Sesuatu yang sebenarnya sudah diduga oleh jodha akhirnya terjadi juga. Walaupun sudah mengetahui kalau suatu saat nanti ia dan jalal akan menikah tapi tetap saja jodha terkejut dengan fakta bahwa sekarang ini dia sudah resmi menjadi istri sahnya jalal.
"moti,,,aku sepertinya sedang bermimpi buruk saat ini, " ujar jodha pada moti.
Moti mencoba menghibur sahabatnya itu dengan mengatakan kalau jodha harus merasa senang menikah dengan jalal,karena menurut moti sepertinya sekarang jalal sudah sedikit berubah,dia merawat jodha saat sedang sakit dan bla bla bla...moti terus saja ngoceh sedangkan jodha terlihat tidak mendengarkan moti.
Dia sibuk dengan pemikirannya sendiri,nanti malam adalah acara akad nikah mereka untuk kedua kalinya dengat adat agama islam dan akan dilangsungkan acara resepsi pernikahan mereka.
Saat itu moti sedang menghiasi jodha,awalnya hamida sudah ingin menyiapkan perias pengantin yang handal guna merias jodha. Tapi jodha menolak dan meminta agar moti saja yang meriasnya hamida ingin memaksa tapi karena jodha memohon dengan memasang tampang wajah memelas akhirnya hamida setuju,
"moti,,,kau harus merias menantu ku ini dengan baik dan sempurna. Ingat jodha harys terlihat sangat cantik malam ini,kau mengerti,???
"iya nyonya,,,saya mengerti. Nyonya tenang saja,karena jodha sahabat ku ini pada dasarnya memang sudah cantik,jadi tidak akan susah untuk merias wajahnya untuk menjadi lebih cantik, " jawab moti dengan sekalian memuji kecantikan jodha yang memang alaminya terlihat sudah cantik.
"kau benar sekali moti,menantu ku ini memang mempunyai kecantikkan yang natural dan alami. Jalal anak ku sangat beruntung bisa memperistri wanita seperti jodha ini,selain cantik jodha juga wanita yang baik, " ujar hamida sambil mengelus sayang kepala jodha. Lalu dia keluar dari kamar jodha karena ingin melihat kinerja para pelayannya dibawah.
Jodha dan jalal sebenarnya sudah melangsungkan akad nikahnya pertama dengan adat hindu. Resepsi pernikahan mereka adalah ide dari hamida ibunya jalal. Hamida sangking merasa bahagianya sampai ingin menunjukan jodha sebagai menantunya kepada dunia. Orang tua jodha sudah mencoba menolak agar pesta resepsinya dibuat sederhana saja. Tapi hamida tidak mau tahu dan memaksa ingin mengadakan pesta akbar untuk jodha dan jalal.
Malam pun tiba,rumah kediaman jalal sudah disulap menjadi seperti sebuah istana yang sangat megah,dengan dekorasi-dekorasi yang sangat indah. Dilengkapi dengan hidangan-hidangan makanan yang lezat-lezat.
Terlihat dipintu utama mulai berdatangan tamu-tamu undangan dan para relasi bisnis keluarga hamida. Disaat semua orang sedang merasa bahagia dengan acara pernikahan itu,ada beberapa orang yang terlihat tidak merasa bahagia,diantaranya adalah ruqaiya.
Ruqaiya sedang berada dikamar jalal,saat itu dia sedang memeluk erat lelaki yang sangat ia cintai dan kini pria itu mau menikah meninggalkan dirinya.
"jalal,,,hentikan pernikahan ini,ayo kita lari dan kita bisa hidup berdua saja. " ujar ruqaiya sambil menangis dipelukan jalal.
Jalal sebenarnya tidak tega pada ruqaiya,tapi dia juga tidak mau mengecewakan ibunya. Terpaksa jalal harus mengesampingkan ruqaiya dan dia memilih membahagiakan ibunya. Padahal sebenarnya jalal sendiri tidak terlalu menolak pernikahannya dengan jodha,dia tidak munafik kalau dia juga menginginkan pernikahan itu.
"ruqaiya,,,aku tidak bermaksud untuk melukai mu seperti ini . tapi aku juga tidak bisa menolak keinginan ibuku,aku tidak mau mengecawakan beliau. Ruqaiya,percayalah walaupun aku menikahi jodha tapi aku sama sekali tidak mencintainya,aku hanya mencintai mu saja ruqaiya, " jalal sedikit mengumbar rayuan gombalnya untuk menenangkan hati ruqaiya.
"jalal,,,kau jangan membohongi ku. Aku tau kau sudah mulai tertarik dengan jodha,kau jahat sudah membohongi ku yang adalah teman masa kecil mu dan juga kekasih mu. " ruqaiya melepaskan pelukannya pada jalal.
Ruqaiya mengambil vas bunga lalu menghempaskannya kelantai,kemudian mengambil pecahan vas tersebut. Jalal panik dan segera menghampiri ruqaiya,tapi saat dia mau menyentuh ruqaiya, ruqaiya mengancam kalau jalal menyentuhnya maka ia akan memotong nadinya.
Jalal tertegun dengan kenekatan ruqaiya,dia menanyai ruqaiya apa yang di inginkan ruqaiya. Ruqaiya mengatakan jalal boleh menikah dengan jodha,tapi ia harus mengizinkan dia untuk tinggal bersama mereka setelah mereka menikah nanti,dan satu hal yang sangat mengejutkan jalal,ruqaiya meminta jalal harus mengabiskan malam pertamanya dengan jodha hanya dengan dirinya,
"aku ingin malam ini,setelah acara selesai kau harus tidur dengan ku. "
"ruqaiya,,,apa kau sudah gila,!!! Mana mungkin aku ,,,
Ucapan jalal terhenti karena ruqaiya mulai menggoreskan sedikit pecahan pas tadi kepergelangan tangannya dan tangan itu sedikit berdarah,
"RUQAIYAAA,,," teriak jalal sambil dengan gerakan cepat menarik tangan ruqaiya yang memegang pecahan vas lalu melemparkan pecahan tersebut.
"baiklah ruqaiya,,,aku akan menuruti kemauan mu,tapi berjanjilah kau tidak akan melakukan hal bodoh seperti tadi. Aku mencintai mu,,,aku mencintai mu ruqaiya, " ujar jalal sambil mengelus rambut ruqaiya.
Ruqaiya menyeringai licik, "jalal,,,aku tidak akan pernah melepaskan mu untuk dimiliki oleh wanita lain apalagi jodha. Luka kecil ditangan ku ini akan kau rasakan balasannya jodha,,,hhhhhh " bathin ruqaiya.
Acara akad nikah akan segera dimulai,jalal turun menuju lantai bawah dimana disana sudah menunggu para saksi dan juga pak penghulu. Dia duduk di hadapan penghulu,kemudian mc meminta mempelai wanita untuk turun.
Jodha sambil dituntun oleh moti turun menuju lantai bawah,malam itu jodha benar-benar sangat cantik. Dengan balutan kebayak putih dan polesan make up yang minimalis membuat wajahnya memancarkan kecantikan yang natural.
Hamida merasa puas dengan hasil karya tangan moti pada jodha. Meinawati dan bharmal juga seakan tak percaya kalau itu adalah jodha putri kesayangan mereka. Saudara-saudara jodha yang lain berdecak kagum.
Jalal orang yang paling dibuat terpesona,matanya sama sekali tidak berkedip menatap jodha yang bagaikan bidadari sedang turun kebumi itu. "ya khudaa,,,begitu sempurna ciptaan mu ini. Aku baru menyadari kalau jodha begitu sangat cantiknya, " jalal membathin.
Prosesi pernikahan pun dilangsungkan,terlihat jalal sering mencuri-curi pandang pada jodha. Tapi jodha tidak menyadarinya,dia hanya menunduk sedih selama proses pernikan itu. Penghulu menanyai jalal apakah dia sudah siap,jalal dengan tegas mengatakan kalau dia sudah siap. Ijab kobulpun ia ucapkan.
Semua orang mengucap syukur karena semua berjalan dengan lancar,kini jalal harus memasangkan cincin pernikahan pada jari jodha,begitupun dengan jodha. Prosesi akad nikah sudah selesai,kini mereka harus kepelaminan guna mengikuti acara pestanya. Terlihat seorang potografer yang di siapkan khusus oleh hamida sedang menuju ke arah jodha dan jalal,dan mengatakan kalau dia akan memotret mereka. Tapi jodha tentu saja menolak,jalal juga begitu.
Hamida yang melihat itu segera menengahi,dan mengatakan kalau mereka berdua harus membuat poto kenang-kenangan. Tidak ada diantara orang dua tadi yang mampu menolak keinginan hamida. Jodha berpose dengan memaksakan tersenyum lepas,sedangkan jalal berpose dengan memasang tampang cemberut,karena ia melihat ruqaiya sedang melotot ke arahnya.
.jpg)
~o~
Tidak terasa pesta sudah berakhir,para tamu dan undangan yang sudah sempat menikmati hidangan satu-persatu menuju kepelaminan untuk memberikan ucapan selamat dan mendoakan jodha dan jalal.
*****
Dikamarnya,jodha dibantu oleh moti mau melepaskan semua aksesoris yang melekat ditubuhnya termasuk baju yang ia pakai.
"aku sangat lelah moti,sepertinya aku harus mandi air hangat untuk merileks kan tubuhku, " ujar jodha.
"baiklah jodha,aku akan menyiapkan semua perlengkapan mandimu setelah membantu kau melepaskan semua ini, " sahut moti.
Tiba-tiba jalal datang dan langsung masuk setelah sebelumnya melepaskan alas kakinya. Jodha terkejut dan seketika menjadi tegang,
"untuk apa kau ke sini, " dengan nada ketus,jodha melihat jalal dari cermin dihadapannya.
Moti menegur jodha,dia mengatakan jodha tidak boleh bersikap seperti itu pada jalal karena kini jalal adalah suaminya. Jodha berkomentar kalau moti sudah terlalu cerewet dan lebih baik diam saja. Moti menarik nafas berat melihat tingkah jodha.
Jalal dengan tatapan 'membunuhny' berjalan mendekat pada mereka,dia melirik pada moti sebagai isyarat menyuruh moti keluar,moti mengerti dan menurut tapi jodha menahannya. Jalal dengan suara pelan berkata agar jodha jangan membuat dia marah,jelas didalam pelannya suara jalal terselip nada kemarahan yang tertahan.
Jodha dengan terpaksa menurut. Jalal perlahan mendekati jodha yang sedang duduk di depan meja rias. Dia dengan ekspresi tak terbaca mulai melepaskan semua aksesoris jodha. Jodha tentu saja tidak mengizinkan tapi jalal memaksa.
Saat semua aksesoris telah dilepaskan kini tangan jalal meraba dibalik punggung jodha untuk mencari resteling baju kebayak itu. Jodha menegang,
"aku tau kau adalah suamiku,tapi kau jangan bermimpi kalau aku akan mengizinkan kau untuk menyentuhku sebagai seorang suami,hentikan tangan mu sekarang, " jodha hendak berdiri. Tapi jalal menekan bahunya hingga membuat jodha terduduk kembali.
Jalal berjongkok dan mendekatkan mulutnya ke telinga jodha,sambil tangannya terus menekan resteling baju jodha kebawah dengan sangat perlahan.
"kau pikir aku akan menuruti kemauan mu, hah,??? Jodha,,jodha ,,,kau sekarang sudah sah menjadi istriku dan aku berhak melakukan apapun terhadapmu tak terkecuali menghabiskan malam pertama ini bersamam mu dan kau harus melayani ku dengan suka rela. "
Jodha membeku,dilema menghantamnya disatu sisi dia memang sudah mempunyai kewajiban untuk melayani jalal,tapi disisi lain dia sangat membencinya dan harga diri jodha tidak mengizinkan dia untuk melakukan kewajibannya itu.
Kini resteling baju itu sudah setangah terturun,jalal melihat punggung jodha yang sangat putih dan mulus,darahnya berdesir dan ia mulai terserang nafsu. Tangan satunya mulai terangkat untuk menyentuh dan menjamah punggung jodha yang terekspose itu.
Jodha merasakan sentuhan tangan jalal dipunggungnya dan itu membuat dia repleks berdiri,kali ini jalal tidak sempat menahannya, jodha berbalik menghadap jalal dan menudingkan jari telunjuknya tepat-tepat ke wajah jalal,
"kau,,,kau tidak berhak menyentuhku. Aku tidak ingin kau menyentuhku,dan ku harap kau sebagai seorang muslim mau menghormati keputusan ku ini. "
Jalal menggertakan rahangnya menahan emosi,tapi ia segera teringat pada tujuannya kekamar jodha ,
"aku tidak peduli " ujar jalal sambil menarik tubuh jodha dan menghempaskannya ke tempat tidur,
Jodha tidak menyangka jalal akan melakukan itu,dia mencoba bangkit tapi jalal segera menindihnya hingga membuat jodha tidak bisa berbuat apa-apa,jodha mengatai jalal dan mengatakan kalau jalal bukanlah cerminan yang baik sebagai seorang muslim.
Mendengar jodha kembali menyinggung tentang agamanya,jalal semakin marah dia membalikan tubuh jodha dan kini posisi jodha jadi tengkurep di ranjang. Jalal yang dalam posisi duduk menekankan kedua tangannya ketangan jodha,memblokir pergerakan jodha untuk melawan.
"tubuh mulus ini,,,kau harus dengar jodha. Aku sama sekali tidak tertarik untuk menikmatinya,aku hanya ingin tahu sebatas mana kau punya usaha untuk melawan ku. Kau tidak akan mampu melawanku jodha,apalagi kalau disaat aku sudah diselubungi nafsu maka penolakkan mu akan sia-sia, "
"lalu kenapa kau melakukan ini padaku,kau terlihat seperti ingin memintaku melayani mu, "
"kau jangan merasa se'PD itu jodha. Aku hanya ingin membuat kesepakatan denganmu,tapi tadi aku terpikir untuk menggodamu dengan melakukan ini semua dan ternyata kau masih tetap jodha yang sama seprti tunangan ku,"
Jalal menarik dengan gerakan cepat resteling baju jodha. Jodha sedikit bergidik takut kalau-kalau kulitnya akan terluka oleh perbuatan jalal tadi. Jalal turun dari tempat tidur dan berdiri disisi ranjang. Jodha dengan cepat bangkit untuk duduk.
"katakan,,,kesepakatan apa yang kau ingin buat dengan ku,???
Jalal menyeringai, "aku ingin kau menyetujui ruqaiya tinggal bersama kita dirumah kita nanti dan kau tidak boleh menolak, "
Jodha terkejut,walaupun dia tidak mau melakukan kewajibannya sebagai seorang istri ,tapi mendengar jalal mengatakan ruqaiya akan tinggal bersama dengan mereka itu adalah hal yang tidak masuk akal baginya,
"apa kalian berdua sudah gila,mana mungkin hal itu aku setujui. Apa kata orang-orang nanti kalau ruqaiya tinggal bersama dengan kita, "
Jalal terkekeh, "lalu kalau orang-orang mengetahui kau tidak mau melayaniku sebagai seorang istri,apakah kau memikirkan juga apa tanggapan mereka akan hal itu,??? Sudahlah jangan membantah karena kalau tidak aku akan 'menghabisi' mu malam ini, "
Jalal sengaja memberi penekanan saat menyebut 'menghabisi' dan itu membuat jodha bergidik. Akhirnya dia menyetujui hal konyol itu...

Tega bangt sih si SIJALLADD..., Trisms di tunggu Kljtnya
BalasHapusThx jg udah mampir d blog saya 😃
BalasHapusMbk, Dek / Jeng , Sorryyy yo ........aku bukan hanya mampir tapi .......jadi pengemar. Terima Kasih banyak. Tuhan yang bales.
HapusSukriyaaa say, udah sng dgn isi blog aq,
HapusSmg ff 2 aq bs menghibur semua yg mampir d blog ini :-)
Keep fighting mbak.... Thanks
BalasHapusOk,,,
HapusSm2 :-)
Itu fotony...lucu mirip2, lanjut min..
BalasHapusNanti yah,,,lusa mgkin :-)
HapusKereN baNgett kakak,,,,Makasii yaaa,,,
BalasHapusSm2 dd
Hapuskpan nih lnjutannya....
BalasHapusItu sdah d post part.17 nya
Hapussktar 2/3 hr lg ,,,mungkin :-)
BalasHapussibuk soalnya