang-panjang dia mendekati dua orang yang masih terpaku dalam posisi semula itu, dengan kasar jalal mengambil alih tangan jodha yang tadi dipegang oleh pria tersebut lalu menarik tubuh jodha kesamping dirinya,,,dia menatap tajam pada pria dihadapannya ,si pria memperlihatkan mimik heran tapi dia masih mempersembahkan senyum ramah pada jalal, tapi jalal cuma mendengus dan tanpa berbasa+basi sedikitpun dia segera menarik jodha pergi dari situ, jodha protes karena dia belum mengucap terimakasih pada pria tersebut, "kenapa kau marah seperti ini ,!!! Aku belum mengucapkan terimakasih karena dia telah menolongku hingga aku tadi tidak sampai terjatuh, ".
Jalal berhenti dan memandang tajam pada jodha,"apakah penting untuk meminta maaf pada orang yang membuat kau hampir terjatuh, sudah sewajarnya dia menolongmu karena dia yang menyebabkan kau hampir terjatuh jadi tidak perlu minta maaf lagi. Sekarang ayo kita pulang, " , pria yang tadi menabrak jodha masih setia memandangi jodha yang sudah dibawa paksa oleh jalal,dia berpikir siapa pria yang tadi menarik kasar jodha dari tangannya, "apaapa pria itu adalah kekasihnya ,?? atau dia suaminya,?? Ahhh,,,aku tidak peduli yang jelas wanita cantik itu telah membuat aku jatuh hati paapadanya dan aku harus mendapatkannya, " pria itu tersenyum penuh arti.
Didalam mobil suasana hening mencekam, tanpa saling menatap, ada emosi aneh yang berpacu dalam diri mereka berdua.Perasaan kesal,marah,benci,sesak dan semua hal gila yang kapan saja bisa meledak layaknya bom waktu membuat jalal tidak dapat berkonsentrasi pada kemudinya.
"apa sebenarnya yang ku rasakan ini,?? aku marah dan juga kesal saat melihat dia disentuh oleh pria lain,!!! ini gila benar-benar gila, " jalal diam2 mencuri pandang pada jodha melirik dengan ekor matanya.
"pikiran seperti apa lagi ini,,,mengapa juga aku harus pusing-pusing memikirkan dia. " jalal di buat frustasi oleh pikirannya sendiri.
"apa yang kau pikirkan,?? Atau jangan-jangan kau sedang memikirkan pria dibandara tadi,?? Hebat sekali pria itu karena sudah bisa menyita pikiran mu, " goda jalal dengan dibubuhi nada mengejek yang seolah-olah menuduh jodha mudah terlena pada lelaki asing. Jodha tetap membeku,rahangnya mengeras dan dadanya bergemuruh menandakan emosi dan kemarahan sedang berkobar dalan jiwanya yang berontak untuk disalurkan, tapi pikiran jernihnya masih mampu mengusai alam sadarnya hingga membuat dia bungkam tidak mau meladeni godaan jalal. Bungkamnya jodha membuat jalal semakin kesal dan frustasi, dia sengaja menginjal pedal rem dengan tiba-tiba untuk mendapat sedikit perhatian dari wanita disampingnya itu, sukses tindakan konyol jalal tersebut membuat jodha menolehkan kepalanya sambil matanya mendelik tajam ke arah jalal, konyol nya lagi jalal malah cengengesan dan kembali melajukan mobilnya. Jodha yang tadi memandang lurus-lurus ke depan sekarang jadi membuang muka kesamping sambil bergumam mengatakan kalau jalal tidak cuma arogan tapi juga kekanak-ksnakan. Jalal tidak mendengar gumaman nya tersebut.
"kanha,,,beginikah jalan hidup yang harus aku tempuh,?? Seperti ini kah rupa kehidupan yang harus aku jalani,,,jujur semua ini terasa berat bagiku, bukan hidup seperti ini yang ku inginkan,,,bukan masa depan sesuram ini yang aku impikan , tapi kau telah menuliskan takdir ku yang seperti sekarang aku jalani, tidak ada hak dalam diriku untuk menentang kuasa mu,,,walau tidak ingin aku menerimanya tapi masih ada secercah harapan yang ku minta padamu kanha, tolong berikan aku kekuatan dan juga kalau masih bisa disadarkan aku ingin kau anugerahkan keasadaran pada pria arogan itu supaya tidak menyakiti diriku lagi. "
"aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ku rasakan sekarang. Tidak pernah ku rasakan sebelumnya perasaan seperti ini,ada getaran-getaran halus yang menggelitik didalam hatiku saat aku berdekatan dengan wanita angkuh itu,ada perasaan damai dalam jiwaku ketika menatap sorot matanya yang sayup dihias dengan sinar redup tapi mampu menerangi kekelaman dalam diriku, berada didekatnya membuatku bahagia,,,saat jauh darinya aku merasakan kerinduan yang amat menyiksa,,,perasaan apa ini sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan kalau ini cinta karena aku tidak akan mungkin mencintai dia. "
Malam itu jalal sedang berbaring disofa,dia terlihat gelisah sepertinya ada yang mengganngu pikirannya."apa2an ini ibu meminta kami untuk segera menikah,??? Hah,,,ini konyol tidak mungkin aku menikah dengan wanita yang aku benci, " gerutu jalal dalam hati. Tapi dia juga merasa ada yang berubah dalam diriya akhir2 ini dia sering memikirkan jodha,biasanya dia tidak pernah bersimpati sedikitpun saat sedang menyakitinya tapi sekarang dia sering merasa tidak tega,
"aku tidak boleh seperti ini,tidak ada simpati untuknya, " ujar jalal. Hamida sedang berada dikamar jodha mereka sedang asyik mengobrol, "kau tahu jodha,saat aku mendengar cerita tentang mu dari ibumu mulai dari saat itu aku sudah sangat menyukai mu dan tertanam niat dalam hatiku untuk menjadikan kau sebagai menantuku,makanya aku merasa sangat senang saat mendengar jalal akan bertunangan dengan mu karena impian ku untuk menjadikan mu sebagai menantu ku sebentar lagi akan terwujud jodha, " ujar hamida sambil mengelus sayang rambut jodha. Jodha tersenyum miris menanggapi ucapan seorang wanita ibu dari pria yang sangat ia benci itu,
"besok aku akan pulang ke india dan aku sangat berharap agar kalian secepatnya mengambil keputusan tentang rencana pernikahan yang aku ajukan tadi siang. "bagaimana aku bisa memutuskan untuk menikah dengan pria yang sangat aku benci,!!! Tapi semua sudah terlanjur karena akhir dari pertunangan ini sudah pasti adalah sebuah pernikahan kecuali kalau pertunangan ini diputuskan,tapi kalau aku yang ingin memutuskan itu sangat tidak mungkin karena pasti akan membuat harga diri dan martabat ayahku hancur,satu2nya cara agar pernikahan itu tidak terjadi adalah kalau pria itu mau memutuskan pertunangan ini,"
"walaupun kalian sudah resmi bertunangan tetap saja tidak baik kalau kalian tinggal satu atap tanpa adanya ikatan sakralnya pernikahan, kau mengerti kan sayang,??? ujar hamida sambil mengusap2 bahu jodha. Jodha hanya bisa tersenyum getir menanggapi ucapan hamida.
"iya nyon,,,eh ibu,aku mengerti. Terimakasih karena sudah sayang terhadapku,kau sungguh berbeda dengan dia walaupun dia itu adalah putra kandungmu sendiri, "
Hamida terlihat agak sedih mendengar ada nada kebencian dalam omongan jodha tersebut, tapi ia cukup mengerti mengingat sifat jalal yang memang arogan . pagi itu mereka berdua mengantar hamida kebandara, suasana haru menyelimuti hati jodha dan juga hamida ,,,jujur saja jodha merasa sangat tenang dan juga damai saat hamida ada bersama mereka karena jalal tidak punya kesempatan untuk menggodanya juga tidak bisa menindasnya."jalal kau jangan lupa pada apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya, ibu tidak mau kalian terlalu lama memikirkannya,,,ibu tunggu kabar dari kalian secepatnya, " .
Pesawat yang ditumpangi oleh hamida sudah lepas tandastandastandastandas,kini saatnya jodha dengan jalal pulang. Jodha tertinggal sedikit dibelakang jalal dan karena tidak mau dia tertinggal lebih jauh lagi jodha sedikit melebarkan langkah kakinya, dari arah depan ada seorang pria yang sedang berjalan tergesa-gesatergesa-gesa sehingga membuat dia tak sengaja menabrak jodha hingga tubuh jodha hampir terjatuh, "aawww," pekik jodha ,dengan sigap pria yang tadi menabraknya mencekal pergelangan tangan jodha dan tangan yang satu lagi menyanggah tubuhnya hingga membuat dia tidak sampai terjatuh, pandangan mata mereka beradu dan si pria yang menabrak jodha tadi amat terpesona dengan kecantikannya hingga membuat matanya tidak berkedip barang sedetikpun, "wanita ini pasti dewi dari langit yang sedang turun kebumi,,,dia benar-benar cantik,,,pandangan pertama ini sudah membuatku tertarik padanya, " . Jalal mendengar suara pekikkan jodha menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang,matanya membulat sempurna saat dia melihat adegan didepan matanya. Dia merasakan panas didalam dadanya,jalal cemburu melihat jodha dipegang oleh pria lain,,,api cemburu didalam dadanya mulai merayap membakar amarahnya dengan langkah panjang-panjang dia mendekati dua orang yang masih terpaku dalam posisi semula itu, dengan kasar jalal mengambil alih tangan jodha yang tadi dipegang oleh pria tersebut lalu menarik tubuh jodha kesamping dirinya,,,dia menatap tajam pada pria dihadapannya ,si pria memperlihatkan mimik heran tapi dia masih mempersembahkan senyum ramah pada jalal, tapi jalal cuma mendengus dan tanpa berbasa+basi sedikitpun dia segera menarik jodha pergi dari situ, jodha protes karena dia belum mengucap terimakasih pada pria tersebut, "kenapa kau marah seperti ini ,!!! Aku belum mengucapkan terimakasih karena dia telah menolongku hingga aku tadi tidak sampai terjatuh, ".
Jalal berhenti dan memandang tajam pada jodha,"apakah penting untuk meminta maaf pada orang yang membuat kau hampir terjatuh, sudah sewajarnya dia menolongmu karena dia yang menyebabkan kau hampir terjatuh jadi tidak perlu minta maaf lagi. Sekarang ayo kita pulang, " , pria yang tadi menabrak jodha masih setia memandangi jodha yang sudah dibawa paksa oleh jalal,dia berpikir siapa pria yang tadi menarik kasar jodha dari tangannya, "apaapa pria itu adalah kekasihnya ,?? atau dia suaminya,?? Ahhh,,,aku tidak peduli yang jelas wanita cantik itu telah membuat aku jatuh hati paapadanya dan aku harus mendapatkannya, " pria itu tersenyum penuh arti.
Didalam mobil suasana hening mencekam, tanpa saling menatap, ada emosi aneh yang berpacu dalam diri mereka berdua.Perasaan kesal,marah,benci,sesak dan semua hal gila yang kapan saja bisa meledak layaknya bom waktu membuat jalal tidak dapat berkonsentrasi pada kemudinya.
"apa sebenarnya yang ku rasakan ini,?? aku marah dan juga kesal saat melihat dia disentuh oleh pria lain,!!! ini gila benar-benar gila, " jalal diam2 mencuri pandang pada jodha melirik dengan ekor matanya.
jodha menatap lurus pada jalan yang terbentang dihadapannya,ekspresinya sangat pasif. Membuat jalal bingung mencari kata yang pantas untuk di ucapkan, dia tidak mengerti harus berbuat apa.
"apa yang kau pikirkan,?? Atau jangan-jangan kau sedang memikirkan pria dibandara tadi,?? Hebat sekali pria itu karena sudah bisa menyita pikiran mu, " goda jalal dengan dibubuhi nada mengejek yang seolah-olah menuduh jodha mudah terlena pada lelaki asing. Jodha tetap membeku,rahangnya mengeras dan dadanya bergemuruh menandakan emosi dan kemarahan sedang berkobar dalan jiwanya yang berontak untuk disalurkan, tapi pikiran jernihnya masih mampu mengusai alam sadarnya hingga membuat dia bungkam tidak mau meladeni godaan jalal. Bungkamnya jodha membuat jalal semakin kesal dan frustasi, dia sengaja menginjal pedal rem dengan tiba-tiba untuk mendapat sedikit perhatian dari wanita disampingnya itu, sukses tindakan konyol jalal tersebut membuat jodha menolehkan kepalanya sambil matanya mendelik tajam ke arah jalal, konyol nya lagi jalal malah cengengesan dan kembali melajukan mobilnya. Jodha yang tadi memandang lurus-lurus ke depan sekarang jadi membuang muka kesamping sambil bergumam mengatakan kalau jalal tidak cuma arogan tapi juga kekanak-ksnakan. Jalal tidak mendengar gumaman nya tersebut.
Malam itu langit bersih berhias bintang-bintang dan juga rembulan yang baru separuh atau biasa disebut juga bulan sabit memancarkan sinar sedikit redup tapi mampu memberi pemandangan yang cukup indah untuk di nikmati. Jodha sedang berdiri dibalkon sambil menyandarkan tubuhnya di dinding, matanya yang bening tiada rela berkedip untuk memandangi pemandangan indah yang tersaji di angkasa, kepenatan juga beban yang ia rasakan sedikit berkurang manakala dia sedang berada dalam suasana seperti sekarang ini.
Jalal yang sedang berjalan menuju kekamarnya melihat jodha sedang melamun dibalkon,karena jodha berdiri agak menyamping maka keadaan itu membuat jalal bisa dengan leluasa memandang wajah cantiknya yang diterpa sinar rembulan menambah kesempurnaan yang tak dapat dicela. Berjuta parasaan membaur dalam diri jalal, ingin rasanya dia mendekati wanita yang selama ini dia sakiti tersebut,tapi egonya tidak mengizinkan dia melakukan hal itu, lama ia tepaku ditempatnya memperhatikan wanita cantik yang sekarang telah menarik perhatiannya dan tanpa ia sadari wanita yang selama ini hanya sebagai objek pembalasan dendam itu kini namanya telah bersarang didalam hati dan sanubari jalal. Setelah puas memandangi kecantikan jodha dia akhirnya melangkah pergi dari situ. Jodha yang sedari tadi merasa ada yang memperhatikannya menolehkan kepala kearah dimana tadi memang ada jalal tapi sekarang sudah tidak ada lagi .
"aku mungkin terlalu terbebani oleh sikap kasarnya padaku,sampai-sampai membuatku selalu dihantui oleh sosoknya yang se akan mengintaiku setiap saat. "...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar