Entri Populer

Selasa, 20 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.18




Jodha meronta saat tangan khaibar menelusuri wajanya,dia merasa sangat jijik. Khaibar mengekeh dan dengan kasar menarik lakban penutup mulut jodha hingga membuat jodha terpekik kesakitan,disekitar mulutnya sedikit memerah. Tentu saja setelah mulutnya bebas jodha berteriak-teriak memaki khaibar semua kata-kata yang menurutnya wajar ia lontarkan pada sosok mengerikan sekaligus menjijikkan itu telah ia keluarkan. Tapi khaibar tidak mengindahkannya,bahkan ia mengatakan kalau suara jodha sangat seksi terdengar.

Demi apapun apabila dia sedang tidak di ikat saat ini jodha ingin menghajar habis-habisan pria iblis dihadapannya itu. Walaupun sudah mengantungi gelar sabuk hitam taekwondo tapi dia tidak berdaya karena tubuhnya di ikat oleh khaibar. Khaibar menarik rambut jodha kebelakang hingga ia terdongak dengan paksa dan meringis kesakitan.

"lepaskan aku bajingan, " jodha membentak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai usaha untuk melepaskan cengkraman khaibar dirambutnya.

Tapi itu malah membuatnya tambah sakit,khaibar semakin bernafsu saat melihat gerakan liar kepala jodha dan menurutnya itu membuat wajah jodha semakin seksi. Khaibar mencengkram dagu jodha kemudian ia berusaha untuk menciumnya,jodha meludah diwajah khaibar sebelum ia sempat mencium dirinya. Tentu saja khaibar sangat marah dan "PLAAKKK"   sebuah tamparan keras tepat mendarat dipipi yang mulus tak bercacat itu,

"aaakkkhhh,,," jodha menjerit kesakitan,sudut bibirnya berdarah dan pipinya kini mencetak sempurna bekas tamparan telapak tangan khaibar.

"kau membuat ku marah nona manis,,,dan kau akan menerima akibatnya,aku habisi kau nona manis,,hhahhaaa,," gelak tawa itu menggema diseluruh ruangan. Jodha bergidik ngeri melihat kilatan mata khaibar yang berapi-api penuh dengan nafsu.

"Oh kanhaa,,,tolong selamatkan aku dari lelaki bejat ini. Pria itu ,,,ku harap dia sudi untuk datang dan menyelamatkan ku,,," bathin jodha,entah mengapa dia begitu mengharapkan kehadiran jalal saat ini.

Dengan kasar khaibar menarik jodha dari kursi dan menghempaskan tubuh tak beradaya itu ketempat tidur,jodha menangis meraung-raung karena kini nasib kehormatannya hanya tinggal menunggu waktu saja. Khaibar dengan gelak tawa menaiki ranjang dan "sreettt"  lengan baju jodha sobek ditarik oleh khaibar,tubuh jodha gemetar dan serasa saat ini semua tulangnya lepas dari persendian begitu lemas ketika ia membayangkan sebentar lagi mimpi buruk itu akan segera dimulai.

Jodha menjerit dan memaki sampai suaranya serak dan hampir hilang,tenggorokkannya juga terasa sangat sakit. Karena ia terus melawan maka sudah 3 kali tamparan keras khaibar mendarat dipipinya,utung saja gigi jodha kuat semua kalau tidak pasti satu atau dua giginya sudah lepas akibat tamparan kuat khaibar.
~o~

Alat penyadap telah dipasang di balik kerah kemeja motif kotak garis-garis yang jalal kenakan. Alat itu sudah terhubung dengan dua agen kepolisian yang sekarang tengah mengawalnya dan juga beberapa Intel yang sudah berjaga di lokasi. Mereka telah menemukan lokasinya dimana disitu tempat jodha disekap dan bagaimana mereka bisa tahu,??? Itu berkat GPS yang dipasang jalal pada handphone jodha beberapa waktu lalu. Dan bagaimana mereka bisa tahu kalau yang menculik jodha adalah khibar itu kerena ini kasus kedua khaibar menculik wanita.

“sebentar lagi kita sampai,” suara seseorang terdengar dari balik earphone yang bertengger manis di cuping jalal, “Aku melihat mobil kalian berbelok,” jalal menjawab seraya memutar kemudi agar mobil yang dikendarainya berbelok ke sebelah kiri.

Suasana disekitar rumah itu sangat tidak nyaman,walaupun bangunan rumah itu megah dan besar tapi sama sekali tidak terawat. Jalal dengan sangat hati-hati berjalan menyusuri pinggiran pagar rumah yang atas pagar tersebut terpasang pecahan-pecahan kaca yang sangat tajam dan runcing. Adham khan beserta anak buahnya siaga mengikuti jalal. Terdengar suara lagi dari balik earphone yang meminta jalal untuk menuju kepintu belakang rumah maka ia pun tanpa buang waktu lagi segera menuju tempat yang disebutkan.

"anda lihat cahaya temaram dari ruangan itu mr.jalal,??? Kami yakin disitu lah istri anda disekap oleh khaibar. Anda tunggu saja disini karena kami akan coba masuk kedalam, " ujar salah satu anggota kepolisian.

Jalal tentu saja tidak setuju,karena dia sendiri yang akan masuk untuk menyelamatkan jodha. Para polisi masih mencegahnya tapi jalal bersikeras,maka dibuatlah kesepakatan bahwa jalal boleh masuk asalkan kalau masih bisa dihindari jangan sampai lepas kontrol agar tidak membunuh tersangka. Jalal mengertakan rahangnya dan mengepalkan tinjunya. Di ikuti oleh adham khan dan 1 orang polisi jalal masuk kedalam rumah itu melalui pintu belakang yang dengan sangat mudah dibuka oleh adham.

Mereka awalnya berjalan dengan hati-hati,tapi jalal tidak tahan saat mendengar teriakkan istrinya yang sarat akan ketakutan dan sangat memilukan bagi yang mendengar. Ditambah suara istrinya itu sudah parau sekali,

"toloong,,,aaaaakk,,,berhentiiii,,,aku mohon jangaaann,,,hikss,,,hiikkss,,,aaaaa,,,!!!

Jalal tanpa bisa dicegah lagi oleh adham dan polisi tadi ,segera ambil langkah seribu dan,
"BRRAAAAKKKK"

Pintu yang memang sudah sedikit tua itu terbuka dan lepas dari engselnya jatuh kelantai. Dengan nafas memburu jalal menarik tubuh khaibar yang sudah berada di atas tubuh ringkih milik istrinya. Saat itu keadaan jodha sudah sangat mengenaskan,luka lembab disudut bibirnya dan juga pipinya,rambut panjang miliknya sudah sangat acak-acakan,ditambah lagi dengan pakaiannya yang sudah robek disana sini. Tapi beruntung saat itu jodha mengenakan stelan celana jeans dan masih utuh pada tempatnya.

Adham khan dan polisi tadi berusaha melerai pergumulan antara khaibar dan jalal. Mungkin kalau keadaannya sedang tidak kalap jalal akan kalah oleh khaibar yang bertubuh sangat besar seperti kingkong itu (psstt #abaikan). Tapi saat ini,jangankan khaibar gunung yang menjulang tinggipun mungkin akan dirobohkan oleh jalal yang sudah kesetanan ingin menghabisi khaibar,

"BRENGSEK.!!! Mati kau jahanam!” terlihat khaibar sudah tidak berdaya akibat amukan jalal yang membabi buta,sebenarnya ia sendiri juga kena beberapa kali dihantam oleh tinju khaibar dan mengakibatkan pelipisnya berdarah dan saat melihat itulah jodha terpekik karena ia merasa sakit saat melihat jalal terluka.

Mendengar pekikkan jodha,membuatnya menoleh dengan cekatan ia meninggalkan lelaki yang kini tengah terkapar dilantai. Dengan segera berlari mengambil selimut dan melilitkannya pada tubuh jodha.

"tenanglah,,,kau sudah selamat dan aman sekarang, " segera saja jalal menggendong tubuh jodha didepan dadanya dan keluar dari rumah laknat itu.

***

Jemari jalal yang kokoh masih bertaut pada jari jodha yang terlihat pucat,berkali-kali pria itu mencium punggung tangan istrinya,terselip kelegaan dalam setiap belaian lembut tersebut. Jalal hanya duduk termangu tanpa berucap,lidahnya terasa sangat kelu saat membayangkan betapa jodha akan sangat terpukul bila saja ia terlambat menyelamatkannya malam itu. Memikirkan hal terburuk yang hampir dialami oleh jodha hati jalal seakan tercabik-cabik dan tidak berbentuk lagi.

Jalal terus menggenggam tangan jodha,ia tidak beranjak sedikitpun dari sisi istrinya,bahkan tanpa sadar ia belum memasukan sedikitpun makanan ke dalam perutnya. Baginya memandang wajah lugu yang kini tertidur pulas sudah cukup mampu melupakan hal lain yang menurutnya tidak penting lagi jika dibandingkan dengan istri yang mulai dikasihinya itu sudah selamat sekarang.
***

Jodha berusaha mengumpulkan kesadaran sepenuhnya. Mengedarkan pandangan ke sekitar ruangan bercat putih tersebut. Bias cahaya mentari menelusup hangat melalui kelambu putih yang menutupi seluruh permukaan kaca jendela. Gorden warna cerah dengan motif bunga lotus menambah kesan hangat.

Samar-samar bau obat masih dapat tercium jelas,jodha yakin dirinya diberi obat penenang hingga tertidur karena efek sampingnya. Kilatan kejadian memalukan itu bermunculan menjadi siluet-siluet kenangan pahit yang membuat dada jodha bergemuruh penuh amarah.Tubuh yang masih lemah tersebut diseret paksa oleh pemiliknya menuju kamar mandi. Jodha menatap patutan dirinya di cermin,jijik, dan hina itulah kesan yang didapatnya akan wajah cantik yang ia milikki.

Jodha menyalakan shower dalam tempo kencang,membasuh diri dalam guyuran air dingin yang sewaktu-waktu dapat menjadi pembunuh untuk daya tahan tubuh. Dia menggosok seluruh permukaan kulit yang dapat digapai seakan ingin menghilangkan aib bahwa tubuhnya pernah diliat pria lain selain jalal suaminya. Tubuhnya merosot pada dasar bath up, tangisan kepedihan itu terus mengalir tersamar oleh derasnya air yang jatuh dari shower,tanda kemerahan bermunculan karena ia menggosok kulitnya terlalu kuat sehingga menimbulkan lecet di mana-mana.

“ya allah jodha,,,apa yang kau lakukan?!” jalal yang baru kembali ke kamar, sehabis membeli makanan segera berlari menuju tempat dimana jodha berada kini. Jalal mematikan shower dengan kasar, menarik istrinya agak beranjak keluar dari bath up yang mulai digenangi air. Dia tidak menyangka jodha akan bersikap seperti ini.

“aku kotor,,, jangan dekati wanita hina sepertiku. Aku benci pada diriku sendiri! Aku benci!” jodha berteriak dan meronta, saat jalal merengkuh tubuhnya. Berusaha menenangkan meski sulit namun tetap jalal lakukan.

“dengarkan aku,!!! Kau tidak kotor dan juga tidak hina,jodha kau masih suci. Jangan pernah melukai dirimu seperti ini lagi, aku mohon untuk kali ini dengarkan aku,” ujar jalal sedikit memekik agar jodha mau mendengarkannya. Meski akhirnya suaranya melembut setelah istrinya sedikit tenang dan tidak terus berusaha melepaskan diri lagi dari dekapannya.

“aku bukan istri yang baik, aku tidak dapat menjaga tubuhku. Lelaki itu telah melihatnya, aku kotor,!!! Hiks,,,hiks,,,". Jodha masih terisak, kini tubuh suami istri itu telah sama-sama basah.

Andai saja jalal tidak pergi untuk membeli makanan,maka jodha tidak akan pernah ia biarkan melakukan hal seperti saat itu,
“ingat aku adalah suamimu, dan aku tidak pernah berpikiran hal kekanakan seperti itu tentangmu. Aku bisa pastikan kalau kau masih suci jodha,lupakan dan jangan ingat-ingat kejadian itu lagi. Aku akan selalu disampingmu untuk membuatmu sembuh dan melupakan itu semua.” ujar jalal dengan nada sungguh-sungguh dan serius.

Tanpa sadar tangan jodha yang semula hanya diam kini telah beralih memeluk jalal dengan penuh minat, sepertinya dia mulai tersentuh oleh kebaikkan-kebaikkan jalal selama ini. Jalal seakan tak percaya kalau jodha sedang balas memeluknya,sungguh tidak bisa diungkap dengan apapun perasaan bahagia jalal saat itu dan ujung bibirnya tertarik membuat sebuah lengkungan yang sangat manis.

~o~

Sepoi angin laut menerpa rambut jodha yang tergerai indah membuat anak rambut menghalangi jarak pandangnya. Sesekali ia merapikannya, meski angin-angin itu kembali membuat rambutnya berantakan.Hiasan langit senja tampak indah,bias orangye yang memantul di wajah langit sulit untuk jodha lewatkan dan irikan-irikan burung camar yang bergerombol semakin memperindah pemandangan serta hawa sore yang terasa masih hangat sulit untuk ditolak.

“pemandangan ini memang sangat indah,tapi sepertinya kita harus segera pulang,kau masih belum sehat betul jadi kita harus jaga kesehatanmu hingga benar-benar pulih,” ujar jalal lembut mengajak jodha untuk pulang karena hari sebentar lagi malam.

Jalal khawatir akan kesehatan jodha. Jodha seolah lupa bahwa dirinya masih harus menjaga kesehatan hingga fisiknya sembuh total. Jalal dengan ragu-ragu meraih tangan jodha kemudian menggenggamnya,jodha menoleh dan tersenyum dan saat jalal menarik tangannya menuju kemobil,ia hanya menurut. Jodha sendiri masih tidak mengerti sekarang tubuhnya merespon dengan baik semua titah dari jalal.

Mereka sampai dirumah,dan kini jodha sudah berada dikamarnya. Jalal membantu jodha untuk berbaring kemudian menyelimuti tubuhnya.

"aku akan menghangatkan bubur dulu dan kau tunggulah sebentar," jalal mengelus kening jodha.

Jodha hanya mengangguk pelan dan tersenyum.
"kini dia berubah menjadi pribadi yang hangat dan lebih perhatian padaku," bathin jodha.

Selama jalal sedang didapur untuk memanaskan buburnya jodha termenung memikirkan hubunganya dengan jalal akhir-akhir ini,mereka semakin dekat dan akrab,jarak diantara mereka seakan mulai terkikis seiring berjalannya waktu. Jalal datang dan menarik kembali jodha dari dunia lamunannya,ditangannya ia membawa nampan yang diatasnya ada sebuah mangkuk putih dan segelas air putih. Jodha teringat saat dimana jalal juga pernah melakukan hal seperti itu waktu dia sakit dulu.

"duduklah,,,sekarang kau harus makan untuk kemudian minum obat," perintah jalal yang tentu saja dituruti tanpa protes oleh jodha.

Sesuap demi sesuap bubur itu masuk kemulut jodha,jalal merasa senang karena kali ini tidak ada perdebatan seperti waktu dia menyuapi jodha dulu bahkan suasana saat ini begitu hening hanya suara dentingan sendok yang kadang terkena pinggiran mangkuk yang terdengar saat itu. Mereka berdua sama-sama bingung untuk bagaimana harus memubuka percakapan,dan mereka juga tidak menemukan kosakata yang tepat untuk mulai bicara. Hingga tak terasa bubur jodha sudah habis,jalal meraih piring kecil dan juga gelas air dari atas nampan setelah sebelumnya ia terlebih dulu menaruh mangkuk bubur yang sudah kosong.

"ini obat mu,kau minumlah. Semoga saja kau cepat pulih jodha," ujar jalal tulus.

Jodha menerima obatnya kemudian meminumnya,bahunya agak sedikit bergidik saat butiran-butiran kecil itu memasuki rongga mulutnya,

"kenapa,,,pil nya pahit,??? " tanya jalal ,walau ia sendiri memang tahu kalau pil itu memang pahit,dia hanya kehabisan kata untuk dikatakan.

Jodha menjawab kalau pilnya sangat pahit,dia bilang ingin cepat-cepat sembuh supaya tidak lagi meminum pil-pil pahit itu. Jalal terkekeh geli melihat tingkah jodha dan penyakit lamanya kambuh lagi,

"ternyata wanita setangguh dirimu bisa tidak tahan juga dengan pil pahit, "

"berhentilah menggoda ku. Aku yakin kau juga pasti tidak akan suka pada pil pahit ini, " rajuk jodha sambil membuang mukanya kesamping. Jalal masih terkekeh dan beranjak dari tempat tidur sambil berkata bahwa yang dikatakan jodha itu benar karena ia memang sangat tidak suka untuk meminum pil pahit. Dia meletakkan cangkir dan juga piring kecil tadi kembali keatas nampan lalu dia menyuruh jodha untuk tidur,

"tidurlah,,,supaya kau cepat pulih, "

Jodha menolehkan kepalanya memandang pada jalal,walau dengan sedikit gugup dan ragu-ragu jodha mengucapkan terimakasih pada jalal dan jalal menyahuti kalau jodha tidak perlu berterima kasih karena mereka adalah suami istri dan sudah semestinya bagi mereka untuk saling melindungi satu sama lain. Setelah merapikan selimut jodha ,jalal hendak beranjak keluar kamar tapi dengan cepat tangan jodha meraih tangan jalal dan menahannya...

TBC...

16 komentar:

  1. kpn nih adegan romantisnya????? hehee

    BalasHapus
  2. I like it. Asyiik nih si mitha ngebut bikin ff cinta sejati... semangaaaaat mitha tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. bkn ngebut say,,,cm lg semangat nulis aja :-)
      Sm2

      Hapus
  3. Kalo gitu nanti malam post lagi ya mba Mitha..(.hehehehe....ngarep)..... Thank you mba Mitha.... Ff yg bisa membuat tersenyum dari hati.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. g dpt ide lg say,

      Lusa yah bru lnjut lg,,sukriya dan syukur lah ff aq bisa buat orang tersenyum :-) :-*

      Hapus
  4. Kerren sip. .... Mau ngantor . . . absen cek ff. mau pulang juga absen ff siapa tau ada kljtn. Trims. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. thx ya mba,,,
      Mgkn bsok atau lusa part.19 nya d post

      Hapus
  5. Mbak Mitha Mkasii baNgett harii iNii doblle....

    BalasHapus
  6. Halo mba mitha salam kenal ya...br nemu nie ff mba mitha...lgs bc ampe hbs...kebetulan lg sukaaa bgt bc ff...bs bkn senyum2 sndr..ditgg kelanjutannya mba...makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo jg say, slm knl kmbli..
      Alhmdlh klo qm sk m ff aq,,,mksii kmbli to dirimu :-)

      Hapus
    2. Halo jg say, slm knl kmbli..
      Alhmdlh klo qm sk m ff aq,,,mksii kmbli to dirimu :-)

      Hapus
  7. hi..... kpn nich next part cinta sejati ny dipost?? udah ga sbr pgen bca ff kmu........

    BalasHapus
  8. ff Cinta sejatinya sangat bagus .... bikin senyum sendiri dan kadang mengeluarkan air mata dan hati berdebar .....Tkhs Mita .. ditunggu next episode 19 ....... penasaran sangat .. hehe ... sukriya.

    BalasHapus