Entri Populer

Senin, 19 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.17




Malam itu jodha tidak bisa tidur,ia terlihat sangat gelisah. Jodha bukannya cemburu pada ruqaiya ,dia hanya tidak habis pikir bagaimana bisa mereka bertiga tinggal satu atap. Moti yang malam itu dipaksa menginap oleh jodha ikut merasakan beban sang teman.

"jodha,,,kau harus sabar ya. Aku tahu ini akan sulit untuk mu,berada ditengah-ditengah dua orang yang saling mencintai itu tidak mudah memang. Tapi jodha,kau harus ingat...sekarang kau adalah istrinya jalal berarti kau yang punya hak penuh atas diri jalal, "

"tapi moti,,,bagaimana bisa aku sabar menghadapi mereka berdua itu nanti.!!! Mereka berdua pasti akan saling berkomplot untuk menyakiti ku moti,,," ujar jodha kesal akan nasib sial yang menimpanya.

Moti terus saja gigih mencoba memberikan nasehat dan juga suport pada jodha. Dia mengatakan bahwa jodha punya kanha yang akan terus melindungi dan menjaganya jadi jodha harus mencoba bersabar dan berdoa semoga ujian itu cepat berlalu.
***

Pagi menjelang,sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah jendela mencoba mengusik ketenangan dari setiap mereka yang masih tertidur dengan lelapnya. Seakan memaksa para penikmat tidur itu untuk segera bangun dan beraktivitas seperti biasanya. Jodha menggeliat pelan dan mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba membiasakan dengan bias sinar matahari yang menerpa dipermukaan matanya. Dia melihat kesamping dan menemukan moti sudah tidak ada ditempatnya. Dengan sedikit malas dia memaksakan untuk bangun kemudian berjalan diseret menuju kamar mandi.

Jodha keluar dari kamarnya untuk mencari tahu keberadaa moti,dia menebak moti pasti didapur menyiapkan makanan. Saat dia mau lewat didepan kamar jalal tepat pada saat itu ruqaiya keluar dari kamar jalal dengan tampang khas orang baru bangun tidur ditambah piyama tipis yang membalut tubuhnya. "Srrrr" darah jodha berdesir saat menangkap pemandangan didepannya itu,entah mengapa ada sedikit rasa perih didalam hatinya. Dia coba menguasai diri dengan meyakinkan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan terganggu dengan masalah itu karena dia tidak mencintai jalal.
***

Didapur ternyata moti memang sedang menyiapkan sarapan bersama-sama dengan para pelayan lainnya. Hamida datang dan menegur moti bahwa ia tamu disitu jadi moti tidak perlu mengerjakan tugas pelayan. Moti mengatakan ia sudah biasa dengan pekerjaan seperti itu jadi dia akan sangat tidak tahan kalau tidak melakukannya. Hamida tersenyum dan berkata bahwa jodha sangat beruntung mempunyai teman seperti moti.

Kembali kedepan kamar jalal,ruqaiya melihat jodha dan dengan mengangkat dagu menunjukan keangkuhannya dia berjalan menghampiri jodha,

"hei kau,,,kau boleh saja menikah dengan jalal. Tapi aku tidak akan membiarkan kau mendapatkan jalal karena dia hanya milik ku,camkan itu baik-baik, " sambil meraih dagu jodha.

Jodha menepis kasar tangan ruqaiya yang ingin menyentuh dagunya,dan dengan tak kalah angkuhnya jodha membalas sama sengitnya perkataan ruqaiya tadi,

"aku sebenarnya merasa kasihan padamu ruqaiya. Kau terlihat begitu takut kalau aku akan merebut dia darimu.!! Tapi perlu aku tegaskan satu hal padamu ,bahwa aku sampai saat ini...tidak tertarik sama sekali padanya. Jadi ku rasa kau tidak perlu membuang-buang tenaga mu hanya untuk menjauhkan aku darinya, "

Ruqaiya geram,dan juga marah melihat jodha berani berkata seperti itu. Apalagi saat dengan tegas jodha mengatakan dia sama sekali tidak tertarik pada jalal. Dia mendengus dan mengatakan jodha bukan wanita normal karena tidak merasa tertarik pada pria seperti jalal. Jalal yang saat itu baru keluar dari kamarnya mendengar perdebatan dua wanita tadi. Segera ia mendekat dan dengan nada kasar dia mengatakan kalau dia juga sama sekali tidak tertarik pada jodha. Tapi hati keduanya tidak bisa searah dengan ucapan mereka karena saat ini jodha dan jalal sama-sama merasakan ada perih manakala mereka berucap saling menyakiti.
***

Hamida terlihat tidak suka saat melihat ada ruqaiya diantara jodha dan jalal. Mereka bertiga sekarang sudah berada didapur dengan jodha yang agak sedikit tertinggal berjalan di belakang jalal dan ruqaiya. Walaupun tidak suka tapi hamida tetap bisa menyembunyikan perasaannya itu dengan sangat rapi. Dia menyambut ketiga orang itu dengan hangat dan mengajak mereka untuk segera sarapan. Ditengah acara sarapan,hamida menyampaikan bahwa hari itu jodha dan jalal harus pindah kerumah baru mereka.

Jalal dan jodha saling melirik,kemudian mereka juga sama-sama melirik pada ruqaiya yang terlihat tenang-tenang saja tapi diwajahnya jelas sekali tampak aura kebagiaan. Hamida memperhatikan dengan seksama gerak-gerik para anak muda dihadapannya itu dan dia tersenyum aneh. Semua orang sudah selesai mengepak barang masing-masing kedalam koper dan siap untuk pergi kerumah baru ,termasuk juga ruqaiya juga sudah mengepak barangnya kedalam koper. Saat mereka hendak berangkat dan saat sedang berpamitan pada hamida. Hamida mencoba berbicara dengan lembut pada ruqaiya,ia meminta ruqaiya untuk tinggal bersamanya saja dengan alasan kalau dia sendirian dan hamida juga sendiri,

"tapi bu,,,aku harus pindah juga ke apartement ku yang baru karena jalal sudah mengurus semuanya dan membelikan apartement itu untukku." ujar ruqaiya mulai merasa tidak aman . ternyata mereka berusaha menutupi kenyataan dari hamida,tapi hamida tidak bodoh.

Entah mengapa jalal merasa ada kelegaan didalam hatinya saat sang ibu mencoba menghalangi ruqaiya untuk ikut bersama mereka. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong usaha ibunya itu. Takut kalau ruqaiya akan tahu kalau sebenarnya ia juga tidak ingin ruqaiya tinggal bersama mereka. Setelah berjuang cukup keras dan meluncurkan rayuan-rayuan maut akhirnya hamida berhasil membuat ruqaiya mengalah dan mau tinggal bersama-sama dengan hamida. Ruqaiya tambah marah dan kesal karena jalal sama sekali tidak melakukan usaha untuk membawanya.
***

Perjalanan menuju rumah baru itu sangat hening dan kaku. Hanya bunyi deru mobil yang mengisi indra pendengaran mereka. Tidak ada yang berniat untuk memulai percakapan,jodha menyandarkan kepalanya kesandaran kursi mobil sambil membuang wajah kesamping,sedangkan jalal berusaha untuk fokus pada kemudi dan menatap jalanan aspal yang terbentang kokoh dihadapannya. Walau sesekali ia mencoba untuk melirik kearah jodha,ia sama sekali tidak tahan untuk tidak melakukannya.

Mereka sampai,dan masih tetap sama karena mereka tidak berniat menjalin komunikasi. Mereka juga menggunakan kamar yang berbeda sama seperti waktu dulu. Kini jalal sudah memegang penuh kendali pada perusahaan milik keluarganya,sedangkan jodha tetap melanjutkan kuliyah. Benar kata orang-orang,dengan adanya kebersamaan maka persahabatan akan terjalin,kini jodha dan jalal mulai mengalah pada ego masing-masing dan sepakat untuk berteman,walaupun hubungan sebagai suami istri masih jauh dari harapan.

Setiap pagi jodha selalu menyiapkan sarapan dan membantu jalal saat akan memilih baju untuk kekantor. Dia juga yang setiap hari harus memasangkan dasi jalal karena jalal tidak bisa melakukannya,ia sering mengeluh kalau pekerjaan memasang dasi itu adalah hal yang sangat menyebalkan dan rumit,

"tidak rumit sebenarnya,,,hanya kau saja yang bodoh tidak bisa memasangnya, " ujar jodha. Pagi itu seperti biasa ia membantu jalal berpakaian,setelah dasi terpasang dia mengambil jas jalal kemudian memasangkannya pada jalal.

"tapi ku lihat,,,kau sangat menyukai pekerjaan mu memasangkan dasi ku. Apa itu karena kau bisa berdekat-dekatan denganku, hah.??? " goda jalal sambil terkekeh. Jodha walau sudah sering digoda oleh jalal masih saja terganggu dengan sikap usil suaminya itu,dia menarik-narik dasi yang sudah rapi ia pasang hingga terlepas kembali,

"sekarang terserah kau saja,aku tidak akan membantu mu lagi, " jodha menghentakan kakinya kasar dan berjalan keluar dari kamar jalal. Jalal semakin terkekeh geli melihat jodha yang selalu merajuk saat ia menggodanya. Baginya jodha sangat lucu saat sedang marah atau merajuk.

Setelah jodha keluar dari kamarnya,jalal mengangkat kedua tanganya kemudia tanpa memperhatikan kegiatannya ,dasi yang tadi terbongkar kini sudah terpasang rapi,

"aku bukannya tidak bisa jodha,tapi aku hanya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memandang wajah mu setiap paginya. Aku ingin memandang wajah cantik mu itu dalam jarak yang sangat dekat sebelum pergi kekantor untuk mulai berkutat dengan file-file yang menegangkan seluruh syaraf-syaraf otak ku. Kau adalah penyemangat pagiku untuk memulai hari yang baru jodha, "
***

Sudah 2 bulan lebih jalal dan jodha menikah dan menempati rumah baru mereka. Hubungan mereka juga sedikit lebih akrab sekarang,dan itu membuat jalal semakin menyadari kalau ia sekarang sudah lebih dalam lagi mencintai wanita yang telah resmi menjadi istrinya itu. Jodha walaupun masih membantah keras pada hatinya tapi sebenarnya benih cinta juga sudah mulai tumbuh didalam hatinya . Tapi sepertinya selama ini mereka berdua tidak menyadari kalau ada seseorang aneh yang suka memperhatikan rumah mereka. Apalagi jodha,sepertinya orang aneh yang adalah seorang pria itu tertarik padanya.

Hari itu jodha sedang tidak ada kuliyah,jadi dia memutuskan untuk belanja bahan-bahan makanan. Karena persediaan bahan makanan mereka dikulkas sudah menipis. Biasanya ia berbelanja dengan jalal tapi hari itu dia benar-benar merasa jenuh dan kebetulan juga bahan makanan habis. Adham khan akan mengantarnya berbelanja,tapi jodha bilang tidak perlu karena dia sedang tidak ingin dikawal seperti biasanya. Adham tentu saja tidak mengizinkan,tapi jodha yang mempunyai otak pintar dan cerdik itu tidak kehabisan akal,dia mencoba kabur dari para bodyguard yang menghalangi langkahnya.

Dengan sigap mereka mau mengurung jodha. Jodha karena sudah geregetan juga kesal terpaksa harus menggunakan sedikit kekerasan,dia menghajar satu persatu para bodyguard itu. Adham kaget atas tindakkan nekad jodha tersebut,terlihat para bodyguard satu demi satu sudah dilumpuhkan olenhnya. Jodha tidak melukai mereka ,adham memberi kode agar anak buahnya berhenti karena bisa saja mereka dengan tidak sengaja akan melukai jodha dan itu tidak boleh terjadi. Lalu dengan terpaksa adham membiarkan jodha pergi sendiri. "Sendiri,???" tentu tidak,adham khan tidak akan diam saja.

Jodha senang akhirnya ia bisa pergi tanpa pengawalan yang ketat,tapi dia tidak tahu kalau bahaya sedang mengincarnya. Karena saat ini ,pria yang sering memperhatikan dia sedang mengikutinya dan mengintai bak elang yang sedang mengintai ayam buruannya. Dia sudah menyiapkan sapu tangan beserta obat bius dan menunggu saat yang tepat untuk menjalankan aksinya. Jodha menyadari kalau anak buah adham khan mengikutinya tapi dia tidak sadar akan sosok lain yang juga sedang mengikutinya. Hingga pada saat dia sedang mencoba menghindari anak buah adham khan ada orang yang mendekapnya dari belakang,dia ingin memberontak tapi obat bius itu bekerja sangat cepat hingga kini ia sudah terkulai pingsan.
***

"KALIAN SEMUA BODOH,,,DAN KALIAN PASTI AKAN MENERIMA GANJARAN DARI KELALAIAN INI, " jalal sangat marah saat adham melaporkan bahwa jodha hilang.

"maafkan kelalaian anak buahku tuan. Kami akan berusaha keras untuk menemukan nyonya muda, " adham bicara sambil menunduk,walau ngari pada kegalakkan jalal tapi ia berusaha agar tetap tenang.

"itu harus adham,kau yang harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. " ujar jalal sambil memijat keningnya kasar. Karena kepalanya kini terasa pusing memikirkan apa yang sedang terjadi pada jodha.

"apa mungkin jodha di culik oleh abul mali,??? Atau orang lain,tapi siapa,??? Ini pasti ulah abul mali, " bathin jalal.

Jalal sangat yakin kalau jodha di culik,karena dia sudah mengecek kerumah ibunya dan juga kerumah orang tua jodha,tapi nihil karena jodha memang tidak ada disana. Jalal melapor pada polisi dan yang ia dapatkan bahwa ia harus menunggu sampai 1x24 jam ,agar jodha bisa di nyatakan benar-benar hilang. Jalal sangat marah dan menyuruh polisi untuk segera bertindak,karena dia sudah mengecek kesemua tempat kerabat mereka tapi jodha tidak ada.
***

Langit seakan runtuh menimpa alam semesta, bumi seolah berhenti berputar pada porosnya. Angin bagai menghilang tanpa tersisa. Bahkan lautan seolah menumpah seluruh isinya ke daratan. Mungkin semua ungkapan itu tidak bisa untuk menggambarkan betapa sangat menyedihkannya keadaan jodha saat ini. Dinding beton yang mengurung tubuh ringkih jodha bak monster yang siap menelannya hidup-hidup. Suasana kamar yang temaram membuat paru-paru jodha sesak serasa oksigen ikut menipis akibat penerangan yang tidak sempurna.

Khaibar ,ternyata nama si pria itu adalah khaibar. Dia sudah sangat tertarik pada kecantikkan jodha saat pertama kali melihatnya. Waktu itu,jodha dan jalal baru saja pulang,secara tidak sengaja khaibar yang memang tinggal satu komplek dengan mereka melihat jodha. Mulai sejak itu ia berniat jahat pada jodha.

Khaibar mendekati jodha yang duduk terikat dikursi kayu,mulutnya ditutup dengan lakban dan tangan diikat dengan tali kebelakang tubuhnya,kakinya juga diikat. Matanya,walaupun sudah sembab oleh menangis tetap memancarkan sorot tajam penuh kebencian pada khaibar. Jodha mencoba meronta manakala tangan kekar khaibar membelai pipi tirusnya dan menyusuri rahang kemudian berhenti disisi lakban penutup mulut jodha. Jodha tentu saja berusaha memberontak,tapi sekarang dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya berharap agar kanha nya menolong ia dari masa sulit itu...

To Be Continued….

7 komentar:

  1. AkhirNya yaNg aku tuNggu" MuNcull jugaa... Mkasih yaa kakak...LaNjutaNNya jaNgaN LaMa - LaMa ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sm2 dd,,,mksii yah dd dah setia nuguin ff kk

      Hapus
  2. Nah akhirnya yg ditunggu muncul juga. Tq mitha semangat yaaa bikin ffnya....

    BalasHapus
  3. Omegooooootttttt....... Jodha di culik !!!!!! Tulung....tulung.... Tulung..... Panggil SWAT.... heheheh...... Deg deg an bacanya mba Mitha.... Habis adegan sweet kq malah adegan culik"an.... Mudah" an neng Jodha cepet di temukan ya..... Kan kasian mba mitha, ntar kalo dia pingsan sapa yg nolong ???? Hehehehhehe...... Terima kasih mba Mitha... Di tunggu lanjutannya.....

    BalasHapus
  4. part.18 nya udah d posting say

    Sukriya,yah udah mampir d blog aq :-)

    BalasHapus