Entri Populer

Sabtu, 24 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.19





Jalal tertegun,perlahan ia menggerakkan kepalanya untuk menoleh kebelakang,matanya tertuju menatap tangannya yang digenggam oleh jodha. Jalal meletakkan tangan kirinya diatas tangan jodha ,kini tangan jodha lah yang digenggam dengan hangat oleh jalal, dia duduk dipinggir tempat tidur menghadap kearah jodha,

"kau ,,,ada yang ingin kau sampaikan,??? Tanya jalal memandang kasih pada jodha.

Jodha terlihat gugup,kepalanya tertunduk tidak berani menatap jalal. Jalal menunggu jawaban dari mulut mungil jodha,didalam hati ia menduga-duga apa sebab jodha menahannya saat ia hendak keluar tadi. Jodha menarik nafas dalam menahannya sebentar kemudian menghembuskan perlahan. Dia mengangkat kepalanya dan menarik pelan tangannya yang digenggam oleh jalal,

"tidak apa-apa,,,lupakan saja. Sekali lagi terima kasih telah mengurus ku, " jawab jodha sambil tersenyum kecut. ( 😱 kecewa )

Jalal mendesah pelan dan menyahut kalau tadi dia sudah bilang karena mereka suami istri maka memang seharusnya saling menjaga. Jalal kemudian bangkit dan meraih nampan diatas nakas lalu keluar dari kamar jodha. Setelah jalal keluar jodha bergumam bahwa tadi ia ingin meminta jalal untuk tidur dikamarnya karena malam ini dia tidak tidur dengan obat penenang jadinya ia takut kalau-kalau nanti akan bermimpi buruk tentang kejadian yang dialaminya beberapa waktu lalu. Jodha sama sekali tidak punya keberanian untuk mengatakan maksudnya pada jalal.

Jalal yang sedang berada didapur pun nampak tidak tenang,terlihat ia mondar mandir dan sesekali tertegun seperti sedang berpikir.

"malam ini jodha tidak tidur dengan obat penenang. Dokter menyarankan agar jodha tidak meminum pil penenang itu malam ini untuk memastikan apakah jodha sudah bisa melepaskan diri dari kenangan pahit yang ia alami beberapa waktu lalu. Apa mungkin tadi jodha,,,? Jalal tidak berani melanjutkan kata-katanya,ia sadar jodha masih tidak menginginkan dirinya sebagai seorang suami jadi dia pikir tidak mungkin kalau yang ia pikirkan tadi itu benar.

~o~

Sekitar jam 9 jalal kembali kekamar jodha karena dia mengkhawatirkannya. Diketuknya pintu kamar jodha,tapi setelah beberapa saat tidak ada respon dari sipemilik kamar. Jalal kembali mengetuk pintu dan hasilnya sama seperti pertama tadi,lalu dengan pelan ia buka pintu kamar tersebut dan yang didapatinya jodha sudah tertidur dengan posisi terlentang. Dipandanginya wajah damai jodha saat tidur,

"dia seperti bayi saat sedang tidur,polos dan damai, " hati jalal sangat pilu saat melihat luka lembam disudut bibir jodha yang warnanya sudah sedikit kehijau-hijauan tidak biru tua lagi seperti beberapa hari lalu.

Jalal berjalan menuju sofa panjang yang ada dikamar jodha dan ia merebahkan tubuhnya disitu. Dia mulai terlelap,tapi baru saja ingin memasuki alam mimpinya jalal tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan jodha yang sepertinya sedang bermimpi buruk,

"jangan sentuh aku,,,aku mohon,,,lepaskan aku,,,aakkkk,,," jodha memohon sambil menangis tersedu-sedu dan berteriak kesakitan saat telapak tangan kekar itu menampar pipinya dengan sangat keras. Lelaki yang bertubuh sangat besar itu tidak peduli dengan permohonan jodha,ia tertawa terbahak-bahak sambil mulai menindih tubuh ringkih jodha. Tangannya ter-arah pada lengan baju jodha dan "BREETT" lengan baju jodha terkoyak karena ditarik paksa oleh sipemilik tangan.

Jodha menjerit putus asa saat mimpi buruk menakutkan itu kembali hadir mengusik tidurnya. Tangannya berkibas-kibas kesana kemari seolah berusaha mencari pegangan agar bisa bangkit dari alam mimipi yang mengerikan itu. Mulutnya tiada henti mengeluarkan teriakan histeris dan terdengar sarat akan ketakutan yang luar biasa. Jalal segera menghampirinya dan duduk disisi tempat tidur. Dia berusaha meraih tangan jodha yang bergerak liar dan setelah berhasil meraih kedua tangan jodha, jalal segera memeluk tubuhnya untuk menenangkan wanita itu.

Menyedihkan sekali keadaan jodha setelah kejadian saat ia diculik khaibar. Jalal sangat sedih melihat keadaan wanita yang mulai mengisi ruang khusus didalam hatinya tersebut. Jodha yang belum sepenuhnya tersadar masih berusaha meronta dan ingin melepaskan diri dari pelukan jalal. Jalal dengan susah payah mendekap erat tubuh jodha,

"jodha,tenanglah. Aku jalal,,,jodha, "

"lepaskan aku brengsek,lelaki bejat tidak punya perasaan. LEPASKAAAN,,, "

"JODHA" suara jalal naik beberapa oktaf,hingga membuat jodha diam.

 Nafas jodha ngos-ngosan, jalal menangkup pipinya dengan kedua tanganya sambil berkata kalau jodha jangan takut lagi karena dia ada didekatnya sekarang. Jodha setelah mengatur ritme nafasnya menatap wajah didepannya. Yaa,itu wajah jalal dan jodha segera merangkulkan tangannya untuk memeluk tubuh jalal.

Jodha memeluk jalal dengan sangat erat dan perbuatannya itu membuat jalal tertegun. Dia tidak menduga jodha akan memeluknya bahkan dengan sangat erat,walaupun ia sadar bahwa jodha melakukan itu sedang dalam keadaan tidak labil.

 "aku takut,,,aku sangat takut...jangan tinggalkan aku sendirian,,,aku mohon,,,hiks,,hiks,,," jodha tersedat-sedat saat bicara karena dia benar-benar sangat takut.

 "iya jodha,,,aku akan tetap disini. Aku akan menjaga mu,," ujar jalal sambil mengelus kepala jodha.

 Jodha masih sangat erat memeluk jalal. Jalal memejamkan mata dan mencoba meresapi moment tersebut dan didalam hati ia meminta pada tuhan untuk segera menyembuhkan jodha.

Kini jodha sudah tertidur kembali. Tubuhnya meringkuk didalam pelukan jalal. Jalal sangat sedih melihat keadaan jodha saat ini,yang sangat berbanding terbalik dengan jodha sang wanita tangguh yang ia kenal. Dibelainya dengan lembut pipi jodha menggunakan punggung telapak tangannya kemudian tangan itu melingkari tubuh jodha dan memeluknya hangat dan jalal dengan perlahan ikut terlelap menuju ke alam mimpi.

 ~o~

Sinar  Mentari  menembus atmosfer bumi dan  memberikan rasa hangat pada yang merasakannya. Bumi masih kelihatan basah terselimuti embun pagi. Jodha terbangun kala sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela menerpa permukaan wajahnya,dia mengerjap-ngerjapkan matanya berulang untuk membiasakan bias mentari pada retina matanya. Hal pertama yang ia dapati adalah wajah tampan berkumis milik jalal yang masih terlelap dengan damai. Jodha merasakan sebuah tangan melingkar posesif ditubuhnya memeluk dengan erat,membuat jantung jodha dipaksa berpacu cepat dan semburat merah mendominasi diwajah chubby miliknya.

"dia disamping ku semalaman ini. Pria ini menemani tidur ku agar aku tidak ketakutan lagi. Dalam keadaan seperti inikah kami tidur sepanjang malam tadi,??? Ah,,,dia ternyata pria yang baik,karena dia tidak memanfaatkan keadaan diriku sekarang untuk memenuhi kebutuhannya sebagai seorang suami. Aku sudah salah menilainya selama ini. " bathin jodha.

Dengan sangat hati-hati jodha memindahkan lengan jalal yang memeluk tubuhnya. Ia takut akan membangunkan jalal,

"kau bergerak sangat hati-hati sekali. Apa kau takut akan membangunkan ku,??? Aku sudah bangun dari tadi jodha, " ujar jalal dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.

"apa,??? Jadi kau sudah bangun dari tadi,tapi masih pura-pura tertidur seperti ini,!!! Hah,,,dasar. Singkirkan tangan mu, tangan mu berat, " ujar jodha sambil mengangkat kasar tangan jalal dan 'membantingnya' kesamping,lalu ia segera bangun untuk duduk.

Jalal terkekeh dengan mata yang masih terpejam dan menyahut ,kenapa jodha malah kembali kasar padanya pagi itu ,padahal semalam jodha merengek-rengek untuk ditemani tidur olehnya. Jodha terbelalak mendengar penuturan konyol jalal dan dengan kasar ia mengguncang-guncang tubuh jalal sambil dengan gaya manja mengatakan bahwa jalal telah melebih-lebihkan semuanya karena ia ingat dengan jelas bahwa dia tidak merengek-rengek seperti yang dituduhkan oleh suaminya itu. Jodha segera turun dari tempat tidur lalu ngebirit kekamar mandi,didalam kamar mandi dia mematut dirinya dicermin,

"hah,,,seharusnya dia tidak perlu mengatakan hal yang sebenarnya. Aku sudah sangat malu saat ingat bahwa semalam aku memang merengek-rengek untuk ditemani tidur olehnya. Aakkkhhh,,,ini konyol,,,benar-benar konyol. Tapikan ini situasi yang terdesak,aku terpaksa memintanya tidur bersama ku gara-gara mimpi mengerikan itu kembali masuk dalam tidur ku. Tapi..." jodha frustasi oleh pikirannya sendiri. Sedangkan diluar kamar terdengar sayup-sayup suara teriakan jalal yang sedang menggodanya,

"hey,,,tidak usah menghindari ku. Aku yakin kau pasti ingat saat kau merengek-rengek semalam. Iyaa kaan,,,hhaahhha. Oh ya,,,aku ingin lebih lama tidur diranjang mu ini jodha,,,bolehkan kalau aku ingin melanjutkan tidur ku sebentar disini, ???

"terserah kau saja,,,aku tidak peduli. Kau sekarang pasti merasa sangat senang karena bisa menggoda ku lagi, " sahut jodha juga sambil berteriak dari kamar mandi. Setelah itu ia menggosok gigi dan mencuci muka.

Saat keluar dari kamar mandi ia mendapati jalal memang masih meringkuk didalam selimutnya. Jodha pikir jalal hanya bercanda dan menggodanya saja tadi. Tapi ternyata ia benar-benar kembali tertidur,lalu jodha berjalan mendekati tempat tidur dan duduk disisi lain sebelah jalal,

"hey,,,apa kau benar-benar kembali tidur,??? Kau harus bangun karena kau harus bekerja, " ujar jodha sambil menggoyang pelan bahu jalal.

"kau lupa kalau hari ini adalah akhir pekan,??? Kau juga sepertinya lupa kalau aku tidak pernah kekantor dihari sabtu jodha. Sudah jangan ganggu aku, aku mau tidur dan jangan coba-coba membangunkan ku. Ok,,," sahut jalal sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.

Jodha mendesah pelan,dan ia memang tidak ingat kalau itu adalah hari sabtu. Jodha pun langsung pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan dan seperti biasa dia akan memasak nasi goreng kesukaan jalal, dengan toping irisan telur goreng,irisan sosis ayam,kacang polong, dan segelas capucino manis hangat. Setelah semua siap,dia pergi kekamarnya untuk membangunkan jalal,

"hey ,,,ayo bangun. Kita sarapan dulu,hari sudah siang, " ujar jodha sambil menarik lepas selimut yang menutupi tubuh jalal.

"aaaaa,,,apakah tidak dengar yang aku katakan tadi,jangan bangunkan aku. Ah,,,aku lupa kalau kau sangat keras kepala jodha. Well,,,aku akan bangun sekarang, " ujar jalal sambil bangun dengan malas.

Jodha terkekeh," ternyata kau tidak lupa kalau aku ini keras kepala, "

"bilang saja kau tidak suka kalau aku berlama-lama berada ditempat tidur mu, " gumam jalal sambil berjalan menuju kamar mandi dan jodha tertegun mendengar ucapan jalal itu. Ia sadar sejauh kedekatan mereka akhir-akhir ini ,tetap dibatasan yang biasa-biasa saja sebagai suami istri.

~o~

"emm,,,enak,,,dan rasanya tetap tidak berubah. Tidak pedas dan pastinya sangat lezat, " jalal memuji nasi goreng buatan jodha. Secara sudah beberapa hari ini jodha tidak memasakkan nasi goreng keaukaannya itu karena ia sedang sakit.

          Setelah sarapan , mereka berdua duduk-duduk santai di taman belakang rumah yang cukup asri dengan pepohonan rindang serta beberapa tanaman hias yang cantik. Duduk di kursi panjang yang terbuat dari anyaman rotan, dan diatasnya di letakkan bantalan kecil.

 “maafkan aku,karena semenjak kau masuk kedalam kehidupan ku, kehidupan mu menjadi suram dan berantakkan jodha, " ujar jalal memecah keheningan.

"awalnya aku benar-benar menyesali takdir ku harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai dan juga aku benci. Tapi seiring berjalan waktu ,aku pun berusaha menerima takdir ini dan jujur sekarang aku sudah tidak mempermasalahkan hal ini lagi, " sahut jodha sambil tersenyum kearah jalal.

Jalal senang mendengarnya,karena kini walaupun belum selayaknya suami istri pada umumnya tapi hubungannya dengan jodha sudah terjalin sangat baik sebagai sahabat. Mereka mencoba mengesampingkan ego masing-masing dan mencoba untuk bersahabat.

"terima kasih jodha. Semoga kita bisa saling mengerti dan menghargai,agar hubungan kita akan tetap terjalin baik seperti sekarang ini, "

Jodha hanya tersenyum,jalal menarik jodha kedalam dekapannya,meletakkan kepalanya tepat di atas dadanya dan membiarkan jodha untuk merasakan debaran jantungnya...


10 komentar:

  1. KereN kakak Mitha Amy.....LaNjutaNNya jaNgaN LaMa - LaMa yaa.....Makasih

    BalasHapus
  2. Lanjuuut yaaa mitha penasaaran niiiih tq

    BalasHapus
  3. Ayo kita gangguin mba Mitha yg lagi malmingan ...... Hahahahh.... Becanda mba.... Maksih ya mba.... Teman malam minggu sambil nungguin jodha akbar.....bahot bahot sukriya Mitha Didi.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhhhhhh,,,say, thx yah dh mampir sni malming gni

      Hapus
  4. Mantep. ., buat malam mingguan sip . . . Trims dtuggu kljtnya

    BalasHapus
  5. Makasih mba mitha ditgg kelnjtnnya...met malming...

    BalasHapus