Entri Populer

Kamis, 29 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.24







"kau tahu,??? Hal tersulit dalam hidupku adalah MENCINTAIMU . lalu kenapa saat aku sudah jatuh cinta padamu,kau seolah ingin pergi dariku.??? "




***

"sayang... bertahanlah,!!!" jodha berujar panik. Dia ikut berlari disamping tempat tidur dorong jalal. Menggenggam erat tangan sang suami. Berharap bola mata dengan sorot tajam itu terbuka dan kembali menatapnya penuh cinta. Namun nihil, jalal tetap tertidur dengan tenang, dia seolah enggan membuka matanya dan seolah dia benar-benar telah ikhlas meninggalkan semua yang ia punya di dunia ini termasuk jodha wanita yang sangat ia cintai,

"maaf, keluarga pasien hanya boleh mengantar sampai disini." Seorang suster menahan jodha,ruqaiya dan juga adham khan.

Jodha mengangguk pasrah. Jodha tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat jalal digiring masuk ke ruang UGD. Lampu ruangan itu menyala, operasi sedang berlangsung di dalam sana. Dia meraba dinding terdekatnya, lalu jatuh terperosok ke lantai, tubuhnya bergetar hebat. Dunia seakan telah berakhir baginya,bayangan jalal yang akan pergi meninggalkannya membuat dia seakan ingin mati juga bersama jalal. Ruqaiya segera menghampirinya dan ingin membantunya berdiri,tapi jodha menepis tangannya dengan kasar,

"simpan saja kemunafikan mu itu, " ujar jodha sinis,

Ruqaiya tidak bisa berbuat apa-apa,ia sadar kalau ia memang tidak pantas untuk memberikan perhatian sekecil apapun,karena kalau bukan karena ulahnya maka jalal tidak mungkin sekarat seperti sekarang ini,lalu ia pun segera menepi kesudut ruangan. Adham khan sedang menghubungi hamida dan juga keluarga jodha. Jodha masih menangis terpekur dilantai yang dingin itu,hingga satu sentuhan lembut dibahunya menyadarkannya,ia menoleh dan mendapati senyuman hangat dari seorang ibu,ibu yang akan selalu ada untuk anak-anaknya,ibu yang selalu ada untuk menjadi sandaran kala anak-anaknya sedang terpuruk,jodha langsung menghambur kepelukan ibunya meinawati, sambil menangis tersedu-sedu,

"ibu,,huhhuhhuu,,,hiks,,hiks,,"

Meinawati mengelus sayang kepala putrinya,dan mencoba untuk membuat jodha tegar,

"dia akan baik-baik saja sayang. Dewa krisna akan menjaganya, "

Hamida yang juga sedang menepuk-nepuk punggung menantunya itu,tak ketinggalan juga memberikan kekuatan pada jodha,

"jalal anak yang kuat jodha,ibu yakin dia pasti akan bisa melewati masa sulit ini, "
*****

2 jam sudah berlalu, namun pintu ruangan dimana jalal menjalankan operasi belum juga terbuka. Yaa,,,jalal masuk ruang operasi dikarenakan peluru yang masih bersarang ditubuhnya. Setidaknya peluru itu tidak mengenai jantungnya, begitulah yang dikatakan dokter. Hingga membuat perasaan jodha dan yang lainnya bisa sedikit lega,jodha menatap pintu UGD dengan perasaan kacau. Jalal tertembak dibahu kiri agak kebawah dan tepatnya peluru itu tertanam mengarah ketengah.


Selama operasi berjalan, jodha terus berada dalam pelukan meinawati,pelukan sang ibu menghilangkan sedikit kegelisahannya. Dan jodha bersyukur, disaat seperti ini ia didampingi oleh kedua orang tua serta keluarga yang lain. Hampir 3 Jam, barulah ruang operasi terbuka,namun bukan kabar gembira yang mereka dapatkan dan mereka yang berada diluar harus kembali menelan kekecewaan ketika operasi itu belum juga usai.

"dia membutuhkan banyak darah,stok darah golongan A kami habis. Adakah yang golongan darah A disini.???" ujar dokter begitu keluar dari ruangan operasi.

"golongan darah ku A, ambil darahku saja," ucap adham cepat,

"golongan darahku juga A." ruqaiya ikut berdiri. Menatap penuh harap pada sang dokter,ia benar-benar merasa bersalah atas kejadian itu.

"baiklah, mohon ikuti ganhosa yang akan mengecek darah kalian." ujar dokter.

Adham dan ruqaiya mengangguk,keduanya bergegas mengikuti seorang suster yang telah berjalan lebih dulu. Jodha semakin sedih karena ia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu jalal bahkan golongan darahnya saja tidak sama dengan golongan darah suaminya. Akhirnya setelah operasi yang panjang selama lima jam lebih limabelas menit. Jalal berhasil diselamatkan,namun pria itu belum melewati masa kritisnya,jalal ditempatkan diruang ICU dengan penjagaan yang ketat dari pihak atgah khan,pria paruh baya itu tidak mau terjadi sesuatu yang buruk lagi dan ia menyesal saat kejadian itu ia sedang berada diluar negri untuk mengurus beberapa proyek.
*****

Sejak jalal dipindahkan ke ICU, jodha selalu menungguinya. Dia bahkan tidak membiarkan matanya terpejam sedikitpun, mata indah itu terus mengawasi sosok suaminya yang terbaring lemah diranjang.

"sayang, cepatlah bangun. Aku menunggumu disini." Jodha mengecup jemari jalal,ia menggenggam erat tangan yang terasa dingin itu, jodha menatap miris wajah jalal yang dipenuhi lebam.

"tangan ini begitu dingin,biasanya tangan ini begitu hangat saat menggenggam tanganku, " jodha tercekat,ia ingin menangis tapi air mata itu seakan kering hingga membuat dadanya terasa sakit dan sesak.

Suara dengungan mesin mendominasi suasana kamar,jodha tidak mengerti alat-alat apa saja yang dipasangkan ketubuh jalal. Dokter mengatakan jika jalal berhasil melewati masa kritisnya dalam 3 hari, berarti operasi berhasil. Tapi jika tidak, maka akan dilakukan operasi ulang. Setidaknya jodha bersyukur peluru itu tidak mengenai jantung,hanya menggores sedikit jantung jalal, hal itulah yang membuatnya kritis seperti ini, ditambah luka dalam akibat pukulan.

"aku merindukan suaramu." lirih jodha,

Hening,,,tid
ak ada jawaban. Jodha menghela nafas berat,berdoa semoga saja tuhan membangunkan suaminya sesegera mungkin.

"cepatlah bangun. Aku tidak bisa hidup tanpamu, sayang. "  air mata itu akhirnya keluar lagi, (hiks,,,hiks,,,author sediiihhhh).
*****


"jodha,,,jodha bangun lah,!! hamida membangunkan jodha yang sedang tertidur dikursi disamping ranjang rumah sakit,dimana jalal terbaring kaku disitu. Ternyata jodha tidak sadar bahwa ia tertidur juga akhirnya.

"ah ,,,ibu. Apakah sudah pagi,??? Jodha mengucek-ngucek matanya dengan tangan. Matanya sembab sekali,karena terlalu lama menangis.

"iya ,sayang,,,kau mandi dan makanlah dulu,biar ibu yang menggantikan menjaga jalal, " ujar hamida sambil mengelus sayang rambut hitam menantunya.

Jodha menghembuskan nafas berat,wajahnya yang biasanya bersinar kini tampak lesu dan pucat.

"tidak,ibu,,,aku tidak lapar dan aku akan mandi nanti saja, " jawab jodha,tangannya tidak pernah terlepas dari tangan kiri jalal yang terpasang jarum infus.

Hamida sedih melihat anak-anaknya itu,baru saja mereka merasakan kebahagiaan sekarang sudah menderita lagi,

"tapi nak,,kalau kau tidak makan nanti kau sakit dan jalal pasti tidak akan mengizinkan hal itu. Jadi ibu mohon makanlah, " hamida masih berusaha membujuk jodha.

"ibu,,,mengapa cobaan tidak pernah berhenti menguji ku,!!! Apa salah ku hingga aku yang harus selalu menerima cobaan berat seperti ini, " air mata itu tumpah lagi. Bahu jodha berguncang karena dia menangis dalam diam.

Hamida tidak sanggup rasanya melihat kepedihan yang sedang dirasakan oleh menantunya,ia pernah merasakan kehilangan orang yang ia sayangi,yaitu mendiang suaminya humayun ayah jalal. Dengan penuh kasih sayang ia memberikan penjelasan juga nasehat pada jodha,

"cobaan yang silih berganti datang itu jodha ialah agar kita bisa menjadi lebih kuat. Seperti pisau,yang kalau rajin diasah maka akan semakin tajam. Begitu juga hati manusia jodha,hati kita akan semakin kuat dan tegar saat cobaan datang menguji kita. Kita seharusnya melawan dan tawakal nak,bukan malah terpuruk dan putus asa, "

"itu benar sayang. Apa yang dikatakan ibu mertua mu itu benar sekali, kau harus bersyukur karena masih diberi ujian oleh yang kuasa. Dewa menguji mu karena mereka tahu kau orang yang kuat dan mampu untuk menghadapi ujian itu, " timpal meinawati ibu jodha yang tiba-tiba masuk sambil membawa bungkusan.

"ini,,,ibu bawakan makanan untuk mu. Kau harus makan,karena kalau kau sakit jalal pasti akan sedih , " meinawati menyalinkan makanan kedalam piring lalu memberikannya pada jodha.

Jodha menggeleng lemah sambil mengatakan lagi kalau ia sama sekali tidak lapar. Hamida dan meinawati tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk jodha agar mau makan. Akhirnya mereka keluar dan meninggalkan jodha yang sama sekali tidak mau menyentuh makanannya.
***

Dikantor jalal, abul mali sedang duduk dikursi presdir sambil tertawa terbahak-bahak,

"akhirnya,,,aku mendapatkan semua ini. Grup JA ada didalam genggaman ku, hahhahaaa,,,"

"kau hebat mali. Aku bangga padamu, dan aku semakin mencintai mu, " ujar wanita yang berpakaian sangat seksi dan dia duduk diatas pangkuan abul mali.

Abul mali menggerayangi tubuh wanita itu,yang mungkin adalah kekasihnya. Tangannya meraba setiap lekuk ditubuh padat dan sintal tersebut,

"kau memang harus mencintai pria seperti ku ,benazir. Aku adalah pria hebat dan tangguh,kau beruntung bisa menjadi kekasihku,,hhaaahhaaaa,," mali kini mendudukkan tubuh benazir keatas meja,kemudian ia melumat bibir benazir dangan penuh nafsu. Benazir juga tak mau kalah,dia melayani abul mali juga dengan sangat bernafsu. Hingga diruangan tersebut terdengar bunyi desahan dan erangan penuh nafsu dan kenikmatan. (aagggrrrr,,,ABU MALI,,,)
***

Ditaman rumah sakit,duduk seorang wanita dengan raut wajah penuh dengan penyesalan. Itu adalah ruqaiya,dia sangat menyesali kebodohannya karena kini jalal meregang nyawa akibat ulahnya sendiri. Matanya tak jauh beda dengan mata jodha,sangat sembab akibat menangis,

"apa kau menyesal,??? " sebuah suara wanita menegur dengan nada sinis.

Ruqaiya terkejut dan segera menoleh kesumber suara, ia melihat moti sedang menatap tajam dan sinis padanya,tatapan yang begitu mengintimidasi hingga membuat tenggorokannya tercekat. Ia tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun untuk menyahuti ucapan sinis moti yang menampar telak pada hatinya. Moti dengan kasar duduk disampingnya,

"kau wanita iblis,tidak berperasaan nona ruqaiya. Aku tidak mengerti kenapa ada didunia ini wanita seperti mu,!!! " moti mengeluarkan unek-uneknya tentang ruqaiya.

Ruqaiya yang biasanya akan meledug 😁 saat ada orang yang berkata kasar seperti itu padanya,kini tidak bereaksi apa-apa. Dia dengan tersenyum patah mengatakan pada moti ,bahwa ia melakukan itu karena cinta,

"ciihh,,,kau bilang karena cinta,??? Cinta pada siapa,,,tuan jalal,??? Kau gila nona, " ujar moti dengan nada mengejek.

Ruqaiya akhirnya kesal juga lama-lama,dia sedikit meninggikan suaranya dan menyuruh moti untuk diam saja atau kalau dia tidak mau diam maka ia pergi saja. Moti semakin geram,

"kau pikir aku suka dekat-dekat dengan mu seperti ini,??? heh, aku bahkan muak melihat tampang mu itu nona, "

"LALU KENAPA KAU DISINI,??? " bentak ruqaiya,

"PLAKKK" sebuah tamparan cukup keras mendarat dipipinya. Ruqaiya tercengang,tak percaya kalau moti menamparnya,

"aku datang untuk memberikan itu nona. Itu adalah sebuah hukuman kecil buat mu karena sudah menyakiti jodha sahabat ku, dan kau akan menerima hukuman yang berat dari para dewa atas kesalahan mu yang tak termaafkan ini, " nada suara mori naik 2 oktaf. Lalu ia pergi meninggalkan ruqaiya yang masih tercengang sambil meraba pipinya yang tadi ditampar oleh moti.

Ruqaiya menangis menangis sejadi-jadinya,tapi ia menangis dalam diam karena tidak mau menarik perhatian orang-orang disekitarnya,

"maafkan aku jodha,,,maafkan aku jalal,,,hiks,,hiks,,," semakin sedih ruqaiya karena tidak ada satupun orang yang mau mengerti perasaannya. Bahkan ia saat itu hanya sendirian tanpa seorang pun teman.
***

Sedangkan dikamar rawat jalal, jodha belum beranjak sedikitpun dari sisi suaminya itu. Sesekali ia terlihat tertawa kemudian menangis. Ironis memang,saat ia mulai membuka hati dan mulai mencintai jalal tapi takdir pahit datang menghantam lalu menghempaskannya jauh kedasar jurang yang dalam,

"mengapa kau begitu lemah seperti ini,??? Kau adalah pria arogan dan kuat,tapi mengapa kau belum membuka matamu sampai sekarang, !!! Ini sudah siang sekali, tidakkah kau merasa lapar,??? " jodha mengajak jalal berbicara yang tentu saja jalal tidak akan menyahut.

Hamida ,meinawati dan yang lainnya tidak dapat menahan tangis saat melihat betapa jodha sangat terpukul dengan keadaan jalal,padahal belum juga sehari penuh jalal tidak sadarkan diri tapi jodha sudah sangat sekarat keadaannya,

"apa yang harus kita lakukan sekarang,??? jodha tidak mau menyentuh makanannya. Kita juga tidak bisa memaksa karena ia pasti akan mengamuk, " ujar hamida pada meinawati. Meinawati tidak bisa memberikan saran apapun karena ia tidak pernah menghadapi keadaan jodha yang seperti sekarang ini,

Jodha mengelap wajah dan tubuh jalal,seolah ia memandikannya agar jalal merasa segar terus. Air mata yang tadinya mengalir tiada henti kini seolah kering tak bersisa. Jodha tidak dapat mengeluarkan air matanya lagi meski ia ingin menangis,kali ini mungkin air matanya benar-benar sudah kering,

"jika engkau merasa dunia ini hanya penderitaan yang kejam dan memedihkan. Maka setiap jam melukai mu dan yang terakhir akan mematikan mu, "

15 komentar:

  1. Mbk mitah aq tunggu2.ternyata nonggol juga…

    BalasHapus
  2. Baca part iNii...MeMbuat Ku ikutaN MeNaNgis...hiks...hiks...hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sm kk juga mewek nulis nya dd,,,hikss,,hikss,,

      Hapus
  3. eemmm perasaan kun ikut di obok2 mbak mitha :) okeh good job mbak saya nantikan ide briliant mbak mitha selanjutnya ;)

    BalasHapus
  4. Hiks...hiks....hiks....hiks....hiksss..... Huuuuuaaaaaaa....huuuaaaaaa....huuuuuaaa....... Mba Mitha..... Kenapa tragis bgt sih mba.... Udah gegana gara"besok rajat nikah sekarang tambah gegana setelah baca ff ini..... Nangis bombay. Jangan salahin saya ya mba kalo nanti blognya mba Mitha kebanjiran.....
    Hehehehehhe...... Bahot bahot sukriya mba..... Ff malam ini bener" menguras emosi....ikutan nangis baca scen jalal n jodha,gregetan sama ruqaiya,tambah gregetan lagi sama abul mali.... Next chapter semoga jalala udah sadar..... Sukriya The Briliant Lady.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hikss,,,hiksss,,,hikss,,,

      Kita dibawa kedalam alur kesedihan ,,,hehehee

      Gpp bnjir say,,yg pnting qm g tenggelam n bisa ttep betah d blognya aq,,,

      Ok ,,,d tgu yah part end nya ,,,insya allah part 25 end say ff CS

      Hapus
  5. so sad.....jadi ikutan nagis T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti meresapi nih ,,hikss,,hikss,,

      Mksi yah say

      Hapus
  6. Mithaaaa sedih banget sie. Jangan lama lama ah kritisnya. Buat bahagia lagi duuuunk tq

    BalasHapus
  7. akhirnya ruqaya ada yg menampar,thankyuu moti hahaa
    sakitnya jalal jgn lama" ya mbk mitha hehe sukriya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya say,,,g nyangka aq pas moti nmpar ruqaiya,,,hhhhh

      Ok, siippp . sm2

      Hapus
  8. hiks hiks hiks,,,di bikin mewek deh sm mb mitha

    BalasHapus