Entri Populer

Minggu, 21 Desember 2014

Bersambutnya Cinta part.4




Setelah lama merenungkan keputusan apa yang akan dia ambil jodha berjalan menuju mandir krisnha,
"kanha,,,aku tahu shahensha hanya salah paham dan dia sudah menyadari juga meminta maaf padaku. Tapi ada yang masih mengganjil dalam hatiku, apa aku bisa untuk menjalani kebersamaan hidup sebagai suami istri dengan shahensha lagi kanha,,," jodha memejamkan matanya dan mengurai kembali kenangan-kenangan bersama jalal, dan bulir-bulir kristal itu kembali membasahi pipi chubby nya. Di agra jalal sedang ngobrol dengan ruq,mereka membahas tentang perayaan meina bazar kali ini,
"apa kau sudah mempersiapkan sesuatu yang spesial untukku ruqaiya,??? Tanya jalal pada ruq.
"tentu saja jalal, kau tahu sendiri kalau hanya aku yang bisa memberikan sesuatu yang spesial untuk mu, " sahut ruqaiya. Jalal sedang menuju kekamar ratu salima, saat itu ratu salima sedang menulis puisi dia segera berhenti menulis ketika jalal datang mengunjunginya,
"salam yang mulia, " ratu salima memberi salam pada jalal,
"salam ratu salima, "ujar jalal sambil mengambil posisi duduk didepan meja tempat ratu salima menulis tadi. Salima bertanya apa yang membuat jalal malam-malam begitu datang menemuinya,
"apa insomnia anda kambuh lagi yang mulia,???
" tidak ratu salima, aku bukannya tidak mau ataupun susah tidur. Aku sengaja datang untuk mengobrol sebentar dengan mu,," ujar jalal ,
 "masalah ratu jodha,!!! tebak ratu salima dengan tepat,

Jalal tidak bisa mengelak karena tujuan nya ke kamar ratu salima memang untuk membahas tentang jodha,
 "beri tahu aku ratu salima, bagaimana caranya agar aku bisa membawa ratu jodha kembali ke agra.!!! Aku sudah tidak sanggup kalau harus lebih lama lagi terpisah darinya, " sambil matanya berkaca-kaca
 "terkadang menghadapi satu hati seorang wanita lebih sulit dari pada menghadapi banyak musuh di medan perang yang mulia. Aku ingin memberitahukan satu hal padamu yang mulia,wanita itu jinak-jinak merpati kalau dikejar terus dia akan menjauh,tapi kalau kita cueki dia akan mendekat dengan sendirinya,,,

Jalal mencoba mencerna perkataan ratu salima dan ia paham dengan maknanya,
 "baiklah ratu salima,kalau begitu aku pergi dulu selamat malam,,,
 "malam yang mulia,,,

Di amer jodha sedang menulis surat untuk ibu mertuanya,
 "amijaan,,,maafkan aku yang terlalu lama meninggalkan agra,tapi amijaan sekarang aku sudah memutuskan dan sudah siap untuk kembali kesisi shahensha lagi. Tapi aku punya satu permintaan amijaan,jangan buat penyambutan untuk ku,aku bahkan tidak mau yang mulia tahu kalau aku akan kembali ke agra. Bukan aku berniat untuk mengecewakan yang mulia amijaan,tapi aku sudah rencana sendiri di balik rahasia ke pulangan ku ini,,,dan terakhir aku ingin minta satu hal lagi padamu, kalau ibu tidak keberatan tunggulah aku dijalan rahasia mungkin aku akan tiba di agra dalam 2 hari lagi,dan kalau kau sudah dekat akan ku utus seorang pelayan untuk menyampaikan pesan pada amijaa. Salam ku menantumu. "

Jodha juga sudah memberitahukan kepada ayah dan juga ibunya kalau besok dia akan kembali ke agra, raja bharmal dan permaisuri meinawati sangat senang mendengarnya,
 "baiklah nak,,,ayah dan ibumu senang karena kau akhirnya mau kembali ke agra, tolong sampaikan salam kami kepada kaisar dan juga kerabat disana, " ujar bharmal ,
 "iya ayah nanti akan aku sampaikan salam dari kalian berdua, " sahut jodha dengan wajah berseri.

Pengawal suruhan jodha sudah sampai di agra ,untung tidak ada kendala apapun yang memperhambat surat jodha untuk sampai ketangan hamida. Hamida sangat senang karena jodha menantu kesayangannya akan segera kembali ke agra,
 "akhirnya, jodha anakku dia akan kembali kepada kami ,berkumpul bersama kami lagi,,,ya allah terimakasih engkau telah mengembalikan menantuku, " ujarnya dengan senyum sumringah yang tidak pernah lepas dari wajahnya.
 "amiiin,,, " jiji anga dan juga gulbadan mengaminkan

Seperti yang jodha inginkan hamida sam sekali tidak memberitahukan semua itu pada jalal. Jodha sudah siap untuk berangkat, sebelum pergi jodha berpeluk-berpelukan dengan ibu dan juga semua saudara-saudaranya mereka semua menangis haru seakan tak rela untuk melepaskan jodha.Selama perjalanannya ke agra jodha tak henti-hentinya memikirkan reaksi apa yang akan di tunjukan jalal padanya ,jala pasti akan sangat marah karena dia tidak memberitahukan kalau dia akan kembali,
 "shahensha,,,maafkan aku, aku hanya ingin tahu sudah sedalam apa kau memahami diriku. " ujar jodha dengan tersenyum tulus, dia berusaha membuang jauh-jauh kemarahannya yang masih tersisa karena dia sudah bertekad untuk berdamai dengan hatinya dan juga berdamai dengan suaminya. Jodha hampir sampai ke agra sekarang dia sudah mau memasuki perbatasan, dia menyuruh seorang pengawal untuk memberikan kabar kepada hamida, mendengar jodha sudah hampir sampai hamida bano sangat girang, dia benar-benar sudah tidak sabar untuk merangkul menantunya itu kedalam dekapannya,
 "gulbadhan,,,aku sangat tidak sabar, mari kita bikin sedikit persiapan kecil untuk anak ku jodha, " ujar hamida yang sudah berbunga-bunga karena akan segera bertemu dengan menantu kesayangannya, bibi gulbadhan ikut bahagia.

 Tepat seperti yang diprediksi jodha, sekitar jam sembilan malam dia sampai di jalan rahasia tempat dia berjanji dengan ibu mertuanya, hamida seakan tak percaya saat melihat jodha turun dari tandunya, entah keberutungan atau kebetulan saja kali itu semua berjalan mulus tanpa ada halangan dan juga rintangan, tidak ada ruq dan tidak ada mahan juga yang lainnya tahu tentang jodha kembali ke agra,
 "amijaan,,,salam , " ujar jodha sambil mendekati ibu mertuanya dengan mata berkaca-kaca.
 "jodha anakku,,,kau benar-benar kembali nak,,,oh jodha menantuku,ibu sangat merindukan mu, " ujar hamida dengan berderai air mata sambil memeluk jodha,

Lama mertua dan menantu itu berpelukan penuh haru mereka  menangis dan saling memeluk erat,
 "ayo jodha kita masuk, kau pasti sangat lelah jadi harus segera istirahat, " ajak hamida pada jodha setelah puas menumpahkan rasa rindu masing-masing.
 "baiklah ibu, " sambil tersenyum jodha melangkah masuk dan menuju keistana. Moti sedang merapikan tempat tidur jodha,
 "jodha kapan kau akan kembali kesini, aku sangat merindukan mu, " ujar moti lirih,
 "aku disini moti, " sahut jodha yang sudah sampai kekamarnya, mendengar suara jodha yang sangat jelas dan juga sangat dekat seperti itu membuat moti tertegun,
 "betapa aku sangat merindukan mu jodha, sampai aku berhalusinasi tentang dirimu, " moti menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia mengira kalau dia hanya sedang berhalusinasi saja saat itu.
 "Kau tidak sedang berhalusinasi moti, aku benar-benar ada disini , " jodha berjalan mendekati sahabatnya dan memegang bahunya, moti tersentak kaget seketika itu juga dia menoleh kebelakang, saat melihat jodha yang benar-benar ada dihadapannya mata moti membulat sempurna, lalu dia segera memeluk jodha,mereka sama-sama menangis,,,hamida ,jiji anga dan bibi gulbadhan juga tak dapat menahan tangis mereka..
 "moti,,,aku sangat merindukan mu, "
 "aku apalagi jodha, mengapa harus selama itu kau perg,!!!i, " sahut moti,sambil mempererat pelukannya pada jidha...






















1 komentar:

  1. Kok LaMa baNget yaa LaNjutaNNya,,,,gaaa sabar Nee kakak,,,,

    BalasHapus