Jalal pulang ke apartementnya pada ke esokan harinya karena iya menginap dulu di apartement ruqaiya, jalal hanya ingin memastikan kalau ruqaiya aman dari gangguan abul mali. Tapi dia tidak tahu kalau ruqaiya sudah dapat tekanan dari syarifudin karena ruq juga tidak bisa memberitahukan hal itu pada jalal karena konsekuensi yang akan ia terima begitu menyakitkan.
Jodha semalaman gelisah memikirkan keadaan jalal ,
"bagaimana keadaan orang itu,apakah lukanya parah,??? Atau cuma luka biasa yang tidak serius,?? Semoga saja pria itu tidak kenapa-kenapa dan semoga saja ia tidak tahu kalau kemarin malam aku membuntuti dia, " ujar jodha dengan raut wajah cemas. Jodha saat itu sedang mengompres lembam dipipi kanannya yang sudah mulai menipis,ia ingat betul reaksi moti saat melihat wajahnya yang kena di pukul oleh anak buah abul mali,
"oh,,,ya ampun jodha,coba lihat wajahmu. Kau ini,,,apa yang ada didalam pikiranmu saat kau memutuskan untuk terlibat dalam masalah pria arogan itu.!! Bagaimana kalau dia atau musuhnya tahu dan mengenali dirimu,?? Kau akan berada dalam masalah besar jodha, "
Jodha tersenyum ,
"moti,,moti ,,kau selalu bersikap berlebihan kalau sudah mengkhawatirkan keadaan ku. Terima kasih kanha karena telah memberikan aku seorang sahabat yang sangat menyayangi ku sepenuh hatinya, "
Jodha tertidur hampir menjelang dini hari.
~~~°°°~~~
Jalal memasuki apartement mereka dan ia langsung menatap kamar jodha. Ada banyak pertanyaan yang mengganggu pikirannya dan dia ingin segera mencari tahu jawabannya jadi dia memutuskan untuk langsung ke kamar jodha,
"semoga saja dia belum berangkat kuliyah, karena aku sudah tidak bisa menunggu lagi untuk mendapat kepastian dari rasa penasaran ku ini,sialnya aku harus bermalam di tempat ruqaiya dulu semalam hingga membuatku harus menunggu hari ini, "
Jodha masih tertidur,tapi sepertinya ada yang tidak beres pada jodha dia terlihat mengigau dan menggigil seperti orang sedang demam. Jalal mengetuk pintu kamar jodha tapi tidak ada sahutan ,di ulangnya sekali lagi dengan menambah sedikit volume ketukan tangannya di pintu hasilnya tetap nihil,kemudian tanpa rasa bersalah dia mencoba membuka pintu kamar itu dan ternyata tidak di kunci,mungkin jodha lupa atau memang sengaja tidak mengunci pintu kamarnya karena jalal sedang tidak ada di rumah pikirnya. Karena pintunya tidak dikunci jalal meneruskan ketidak sopanannya ,ia mendorong perlahan daun pintu tersebut dan melongokkan kepalanya kedalam untuk melihat situasi. Mata nya melihat sosok jodha yang masih berbaring di ranjang dan rasa heran menghinggapi benaknya,
"dia masih tertidur di jam sekarang,?? Tidak biasanya sudah siang seperti ini jodha masih tidur,!! Apa ada yang tidak beres dengan kesehatan wanita itu,,,apa dia,,, ah tidak mungkin,dia tidak pernah sakit mungkin hari ini dia tidak ada kuliyah jadi ingin tidur lebih hari ini, "
Jalal hendak berniat membangunkan jodha tapi akal sehatnya mengingatkan hal itu tidak lah baik ia lakukan mengingat hubungannya dengan jodha tidak akrab sama sekali. Tapi rasa penasaran yang besar membuat jalal jadi nekat,ia tidak peduli lagi pada hubungan tidak baik di antara mereka lalu dia tanpa berpikir pada etika langsung mendekati jodha dan membangunkannya,
"hei,,,bangun,,bangun,,,sudah siang mengapa kau masih tidur, " jalal sedikit berteriak agar jodha terbangun,
Tapi ia tertegun saat mendengar jodha mengerang,ia dengan ragu-ragu menempelkan tangannya kekening jodha dan betapa kagetnya ia saat merasakan suhu tubuh wanita itu sangat panas,
"ya allah, dia demam dan panasnya melebihi bara api. Aku harus bagaimana,!!! Tapi jodha harus segera ditangani kalau tidak maka demamnya akan semakin tinggi, " ujar jalal panik dan bingung harus berbuat apa. Akhirnya tanpa pedulikan janji apapun jalal segera menggendong tubuh ringkih jodha dan membawanya ke mobil.
Jodha sudah pingsan akibat demam yang ia derita terlalu tinggi dan parah. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit jalal tak hentinya melirik cemas pada jodha yang ia baringkan di kursi belakang,ia ingin cepat-cepat sampai ke rumah sakit tapi dia stres sendiri karena tidak bisa ngebut,kalau ia ngebut otomatis tubuh jodha akan terjatuh. Akhirnya setelah perjalanan yang panjang dan lambat bagi jalal mereka sampai juga ke rumah sakit. Jodha segera di tangani oleh dokter,selama dokter memeriksa ke adaan jodha jalal nampak gelisah tak sabar ia ingin tahu tentang ke adaan jodha.
"semakin tidak bisa aku mengerti perasaan ini,aku begitu mengkhawatirkan jodha dan merasa takut akan terjadi hal buruk padanya,akhir-akhir ini aku sangat peduli pada dirinya, "
Tak lama dokter memanggil jalal,
"apa anda keluarganya nona jodha,???
"iya ,,,saya tunn,,, ~jalal ragu~ saya kakaknya jodha. Bagaimana keadaan jodha dok,???
"nona jodha hanya demam,tapi karena dia tidak makan dengan baik jadinya demam yang ia derita sangat tinggi ,,,lagipula sepertinya ada sedikit keluhan yang ia derita di bagian perutnya dan saat kami periksa ternyata ada bekas lembam di bagian perut sebelah tengah pas di ulu hatinya ,hal itulah yang kemungkinan besar menyebabkan nona tidak selera makan , " jelas dokter. Jalal mengatakan kalau ia mengerti dan ia meminta izin untuk menjenguk jodh.
Jodha terbaring pucat dikasur rumah sakit,dia masih pingsan. Jalal perlahan mendekati ranjang tempat jodha terbaring tak berdaya. Dia terlihat sedih melihat ke adaan wanita yang selama ini ia sakiti. Jalal tidak sadar juga kalau sekarang ia sangat peduli pada jodha karena benih cinta sudah mulai tumbuh didalam hatinya,
"kau yang menolong ku malam itu. Kau melakukan itu karena alasan apa jodha,?? Tidak usah seperti ini,jangan lakukan sesuatu yang akan membuat ku merasa berhutang padamu. Aku benci padamu dan akan tetap benci meski kau menyelamatkan nyawa ku , " ujar jalal frustasi. Dia duduk dikursi samping ranjang jodha,lama ia menatap wajah pucat itu ,,,ada beragam rasa dalam hatinya,kasihan,marah dan juga perasaan sayang yang baru-baru ini tumbuh telah bercampur aduk hingga tak ayal lagi membuat jalal frustasi tingkat tinggi.
Jodha mengerang dan refleks jalal menghampiri sambil menggenggam tangannya berusaha memberi ketenangan pada jodha,
"ibu,,,ibu,,,aku merindukan mu,aku menderita disini ibu, " racau jodha dalam tidurnya. Jalal tersentak mendengar racauan jodha itu,
"Ternyata jodha sangat menderita karena ulah ku selama ini. Apakah aku sudah terlalu kejam padanya,??? Kenapa aku begitu membencinya,?? Padahal hanya karena insiden kecil saat di jalan raya waktu itu aku sampai berniat menghancurkan masa depan jodha. Tapi aku sangat tidak bisa terima kalau ada orang yang berani memaki ku dan cuma satu itulah kesalahan jodha dan akibatnya kini kehidupannya berantakan sudah karena dendam ku, "
Jalal mencoba melawan arus perasaannya,tapi semakin ia mencoba maka semakin gila ia dibuat oleh perasaan pedulinya terhadap jodha. Saat jodha kembali mengerang tanpa sadar tangan jalal menangkup kedua pipinya dan ia berusaha menenangkan jodha,ia menatap intens wajah pucat itu tapi walaupun pucat tetap tidak bisa menghapus kecantikan alami jodha. Jalal larut dalam suasana hingga ia secara naluri melabuhkan kecupan ringan dikening jodha,
"maafkan aku telah melakukan ini,tapi aku sama sekali tidak bisa menahannya. Aku tau kau tidak mengizinkan ku untuk menyentuh mu dan dorongan perasaan dalam diriku membuat aku selancang ini mencuri cium di kening mu, " ujar jalal lembut sambil tangannya mengusap lembut pipi cubby milik jodha,saat itu lah ia menyadari kalau ada sisa lembam dipipinya yang saat itu sudah sangat tipis tapi akan tetap terlihat kalau dari jarak sedekat itu.
Hati jalal terenyuh saat kebenaran yang ia cari kini ada di hadapannya, dengan bukti keterangan dari dokter tadi dan di tambah kini ia melihat lembam di muka jodha, jalal yakin sudah kalau jodha lah yang kemarin malam datang menolongnya. Jalal jadi dilema karena sikap jodha,di satu sisi ia masih ingin menyakiti jodha tapi di sisi lain ia ingin menghentikan saja aksi balas dendamnya,tidak tahan dengan dilema itu jalal memutuskan untuk keluar sebelumnya ia menarik selimut untuk menyelimuti tubuh jodha,saat ia ingin beranjak pergi ,, jalal menatap sangat dalam wajah jodha dan akhirnya ia keluar dari kamar itu...

KereN,,,kereN,,,kakak,,,seruuu jalall udah Mulaii jatuh ciNtaa,,,,jodha yaNg sakit,,,tpi jalal ikutaN sakit,,,,
BalasHapusLanjuut truss kak,, mantaap!!
BalasHapusKerrrrennnn
BalasHapusJdi makin seru... Semangat kakak
BalasHapusThx yah udah pada mampir k blog mimin :-)
BalasHapus