Malam pun tiba,jalal tampak sedang bersiap-siap dan senyum sumringah tag pernah lepas dari bibir tebal miliknya. Karena malam ini dia akan mendengarkan penjelasan ratu jodha tentang bunga edelweiss yang ia tahu bunga tersebut melambangkan ketulusan,pengorbanan dan keabadian. Jalal penasaran apa yang akan di jelaskan istrinya itu dan maksud dari dia yang tadi siang memenuhi kiosnya dengan bunga edelweiss tersebut.
"akhirnya,malam datang juga. Ratu jodha tunggu lah aku "
***
Dikamarnya,jodha juga sedang berdandan dibantu oleh moti,selama moti meriasnya senyum sumringah tak pernah lepas dari bibir tipis miliknya. Jodha walau terlihat begitu senang dan bahagia tapi pancaran ke gugupan tidak bisa ia sembunyikan dengan sempurna. Moti yang tahu kalau jodha gugup sedikit memberi godaan,
"jodha,,,kau terlihat sangat gembira (jodha tersenyum lebih lebar menampakkan deretan gigi gigi kelinci miliknya). Tapi ku lihat kau juga gugup,!!! Kenapa jodha,???
Jodha yang tadinya tersenyum lebar kini jadi manyun,dia kesal karena moti menangkap basah kalau dia sedang gugup.
"aku gugup,??? (ekspresi dibuat heran) ,aku sama sekali tidak gugup moti bay,kau itu sama seperti shahensha sok tahu " elak jodha memasang tampang juteknya yang khas.
Moti tidak tahan menahan kegelian yang menggelitiknya untuk terus menggoda jodha,dia melihat tangan jodha yang memilin milin ujung duppatanya pertanda kalau saat itu dia memang sedang gugup.
"benarkah kau tidak gugup ratu jodha,tapi apakah kau sadar kalau sekarang kau sedang jelas jelas terlihat sangat gugup,tangan mu memilin-milin ujung duppata ,bukankah itu yang suka kau lakukan saat kau sedang gugup,???
Jodha menunduk dan mendapati kalau apa yang dikatakan moti benar,jodha segera menghentikan aktivitasnya tersebut,dan kini diwajahnya timbul semburat-semburat merah,jodha tidak dapat menyangkal lagi.
"tentu saja aku merasa sangat gugup,bagaimana tidak ,,,malam ini aku akan mengakui perasaanku kepada shahensha,dan jantungku rasanya mau copot dari tempatnya, " bathin jodha.
"yang mulia raja jalaludin tiba,,,,," suara prajurit memberitahukan kedatangan jalal. Jodha dan moti menyambut jalal,
"prenaam,,,shahensha, " ujar moti dan jodha bersamaan memberi salam pada jalal.
"salam ratu jodha,,,salam moti, " jalal membalas salam mereka.
Moti segera keluar meninggalkan sepasang suami istri tersebut,tapi sebelum ia mencapai pintu jalal memanggilnya dan meminta agar moti tidak mengizinkan siapapun malam itu untuk masuk kekamar jodha. Moti menyanggupi perintah jalal sambil nyengir kuda lalu kemudian keluar.
***
Jodha terlihat semakin gugup,dia merasakan kakinya seakan melemas dan gemetar. Karena takut akan jatuh berdiri maka ia segera duduk dibangku meja riasnya. Jalal sama seperti moti,dia tahu kalau jodha sedang gugup. Kemudian dia duduk diatas lututnya sendiri dihadapan jodha.
Jodha kaget sekaligus bingung kenapa jalal melakukan hal itu,jalal meraih tangan jodha dan yaa ,,,tangannya terasa dingin.
"sepertinya,udara malam ini sangat dingin ratu jodha,!!! Ujar jalal sambil menggosok-gosok telapak tangan jodha seolah ingin memberikan kehangatan,matanya mengerling nakal pada jodha.
Jodha tahu kalau jalal sedang menggodanya,
"yaa,,,udara malam ini memang sangat dingin dari malam biasanya. Tapi kau saat ini pasti hanya sedang menggodaku shahensha,,," ujar jodha sambil memasang wajah jutek,tapi tidak berniat untuk menarik tangannya dari genggaman jalal.
Jalal terkekeh ,dan mengatakan dia memang sedang menggoda jodha karena itu adalah hal yang menyenangkan baginya,
"tapi ratu jodha,,,aku datang kemari bukan untuk berdebat dengan mu,aku datang untuk mendengarkan penjelasan dari mu tentang bunga edelweiss tadi siang yang memenuhi kiosmu dan aku telah membeli semuanya."
Jodha tersenyum dan mengatakan kalau dia juga tidak sedang ingin berdebat dengan jalal,
"kau juga harus menjelaskan kenapa kau menghadiri meina bazar dengan menggunakan pakaian rakyat biasa,shahensha,!!! "
Jalal mengangguk,kemudian berdiri sambil mengulurkan tangannya pada jodha. Sejenak jodha hanya diam memandangi tangan jalal yang terulur padanya,tapi kemudian ia menyambut uluran tangan tersebut dan mereka berjalan menuju pembaringan.
***
Ruqaiya sedang terpekur sedih dikamarnya,dia tidak sanggup membayangkan kalau malam ini jodha dan jalal akan saling bercengkrama sambil menceritakan maksud dari perbuatan masing-masing siang tadi. Hosiar memandang sedih pada ratunya itu,tapi dia juga tidak bisa melakukan sesuatu untuk menolongnya.
Maham anga datang,dia tersenyum mengejek pada ruqaiya. Maham mendekati ruqaiya,
"salam ratu ruqaiya,,,kau terlihat sedang sedih,???
Ruqaiya tahu kalau maham datang untuk menabur garam di atas lukanya seperti yang sering ia lakukan. Dia menjawab salam maham dan menoleh sekilas padanya.
"kalau kau datang hanya untuk mengolok-ngolok ku lebih baik kau pergi saja maham anga." ujar ruqaiya mengusir maham ,dia berbicara tanpa menoleh pada maham anga.
Maham sedikit tersinggung dengan pengusiran ruqaiya tadu,tapi dia menelan semuanya karena dia ingin membuat luka yang sedang dirasakan oleh ruqaiya semakin terasa perih.
"maafkan aku ratu ruqaiya,aku tidak datang untuk mengolok mu. Tapi aku datang untuk menghiburmu. Kau tidak usah terlalu berpikiran negativ tentang jalal dan ratu jodha malam ini ratu ruqaiya,mereka bertemu malam ini hanya untuk saling bertukar penjelasan bukan untuk melakukan malam pertama mereka yang sudah tertunda terlalu lama sam,,," ocehan maham dipotong cepat oleh ruqaiya,
"diam lah maham anga,sudah ku duga kau datang hanya untuk menabur garam diatas luka ku,pergi lah sekarang juga,,,enyah dari hadapan ku maham anga,,," nada bicara ruqaiya naik dua oktav dari sebelumnya.
Hosiar juga tak tinggal diam melihat maham mengolok-ngolok ratunya. Maka ia pun menyuruh maham untuk keluar saja daripada membuat keributan dikamar orang lain. Maham anga memasang tampang pura-pura menyesal karena telah keterlepasan bicara,
"ratu ruqaiya,maaf aku tidak bermaksud berbicara tentang malam pertama yang tertunda itu, "
"MAHAM ANGAAA,,,KELUARR,,," ruqaiya lepas kontrol pada emosinya,
Maham memang berniat untuk pergi,tapi bukan maham kalau dia tidak meninggalkan kepedihan dalam hati seseorang,
"hhaahaa,,,ratu ruqaiya,kau sudah kalah. Dulu saat aku mencoba memperingatkan mu tentang ratu jodha yang akan merebut jalal dati genggaman mu saat itu kau memaki-maki aku. Dengan sangat percaya diri kau mengatakan kalau jalal tidak akan pernah lepas dari genggaman mu dan akan terus selamanya menjadi milikmu. Tapi lihat sekarang ratu ruqaiya,aku berani berasumsi kalau malam ini ratu jodha akan berhasil menendang nama mu dari dalam pikiran jalal dan juga dari dalam hati jalal. hhaahaa,,,salam ratu ruqaiya, " maham pergi sambil tak henti-hentinya mengumbar tawa kemenangan terhadap ruqaiya.
Ruqaiya merasakan dadanya berdenyut sakit,dia sedikit susah untuk bernafas karena ucapan maham anga tadi berhasil meremas-remas jantung dan juga hatinya sampai tidak berbentuk lagi,air matanya mengalir deras manakala ia membayangkan jodha dan jalal akan memadu kasih diperaduan mereka malam itu.
Pemikiran ruqaiya yang membayangkan jodha dan jalal akan melakukan malam pertama mereka membuatnya frustasi. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia benar-benar sudah kalah dari jodha saat ini.
***
Kita tinggalkan dulu ratu ruqaiya yang sedang patah hati,kita kembali kekamar ratu dan raja kita,dimana saat ini jalal sudah berbaring diatas pangkuan ratu jodha. Jodha mengelus-ngelus dengan sayang kening jalal,
"ratu jodha,,,bisakah kau memulai penjelasan mu sekarang,??? Pinta jalal sambil menatap mesra manik mata jodha.
Jodha menyiahkan anak rambut jalal dan sedikit berdehem sebelum buka suara,
"eheemm,,,baiklah shahensha. Aku akan mulai penjelasanku sekarang,"
Jalal terlihat sangat gembira seperti anak kecil yang akan dibacakan dongeng sebelum tidur oleh ibunya. Dia menggenggam tangan kanan jodha yang menganggur sambil mendengarkan penjelasan istrinya,
"dahulu kala,bayak kabar tersiar didaerah pegunungan Alpen terdapat sebuah istana yang dihuni oleh para peri yang terdiri dari seorang raja beserta putrinya yang dikawal para penjaga. Istana itu tersembunyi didalam sebuah goa pada salah satu puncak dipegunungan Alpen tersebut. Disebutkan sang putri begitu cantik namun hatinya sangat dingin. Para pemuda yang tinggal dilembah banyak yang mencoba mendatangi istana sang putri untuk melihat dan mengagumi kecantikkannya. Sebagian besar dari mereka biasanya gagal untuk mencapai istana karena medan yang berat dan suhu yang dingin ditambal terjalnya gunung tersebut. Tapi ada juga beberapa yang berhasil menemukan istana,mereka sangat terpesona oleh keindahan bangunannya dan terkagum-kagum pada kecantikkan sang putri,para pemuda ini biasanya akan berusaha merayu dan menunjukan kebaikan untuk merebut hati dan cinta sang putri...
Jodha berhenti dan diam,wajahnya menampakkan dia sedang memikirkan sesuatu,keningnya mengkerut.
"Apakah hanya begitu saja cerita mitos dari bunga edelweiss itu ratu jodha,??? Dan mengapa kau tampak sedang berpikir,apa yang kau pikirkan,??? tanya jalal sambil menaikan sebelah alisnya.
Jodha kemudian tersenyum,ia menangkup pipi jalal dengan kedua tangannya,"caritanya belum selesai shahensha,,,aku hanya sedang menyadari sesuatu,!!!
"benarkah,??? Apa itu ratu jodha,??? " jalal kembali bertanya sambil meletakkan kedua tangannya kepunggung telapak tangan jodha yang sedang menangkup wajahnya,sambil sedikit meremasnya lembut.
"para pemuda didalam cerita ini berjuang keras mendaki gunung yang terjal untuk bertemu sang putri dan mereka juga berusaha merayu serta menunjukan kebaikkan demierebut hati dan cinta dari sang putri,,,"
Jalal memotong cepat,"lalu menurutmu aku tidak berusaha dengan keras untuk mendapatkan cinta dan juga hatimu ratu jodha,??? " sambil memasang wajah cemberut.
Jodha merasa gemas melihat tingkah suaminya itu, "kau memang berusaha keras untuk mendapatkan hati dan cintaku shahensha,,,tapi cara mu sangat berbanding terbalik dengan apa yang para pemuda itu lakukan. Kau bukannya merayu tapi malah menggoda ku juga menyakiti hatiku ,dan bukannya menunjukan kebaikan malah sebaliknya kau bersikap sangat kasar terhadapku, " kini tampang jodha yang dia bikin cemberut.
Jalal giliran yang kena gemas memandang wajah cemberut jodha, "tapi kau perlu tahu dan paham ratu jodha,aku melakukan itu semua karena aku ingin menutupi perasaanku yang sebenarnya padamu. Jujur aku sudah mencintai mu saat pertama kali melihat mu di amer waktu aku sedang menyamar. Tapi waktu itu aku belum menemukan hatiku jadi aku tidak sadar kalau aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama."
Jodha tersipu malu mendengar curahan hati suaminya,jalal melanjutkan,
"kau sendiri apakah tidak sadar ratu jodha,kau sama sekali tidak mencintaiku bahkan kau sangat membenciku. Lalu apa yang bisa aku lakukan kecuali hanya berusaha mencari perhatian darimu dengan cara aku bersikap kasar terhadap mu dan juga sering menggoda mu. Karena hanya dengan cara itu aku bisa mendekati mu dan mendengar suara mu yang merdu itu ratu jodha,"
Jodha mempoutkan bibirnya lucu sekali,
"apakah sekarang kau sedang merayu ku shahensha,!!! Kalau ia maka kau terlambat melakukannya," sambil mencubit puncung hidung jalal dengan sedikit kuat hingga membuat jalal mengaduh kesakitan,
"aaawwww,,,lepaskan ratu jodha. " jalal mencoba meraih tangan jodha,tapi karena jodha tidak juga melepaskan cubitannya maka jalal menggelitik dipinggangnya yang terekspose.
Sontak jodha menggelinjang kegelian,lalu tubuhnya ambruk keatas tempat tidur. Kini posisi mereka jalal berbaring dengan alas bantal yang agak tinggi dan jodha berbaring dengan kepalanya di atas perut jalal.
Jalal kemudian meminta jodha untuk melanjutkan penjelasannya,jodha pun mulai bercerita lagi sambil tangan mereka saling bertaut,
"tapi sayang sang putri tidak pernah tergerak hatinya untuk meladeni apalagi menerima cinta dari para pemuda tadi. Dia malah menyuruh peri penjaga untuk mengusir mereka. Suatu hari,ada seorang pemuda memenuhi rasa penasarannya, ( saat itu jalal terbayang saat ia dengan penuh rasa penasarannya terhadap sosok jodha yang kecantikkannya tersohor disegala penjuru angin tersebut dan dengan tekad penuh mencoba pergi ke amer untuk melihat langsung kecantikkan jodha dengan cara menyamar dan setelah dia melihat kecantikkan jodha yang memang patut di acungi 4 jempol ,ia langsung jatuh cinta dan klepek klepek #abaikan)Pemuda tadi dengan berbekal tekad yang sangat besar mencoba mendaki terjalnya gunung,menahan suhu dingin yang menusuk hingga kesumsum tulang,dan tidak takut sama sekali akan bahaya yang mengintainya. Akhirnya setelah berjuang sekuat tenaga pemuda tersebut berhasil menemukan istana dan bisa melihat sang putri. Dia begitu terpesona dan takjub dengan keindahan istana itu,juga pada kecantikkan sang putri. Sang putri merasa terusik dan mencoba memanggil para peri penjaga untuk mengusir pemuda tadi. Namun sebelum ia sempat berteriak si pemuda sudah membalikkan badannya dan sambil menunduk ia berjalan menuruni kembali lereng gunung menuju lembah. Sang putri merasa heran dan menghampiri pemuda tadi dan bertanya, "mengapa engkau berpaling,??? Apakah aku tidak menarik hatimu,??? . Sambil tetap menunduk pemuda tadi berujar, "putri sangatlah cantik dan menawan,setiap pemuda yang melihat putri pastilah akan jatuh cinta ( jalal mesem-mesem sendiri,entah apa yang sedang ia pikirkan yang jelas jodha tidak melihatnya) begitu juga dengan saya putri. Namun saya hanyalah pengembala miskin yang tidak mungkin mampu memberikan barang-barang yang bagus apalagi perhiasan yang indah untuk menyenangkan hati putri," sang pemuda terdiam sejenak kemudian melanjutkan,"saya juga bukan seorang terpelajar yang bisa merangkai kata dan kalimat untuk memikat hati sang putri,bagi saya sudah merupakan anugrah,"
Jodha mendongakkan kepalanya untuk melihat ekspresi jalal, "iya-iya,,,aku juga bukanlah pria yang bisa merangkai kata-kata indah untuk merayu mu ratu jodha,tapi kalau kau ingin aku melakukannya nanti aku akan berguru pada ratu salima yang seorang puitis," ujar jalal sambil memgelus sayang kepala jodha. Jodha tersenyum lepas kemudian melanjutkan,
"pemuda itu melanjutkan langkahnya menuju lembah,sang putri terpana karena baru kali ini dia bertemu pria yang tidak merayu dan mengumbar kata-kata manis untuk memikatnya. Dengan lirih sang putri berkata, "kalau engkau merasa senang denganku,datanglah berkunjung kembali kesini nanti," . Sang pemuda tersenyum gembira sambil melambaikan tangannya,akhirnya singkat cerita pemuda itupun rajin mengunjungi sang putri,walaupun stiap ingin bertemu ia harus bersusah payah mendaki gunung. Mereka pun semakin dekat dan akrab. Sang putri merasa kagum dengan kepolosan dan kejujuran sang pemuda begitu juga dengan kegigihannya saat melewati rintangan ketika mengunjunginya. Sang putri yang biasa nya bersikap dingin itu kini mulai mencair dan hangat.
"ah,,,sang putri itu mirip dengan mu ratu jodha. Awalnya sangat dingin dan kini mulai menghangat karena diriku," jalal terkekeh.
Jodha berkata dengan nada galak untuk menyembunyikan rasa malunya akibat digoda oleh jalal, "kalau seperti ini ceritaku tidak akan selesai shahensha,,," jalal seperti anak murid yang takut pada ibu guru langsung mengkerut dan kembali mendengarkan cerita istrinya,
"Akhirnya putri jatuh cinta pada si pemuda,mereka menjalin cinta kasih. Namun ditengah kegembiraan yang mereka rasakan berita ini pun sampai kepada raja. Putri dipanggil menghadap raja dan menerima wejangan, "anakku ,,,dunia kita berbeda. Seorang peri terlarang untuk menikahi manusia,kita harus berjodoh dengan sesama peri juga," . Raja diam beberapa saat kemudian melanjutkan, "aku telah memerintah penjaga untuk menghalangi pemuda itu datang mengunjungi mu lagi,bulan depan adalah pertemuan terakhir yang bisa engkau lakukan bersama dengannya beritahukanlah hal ini padanya," . Ketika bertemu untuk terakhir kalinya,sang putri pun memberitahukan pertemuannya dengan raja. Sipemuda terdiam dan tertunduk sedih,putri berucap lembut,"tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali berpisah ,karena alam kita berbeda. Percayalah aku akan selalu mengingat dan mencintai mu," . Pemuda itu menengadah dan berkata," ketika pertama bertemu denganmu,begitu juga kini ketika terakhir kali aku bisa melihat mu,yang aku punya hanyalah sebuah hati yang terukir nama mu dan tidak akan pernah ku tuliskan nama lain didalam hatiku ini. Aku akan menjaga tulus sucinya hatiku untukmu hingga akhir hidupku," . Sang pemuda lalu berdiri dan mencium kening putri. Ia kemudian berjalan menuruni lereng menuju lembah di ikuti oleh para peri penjaga. Semenjak hari itu sang putri selalu bersedih dan menangis. Setiap tetes air matanya mengeras lalu memutih indah di atas hamparan salju yang kemudian berubah menjadi hamparan bunga putih indah yang sering kali oleh para warga yang tinggal dilembah itu menyebutnya bunga edelweiss. Hingga akhir hayat keduanya tidak pernah menikah dengan orang lain demi mengabadikan cinta mereka satu sama lain.
Jodha selesai dengan ceritanya,diam dan hening sejenak. Jalal lalu memecah kesunyian ,dia menyuruh jodha untuk berbaring disisinya sambil ia merentangkan lengan kanannya sebagai bantal kepala jodha. Jodha tidak menolak ,ia berbaring disisi jalal berbantalkan lengannya.
"lalu,,,apakah hubungannya mitos bunga edelweiss itu dengan kisah kita ini ratu jodha,???
Jodha menatap manik mata gelap milik jalal,
"shahensha,,,aku memang bukanlah seorang peri tapi aku juga seorang putri yang tentu saja juga sangat cantik(jodha terkekeh geli dengan ke-PD-annya dan jalal juga ikut terkekeh geli tapi tidak berkomentar karena memang kenyataan) dan kau juga bukanlah seorang pengembala tentunya,karena kau adalah seorang kaisar yang punya kekuasaan dan juga kekayaan hingga mampu untuk memberikan barang-barang mewah untukku tidak seperti sipemuda pengembala tadi. Tapi shahensha,,,tidakkah kau menyadari kalau pencapaian kita pada saat seperti sekarang ini sangatlah tidak mudah,butuh pengorbanan yang extrim demi sebuah pencapaian pada cinta kita,kau telah berusaha keras untuk memenangkan hatiku,sama seperti sipemuda yang berjuang keras mendaki gunung yang terjal demi menemui sang peri pujaan hatinya, "
Jalalm memotong ucapan jodha,
"dan kau ratu jodha,,,kau juga sudah berkorban sangat besar untuk ku. Kau rela meminum racun benazir demi menyelamatkan nyawa ku. Itu pengorbanan yang tak ternilai oleh apapun ratu jodha,"
Jodha tersipu malu,dan mengatakan itu hanya tugas dan kewajiba yang memang sudah seharusnya ia lakukan. Jalal mengecup kilat bibir jodha,kejadian itu begitu cepat hingga jodha hanya bisa berekspresi melongo dan tertegun untuk beberapa detik. Tapi kemudian dia melotot hendak marah pada jalal,
"eits,,,jangan marah ratu jodha,bukankah kau sudah membalas cintaku jadi tidak ada alasan lagi untuk kau marah hanya karena aku mencuri ciuman darimu,"
Jodha bereaksi marah yang dipaksakan,
"siapa bilang aku membalas cintamu shahensha,,,aku belum mengatakan bahwa aku sudah membalas cintamu,"
"baru saja kau mengatakannya ratu jodha," ujar jalal cepat. Jodha tertegun dengan kenyataan bahwa dia baru saja secara tidak langsung mengatakan kalau ia sudah membalas cinta jalal.
***
Jodha mengusap lembut dada bidang jalal. Jalal bergetar merasakan usapan lembut tangan jodha,syaraf-syarafnya menegang dan ada aliran aneh didalam darahnya hingga membuat pipinya terasa memanas,letupan-letupan gairah mulai mencuak kepermukaan.
"shahensha,,,putri dan sipemuda berbeda alam sedangkan kita berbeda agama. Mereka tidak dapat menikah dan kita bisa,jadi pengorbanan kita jangan sampai tersia-siakan. Aku ingin cinta kita abadi bukan abadi seperti edelweiss tapi abadi yang sebenarnya. Kau sudah mendapatkan hatiku dan jangan pernah kau melepaskannya ,jagalah hatiku ini dan jangan kau sakiti lagi shahensha,,,"
"sssttt,,,ratu jodha,tanpa kau mintapun aku akan menjaga hatimu dan tidak akan menyakitinya ,aku juga tidak akan melepaskan hatimu. Aku sangat bersyukur karena kau telah membalas cintaku dan aku merasa sangat bahagia,memenangkan sebuah peperangan tidaklah sebahagia saat aku memenangkan hatimu ratu jodha,terimakasih ,,,terimakasih ratu jodha,semoga allah meridhoi cinta kita ini,"
"amiiinn,,," jawab jodha. Jalal tersenyum senang mendengarnya. Jodha sekarang meminta jalal menerangkan kenapa dia datang ke meina bazar memakai pakaian biasa,dan jalal menjawab sambil menarik jodha kedalam dekapannya,
"itu karena aku ingin mendatangimu sebagai pria biasa,rakyat biasa bukan sebagai seorang raja yang walaupun punya kekuasaan tapi membuatmu hidup didalam penekanan ratu jodha. Maafkan aku yang terlahir sebagai seorang raja yang punya banyak wanita didalam hidupnya. Jujur aku ingin dilahirkan sekali lagi sebagai orang biasa agar aku hanya bisa menjadi milikmu seorang,"
Jodha terharu mendengarnya,matanya berkaca-kaca dan tanpa dapat dicegah bulir-bulir bening itu meluncur turun dari sudut matanya,
"shahensha,,,aku mencintaimu," ucap jodha tegas. Jalal seperti terbang kelangit ketujuh saat mendengar jodha mengucapkan kalimat itu,seakan tak percaya pada pendengarannya ia meminta jodha mengulang lagi ucapannya,jodha pun patuh dan mengucapkannya lagi,
"aku mencintaimu shahensha,,,"
"lagi ratu jodha,"
"aku mencintaimu shahensha,,,"
"sekali lagi ratu jodha,," jodha pun menuruti. Demi neptunus jalal sangat bahagia dan tanpa sadar dia mencium bibir jodha. Jodha kembali terkejut dan ingin menarik diri tapi jalal menahan tengkuknya hingga membuat ia tertahan ditempat semula.
Jalal menunggu dan hanya menempelkan bibirnya,dia ingin tahu sebesar apa jodha akan berusaha menolak tapi untuk beberapa lamanya jodha tetap diam dan itu jalal asumsikan sebagai persetujuan,kemudian ia mulai melumat dan mengecap bibir tipis milik jodha.
Jodha merasakan dadanya berdebar-debar dan jantungnya serasa mau lepas dari tempatnya,begitu juga dengan yang dirasakan jalal. Kini ciuman itu memanas dan menuntut,jodha tetap diam tanpa pembalasan. Jalal terpaksa harus aktif sendiri dan mengerti kalau itu pertama kali bagi jodha.
Ciuman jalal kini turun keleher jenjang milik jodha,
"enghh,,," jodha repleks melenguh saat mulutnya terbebas dari pangutan jalal. Dia mencengkram erat pinggiran jas kebesaran jalal. Matanya terpejam erat,dan jalal sangat menikmati pemandangan itu,
Suasana makin panas mana kala tangan jalal mencoba melepaskan tali-tali pengikat baju jodha dan sedikit menyingkapkannya ,jodha yang merasakan dingin akibat hembusan nafas jalal di dada bagian atasnya membuka matana yang sejak tadi tertutup rapat dan wajahnya merah padam saat melihat keadaan dirinya.
Bagaimana tidak,kini bajunya sedikit terturun dan tangan jalal mencoba menarik lebih kebawah lagi bajunya. Jalal menghentikan aktivitasnya sejenak dan memandangi wajah jodha yang sudah merah padam karena malu,ia memandang dengan tatapan memohon pada jodha.
Jodha yang tidak tega melihat wajah jalal yang memelas dan sangat mengharap akhirnya memejamkan mata tanda ia setuju kalau jalal melakukan apa yang semestinya terjadi sudah sejak lama,kegembiraan jalal tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata saat mendapat persetujuan dari jodha,maka ia segera membenamkan wajahnya dileher jenjang milik jodha sambil tangannya yang tadi menyentakkan baju jodha kebawah dan bersamaan dengan itu tangan jodha yang entah kapan sudah memegang tali kelambu ikut menyentakkan tali itu hingga tirai kelambupun ikut turun dan menutupi pemandangan intim mereka.
***
Hari sudah pagi,cicitan burung yang bersahut-sahutan dan ditambah sinar matahari yang menelusup masuk lewat celah-celah jendela mengusik kelelapan tidur pasangan ratu dan raja kita yang baru saja menghabiskan malam pertama mereka. Jodha mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiasakan dengan sinar matahari yang menyilaukan.
Jodha merasakan hembusan nafas jalal menerpa wajahnya,dia sedikit menegang saat mendapati keadaan mereka saat ini. Tangan jalal melingkar posesif dipinggangnya ,dan dia juga baru sadar kalau tangannya juga melingkar di pinggang jalal. Wajahnya kembali memerah karena malu,lama jodha memandangi wajah damai jalal saat terlelap dan tanganya terangkat menuju pipi jalal mengelusnya lembut,tapi tiba-tiba,,,
"kau membuatku geli ratu jodha," ujar jalal sambil masih memejamkan matanya,
Jodha repleks ingin menarik tangannya tapi tangan jalal sudah lebih dulu menahannya dan menariknya kearah mulut kemudian mengecupnya lembut,jodha menikmati perlakuan jalal dengan memejamkan matanya tapi tindakkan nya itu salah karena secepat kilat jalal mengecup bibirnya,membuat jodha terbelalak kaget,
"morning kiss ratu jodha,,,heheee," jalal nyengir kuda.
jalal menarik jodha kedalam dekapannya mencoba memberikan kehangatan pada tubuh jodha karena suasana pagi itu sangat dingin,
"shahenhsaa,,,kita harus segera bangun,aku harus melakukan puja dan kau harus mengurus dhewan e khas mu," ujar jodha sambil mendorong pelan dada jalal. Tapi jalal mempererat dekapannya,
"biarkan sebentar ratu jodha,,,biarkan seperti ini sebentar lagi," pinta jalal kemudian mengecup puncuk kepala jodha. Jodha akhirnya meluluskan kembali permintaan jalal dan ia membenamkan wajahnya didada jalal.
***
Jodha sedang bermain layang-layang ditaman istana bersama rahim,dan ruqaiya lewat tidak jauh dari tempat mereka. Jodha melihatnya kemudian memanggilnya,ruqaiya pun mendekat.
"ratu ruqaiya,,,kalau kau tidak ada kesibukan bermainlah dengan kami,ini menyenangkan," tawar jodha pada ruqaiya,
Ruqaiya menolak dengan alasan dia tidak bisa memainkan layang-layang,tapi jodha bilang dia akan mengajarinya. Wajah jodha terlihat sangat ceria dan itu membuat hati ruqaiya sakit,ia menduga pasti sekarang jodha sedang sangat bahagia,lalu ia pun setuju untuk bergabung bersama jodha dan rahim,benar saja dia tidak bisa memainkan layangannya karena kini layangan miliknya seperti akan turun dan rahim mengejeknya,jodha menegur rahim dan mengatakan kalau rahim dulunya juga tidak bisa ,rahimpun meminta maaf pada ruqaiya dan diam.
Ruqaiya menjerit tertahan saat benang layangan melukai tangannya,jodha panic dan menarik tangan ruqaiya kemudian tanpa merasa jijik ia pun menghisap darah dari luka ruqaiya. Ruqaiya terpana atas perlakuan jodha,ia tidak menyangka jodha bisa menganggapnya sahabat seperti itu setelah apa yang ia lakukan padanya selama ini.
Kini mereka bertiga bermain layang-layang dengan gembira,ruqaiya setelah diajari oleh jodha sudah sedikit pandai memainkan layangannya,dari jauh jalal tersenyum melihat kedua istrinya itu bisa berteman akrab seperti saat itu.
THE END...


KereN kakak....Makasih yaaa.... Aku baru seMpet bacaNya...
BalasHapusOk,,,sm2 dd
Hapus