" Kau tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi,
Hanya dari sekuntum bunga abadi.
Tapi cinta sejati itu juga bukan dari sekuntum bunga Edelweiss.
Kau justru tidak akan mendapatkan keduanya,
Jika kau tidak meyakini bahwa yang sedang kau rasakan sekarang,
Adalah Cinta Sejati dan juga Abadi. "
~~~°°°~~~
Meina bazar tiba,keadaan begitu ramai sekali. Banyak rakyat yang datang untuk sekedar melihat barang dagangan bahkan juga ada yang datang untuk membeli. Semua ratu dan para selir raja jalal sangat antusias dalam menghias kios mereka demi agar bisa menarik perhatian sang kaisar. Tapi raja sendiri tak pernah melirik apa yang selir2 nya tawarkan kecuali hanya barang dari para ratu khas nya yang biasa ia perhatikan. Ratu ruqaiya selalu sangat percaya diri kalau hanya barang dagangan miliknya lah yang akan di minati oleh jalal. Tapi itu dulu sebelum ratu jodha menjadi istri sang raja jalaludin.
Dikamarnya,jalal sedang bersiap-siap untuk menghadiri meina bazar. Raja sangat kebingungan hari itu,setelan pakaian yang bagaimana yang harus ia kenakan,sebenarnya jalal sendiri merasa heran dengan dirinya pagi itu karena tidak biasanya ia bertingkah aneh seperti saat itu. Jalal merasa kalau hari itu ia harus tampil berbeda dari biasanya,ada suatu alasan yang mendorong hingga membuat dia harus tampil berbeda. "jodha" ...yaa, jodha lah yang menjadi alasan kenapa ia pagi itu ingin terlihat tidak seperti biasanya. Tapi kerena ia sama sekali tidak menemukan ide untuk memakai setelan seperti apa, ia pun jadi lemas dan tidak bersemangat.
"aakkhhh,,,mengapa aku jadi mementingkan penampilan ku hari ini,,,oh ratu ku jodha betapa kau telah memperbudak hatiku dan juga pikiranku. Aku memuja mu ratu jodha,aku telah takluk kepada mu. Tapi aku tidak menyesalinya ratu jodha,dan bahkan aku rela memberikan hidupku demi agar bisa bersama-sama dengan mu. " ujar jalal dengan tampang yang sulit dideskripsikan.
Tiba-tiba bibir tebal yang berhiaskan kumis tebal dan hitam itu tertarik membuat sebuah ukiran senyum, jalal menemukan sebuah ide.
*****
"ayo-ayo,,,kemarilah,lihat apa yang aku jual kalian pasti suka,ayo kemarilah, " suara yang cempreng dan seakan menghancurkan gendang telinga kita membahana ditengah hiruk pikuknya suasana meina bazar.yaa,,,itu adalah suara javeda istri adham khan menantu dari maham anga. Entah apalagi yang ia jual kali ini,tapi yang jelas kios milik javeda sangat ramai dikelilingi oleh banyak orang. Seperti biasa maham anga hanya bisa menelan ludahnya saat melihat tingkah javeda yang super duper menyebalkan menurutnya.
Sedang dikiosnya ,ruqaiya terlihat santai menikmati hokkahnya. Dia tidak begitu peduli pada acara meina bazar itu,karena dia yakin tanpa ia menawarkan jalal pasti akan langsung menuju ke kiosnya. Maham anga menggelengkan kepalanya melihat tingkah ruqaiya,kemudian ia mendekati ruqaiya,
"ratu ruqaiya,kau terlihat begitu tenang dan cuek. Tidakkah kau mau menyiapkan sesuatu yang berharga untuk menarik perhatian jalal.??? Coba kau lihat kios yang bersebelahan dengan milikmu ini,kios ratu jodha dipenuhi dengan bunga yang sangat banyak. Entah apa yang sedang di rencanakan ratu dari amer itu, "
"maham,,maham,,kau itu semakin tua semakin cerewet saja. Aku ini sudah sangat berharga bagi jalal,jadi aku tidak perlu menyiapkan sesuatu untuk menarik perhatian jalal, dan masalah ratu jodha yang memenuhi kiosnya dengan bunga-bunga,aku tidak mau peduli bahkan kalau istana agra sekalipun mau dia jadikan taman bunga aku tetap tidak akan tertarik, " jawab ruqaiya sambil menghisap dalam-dalam hokkahnya.
Maham anga tersinggung dikatakan semakin tua semakin cerewet oleh ruqaiya,lalu setelah berargumen seperti biasa dengan ratu ruqaiya maham pun segera pergi. Setelah maham anga pergi entah mengapa raut wajah ruqaiya nampak muram tidak seperti tadi galak dan cuek.


~~~°°°~~~
Dikios yang tidak jauh dari kios ruqaiya,terlihat hamparan bunga-bunga yang banyak dan berwarna putih walau ada juga yang berwarna agak ke abu-abuan. Kios itu adalah kios ratu kita dan juga jalal yaitu ratu jodha. Dan bisa kita lihat bahwa dikios ratu jodha memang dipenuhi oleh bunga-bunga berwarna putih,itu adalah bunga Edelweiss. Nama bunga Edelweiss berasal dari bahasa Jerman,adel yang berati mulia(noble) dan weiss yang berarti putih(white), nama genusnya adalah leontopodium yang berarti lion's paw atau cakar macan. Bunga Edelweiss melambangkan ketulusan,pengorbanan,dan keabadian.
"jodha,,,aku tidak menyangka kau sudah menyiapkan ini semua semenjak kau masih berada di amer, " ujar moti sambil menata sedemikian rupa bunga-bunga tersebut.
"iya moti,aku sengaja bilang pada raja kalau aku sama sekali tidak mempunyai persiapan apapun untuk
meina bazar ini,padahal aku hanya berpura-pura untuk membuat dia kesal padaku moti,dan entah mengapa aku bisa punya ide untuk memberikan bunga edelweiss ini pada kaisar moti, " ujar jodha tersenyum sambil menopang dagunya menggunakan tangannya. Moti juga tersenyum melihat jodha yang menurutnya sudah mulai membuka hatinya untuk kehadiran jalal dalam hidupnya. Karena moti juga tahu makna dari bunga edelweiss itu sendiri.


Flashback,
jodha saat itu sedang bersiap-siap untuk kembali ke agra. Kemudian dia teringat kalau biasanya sebentar lagi di agra akan di adakan sebuah acara rutinitas yang selalu di adakan yaitu meina bazar.
"aku harus memberikan sesuatu pada shahensha ,,,tapi apa kira-kira yang harus aku berikan,!!! Lagipula kalau aku sudah di agra baru mau menyiapkan semuanya,pasti akan repot nanti. "
Jodha terlihat berpikir keras tentang apa yang harus ia berikan pada jalal di meina bazar nanti, tanpa sadar jodha jadi melamun dan membayangkan pria yang mulai mengisi ruang didalam hatinya itu,saat mengenang jalal hati jodha berbunga-bunga,perasaannya persis seperti anak gadis yang baru pertama kali mengenal apa itu cinta dan untuk pertama kalinya juga jodha merasakan jatuh cinta. Tiba-tiba jodha seperti tersadar dan senyum mengembang diwajah chubby miliknya.
Jodha memanggil beberapa pengawal lalu memberikan sebuah perintah untuk nanti mereka harus pergi guna mencari bunga edelweiss lalu pada hari sebelum meina bazar di adakan mereka harus sudah berhasil mendapatkan bunga itu kemudian mengantarkannya ke agra.
dan tepat seperti yang diperintahkan oleh jodha,para pengawal itu datang mengantarkan bunga edelweiss pesanannya.
Flashback end,
Hamida banu ibu jalal,dengan wajah sumringah berjalan menuju kios jodha,
"jodha,,,kios mu tampak sangat indah karena di hiasi dan di penuhi oleh bunga-bunga ini. Sepertinya ini bunga edelweiss jodha, " ujar hamida sambil tersenyum penuh arti pada jodha. Hamida sepertinya tahu akan arti dari bunga edelweiss tersebut karena nampak di wajahnya sebuah pancaran kebahagiaan.
"prenaam,,,ibu. Iya ibu ini memang benar bunga edelweiss,ibu tahu namanya dan apakah ibu juga mengetahui arti/makna dari bunga edelweiss ini ,??? Tanya jodha dengan mimik wajah yang sedikit memerah,ia merasa tegang kalau-kalau ibu mertuanya itu tahu akan arti dari bunga edelweiss itu,maka kalau ibunya tahu berarti mertuanya juga akan mengerti mengapa ia ingin memberikan bunga tersebut pada jalal,dan karena memikirkan kemungkinan mertuanya tahu akan maksudnya semburat merah muncul menghiasi wajah jodha.
"menurut mu jodha,,,apakah ibu mertua mu ini tahu arti dari bunga edelweiss ini,??? Masih dengan senyum penuh arti diwajahnya.
Sebelum sempat jodha menjawab perkataan hamida tak lama terdengar suara lantang prajurit,
"Perhatiaaannn,,,raja dari india,,,yang mulia raja jalaludin telah tibaaaa,,," suara pengawal mengumumkan kedatangan jalal. Semua orang yang ada di meina bazar itu memperlihatkan raut wajah keheranan saat melihat ke arah jalal yang dengan mengulum senyum berjalan dengan santainya sambil melirik kiri kanan pada para ratu2 biasanya juga pada para selirnya. Ratu ruqaiya,ratu salima,maham anga dan tak terkecuali ratu kita yaitu ratu jodha juga hamida banu,mereka semua memasang ekspresi heran bercampur terkejut saat memandang ke arah jalal.
Apakah para pembaca juga merasa heran,??? . bagaimana tidak,jalal saat itu mengenakan pakaian rakyat biasa tanpa jubah kebesarannya sebagai seorang raja,juga tanpa perisai apapun pelindung tubuh kekarnya. Maham anga yang selalu sok perhatian dan peduli sama jalal segera bergegas menghampirinya,
"jalal,,,apa ini,kau mengenakan pakaian biasa seperti ini,??? Berbahaya jalal, " masang tampang khawatir.
"bibi,,,tidak apa-apa. Aku akan aman selama dibawah perlindungan atgah khan,lagipula aku datang kesini bukan sebagai raja dari india atau kerajaan mughal. Tapi aku datang sebagai pria biasa yang dengan satu tujuan,yaitu ingin menemui wanita pujaan hatiku, " ujar jalal sambil cengengesan.
Maham anga mengerti maksud ucapan jalal,dalam hati ia sangat kesal dengan tindakan jalal tersebut,ruqaiya dan jodha sama-sama bergetar hatinya saat mendengar ucapan jalal tadi. Mereka bertanya-tanya apakah wanita yang di maksud oleh jalal adalah diri mereka.
Jalal mengedarkan pandangannya,lalu bola mata hitam miliknya membentur sebuah kios yang dipenuhi oleh bunga-bunga berwarna putih. Hatinya berdebar saat pandangan matanya bertemu dengan mata jodha,begitu juga dengan jodha. Jalal melemparkan sebuah senyuman manis pada sang pujaan hatinya,dan jodha membalas dengan senyuman lepas yang terlihat begitu tulus untuk jalal.

Ruqaiya mengikuti arah pandangan mata jalal dan ia kecewa saat tahu jalal sedang memandang sangat dalam pada jodha.
"inilah alasan ku maham anga,karena percumah saja walaupun aku mempersiapkan sesuatu yang berharga untuk jalal tetap saja aku tidak akan bisa mengalihkan hati jalal dari ratu jodha,,,aku sudah kalah maham anga, aku kalah, " ratu ruqaiya menangis di dalam hati.
Jodha tersadar dan segera melirik ke arah ruqaiya,dia jadi tidak enak hati melihat raut kesedihan yang terpancar di wajah ruqaiya. Jodha mencoba melempar sebuah senyuman tulus sebagai tanda permintaan maaf pada ruqaiya,dan ruqaiya memaksakan membalas senyuman jodha walau terlihat seperti sebuah senyuman kecut. Jalal ambil langkah seribu menuju kekios jodha,kali ini bisa di bilang jalal sedikit keterlaluan pada teman masa kecilnya itu karena biasanya bagaimanapun keadaannya dia akan mendahulukan untuk datang ke kios ruqaiya,tapi kali ini ia hanya melirik sekilas pada ruqaiya kemudian berlalu menuju kios jodha.
"prenaam,,,shahensha," jodha menempelkan kedua tangannya didepan dada memberi salam pada jalal.
"adab ratu jodha, " balas jalal,
"ratu jodha,kau sepertinya mendapat inspirasi dari ratu salima. Waktu acara meina bazar sebelumnya ratu salima lah yang memberikan aku bunga,tapi kali ini kau yang menyiapkan bunga,bisa kau jelaskan padaku ratu jodha, ??? Tanya jalal sambil matanya tak pernah lepas memandangi ratu jodha.
Semua orang di meina bazar menantikan penjelasan dari jodha,tapi ratu kita ini tidak pernah membuat keadaan menjadi lebih mudah,karena bukannya menjawab pertanyaan jalal ,ratu jodha malah balik bertanya pada jalal dan itu adalah kebiasaan ratu kita satu ini,
"shahensha,,,sebelum aku menjawab pertanyaan mu dan menjelaskan semuanya ,bisakah kau jelaskan lebih dulu mengapa kau datang kemari dengan berpakaian seperti rakyat biasa seperti ini,??? Jodha memasang tatapan menyelidik pada jalal.
"oh ya khudaa,,,ratu jodha,kau selalu balik bertanya saat aku mengajukan sebuah pertanyaan padamu..." ujar jalal terlihat cemberut lucu...
Hamida banu ,gulbadhan,jiji anga dan ratu salima,,,terkekeh geli melihat tingkah anak dan menantu kesayangannya itu,kemudian jalal dan jodha membuat sebuah kesepakatan yaitu mereka akan sama-sama memberikan penjelasan tentang apa yang telah mereka lakukan itu yakni waktu tepatnya ialah malam nanti. Ruqaiya yang mendengar semua itu menjadi tambah remuk hatinya,dia menangis pilu didalam hati melihat dua insan yang mulai ingin merajut tali kasih tersebut.
TBC...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar