Note: maaf yah karena imajinasi author di part.23 ini agak hancur dan berantakan.
"
"
"
"BUKK" sebuah tendangan menghantam telak dipinggang jalal,membuat tubuhnya terlempar kesamping. Jalal berusaha bangkit,walau kaki kirinya terasa sangat sakit dan panas. Dia berjalan tertatih menuju kearah abul mali.
"kau benar-benar manusia tidak bermoral mali. Kau menginginkan harta yang bukan hak mu, fuihh,," Jalal menatap lekat pada jodha yang masih terduduk disofa dan moncong pistol itu masih menempel dikepalanya.
Jodha membalas tatapan jalal,tatapan keduanya sangat dalam dan seolah ada komunikasi disana. Jodha mengerti kalau suaminya mencoba mengulur waktu. Tangannya berusaha membuka tali pengikat tangannya. Ruqaiya yang baru sadar berteriak histeris saat melihat kaki jalal berdarah.
"brengsek kau syarif. Kau bilang tidak akan melukai jalal,akan kubunuh kau,," Tanpa sadar ruqaiya membuka aib nya sendiri.
Jalal dan jodha terbelalak tak percaya kalau ruqaiya terlibat dalam masalah itu. Disaat perhatian abul mali terpecah,jalal langsung menerjangnya hingga mali terpental kelantai. Jodha juga segera menyerudukkan kepalanya keperut syarifudin. Karena memang posisi abul mali tadi dekat dengan posisi jodha,maka setelah menerjang abul mali dan mali terlempar kelantai jalal segera meraih pistol mali dan langsung tangannya berputar memburu kearah syarif,
"DORR" Jalal menembak tangan syarif ,tapi tidak telak hanya menyerempet dan menggores lengannya saja. Tapi itu sudah cukup untuk membuat pistol yang ia pegang terlepas. Jodha langsung menendang pistol itu kearah jalal dan ia pun berlari melompat-lompat kearah suaminya. Syarif meringis sambil memegangi lengannya yang terluka. Jalal segera meraih tubuh istrinya dan melepas ikatan ditangannya.
"BUUKK" ,,,mali menerjang punggung jalal dan membuatnya tersungkur disamping jodha. Untung pistol ditangannya tidak terlepas. Kini terjadi baku hantam diantara jalal dengan mali,mereka berkelahi dengan tangan kosong. Pistol telah berpindah ketangan jodha,syarif berlari kearah ruqaiya dan ingin membunuhnya,paling tidak itu bisa membuat pengalihan terhadap jalal agar mali bisa meringkusnya. Tapi jodha menghalaunya dan "BUUKKK" jodha melayangkan tendangan kaki kirinya ketubuh syarif. Syarif ambruk. Jodha mendekati ruqaiya dan melepas ikatannya. Ruqaiya memandang tak percaya pada jodha. Tapi jodha tidak punya waktu untuk meladeni ruqaiya,
"kau bisa bersembunyi disuatu tempat ,lari lah selamatkan dirimu, "
"tapi,,,aku, "
"sudah lah ruqaiya. Kau ternyata wanita iblis bermuka manusia,,"
Hati ruqaiya terluka oleh ucapan jodha,tapi ia tidak bisa membantah kalau ia benar-benar jahat,
"JODHAA,,,AWAS,,," refleks jodha berbalik dan "BUUKK" syarif menonjok perutnya,
"uugghh" jodha melenguh dan tertunduk,perutnya terasa mau jebol. Syarif terkekeh menertawai jodha,
"jodha,,,jodha,,,kau tidak perlu melukai tubuh mu yang mulus ini hanya demi melindungi suami mu, "
Saat syarif masih tertawa, jodha menerjangnya. Dia tarik tangannya dan lutut jodha melayang kearah selangkangan syarif.
"uugghh… kau,!! Berani juga rupanya.." Syarif membungkuk sambil memegangi selangkangannya.
"kenapa kalian diam.?? Cepat hajar dia," syarif mengintruksikan kedua anak buah mereka yang sudah masuk. Dua orang itu mengelilingi jodha dengan pistol mengarah kepadanya. Well,,, inilah saatnya untuk wonder women kita sedikit beraksi.
Dengan gerakan tag terduga sangking cepatnya,kaki kanan jodha menendang pistol dipria 1 dan "DOORR" pistolnya menembak tangan pria 2 tanpa menoleh kearah pria tersebut hingga pistol ditangannya terpelanting tepat dihadapan ruqaiya. Dengan tangan gemetar ruqaiya meraih pistol tersebut. "DOORR" pistol ditangan jodha kembali berbunyi saat pria 1 mencoba meraih pistolnya yang terjatuh,pria satu "DET" .
Jalal masih berduel dengan mali,tapi karena darah yang terus mengalir keluar dari luka tembak dikaki kirinya membuat kondisi jalal mulai melemah. Adham khan yang sudah sadar sibuk meringkus anak buah mali yang lain. Diluar rumahpun terdengar letusan, letusan bunyi pistol bersahutan dan erangan kematian terdengar mengerikan disana.
Sedikit saja lengah maka nyawa akan melayang. Kita kembali ke wonder women kita, terlihat jodha sedang baku hantam meladeni syarif dan pria 2 tadi. Karena pria dua tadi telah terluka dilengan maka dengan mudah jodha merubuhkannya , "KREEKK" bunyi tulang leher pria 2 tadi patah. Jodha cukup bergidik ngeri saat kedua tangannya memelintir kepala pria 2 tersebut. Kini tinggal syarif yang harus diladeni jodha. "BUUKK" tendangan kaki syarif mengenai bahu jodha. Jodha tertunduk dan sedikit terdorong kebelakang tapi tidak sampai jatuh. Syarif mendekat dan melayangkan tinjunya, jodha menggenggam kepalan tangan syarif lalu memutar lengannya kebelakang.
"KRAKK" ,Terdengar derakan tulang patah, syarif melenguh kesakitan. Tapi jodha tak peduli,ia arahkan tendangan ke kepalanya dan syarif jatuh tersungkur.
"bangunlah,,,pria brengsek, " jodha melirik kearah suaminya yang sudah mulai tersudut oleh mali. Beruntung tidak ada pistol ditangan kedua pria itu,hingga bisa menguntungkan nyawa masing-masing.
Jodha berjalan mundur dengan cepat kearah jalal. Matanya mengedar dengan lincahnya,siaga kalau-kalau ada yang masih akan menyerang. Dia kini membantu suaminya melawan mali,pistol jodha terselip dikantong jeans nya. Jujur jodha tidak mau menggunakan senjata itu kalau tidak kepepet,apalagi mali tidak bersenjata saat ini. Untuk awal jodha dan jalal unggul,tapi saat mali berhasil meringkus jodha semua keadaan berbalik tidak menguntungkan dipihak jalal. Mali menelikuk tangan jodha kebelakang sambil menodongkan pistol kekepala jodha.
Jalal sudah sangat tak berdaya,kini kepalanya di injak oleh syarifudin. Jodha menjerit ,memohon agar syarif jangan melakukan itu pada jalal. Ruqaiya yang dari tadi hanya ngumpet dipojok ruangan ,dengan tangan gemetar mengarahkan pistol kepunggung syarif. Tapi nasib sial memang berpihak pada jodha dan jalal karena peluru dari pistol itu habis. Ruqaiya geram,putus asa ia memberanikan diri menyerang syarif. Tentu saja dengan mudah ruqaiya diatasi oleh syarif,tubuh ruqaiya terhempas menghantam tembok saat tendangan syarif menerjang diperutnya. Dan membuat ruqaiya terkapar tak berdaya,darah segar meleler keluar dari mulutnya.
Adham ingin memburu kearah syarif untuk menyelamatkan jalal,tapi niatnya terhenti kala teriakan jalal memperingatkan agar dia tidak usah melakukan itu.
"ADHAM,,,jangan,,,ta,,tahan,,jodha akan terancam nyawanya kalau kau ce,,cerob,,boh," tersendat-sendat jalal bicara karena ia sudah hampir kritis.
"ADHAM,,,jangan dengarkan perintahnya. Tolong selamatkan dia,jangan pikirkan aku,," jodha mencoba menyulut semangat adham.
Adham bingung,dan pilihannya jatuh pada jalal. Dia bergerak lagi kearah syarif yang masih menekan kepala jalal kelantai dengan kakinya. Lagi-lagi langkahnya terhenti,kala indra pendengarannya menangkap suara pelatuk pistol ditarik.
"ow,,oww,,owww,,,sungguh romansa cinta yang indah jalal. Kau menginginkan istrimu yang cantik jelita ini agar tetap hidup dan begitu juga sebaliknya,istrimu menginginkan kau yang tetap hidup, ck,,ck,,ck,,sungguh kisah cinta yang menjijikkan. Syarif berikan kertas itu,suruh jalal menanda tanganinya, " perintah mali. Syarif segera meletakkan kertas putih itu kelantai,sambil tangannya menjambak kuat rambut gondrongnya.
"cepat tanda tangani,kalau tidak kau dan istrimu akan mati konyol jalal, " syarif menyodorkan pena,dengan tangan gemetar jalal meraih pena itu.
"jangan,,,jangan suami ku. Kau tidak boleh memberikan perusahaan milik ayahmu kepada manusia-manusia iblis ini, " jodha coba memperingatkan jalal.
"oh,,,ayolah jalal,jangan mempersulit dirimu. Jatuhkan pilihan mu sekarang,perusahaan atau istri mu yang cantik ini, CEPAATT,,," bentak mali tidak sabar. Dia muak dengan tingkah jodha dan jalal.
syarif melabuhkan pukulan-pukulan telak pada tubuh jalal. Wajah tampannya sudah babak belur berlumuran darah. Jodha memohon pada syarif untuk berhenti menyiksa suaminya,
"aku mohoonn,,,hentikan,,,jangan siksa dia lagi. Hu,,huu,,hiks,,hiks,," jodha benar-benar sakit melihat keadaan jalal,serasa tubuhnya bisa merasakan apa yang jalal rasakan,
Tanpa pikir panjang lagi,jalal langsung menanda tangani kertas putih yang berisi pernyataan bahwa jalal mutlak memberikan perusahaannya pada abul mali. Jodha terbelalak tidak percaya,tangisnya pecah semakin meraung,melihat jalal tak berdaya dan lebih memilih dirinya dari pada perusahaan ayahnya. Kata-kata jalal saat mengatakan bahwa dirinya akan mempertaruhkan segalanya demi jodha,bahkan nyawanya akan ia korbankan demi wanita yang telah menjadi belahan jiwanya itu ,kini terngiang kembali ditelinga jodha,membuat wanita itu semakin menjadi-jadi tangisnya. Ruqaiya pun tumpah tangisnya saat jalal lebih memilih jodha daripada perusahaannya.
"bagus,,bagus,,cepat serahkan surat itu pada syarif, " perintah mali. Jalal meminta mali untuk melepaskan jodha dulu,tapi mali menolak. Lama perdebatan terjadi diantara mali dan jalal terjadi ,hingga jodha berteriak menyuruh mereka diam. Jodha tidak tahan melihat keadaan suaminya yang sudah sangat lemah itu,
"abul mali,,apa yang bisa kami lakukan sekarang,percaya saja padanya. Lepaskan aku,,," jodha memohon agar mali tidak mempersulit keadaan.
Abul mali akhirnya setuju,dia lepaskan jodha.Melihat jodha perlahan mulai berjalan mendekat kearahnya,membuat jalal lega dan ia bangkit berdiri dengan susah payah. Mali tetap menodongkan pistol kearah jodha,dan jalal menyerahkan kertas itu pada syarif. Mali meminta syarif membawa kertas itu padanya. Tapi saat berpapasan dengan jodha,syarif ingin meraih tubuh jodha,hingga jodha terpaksa melayangkan tendangan telak kearahnya,untung dia bisa menghindar. Mali geram pada syarif lalu mengalihkan pistol kearah syarif. Syarif terpaksa menuruti mali dan melepaskan jodha lagi.
Kini kertas itu sudah berada ditangan mali,ia sangat senang karena perusahaan jalal telah menjadi miliknya.
"DORRR" ,peluru dari pistol mali melesat kearah kepala jodha. Seperti tayangan slow motion ,peluru itu meluncur lambat menuju sasarannya yaitu kepala jodha. Jalal,adham dan ruqaiya bahkan syarifudin tidak percaya dengan yang barusan terjadi. Jalal segera meraih tubuh jodha dan membalikan posisi mereka,
"DAMN,," ,,darah memercik kewajah jodha. Waktu terhenti saat itu,semua orang terdiam dan terpaku dengan ekspresi terkejut. Hingga akhirnya jodha teringat pada pistol yang masih ada satu dikantong jeansnya,
"DORR",,,"DORR"
Dua kali jodha menembakkan peluru dalam pistolnya. Syarif telak peluru bersarang didadanya,tubuhnya ambruk kelantai. Sedangkan abul mali berhasil kabur tanpa lecet sedikitpun. Karena peluru jodha meleset darinya. Jodha segera menahan tubuh jalal yang akan ambruk kelantai.
"suamiku,,,bertahanlah,!!! Jodha meletakkan kepala jalal di pangkuannya.
"ku mohon,,,jaga kesadaranmu,tetaplah bersamaku,," jodha menangis,berusaha menghentikan darah yang terus mengalir di bahu jalal.
"uhukk,," jalal terbatuk di ambang kesadarannya. Dia serasa hampir mati menahan sakit di bahunya,
"jodha,,jod,,,"
"sssttttth.. diamlah,sebentar lagi bantuan medis akan datang. Kumohon tetaplah bertahan,tetaplah bersamaku dan aku mencintai mu,,aku mencintai mu,," jodha mencoba menenangkan suaminya meski ia sendiri panik.
"ADHAM ,,,cepat panggil ambulan. CEPAAATTT,,," jodha tidak dapat lagi bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
"jodha,,,sa,,,yang,,ak,,aku,,men,,cintai,,mu,,," jalal masih terus berusaha bicara.
"ku mohon,,,diamlah. " Jodha mecium bibir jalal,dia berharap dengan cara itu jalal bisa mendengarkannya.
Jalal berusaha memejamkan kedua matanya. Entah kenapa, ia merasa sangat lelah dan rasanya ia ingin tidur. Jodha semakin panik,
"jangan tutup matamu suamiku. Kau tidak boleh mati,aku yang harus mati duluan sebelum dirimu," jodha menepuk-nepuk pelan pipi jalal agar ia tetap terjaga.
Ruqaiya yang kini sudah berada didekat mereka,tidak mampu berkata apapun lagi. Dia sangat,,sangat menyesal telah terlibat dalam insiden yang membuat nyawa jalal terancam seperti itu,dia berdoa dalam hati agar jalal bisa diselamatkan.
"oh,,kanha. Aku mohon selamatkan suami ku,jangan kau ambil dia dariku. " jodha terlihat putus asa,apalagi ambulan lama sekali datangnya. Tiba-tiba genggaman tangan jalal melemah,jodha ketakutan dan histeris memanggil-manggil jalal,semakin tak terkendali emosinya saat genggaman jalal benar-benar terlepas dari tangannya,
"TIDAAAKKKK,,,,"............

KeNapa gaa rukaya...syarif..Malii aja yaNg Mati....kuraNg ajar...Mlasih Mbak Mitha aku ikutan eMosii Nee
BalasHapussbar dd,,,sbarr,,noh syarif jg sekarat hhhh
HapusMbak Mitha ceritaNya MaMpu Mebuat saya ikutaN eMosii SaMa kelakuaN rukaya N geNkNya itoo...
BalasHapusmbk sesuai jnji jgn ada yg meninggal ya mbk hehee trus jalal jgn dibikin miskin :D
BalasHapusmsi blm dpt imajinasi lnjutannya say
Hapussyukur dd klo bs ikutan menyelami imajinasi kk
BalasHapusAi mbk mitha kasihan bgt jalalx… hiksssss…. Tp seru. Aq tunggu ya lanjutanx gmn..
BalasHapusiya,,,kasiha bang kumis say ,,,hiks,,hikss
HapusIya,,nanti lg d bkin ljutannya
Kapan ni lanjutannya… aq nunggu lanjuannya… ;)
HapusSerru niiih tp jalal jgn smpe mati yaaaa mitha tq lanjuuut semangaaaat mithaaa Ganbate
BalasHapusAku masih menunggu adegan romantisnya
Ok,,,say
HapusEmosi tingkat dewa khrisna ini mah 😚😄😄😄
BalasHapusSm,,,aq jg emosi tingkat dewa siwa say ,,hhhh
HapusMb mitha toopp bgd.. Tp titip si abang jgn jd miskin n mati y mb.. Hehehe.. Pokoknya smgt 45 y mb.. Sukriya bwt ff nya yg bagus bgd mb..
BalasHapusSm2,,,say
HapusYaa,,,klo g miskin g seru,,kan dah bangkrut ,,,hehe
Mba Mitha......... Gemeteran saya pagi" gni gegara ff ini...... Serem bner sih mba....untung gk baca semalem,kalo gk pasti langsung mimpi buruk...(hehehe....brcanda mba...). Huuuuuhhhh....gedeg bener saya sma rukayah...mo tk pites aja kaya kutu rambut..... Thank you mba Mitha.... Part selanjutnya akan seperti apa ya ??!? Seperti apapun pokoknya jalal sama jodha gk boleh terpisah(iiihhhh.....maksa)......always waiting for next chapter.....
BalasHapuskeren mbak mita
BalasHapusMksiii,,,say
Hapushhhhh,,,aq nulis juga gemetaran say,,,
BalasHapusKyak ee tar mlm taw bsok lah d lnjut
Anda butuh angka 4d 5d 6d silahkan tlpon eyang woro manggolo di 0823,9177,2208.trimakasih
BalasHapus