Entri Populer

Jumat, 30 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.25










"GELAP",,, hal itulah yang jalal rasakan saat ini, ia menatap sekitarnya dengan panik.

"dimana jodha,???  dimana keluarga ku,??? kenapa aku sendirian disini,??? " Jala mencoba berjalan. Berharap menemukan setitik cahaya dalam kegelapan itu,

Harapannya terkabul, didepan sana jalal melihat setitik cahaya. Ketika ia semakin dekat, cahaya itu semakin besar layaknya sebuah terowongan, jalal masuk kedalamnya. Hal pertama yang ia lihat ketika keluar dari terowongan adalah sebuah taman yang indah dengan sungai-sungai yang mengalir jernih. Burung-burung yang bersiul dengan suara merdu, serta bunga-bunga yang bermekaran layaknya dimusim semi. Jalal terpana, tempat itu begitu indah dan terasa begitu nyaman dan menenangkan. Beberapa hewan mungil berlarian ditaman itu,jalal menghampiri seekor kelinci putih lalu menggendong kelinci itu dengan gembira. Kelinci itu menggerak-gerakkan telinganya dan mengendus-endus wajah jalal dengan hidungnya,

Jalal tertawa, "tempat ini sangat indah. Apa ini adalah surga.??? gumamnya, namun ia terdiam.

"kalau ini surga,!!! Apa aku telah mati,??? Lalu bagaiman dengan orang-orang yang aku tinggalkan,??? " bathin jalal.

"kau menyukai tempat ini.???"

Jalal berbalik,tetesan bening mengalir begitu saja ketika mengetahui siapa yang tadi berbicara kepadanya. Rasa rindu yang begitu membuncah membuat jalal berlari menghampiri sosok itu.

"ayah,,," tangisnya seketika pecah. Sosok itu begitu nyata,bahkan ia bisa merasakan hangatnya pelukan sang ayah.

"aku rindu ayah,,,aku merindukan mu, "

"ayah juga jalal. Ayah juga merindukan mu, " humayun membalas pelukan sang buah hati.

"kenapa meninggalkan ku, ayah,???"

"maafkan ayah nak. Maafkan ayah,,," ujar humayun sambil menepuk-nepuk punggung jalal.

Jalal semakin keras terisak, ia memeluk ayahnya dengan erat. Dia takut, jika ia melepaskan pelukannya, maka sang ayah akan menghilang begitu saja,

"jangan tinggalkan aku lagi."

Humayun tersenyum, ia mengusap kepala jalal degan lembut.

"kau tidak merindukan ibu mu.???" tanya humayun.

Jalal mendongak, ketika ia mengalihkan pandangannya kesamping, hamida ibunya telah berdiri disana dengan senyuman hangatnya,

"ibu,,," jalal beralih kepelukan ibunya. Rasanya begitu menenangkan ketika ia kembali bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya. "BAHAGIA" ,,,Satu kata yang tidak bisa ia lukiskan.

 "aku benar-benar merindukan saat-saat seperti ini, " isak jalal.

Hamida membalas memeluk putranya dengan erat, " ibu juga merindukan saat-saat kita bisa berkumpul lagi bersama ayahmu seperti ini jalal, "
*****


Jodha menatap jalal yang masih terbaring koma,jika jam 7 malam nanti dia belum juga bangun, maka dokter akan segera melakukan operasi saat itu juga. Tinggal 3 jam lagi, jodha berharap jalal segera sadar.

"sayang,,, apa kau begitu menyukai kegelapan.?? Kenapa tidak kembali padaku.??? Apa disana begitu indah sehingga kau begitu betah untuk berlama-lama.??? Aku mencintaimu, suami ku. Kembalilah padaku, aku mohon,,,"

Jodha terisak bahunya berguncang-guncang tapi air mata itu tidak ada, hingga dadanya terasa sakit dan sesak. Bibirnya tak henti-henti menciumi jemari suaminya. Sakit, ia sangat sakit ketika melihat sosok pria yang sudah mengisi penuh ruang hatinya itu harus terbaring lemah seperti ini. Dia ingin kembali merasakan kehangatan jalal,merasakan sentuhan lembut pria itu, mendengarkan alunan indah dari suara merdunya saat sedang mencumbunya dan suara menyebalkan saat sedang menggodanya. Terlebih, jodha merindukan senyuman hangat penuh cinta dari jalal,

"cepatlah bangun. Jangan tinggalkan aku sendirian, sayang. " lirih jodha.

Hamida yang tadi ingin masuk,jadi mengurungkan niatnya.

"ya ,allah,,,semoga engkau punya rencana indah dibalik semua kepedihan ini. Suami ku,,,aku berharap kau juga akan menolong anak kita dari atas sana,,amiiin,,," bulir-bulir bening itu jatuh kembali membasahi kedua pipi yang telah nampak kerutan-kerutan tanda penuaan walau masih agak samar.
*****



Jalal berlarian mengejar kelinci mungil yang beberapa waktu ini terus menemaninya, dia tidak tau sudah berapa lama ia ditempat ini. Tidak ada kegelapan, tempat ini selalu terang benderang,

"ibu,,,apa ayah tinggal disini.???" jalal yang tengah menggendong kelinci itu menoleh pada hamida yang duduk diayunan taman. Hamida tersenyum sambil mengangguk,

"bisakah aku dan ibu tinggal disini bersama ayah.??? Aku ingin tetap bersama ayah ibu, " jalal menatap ibunya penuh harap. Hamida tertawa, dia kemudian berjalan mendekati jalal, mengusap rambut gondrong putranya dengan lembut,

"kau yakin, sayang.??? Disini hanya ada ayah mu. " wanita paruh baya itu melirik sekilas kearah suaminya yang berjalan menghampiri mereka,

"kita masih punya orang-orang yang menunggu kita, sayang. Apa kau lupa, kau sudah punya istri dan dia sekarang sedang sangat khawatir dan sangat merindukan mu, nak,,,"

Jalal terdiam sesaat,kemudian bibir tebal itu berucap lirih, "jodha,,,"

"iya sayang,kembalilah. Kau harus ikut bersama ibu nak, jodha istrimu tengah menunggumu saat ini. Suatu hari nanti, jika kita sudah benar-benar telah lelah dengan kehidupan disana, maka kita akan kembali kesini bersama-sama lagi dengan ayahmu ,tempat ini dan juga ayah mu akan selalu menerima kita sayang. Tapi belum untuk saat ini, humayun tersenyum lembut,

"ibumu benar sayang. Kalian belum seharusnya tinggal disini bersama ayah, jadi kau pulang lah bersama ibumu. Istrimu menunggu disana, dan jangan lupa sampaikan salam ayah pada menantu ayah itu, katakan kalau ayah sangat percaya untuk menitipkan dirimu padanya, "

"ayah,,,"

"kembalilah, jalal. Ikutlah bersama ibumu, dia menunggumu,!! Jangan biarkan gadis sebaik dia terluka lebih lama lagi. "

Jalal terisak. Yaa,,,ia masih punya seseorang yang menunggunya. Seseorang yang kini telah memiliki hatinya,

"ayah,,,ibu,,,aku ingin kembali. Bawa aku pulang bersama mu ibu, " ujar jalal sambil masih terisak. Hamida tersenyum,

"tentu sayang,,,ayahmu akan menunjukan jalannya pada kita, "

"lalu bagaimana jika aku merindukanmu ayah,???"

Humayun memeluk putranya, " ayah ada disini jalal, " humayun menunjuk dada jalal,

"meski kau nantinya tidak akan pernah lagi melihat ayah. Tapi percayalah, sayang, ayah selalu ada disisi kalian berdua, " humayun melirik istrinya sambil tersenyum lembut yang dibalas hamida dengan senyuman lembut pula. Jalal semakin terisak, tangisnya semakin keras ketika ayahnya orang yang selama ini ia rindukan memeluknya dengan hangat.

"kembalilah,,,kau punya kehidupan yang lebih bahagia lagi, sayang. Percayalah pada ayah,wanita itu tidak akan pernah mengkhianatimu dan jika dunia mengkhianatimu, maka wanita itu akan mengkhianati dunia karena dia tidak akan menyia-nyiakanmu, sayang." humayun meyakinkan jalal. Jalal mengangguk,

"satu lagi,,,buang dendam dihatimu, nak. Ayah sudah bahagia disini, jangan buat ayahmu ini menderita disini, walaupun grup JA ayah dirikan dengan titik darah dan keringat ayah sendiri. Tapi kau jangan lupa jalal,,,semua yang ada di muka bumi ini hanya allah SWT yang punya hak mutlak. Allah-lah yang menciptakan dunia dan isinya,maka allah juga yang berhak untuk mengakhiri dunia dan segala bentuk sandiwara didalam dunia, " tambah humayun, dan ia sedikit memberi siraman rohani pada jalal, agar putranya itu tidak akan dikuasai oleh dendam.

"iya ,ayah. Aku aka tanamkan semua yang ayah katakan tadi didalam hati dan pikiranku, " ujar jalal tegas. Hamida dan humayun tersenyum bahagia mendengarnya.

*****

Jodha membenamkan wajahnya kepunggung tangan jalal. Entahlah, ia tidak tau sudah berapa lama atau berapa kali melakukan hal itu, menangis, kemudian merenung dan kadang tertawa sendiri. Berharap sang suami segera membuka matanya, sedangkan hamida,orang tuanya dan juga moti hanya bisa menelan kepahitan, miris melihat penderitaan jodha,

"suamiku,,,bangun, sayang. Aku berjanji, jika kau bangun aku hanya akan memperlihatkan kebahagiaan padamu. Kita juga akan selalu bersama-sama menghabiskan setiap waktu, atau kau mau berbulan madu.??? Kau ingin punya anakkan,??? Aku akan mengabulkan semuanya, sayang. Tapi ku mohon, bangunlah. " jodha entah untuk yang keberapa kalinya mencoba mengajak jalal berbicara,

"HENING" ,,,tetap seperti itu. Hanya suara dari monitor serta alat-alat yang terpasang ditubuh jalal yang menjawab semua ucapan jodha,

Jodha mendongakkan kepalanya untuk melihat jam didinding. Satu jam lagi, jika jalal tak kunjung bangun, maka dokter akan kembali mengoperasinya. Membayangkan benda tajam itu akan kembali menggores kulit suaminya, membuat jodha benar-benar tak tega. Harus berapa banyak lagi tubuh suaminya itu ternodai oleh bekas luka serta jahitan,

"jangan tinggalkan aku..." lirih jodha.

"aku tidak sanggup jika hidup tanpamu. Bangun, sayang... aku punya impian indah bersamamu. Kita akan membangun keluarga kecil yang bahagia. Aku mohon... bangun, sayang."

Jodha terisak kembali dan kali ini air mata itu ada,keluar deras dari sudut matanya. Bibirnya mencium lama punggung tangan jalal hingga air mata itu jatuh membasahi punggung tangan jalal. Setelah cukup lama dengan posisi itu,ia kembali menatap sayu pada wajah jalal. Matanya terus memperhatikan kelopak mata tajam milik suaminya dan kemudian dengan perlahan kelopak mata itu mulai bergerak. Jodha tertegun,

"BERGERAK,???

Perasaan lega memenuhi ruang hatinya. Tepat ketika mata tajam itu terbuka, jodha memencet tombol untuk memanggil dokter.

*****

"luka luarnya sudah mulai mengering." dokter tersenyum lembut. Dia memeriksa luka dikaki kiri jalal dan mengatakan kalau luka itu sudah sembuh. Hamida,meinawati,barmal,moti serta yang lainnya tersenyum lega. Jodha adalah orang yang paling merasa bahagia saat itu,

"hanya saja, luka dalamnya masih butuh perawatan lama. Bagaimanapun juga peluru itu meninggalkan bekas luka bakar dibagian kulit jantungnya." lanjut dokter,

"butuh waktu berapa lama dok,???" jodha meremas lembut jari jalal yang berada dalam genggamannya. Dia bisa merasakan betapa tegangnya jalal saat ini.

Sudah tiga minggu sejak jalal sadar, selama tiga minggu itu pulalah ia harus tetap berbaring diranjangnya. Sesekali jodha akan membantunya duduk agar punggungnya tidak lecet dan itupun diiringi ringisan kesakitan dari jalal,

"satu atau dua bulan." Dokter menarik nafas berat.

"luka yang dideritanya cukup parah. Beruntung hanya menggores jantungnya karena saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika peluru itu menembus jantung."

Jodha kembali meremas tangan jalal. Yaa,,,beruntung tuhan masih memberikan kesempatan kedua pada jalal. Jika tidak, mungkin saat ini jalal sudah berada dialam lain meninggalkan jodha dan semua yang ia cintai didunia ini.

"jangan takut." lanjut dokter lagi.

"jika dirawat dengan baik, luka itu akan cepat sembuh." sosok berseragam putih itu kembali tersenyum hangat.

Jalal tersenyum canggung. Jujur saja, ketika bernafas ia masih merasakan dadanya ngilu, seolah jantungnya ditancapi puluhan paku beracun.

"minum obat yang teratur." dokter kembali melanjutkan.

"dengan begitu lukamu akan cepat mengering."

"sukriya,,dokter, " ujar jalal tersenyum.

Ketika dokter keluar, jalal menghembuskan nafasnya dengan pelan. Dia melirik jodha yang terlihat tengah berpikir serius.

"ada apa,sayang,,,? "

Jodha menggeleng. Hamida dan meinawati sama-sama mengelus sayang kepala putri mereka itu,

"iya nak,,ada apa.??? Bukankah seharusnya kau bahagia sekarang ,karena jalal sudah terlepas dari kematian,!!! " tanya hamida,meinawati tersenyum sambil mengangguk pelan. Jodha tersenyum,

"maafkan aku. Aku merasa bersalah,seharusnya waktu itu aku lah yang terbaring dikasur ini dan bukan dirimu, "

"ssssttt..." jalal meletakkan telunjuknya dibibir jodha.

"jangan menyesali apa yang terjadi, semua ini sudah bagian dari rencana allah, sayang."

Hamida membenarkan ucapan jalal,begitu juga yang lainnya. Kemudia semua orang meninggalkan sepasang suami istri itu.

*****

"aku mencintaimu." jodha menatap dalam manik mata tajam namun tengah menatap lembut padanya sekarang.

"kau tau... aku lebih mencintaimu. Sayang,,," ujar jalal penuh cinta.

Jodha tertawa. "tidurlah, kau masih harus banyak istirahat."

Jalal mengangguk, dia hanya menurut ketika jodha membantunya memperbaiki posisi tidurnya. Tapi saat jodha hendak beranjak menuju sofa, jalal menahan tangannya. Jodha bertanya apa ada yang dibutuhkan lagi oleh jalal, senyuman nakal menghiasi wajah jalal.

"iya,,,aku masih butuh sesuatu. Aku ingin kau tidur disini, " jalal menepuk-nepuk tempat kosong disisinya.

"aku ingin kau tidur disisiku, didalam dekapan ku malam ini, jodha, "

"bagaimana aku bisa tidur disitu,!!! Maksudku,,,ranjangnya kan kecil, " ujar jodha.

"tapi,kurasa cukup besar kalau hanya untuk kita berdua. Lagipula ,tidak perlu ranjang yang besar karena kita juga tidak pernah ingin tidur dengan jarak yang berjauhankan,???" jalal kembali melemparkan senyuman nakal dan kali ini disertai kedipan sebelah matanya. Jodha tersipu karena mengerti dengan arah ucapannya suaminya sekarang,

"emmm,,,baiklah. Tapi jangan salahkan aku kalau saat aku tidur nanti aku akan menyenggol lukamu dan membuatmu kesakitan, " jantung jodha mulai tidak teratur,

Jalal tersenyum dan menarik jodha agar cepat naik keatas ranjang. Jodha dengan hati-hati berbaring disisi suaminya dengan posisi berbantalkan lengan suaminya,dan itu adalah hal yang tidak akan berubah sampai kapanpun,

"maafkan aku,karena telah membuatmu khawatir dan ketakutan begitu lama, sayang, " ujar jalal, jari telunjuknya menelusuri wajah jodha,matanya menatap sayu dan ada pancaran rasa bersalah disana.

"sssstttt,,," jodha meletakkan jari telunjuknya dibibir jalal.

"seperti katamu, ini adalah sebagian dari rencana tuhan. Kita tidak boleh meratapinya lagi, "

Jalal mengecup puncuk kepala jodha, " iya sayang. Tapi aku ingin menanyakan sesuatu padamu,???

"hemmm,,,katakan, " ujar jodha meraih tangan jalal lalu mengecupnya lembut,membuat jalal mengerang tertahan. Karena bagaimana-pun juga,mereka sudah lama tidak bersentuhan pisik dalam situasi seperti saat itu,

"ruqaiya,,,dimana dia,??? Aku tidak menyangka dia akan melakukan hal tak termaafkan seperti itu, " ada nada kemarahan dalam ucapannya, jodha untuk sesaat hanya diam dan jujur dia tidak mau membahas tentang ruqaiya. Tapi ruqaiya juga punya andil besar dalam menyelamatkan jalal,

"sehari sebelum kau sadar. Ruqaiya telah berangkat ke amerika,ia bilang akan tinggal bersama dengan bibi gulbadhan. Dia menitipkan salam untuk mu dan juga permohonan maafnya. Aku harap kau mau memaafkannya karena dia turut andil dalam menyelamatkan nyawamu. Ruqaiya mendonorkan darahnya untuk mu karena saat itu kau kehilangan banyak darah,dan aku menyesal karena tidak dapat melakukan apapun untuk menolongmu, " bulir-bulir bening itu meluncur turun dari kelopak mata indah jodha. Jalal mengusap air mata jodha,

"sudahlah,,,jangan sedih lagi. Kau lah yang punya andil besar dalam penyelamatan ku ,sayang,,," ujar jalal. Jodha menautkan alisnya ,tidak mengerti dengan ucapan jalal karena ia tidak melakukan apa-apa,

"seseorang menitipkan salam untukmu sayang dan orang itu juga sangat percaya untuk menitipkan ku padamu, "

"boleh aku tahu,siapa orang itu,??? " tanya jodha sangat penasaran. Jalal menarik jodha lebih dalam, lalu ia menceritakan apa yang ia alami selama ia koma dan jodha sangat terharu mendengarnya,

"aku tidak percaya ,ayah bisa begitu sangat percaya padaku, " jodha tidak bisa mencegah air mata yang semakin deras mengalir dipipinya,

"kau orang yang memang pantas diberi kepercayaan sebesar itu ,sayang. Mungkin wanita lain sudah meninggalkan ku saat aku jatuh miskin seperti ini,apalagi keadaan ku saat itu tidak bisa dipastikan apakah masih akan sadar atau tidak. Tapi kau tetap berada disisiku dan dengan setulus hati mau mengurusku, "

"CINTA SEJATI,,,bukan cinta saat sedang sehat saja,bukan cinta saat sedang berjaya,dan bukan cinta hanya karena harta. CINTA SEJATI, adalah cinta sepanjang masa dan cinta apa adanya. Tidak peduli diwaktu sakit,kaya ataupun miskin. CINTA SEJATI adalah cinta yang tumbuh dari hati, "

"ayah benar-benar tidak salah menilai mu, sayang, " jalal memeluk jodha dengan sangat erat. Lalu ia mendorong sedikit tubuh jodha agar tercipta sedikit jarak diantara mereka. Lama ia memandangi wajah cantik milik istrinya itu,membuat jodha tersipu dan merona dan saat jodha hendak memalingkan wajahnya. Jalal cepat menahan dagunya dan mulai mendekatkan wajahnya,kening mereka menempel begitu juga hidung keduanya,hingga akhirnya jodha merasakan material lembut itu menyentuh bibirnya kemudian melumatnya perlahan dengan penuh kelembutan.

Jodha dengan ragu-ragu membalas lumatan suaminya,ia membuka sedikit mulutnya memberi celah agar lidah jalal bisa masuk dan bermain disana. Lidah mereka saling melilit dan menggelitik,hingga gelenyar-gelenyar kenikmatan mulai berteriak meminta lebih. Ciuman yang tadinya hanya sekedar pelepasan rasa rindu yang mendalam selama ini,kini berubah menjadi ciuman yang sangat bergairah. Hingga pada akhirnya jalal merasakan dadanya nyeri karena oksigen mulai menipis,dengan terpaksa ia harus menghentikan ciuman panas mereka. Dengan nafas terengah-engah mereka saling menatap dalam sambil berlomba untuk menghirup udara sebanyak yang mereka bisa.

"apa dadamu kembali terasa sakit, ???" tanya jodha khawatir,saat melihat jalal mengernyit menahan sesuatu,

"iya,,dadaku nyeri saat oksigen yang aku hirup menipis, "

Jodha perlahan memajukan wajahnya kearah jalal. Jalal yang masih terengah-engah dan menahan sakit didadanya mengira jodha akan menyiksanya lebih dari sekarang. Dia mengira jodha akan kembali menciumnya,tapi ia salah karena jodha hanya membisikan sesuatu ditelinganya yang membuat senyumnya merekah seperti bunga mekar di pagi hari,

"kita akan melanjutkan semua ini ,setelah kau sembuh. Bukankah aku juga pernah menjanjikan hal aeperti ini dipagi hari sebelum kejadian pahit itu terjadi,!!! Dan aku akan melunasi ssmuanya saat kau benar-benar sudah pulih , " jodha mencium sekilas bibir jalal. Jalal tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, dan meminta jodha tidak akan lupa pada janji nya itu dan jodha tanpa malu-malu seperti biasanya dengan tegas menyanggupi. Malam itu,mereka hanya tidur dengan saling memeluk erat satu sama lain.

*****

Malam itu,jodha sedang berdiri dibalkon kamar mereka sambil memandangi cahaya bulan yang indah. Yaa,,,sekarang mereka telah kembali kerumah mereka yang lama. Semua akses kekayaan jalal sudah kembali dalam genggamanya, semua itu berkat pertolongan sujamal kakak sepupu jodha. Jalal yang baru saja selesai mandi tertegun saat melihat jodha. Pemandangan didepan matanya itu,sukses membuat jantungnya berhenti bekerja untuk sesaat, gaun tidur dengan tali spagethi yang dikenakan jodha sangatlah tipis, sehingga memperlihatkan siluet tubuh bagian dalamnya dengan hampir sempurna.

Jodha masih belum menyadari kehadiran jalal,yang sedang memandang tak berkedip kearahnya. Tenggorokan jalal serasa kering,syaraf-syaraf peka dalam dirinya mulai menegang. Perlahan ia berjalan mendekati jodha dan memeluknya dari belakang dengan posesif. Membuat wanita itu sedikit terkejut dan menegang seketika saat lidah jalal menjilat lembut daun telinganya.

"ah,,,kau sudah selesai mandi rupanya, sayang, " suara jodha sedikit bergetar karena menahan nafsu gairah yang mulai meletup-letup dalam tubuhnya.

"aku tadi berniat untuk mengambil baju dilemari,tapi kau berdiri disini dengan gaun setipis ini tentu saja menarik langkahku untuk mendekati mu, " jalal mengalihkan tangannya keatas dada jodha memeluk bahunya.

"jadi kau pikir aku sekarang pasti sedang menggoda mu. Iya kan,??? " jodha mengangkat sebelah tangannya dan memeluk kepala jalal.

"lalu,!!! Kalau tidak berniat menggoda,???" jalal merapatkan tubuh mereka,menghilangkan jarak yang ada. Jodha merasakan kehangatan tubuh suaminya. Tangan kanannya ia letakkan diatas tangan kanan jalal yang melingkar dipinggangnya, ia sedikit menolehkan kepalanya agar dapat melihat wajah jalal.

"well,,,kalau aku memang berniat menggoda mu,!!! Apakah itu salah, ???" ada nada sinis disana tapi senyuman yang terukir dibibirnya membuat jalal tidak tahan untuk mengabaikannya,

"tentu saja tidak ,sayang. Aku senang kalau kau menginginkan ku, " jalal melumat agak lama bibir jodha,lalu melepaskannya. Dipandanginya wajah jodha,sinar rembulan yang menerpa membuat wajah itu semakin terlihat cantik.

Dengan perlahan ia mulai mengecup dan menjilat daun telinga jodha kembali, lalu beralih pada pipi jodha mengecup seluruh wajah jodha dan terakhir melumat lembut bibirnya. Hingga membuat jodha harus memiringkan sedikit tubuhnya agar mendapatkan posisi nyaman. Jodha yang tadi hanya diam dan menerima saja kini mulai membalas ciuman suaminya. Ciuman yang semakin dalam membuat ritme ciuman itu sedikit lebih cepat. Tapi kemudian jalal melepaskan ciumannya menenggelamkan kepalanya di leher jodha membuat jodha melepaskan lenguhan nikmat.

Jalal membalikan tubuh jodha,hingga kini menghadap kearahnya.

"aku sangat merindukan mu, " jalal menatap intens mata jodha dengan tatapan yang sarat oleh nafsu yang selama ini tertahankan. Jodha yang sudah hampir melayang diangkasa hanya memandang sayu pada jalal,karena ia juga merasakan hal yang sama dengan jalal. Lalu jalal berbisik ditelinga jodha,

"bisakah kita lanjutkan ini didalam, sayang,??? Aku menagih janji mu, "

Jodha hanya memberikan jawaban melalui ciuman lembut yang ia daratkan dibibir jalal. Jalal terpaku karena jodha menciumnya lebih dulu,lalu ia membalas ciuman jodha. Mereka berciuman sambil berjalan menuju kearah tempat tidur. Hingga kaki jodha menyentuh pinggiran ranjang,tanpa melepas tautan bibir mereka, jalal menahan tubuh jodha yang perlahan mulai rebahan. Jalal menindih tubuh jodha yang sudah terbaring ditempat tidur,ia kembali membenamkan wajahnya keleher jodha,memiringkan kepalanya, mengecup dan mulai menjilat leher itu.

"eggghhh,,," desahan keluar dari mulut jodha saat lehernya digigit pelan dan dihisap oleh jalal. Meninggalkan kissmark yang tidak akan hilang dalam waktu cepat.

Jodha semakin memejamkan matanya dan menegadahkan kepalanya saat jalal memberikan kecupan-kecupan ringan dileher jenjangnya. Karena jodha menengadahkan lehernya itu membuat akses jalal yang sedang membuat kissmark itu lebih mudah.

Satu tangan jalal sudah merayap masuk ke dalam gaun tidur jodha,meraba-raba dan mencari titik sensitif yang ada didalam sana. Jodha semakin melayang saat tangan jalal menemukannya dan dengan lincah bermain disana. Tangan jodha yang tadinya hanya mencengkram erat pada sprei kini beralih dan menelusupkan jemarinya pada rambut gondrong jalal,meremasnya kuat dan desahan dari mulutnya mengalun merdu mengisi ruang kamar itu.

Jalal kembali menghentikan aktivitasnya, ia mengangkat kepalanya.

"apa aku menyakiti mu,???" suara berat dan serak karena sarat oleh nafsu.

"apa aku terlihat seperti orang sedang tersakiti,???" jodha terlihat ngos-ngosan seperti orang yang baru saja berlari berkilo-kilo meter. Jalal tersenyum,

"kau selalu menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan juga, sayang, " jalal bertumpu pada kedua sikunya.

Wajah mereka sangat dekat hingga bisa merasakan hembusan nafas masing-masing menerpa diwajah mereka saat sedang bicara. Jodha mengalungkan tangannya dileher jalal, dan dengan kekuatan penuh ia membalikkan keadaan. Hingga kini posisinya ia lah yang menindih jalal sekarang,

"lalu jawaban seperti apa yang kau ingin kan dariku, hah,??? ah,,yaa. Kau mungkin ingin mendengar aku menjawab seperti ini "tidak suami ku,,,kau tidak menyakiti ku. Kau hanya memberikan kenikmatan padaku," jodha membuat nada suaranya seseksi mungkin dan disertai dengan desahan-desahan ringan, hingga membuat jalal ternganga tak percaya.

Kini giliran jalal yang membalikan tubuh istrinya, dan kembali ia menindih jodha.

"benarkah ini jodha ,istriku,??? Istri ku yang dulunya malu-malu saat aku mencumbunya, tapi sekarang dengan beraninya ia berbicara seperti tadi,??? Oh,jodha,,,kau pasti sangat merindukan sentuhan suami mu ini ,hingga membuat mu tidak bisa menahan lagi, iya kan,???" jalal tersenyum menggoda.

Jodha merona seperti kepiting rebus, tapi ia dengan berani mulai meraba dada suaminya yang telanjang. Jalal mengerang saat merasakan tangan lembut jodha mengelus otot-otot abs nya. Jodha sangat menikmati mimik wajah suaminya yang merah padam menahan gejolak birahi.

"kau tahu,??? Saat ku dalam keadaan kritis tak sadarkan diri,!!! Aku seakan kehilangan semangat hidup, " jodha lebih berani lagi,ia mengecupi dada bidang jalal membuat jalal harus berjuang keras menahan libidonya. Siku yang ia gunakan sebagai penompang tubuhnya mulai gemetar dan memaksanya harus berbaring bersisian dengan jodha. Jodha masih gencar menghiasi dada suaminya,banyak kissmark telah terukir disitu.

Jalal hampir dititik terendah pada pertahanannya, dengan perlahan ia sedikit menarik tubuhnya hingga kegiatan jodha terhenti. Nafas mereka semakin memburu, jalal menarik dagu jodha menggunakan jarinya lalu melumat lembut bibir jodha,

"sekarang aku sudah ada disini. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, sayang, " jalal menyampirkan anak rambut jodha yang mengganggu diwajahnya. Jodha menitikkan air mata,jalal heran dan bingung melihat jodha menangis,

"hei,,,sayang. Ada apa,??? Kenapa kau menangis,???" jalal menarik jodha kedalam pelukannya. Jodha mulai terisak pelan,

"aku,,hikss,,,hikss,,aku hanya tidak menyangka ,kalau aku masih bisa merasakan pelukan hangat ini. Aku hampir putus asa saat itu,aku takut tidak akan bisa lagi merasakan belaian tangan mu,mendengar degup jantung mu, " jodha membenamkan wajahnya hingga air matanya membasahi dada jalal. Jalal mengecup puncuk kepala istrinya,

"cup,,cup,,cuup,,,!!! Sudahlah,jangan menangis lagi,aku tidak tahan melihat kau menangis. Itu mengingatkan ku saat dulu aku sering menyakiti mu, diamlah jodha, " jalal benar-benar tidak tahan kalau melihat jodha menangis. Hatinya akan sakit karena teringat bagaimana dulu ia begitu sering membuat jodha menangis. Jodha menengadahkan wajahnya yang basah oleh air mata,

"ngomong-ngomong,," jodha cegukan karena habis menangis,jadi membuat ia terbata-bata saat bicara,

"kau,,kau mau punya anak berapa,??? (LOL,,,ngakak nih).

Jalal membulatkan matanya,lalu tertawa terbahak-bahak. Lama jalal tidak dapat menghentikkan tawanya, hingga jodha jadi kesal dan mempoutkan bibirnya lucu.

"apa aku salah menanyakannya, " geruru jodha. Jalal dengan susah payah menghentikan tawanya,

"tidak sayang. Aku hanya tidak menyangka kau akan menanyakn hal itu, " jalal masih dengan tertawa meski tidak terlalu ngakak.

"kalu aku minta anak kembar,!!! Apakau mau memberikan aku anak dua sekaligus ,sayang,???

"APA,,???" jodha sedikit berteriak,hingga membuat jalal harus menjauhkan kepalanya sedikit kebelakang, jalal kembali tertawa dan mengatakan kalau ia hanya bercanda jadi jodha jangan terlalu terkejut seperti itu. Setelah beberapa lama mereka bercanda ,kini suasana mulai kembali intim.

Jalal dengan perlahan melumat bibir jodha,jodha kembali membalas lumatan suaminya. Sesekali mereka saling menghisap lidah masing-masing saling bertukar saliva. Jalal melepaskan bibir jodha,tangannya menarik perlahan tali gaun tidur itu kesamping hingga membuat kulit mulus itu terekspose,kini lidahnya bergliriya dileher jodha ,menjilat menghisap dan menyedot. Hingga membuat jodha mendesah nikmat, suara desahan jodha membuatnya jalal semakin bernafsu.

Jodha memejamkan matanya, tangannya pun mengacak-acak rambut jalal. Karena tidak tahan dengan sensasi yang ia rasakan, jodha seakan tak berdaya. Ciuman jalal terasa begitu luar biasa, hingga membuatnya hilang akal. Otaknya sudah tak bisa berpikir lagi ,seakan mati rasa tubuhnya pun tak bisa bergerak, karena yang bisa ia rasakan hanya kenikmatan yang menjalar di seiap denyut nadinya. Mereka berdua semakin lepas kendali, jalal sudah tidak sanggup menahan hasratnya. Sesuatu sudah benar-benar terasa mendesaknya untuk berbuat labih. Begitu juga dengan jodha, ia tidak sanggup untuk menolak semua sentihan jalal yang semakin menggila sekarang ini. Hingga tangan jalal meraba-raba mencari sesuatu, "CTEKK" lampu pun padam dan hanya cahaya rembulan yang memberi sedikit penerangan didalam kamar itu,disertai bunyi desahan dan erangan kenikmatan yang saling bersahutan semakin keras terdengar sebagai tanda "permainan" mereka semakin memanas.

*****
Malam itu,sebuah acara akbar digelar dirumah jodha dan jalal. Itu adalah pesta perayaan ulang tahun pernikahan pertama jodha dan jalal,setahun telah berlalu. Kepahitan, duka dan air mata telah berakhir, semua telah terhapuskan oleh cinta. CINTA SEJATI yang tak penah goyah walau badai sebesar apapun datang menghantam.

"jodha,,aku senang. Akhirnya ,kau bisa merasakan buah manis dari penderitaan mu selama ini, " moti sedang merias wajah jodha.

"tapi moti,,,kebahagiaan ini belum lengkap rasanya. Karena belum ada sosok bayi mungil diantara kami yang akan membuat kami merasa lebih sempurna. Tapi aku tidak ingin serakah, suami ku begitu mencintai ku,dia tidak pernah mempermasalahkan tentang itu. Dia mengatakan kalau kami harus sabar dan kalau saatnya telah tiba, maka kami akan segera dikaruniai seorang anak, " jodha mencoba tersenyum untuk mengurangi kegundahannya.

"itu benar jodha. Kau harus bersabar,,,mungkin saat ini kalian belum dipercayakan untuk menjadi orang tua untuk anak-anak kalian, " moti mengelus rambut panjang sahabatnya itu. Jodha masih nampak sedih,tapi ia segera teringat sesuatu dan sebuah senyuman terukir dibibirnya,

"hey,,,bagaiman hubungan mu dengan yabhan,??? Apa kalian belum berniat untuk melangsungkan pernikahan,???

Moti tersipu, "belum jodha. Yabhan bilang, dia ingin mandiri dulu dan tidak ingin bergantung pada orang tuanya terus. Jadi dia meminta ku untuk bersabar sebentar lagi, "

Jodha mengatakan kalau pemikiran yabhan itu patut dipuji. Percakapan mereka terhenti karena pintu kamar ditotok seseorang,

"sayang,,apa kau sudah siap,???" suara jalal terdengar diluar. Kemudian pintu terbuka dan jalal terpana melihat penampilan istrinya. Walaupun itu bukan kali pertama ia melihat jodha dengan dandanan yang begitu cantik. Tapi tetap saja ia terpesona olehnya,

"iya,,aku sudah siap ,sayang" jodha berdiri dan berjalan anggun kearah suaminya diikuti moti yang berjalan dibelakangnya.

"cepatlah kalian turun. Para tamu pasti sudah yang menantikan kehadira kalian sebagai pemilik acara, " ujar moti.

Maka jalal dan jodha pun turun membaur bersama para tamu serta undangan. Hamida dan kedua orang tua jodha,meinawati dan bharmal terlihat bahagia melihat kebahgiaan putra putri mereka.

"kak sujamal,terima kasih atas kerja keras mu. Berkat bantuan darimu-lah hingga perusahaan itu bisa kembali pada kami, " ujar jalal sambil merangkul sujamal. Sujamal mengatakan kalau adalah suatu keharusan kalau sesama saudara saling menolong.

Acara puncak pun tiba, MC meminta jalal untuk memberikan sedikit sambutan pada tamu dan undangan. Jalal yang didampingi jodha disisinya memberikan sepatah dua patah kata, selesai ia memberikan sambutan maka semua orang berteriak agar jalal mencium jodha. Wajah keduanya jadi merona dan dengan perlahan jalal menarik jodha kedalam pelukannya kemudian mencium hangat bibir jodha, sontak semua orang bertepuk tangan dengan gembira. Acara dilanjutkan dengan makan-makan dan setelah malam semakin larut tamu-tamu mulai meninggalkan tempat kediaman jodha dan jalal.

Jodha setengah berlari kembali kekamarnya, kepalanya pusing dan perutnya sangat mual. Jalal panik dan merasa khawatir,takut kalau-kalau jodha sakit. Setibanya dikamar jodha langsung menuju kekamar mandi dan jalal pun mengikutinya,

"hooeekkk,,,hooeekkk,,," jodha muntah-muntah di wasstafel. Jalal mengurut dan menepuk-nepuk punggung serta tengkuk jodha,supaya jodha sedikit lebih nyaman.

"kita kerumah sakit saja yah. Aku takut kau kenapa-napa, " pinta jalal dengan raut wajah sarat akan kekhawatiran. Jodha menolak dan mengatakan baik-baik saja ,tapi jalal memaksa. Jodha mengatakan ia mau kerumah sakit tapi tidak sekarang karena hari sudah malam. Jalal dengan terpaksa menuruti jodha.

Pagi harinya,mereka pergi kerumah sakit. Karena pagi itu jodha semakin parah muntah-muntahnya, jalal mengemudikan lamborghini green miliknya dengan agak kencang. Membuat jodha harus mengomel panjang pendek baru ia mau mengurangi kecepatanya. Dokter sambil tersenyum-senyum mengabarkan berita gembira itu,

"selamat ,tuan. Istri anda sedang mengandung, "

Jalal dan jodha saling pandang dengan raut wajah penuh suka cita. Akhirnya, mereka dipercayakan juga untuk menjadi orang tua untuk anak-anak mereka.


"THE END"

Kamis, 29 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.24







"kau tahu,??? Hal tersulit dalam hidupku adalah MENCINTAIMU . lalu kenapa saat aku sudah jatuh cinta padamu,kau seolah ingin pergi dariku.??? "




***

"sayang... bertahanlah,!!!" jodha berujar panik. Dia ikut berlari disamping tempat tidur dorong jalal. Menggenggam erat tangan sang suami. Berharap bola mata dengan sorot tajam itu terbuka dan kembali menatapnya penuh cinta. Namun nihil, jalal tetap tertidur dengan tenang, dia seolah enggan membuka matanya dan seolah dia benar-benar telah ikhlas meninggalkan semua yang ia punya di dunia ini termasuk jodha wanita yang sangat ia cintai,

"maaf, keluarga pasien hanya boleh mengantar sampai disini." Seorang suster menahan jodha,ruqaiya dan juga adham khan.

Jodha mengangguk pasrah. Jodha tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat jalal digiring masuk ke ruang UGD. Lampu ruangan itu menyala, operasi sedang berlangsung di dalam sana. Dia meraba dinding terdekatnya, lalu jatuh terperosok ke lantai, tubuhnya bergetar hebat. Dunia seakan telah berakhir baginya,bayangan jalal yang akan pergi meninggalkannya membuat dia seakan ingin mati juga bersama jalal. Ruqaiya segera menghampirinya dan ingin membantunya berdiri,tapi jodha menepis tangannya dengan kasar,

"simpan saja kemunafikan mu itu, " ujar jodha sinis,

Ruqaiya tidak bisa berbuat apa-apa,ia sadar kalau ia memang tidak pantas untuk memberikan perhatian sekecil apapun,karena kalau bukan karena ulahnya maka jalal tidak mungkin sekarat seperti sekarang ini,lalu ia pun segera menepi kesudut ruangan. Adham khan sedang menghubungi hamida dan juga keluarga jodha. Jodha masih menangis terpekur dilantai yang dingin itu,hingga satu sentuhan lembut dibahunya menyadarkannya,ia menoleh dan mendapati senyuman hangat dari seorang ibu,ibu yang akan selalu ada untuk anak-anaknya,ibu yang selalu ada untuk menjadi sandaran kala anak-anaknya sedang terpuruk,jodha langsung menghambur kepelukan ibunya meinawati, sambil menangis tersedu-sedu,

"ibu,,huhhuhhuu,,,hiks,,hiks,,"

Meinawati mengelus sayang kepala putrinya,dan mencoba untuk membuat jodha tegar,

"dia akan baik-baik saja sayang. Dewa krisna akan menjaganya, "

Hamida yang juga sedang menepuk-nepuk punggung menantunya itu,tak ketinggalan juga memberikan kekuatan pada jodha,

"jalal anak yang kuat jodha,ibu yakin dia pasti akan bisa melewati masa sulit ini, "
*****

2 jam sudah berlalu, namun pintu ruangan dimana jalal menjalankan operasi belum juga terbuka. Yaa,,,jalal masuk ruang operasi dikarenakan peluru yang masih bersarang ditubuhnya. Setidaknya peluru itu tidak mengenai jantungnya, begitulah yang dikatakan dokter. Hingga membuat perasaan jodha dan yang lainnya bisa sedikit lega,jodha menatap pintu UGD dengan perasaan kacau. Jalal tertembak dibahu kiri agak kebawah dan tepatnya peluru itu tertanam mengarah ketengah.


Selama operasi berjalan, jodha terus berada dalam pelukan meinawati,pelukan sang ibu menghilangkan sedikit kegelisahannya. Dan jodha bersyukur, disaat seperti ini ia didampingi oleh kedua orang tua serta keluarga yang lain. Hampir 3 Jam, barulah ruang operasi terbuka,namun bukan kabar gembira yang mereka dapatkan dan mereka yang berada diluar harus kembali menelan kekecewaan ketika operasi itu belum juga usai.

"dia membutuhkan banyak darah,stok darah golongan A kami habis. Adakah yang golongan darah A disini.???" ujar dokter begitu keluar dari ruangan operasi.

"golongan darah ku A, ambil darahku saja," ucap adham cepat,

"golongan darahku juga A." ruqaiya ikut berdiri. Menatap penuh harap pada sang dokter,ia benar-benar merasa bersalah atas kejadian itu.

"baiklah, mohon ikuti ganhosa yang akan mengecek darah kalian." ujar dokter.

Adham dan ruqaiya mengangguk,keduanya bergegas mengikuti seorang suster yang telah berjalan lebih dulu. Jodha semakin sedih karena ia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu jalal bahkan golongan darahnya saja tidak sama dengan golongan darah suaminya. Akhirnya setelah operasi yang panjang selama lima jam lebih limabelas menit. Jalal berhasil diselamatkan,namun pria itu belum melewati masa kritisnya,jalal ditempatkan diruang ICU dengan penjagaan yang ketat dari pihak atgah khan,pria paruh baya itu tidak mau terjadi sesuatu yang buruk lagi dan ia menyesal saat kejadian itu ia sedang berada diluar negri untuk mengurus beberapa proyek.
*****

Sejak jalal dipindahkan ke ICU, jodha selalu menungguinya. Dia bahkan tidak membiarkan matanya terpejam sedikitpun, mata indah itu terus mengawasi sosok suaminya yang terbaring lemah diranjang.

"sayang, cepatlah bangun. Aku menunggumu disini." Jodha mengecup jemari jalal,ia menggenggam erat tangan yang terasa dingin itu, jodha menatap miris wajah jalal yang dipenuhi lebam.

"tangan ini begitu dingin,biasanya tangan ini begitu hangat saat menggenggam tanganku, " jodha tercekat,ia ingin menangis tapi air mata itu seakan kering hingga membuat dadanya terasa sakit dan sesak.

Suara dengungan mesin mendominasi suasana kamar,jodha tidak mengerti alat-alat apa saja yang dipasangkan ketubuh jalal. Dokter mengatakan jika jalal berhasil melewati masa kritisnya dalam 3 hari, berarti operasi berhasil. Tapi jika tidak, maka akan dilakukan operasi ulang. Setidaknya jodha bersyukur peluru itu tidak mengenai jantung,hanya menggores sedikit jantung jalal, hal itulah yang membuatnya kritis seperti ini, ditambah luka dalam akibat pukulan.

"aku merindukan suaramu." lirih jodha,

Hening,,,tid
ak ada jawaban. Jodha menghela nafas berat,berdoa semoga saja tuhan membangunkan suaminya sesegera mungkin.

"cepatlah bangun. Aku tidak bisa hidup tanpamu, sayang. "  air mata itu akhirnya keluar lagi, (hiks,,,hiks,,,author sediiihhhh).
*****


"jodha,,,jodha bangun lah,!! hamida membangunkan jodha yang sedang tertidur dikursi disamping ranjang rumah sakit,dimana jalal terbaring kaku disitu. Ternyata jodha tidak sadar bahwa ia tertidur juga akhirnya.

"ah ,,,ibu. Apakah sudah pagi,??? Jodha mengucek-ngucek matanya dengan tangan. Matanya sembab sekali,karena terlalu lama menangis.

"iya ,sayang,,,kau mandi dan makanlah dulu,biar ibu yang menggantikan menjaga jalal, " ujar hamida sambil mengelus sayang rambut hitam menantunya.

Jodha menghembuskan nafas berat,wajahnya yang biasanya bersinar kini tampak lesu dan pucat.

"tidak,ibu,,,aku tidak lapar dan aku akan mandi nanti saja, " jawab jodha,tangannya tidak pernah terlepas dari tangan kiri jalal yang terpasang jarum infus.

Hamida sedih melihat anak-anaknya itu,baru saja mereka merasakan kebahagiaan sekarang sudah menderita lagi,

"tapi nak,,kalau kau tidak makan nanti kau sakit dan jalal pasti tidak akan mengizinkan hal itu. Jadi ibu mohon makanlah, " hamida masih berusaha membujuk jodha.

"ibu,,,mengapa cobaan tidak pernah berhenti menguji ku,!!! Apa salah ku hingga aku yang harus selalu menerima cobaan berat seperti ini, " air mata itu tumpah lagi. Bahu jodha berguncang karena dia menangis dalam diam.

Hamida tidak sanggup rasanya melihat kepedihan yang sedang dirasakan oleh menantunya,ia pernah merasakan kehilangan orang yang ia sayangi,yaitu mendiang suaminya humayun ayah jalal. Dengan penuh kasih sayang ia memberikan penjelasan juga nasehat pada jodha,

"cobaan yang silih berganti datang itu jodha ialah agar kita bisa menjadi lebih kuat. Seperti pisau,yang kalau rajin diasah maka akan semakin tajam. Begitu juga hati manusia jodha,hati kita akan semakin kuat dan tegar saat cobaan datang menguji kita. Kita seharusnya melawan dan tawakal nak,bukan malah terpuruk dan putus asa, "

"itu benar sayang. Apa yang dikatakan ibu mertua mu itu benar sekali, kau harus bersyukur karena masih diberi ujian oleh yang kuasa. Dewa menguji mu karena mereka tahu kau orang yang kuat dan mampu untuk menghadapi ujian itu, " timpal meinawati ibu jodha yang tiba-tiba masuk sambil membawa bungkusan.

"ini,,,ibu bawakan makanan untuk mu. Kau harus makan,karena kalau kau sakit jalal pasti akan sedih , " meinawati menyalinkan makanan kedalam piring lalu memberikannya pada jodha.

Jodha menggeleng lemah sambil mengatakan lagi kalau ia sama sekali tidak lapar. Hamida dan meinawati tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk jodha agar mau makan. Akhirnya mereka keluar dan meninggalkan jodha yang sama sekali tidak mau menyentuh makanannya.
***

Dikantor jalal, abul mali sedang duduk dikursi presdir sambil tertawa terbahak-bahak,

"akhirnya,,,aku mendapatkan semua ini. Grup JA ada didalam genggaman ku, hahhahaaa,,,"

"kau hebat mali. Aku bangga padamu, dan aku semakin mencintai mu, " ujar wanita yang berpakaian sangat seksi dan dia duduk diatas pangkuan abul mali.

Abul mali menggerayangi tubuh wanita itu,yang mungkin adalah kekasihnya. Tangannya meraba setiap lekuk ditubuh padat dan sintal tersebut,

"kau memang harus mencintai pria seperti ku ,benazir. Aku adalah pria hebat dan tangguh,kau beruntung bisa menjadi kekasihku,,hhaaahhaaaa,," mali kini mendudukkan tubuh benazir keatas meja,kemudian ia melumat bibir benazir dangan penuh nafsu. Benazir juga tak mau kalah,dia melayani abul mali juga dengan sangat bernafsu. Hingga diruangan tersebut terdengar bunyi desahan dan erangan penuh nafsu dan kenikmatan. (aagggrrrr,,,ABU MALI,,,)
***

Ditaman rumah sakit,duduk seorang wanita dengan raut wajah penuh dengan penyesalan. Itu adalah ruqaiya,dia sangat menyesali kebodohannya karena kini jalal meregang nyawa akibat ulahnya sendiri. Matanya tak jauh beda dengan mata jodha,sangat sembab akibat menangis,

"apa kau menyesal,??? " sebuah suara wanita menegur dengan nada sinis.

Ruqaiya terkejut dan segera menoleh kesumber suara, ia melihat moti sedang menatap tajam dan sinis padanya,tatapan yang begitu mengintimidasi hingga membuat tenggorokannya tercekat. Ia tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun untuk menyahuti ucapan sinis moti yang menampar telak pada hatinya. Moti dengan kasar duduk disampingnya,

"kau wanita iblis,tidak berperasaan nona ruqaiya. Aku tidak mengerti kenapa ada didunia ini wanita seperti mu,!!! " moti mengeluarkan unek-uneknya tentang ruqaiya.

Ruqaiya yang biasanya akan meledug 😁 saat ada orang yang berkata kasar seperti itu padanya,kini tidak bereaksi apa-apa. Dia dengan tersenyum patah mengatakan pada moti ,bahwa ia melakukan itu karena cinta,

"ciihh,,,kau bilang karena cinta,??? Cinta pada siapa,,,tuan jalal,??? Kau gila nona, " ujar moti dengan nada mengejek.

Ruqaiya akhirnya kesal juga lama-lama,dia sedikit meninggikan suaranya dan menyuruh moti untuk diam saja atau kalau dia tidak mau diam maka ia pergi saja. Moti semakin geram,

"kau pikir aku suka dekat-dekat dengan mu seperti ini,??? heh, aku bahkan muak melihat tampang mu itu nona, "

"LALU KENAPA KAU DISINI,??? " bentak ruqaiya,

"PLAKKK" sebuah tamparan cukup keras mendarat dipipinya. Ruqaiya tercengang,tak percaya kalau moti menamparnya,

"aku datang untuk memberikan itu nona. Itu adalah sebuah hukuman kecil buat mu karena sudah menyakiti jodha sahabat ku, dan kau akan menerima hukuman yang berat dari para dewa atas kesalahan mu yang tak termaafkan ini, " nada suara mori naik 2 oktaf. Lalu ia pergi meninggalkan ruqaiya yang masih tercengang sambil meraba pipinya yang tadi ditampar oleh moti.

Ruqaiya menangis menangis sejadi-jadinya,tapi ia menangis dalam diam karena tidak mau menarik perhatian orang-orang disekitarnya,

"maafkan aku jodha,,,maafkan aku jalal,,,hiks,,hiks,,," semakin sedih ruqaiya karena tidak ada satupun orang yang mau mengerti perasaannya. Bahkan ia saat itu hanya sendirian tanpa seorang pun teman.
***

Sedangkan dikamar rawat jalal, jodha belum beranjak sedikitpun dari sisi suaminya itu. Sesekali ia terlihat tertawa kemudian menangis. Ironis memang,saat ia mulai membuka hati dan mulai mencintai jalal tapi takdir pahit datang menghantam lalu menghempaskannya jauh kedasar jurang yang dalam,

"mengapa kau begitu lemah seperti ini,??? Kau adalah pria arogan dan kuat,tapi mengapa kau belum membuka matamu sampai sekarang, !!! Ini sudah siang sekali, tidakkah kau merasa lapar,??? " jodha mengajak jalal berbicara yang tentu saja jalal tidak akan menyahut.

Hamida ,meinawati dan yang lainnya tidak dapat menahan tangis saat melihat betapa jodha sangat terpukul dengan keadaan jalal,padahal belum juga sehari penuh jalal tidak sadarkan diri tapi jodha sudah sangat sekarat keadaannya,

"apa yang harus kita lakukan sekarang,??? jodha tidak mau menyentuh makanannya. Kita juga tidak bisa memaksa karena ia pasti akan mengamuk, " ujar hamida pada meinawati. Meinawati tidak bisa memberikan saran apapun karena ia tidak pernah menghadapi keadaan jodha yang seperti sekarang ini,

Jodha mengelap wajah dan tubuh jalal,seolah ia memandikannya agar jalal merasa segar terus. Air mata yang tadinya mengalir tiada henti kini seolah kering tak bersisa. Jodha tidak dapat mengeluarkan air matanya lagi meski ia ingin menangis,kali ini mungkin air matanya benar-benar sudah kering,

"jika engkau merasa dunia ini hanya penderitaan yang kejam dan memedihkan. Maka setiap jam melukai mu dan yang terakhir akan mematikan mu, "

Selasa, 27 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.23





Note: maaf yah karena imajinasi author di part.23 ini agak hancur dan berantakan.
"
"
"

"BUKK" sebuah tendangan menghantam telak dipinggang jalal,membuat tubuhnya terlempar kesamping. Jalal berusaha bangkit,walau kaki kirinya terasa sangat sakit dan panas. Dia berjalan tertatih menuju kearah abul mali.

"kau benar-benar manusia tidak bermoral mali. Kau menginginkan harta yang bukan hak mu, fuihh,," Jalal menatap lekat pada jodha yang masih terduduk disofa dan moncong pistol itu masih menempel dikepalanya.

Jodha membalas tatapan jalal,tatapan keduanya sangat dalam dan seolah ada komunikasi disana. Jodha mengerti kalau suaminya mencoba mengulur waktu. Tangannya berusaha membuka tali pengikat tangannya. Ruqaiya yang baru sadar berteriak histeris saat melihat kaki jalal berdarah.

"brengsek kau syarif. Kau bilang tidak akan melukai jalal,akan kubunuh kau,," Tanpa sadar ruqaiya membuka aib nya sendiri.

Jalal dan jodha terbelalak tak percaya kalau ruqaiya terlibat dalam masalah itu. Disaat perhatian abul mali terpecah,jalal langsung menerjangnya hingga mali terpental kelantai. Jodha juga segera menyerudukkan kepalanya keperut syarifudin. Karena memang posisi abul mali tadi dekat dengan posisi jodha,maka setelah menerjang abul mali dan mali terlempar kelantai jalal segera meraih pistol mali dan langsung tangannya berputar memburu kearah syarif,

"DORR" Jalal menembak tangan syarif ,tapi tidak telak hanya menyerempet dan menggores lengannya saja. Tapi itu sudah cukup untuk membuat pistol yang ia pegang terlepas. Jodha langsung menendang pistol itu kearah jalal dan ia pun berlari melompat-lompat kearah suaminya. Syarif meringis sambil memegangi lengannya yang terluka. Jalal segera meraih tubuh istrinya dan melepas ikatan ditangannya.

"BUUKK" ,,,mali menerjang punggung jalal dan membuatnya tersungkur disamping jodha. Untung pistol ditangannya tidak terlepas. Kini terjadi baku hantam diantara jalal dengan mali,mereka berkelahi dengan tangan kosong. Pistol telah berpindah ketangan jodha,syarif berlari kearah ruqaiya dan ingin membunuhnya,paling tidak itu bisa membuat pengalihan terhadap jalal agar mali bisa meringkusnya. Tapi jodha menghalaunya dan "BUUKKK" jodha melayangkan tendangan kaki kirinya ketubuh syarif. Syarif ambruk. Jodha mendekati ruqaiya dan melepas ikatannya. Ruqaiya memandang tak percaya pada jodha. Tapi jodha tidak punya waktu untuk meladeni ruqaiya,

"kau bisa bersembunyi disuatu tempat ,lari lah selamatkan dirimu, "

"tapi,,,aku, "

"sudah lah ruqaiya. Kau ternyata wanita iblis bermuka manusia,," 

Hati ruqaiya terluka oleh ucapan jodha,tapi ia tidak bisa membantah kalau ia benar-benar jahat,

"JODHAA,,,AWAS,,," refleks jodha berbalik dan "BUUKK" syarif menonjok perutnya,

"uugghh" jodha melenguh dan tertunduk,perutnya terasa mau jebol. Syarif terkekeh menertawai jodha,

"jodha,,,jodha,,,kau tidak perlu melukai tubuh mu yang mulus ini hanya demi melindungi suami mu, "

Saat syarif masih tertawa, jodha menerjangnya. Dia tarik tangannya dan lutut jodha melayang kearah selangkangan syarif.

"uugghh… kau,!! Berani juga rupanya.." Syarif membungkuk sambil memegangi selangkangannya.

"kenapa kalian diam.?? Cepat hajar dia," syarif mengintruksikan kedua anak buah mereka yang sudah masuk. Dua orang itu mengelilingi jodha dengan pistol mengarah kepadanya. Well,,, inilah saatnya untuk wonder women kita sedikit beraksi.

Dengan gerakan tag terduga sangking cepatnya,kaki kanan jodha menendang pistol dipria 1 dan "DOORR" pistolnya menembak tangan pria 2 tanpa menoleh kearah pria tersebut hingga pistol ditangannya terpelanting tepat dihadapan ruqaiya. Dengan tangan gemetar ruqaiya meraih pistol tersebut. "DOORR" pistol ditangan jodha kembali berbunyi saat pria 1 mencoba meraih pistolnya yang terjatuh,pria satu "DET" .

Jalal masih berduel dengan mali,tapi karena darah yang terus mengalir keluar dari luka tembak dikaki kirinya membuat kondisi jalal mulai melemah. Adham khan yang sudah sadar sibuk meringkus anak buah mali yang lain. Diluar rumahpun terdengar letusan, letusan bunyi pistol bersahutan dan erangan kematian terdengar mengerikan disana.

Sedikit saja lengah maka nyawa akan melayang. Kita kembali ke wonder women kita, terlihat jodha sedang baku hantam meladeni syarif dan pria 2 tadi. Karena pria dua tadi telah terluka dilengan maka dengan mudah jodha merubuhkannya , "KREEKK" bunyi tulang leher pria 2 tadi patah. Jodha cukup bergidik ngeri saat kedua tangannya memelintir kepala pria 2 tersebut. Kini tinggal syarif yang harus diladeni jodha. "BUUKK" tendangan kaki syarif mengenai bahu jodha. Jodha tertunduk dan sedikit terdorong kebelakang tapi tidak sampai jatuh. Syarif mendekat dan melayangkan tinjunya, jodha menggenggam kepalan tangan syarif lalu memutar lengannya kebelakang.

"KRAKK" ,Terdengar derakan tulang patah, syarif melenguh kesakitan. Tapi jodha tak peduli,ia arahkan tendangan ke kepalanya dan syarif jatuh tersungkur.

"bangunlah,,,pria brengsek, " jodha melirik kearah suaminya yang sudah mulai tersudut oleh mali. Beruntung tidak ada pistol ditangan kedua pria itu,hingga bisa menguntungkan nyawa masing-masing.

Jodha berjalan mundur dengan cepat kearah jalal. Matanya mengedar dengan lincahnya,siaga kalau-kalau ada yang masih akan menyerang. Dia kini membantu suaminya melawan mali,pistol jodha terselip dikantong jeans nya. Jujur jodha tidak mau menggunakan senjata itu kalau tidak kepepet,apalagi mali tidak bersenjata saat ini. Untuk awal jodha dan jalal unggul,tapi saat mali berhasil meringkus jodha semua keadaan berbalik tidak menguntungkan dipihak jalal. Mali menelikuk tangan jodha kebelakang sambil menodongkan pistol kekepala jodha.

Jalal sudah sangat tak berdaya,kini kepalanya di injak oleh syarifudin. Jodha menjerit ,memohon agar syarif jangan melakukan itu pada jalal. Ruqaiya yang dari tadi hanya ngumpet dipojok ruangan ,dengan tangan gemetar mengarahkan pistol kepunggung syarif. Tapi nasib sial memang berpihak pada jodha dan jalal karena peluru dari pistol itu habis. Ruqaiya geram,putus asa ia memberanikan diri menyerang syarif. Tentu saja dengan mudah ruqaiya diatasi oleh syarif,tubuh ruqaiya terhempas menghantam tembok saat tendangan syarif menerjang diperutnya. Dan membuat ruqaiya terkapar tak berdaya,darah segar meleler keluar dari mulutnya.

Adham ingin memburu kearah syarif untuk menyelamatkan jalal,tapi niatnya terhenti kala teriakan jalal memperingatkan agar dia tidak usah melakukan itu.

"ADHAM,,,jangan,,,ta,,tahan,,jodha akan terancam nyawanya kalau kau ce,,cerob,,boh," tersendat-sendat jalal bicara karena ia sudah hampir kritis.

"ADHAM,,,jangan dengarkan perintahnya. Tolong selamatkan dia,jangan pikirkan aku,," jodha mencoba menyulut semangat adham.

Adham bingung,dan pilihannya jatuh pada jalal. Dia bergerak lagi kearah syarif yang masih menekan kepala jalal kelantai dengan kakinya. Lagi-lagi langkahnya terhenti,kala indra pendengarannya menangkap suara pelatuk pistol ditarik.

"ow,,oww,,owww,,,sungguh romansa cinta yang indah jalal. Kau menginginkan istrimu yang cantik jelita ini agar tetap hidup dan begitu juga sebaliknya,istrimu menginginkan kau yang tetap hidup, ck,,ck,,ck,,sungguh kisah cinta yang menjijikkan. Syarif berikan kertas itu,suruh jalal menanda tanganinya, " perintah mali. Syarif segera meletakkan kertas putih itu kelantai,sambil tangannya menjambak kuat rambut gondrongnya.

"cepat tanda tangani,kalau tidak kau dan istrimu akan mati konyol jalal, " syarif menyodorkan pena,dengan tangan gemetar jalal meraih pena itu.

"jangan,,,jangan suami ku. Kau tidak boleh memberikan perusahaan milik ayahmu kepada manusia-manusia iblis ini, " jodha coba memperingatkan jalal.

"oh,,,ayolah jalal,jangan mempersulit dirimu. Jatuhkan pilihan mu sekarang,perusahaan atau istri mu yang cantik ini, CEPAATT,,," bentak mali tidak sabar. Dia muak dengan tingkah jodha dan jalal.

syarif melabuhkan pukulan-pukulan telak pada tubuh jalal. Wajah tampannya sudah babak belur berlumuran darah. Jodha memohon pada syarif untuk berhenti menyiksa suaminya,

"aku mohoonn,,,hentikan,,,jangan siksa dia lagi. Hu,,huu,,hiks,,hiks,," jodha benar-benar sakit melihat keadaan jalal,serasa tubuhnya bisa merasakan apa yang jalal rasakan,

Tanpa pikir panjang lagi,jalal langsung menanda tangani kertas putih yang berisi pernyataan bahwa jalal mutlak memberikan perusahaannya pada abul mali. Jodha terbelalak tidak percaya,tangisnya pecah semakin meraung,melihat jalal tak berdaya dan lebih memilih dirinya dari pada perusahaan ayahnya. Kata-kata jalal saat mengatakan bahwa dirinya akan mempertaruhkan segalanya demi jodha,bahkan nyawanya akan ia korbankan demi wanita yang telah menjadi belahan jiwanya itu ,kini terngiang kembali ditelinga jodha,membuat wanita itu semakin menjadi-jadi tangisnya. Ruqaiya pun tumpah tangisnya saat jalal lebih memilih jodha daripada perusahaannya.

"bagus,,bagus,,cepat serahkan surat itu pada syarif, " perintah mali. Jalal meminta mali untuk melepaskan jodha dulu,tapi mali menolak. Lama perdebatan terjadi diantara mali dan jalal terjadi ,hingga jodha berteriak menyuruh mereka diam. Jodha tidak tahan melihat keadaan suaminya yang sudah sangat lemah itu,

"abul mali,,apa yang bisa kami lakukan sekarang,percaya saja padanya. Lepaskan aku,,," jodha memohon agar mali tidak mempersulit keadaan.

Abul mali akhirnya setuju,dia lepaskan jodha.Melihat jodha perlahan mulai berjalan mendekat kearahnya,membuat jalal lega dan ia bangkit berdiri dengan susah payah. Mali tetap menodongkan pistol kearah jodha,dan jalal menyerahkan kertas itu pada syarif. Mali meminta syarif membawa kertas itu padanya. Tapi saat berpapasan dengan jodha,syarif ingin meraih tubuh jodha,hingga jodha terpaksa melayangkan tendangan telak kearahnya,untung dia bisa menghindar. Mali geram pada syarif lalu mengalihkan pistol kearah syarif. Syarif terpaksa menuruti mali dan melepaskan jodha lagi.

Kini kertas itu sudah berada ditangan mali,ia sangat senang karena perusahaan jalal telah menjadi miliknya.

"DORRR" ,peluru dari pistol mali melesat kearah kepala jodha. Seperti tayangan slow motion ,peluru itu meluncur lambat menuju sasarannya yaitu kepala jodha. Jalal,adham dan ruqaiya bahkan syarifudin tidak percaya dengan yang barusan terjadi. Jalal segera meraih tubuh jodha dan membalikan posisi mereka,

"DAMN,," ,,darah memercik kewajah jodha. Waktu terhenti saat itu,semua orang terdiam dan terpaku dengan ekspresi terkejut. Hingga akhirnya jodha teringat pada pistol yang masih ada satu dikantong jeansnya,

"DORR",,,"DORR"

Dua kali jodha menembakkan peluru dalam pistolnya. Syarif telak peluru bersarang didadanya,tubuhnya ambruk kelantai. Sedangkan abul mali berhasil kabur tanpa lecet sedikitpun. Karena peluru jodha meleset darinya. Jodha segera menahan tubuh jalal yang akan ambruk kelantai.

"suamiku,,,bertahanlah,!!! Jodha meletakkan kepala jalal di pangkuannya.

"ku mohon,,,jaga kesadaranmu,tetaplah bersamaku,," jodha menangis,berusaha menghentikan darah yang terus mengalir di bahu jalal.

"uhukk,," jalal terbatuk di ambang kesadarannya. Dia serasa hampir mati menahan sakit di bahunya,

"jodha,,jod,,,"

"sssttttth.. diamlah,sebentar lagi bantuan medis akan datang. Kumohon tetaplah bertahan,tetaplah bersamaku dan aku mencintai mu,,aku mencintai mu,," jodha mencoba menenangkan suaminya meski ia sendiri panik.

"ADHAM ,,,cepat panggil ambulan. CEPAAATTT,,," jodha tidak dapat lagi bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

"jodha,,,sa,,,yang,,ak,,aku,,men,,cintai,,mu,,," jalal masih terus berusaha bicara.

"ku mohon,,,diamlah. " Jodha mecium bibir jalal,dia berharap dengan cara itu jalal bisa mendengarkannya.

Jalal berusaha memejamkan kedua matanya. Entah kenapa, ia merasa sangat lelah dan rasanya ia ingin tidur. Jodha semakin panik,

"jangan tutup matamu suamiku. Kau tidak boleh mati,aku yang harus mati duluan sebelum dirimu," jodha menepuk-nepuk pelan pipi jalal agar ia tetap terjaga.

Ruqaiya yang kini sudah berada didekat mereka,tidak mampu berkata apapun lagi. Dia sangat,,sangat menyesal telah terlibat dalam insiden yang membuat nyawa jalal terancam seperti itu,dia berdoa dalam hati agar jalal bisa diselamatkan.

"oh,,kanha. Aku mohon selamatkan suami ku,jangan kau ambil dia dariku. " jodha terlihat putus asa,apalagi ambulan lama sekali datangnya. Tiba-tiba genggaman tangan jalal melemah,jodha ketakutan dan histeris memanggil-manggil jalal,semakin tak terkendali emosinya saat genggaman jalal benar-benar terlepas dari tangannya,

"TIDAAAKKKK,,,,"............

Senin, 26 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.22





Matahari terlihat sangat berbeda saat jodha membuka matanya pagi itu,sinar hangatnya begitu indah dan cerah. Sepadan dengan suasana hatinya saat ini,perasaannya menjadi lebih baik sekarang sejak ia berhenti bertengkar dengan suaminya. Jodha repleks menolehkan kepalanya kearah samping saat ia mendengar suara berat dan serak khas orang baru bangun tidur menyapanya mesra dan tentu saja ia hafal dengan suara tersebut. Yaa,,,itu suara jalal suaminya,

"good morning jodha,,,apakah tidur mu "nyenyak" semalam,??? Jalal sengaja menyebut kata "nyenyak" dengan gaya yang seksi,membuat pipi jodha memanas karena malu.

"aaaaa,,,kau pasti menggoda ku. Bagaiman aku bisa tidur dengan nyenyak karena semalam  kau begitu sangat,,,aaaaa,,," jodha meringkuk kedalam pelukan suaminya sambil membenamkan wajahnya yang merona kedada bidang jalal yang naked itu. Otot-otot abs nya terlihat sangat "eeggh" bagi setiap wanita,termasuk jodha yang sudah mengakuinya semalam.

"hahhaahhaa,,,memang aku semalam kenapa sayang,!!! Apakah aku begitu "liar" ,??? Oh no baby,,,ku rasa kau lah yang sangat "liar" semalam. Coba kau lihat didada ku ini,kau membuat dadaku terlihat seperti dicakari "macan" . Apa kau masih mau menyangkalnya kalau kau semalam seganas "macan betina",??? Jalal terus menggoda jodha dengan kata-kata nakalnya,membuat suhu tubuh jodha panas dingin kembali karena malu.

Jodha mencoba menarik sedikit kepalanya dan mencuri pandang pada dada jalal dan ternyata,,,jodha membulatkan matanya tidak percaya pada hasil karyanya semalam didada bidang suaminya. Dia menggigit bibir bawahnya karena sangat,,,sangat malu. Dia tidak habis pikir kenapa ia semalam bisa begitu "liar" (hayooo,,,fantasy para begum yg lain gmn nih bayangin jodha yang liar semalam. Hhhh ups #abaikan)

Jalal tidak mau berhenti disitu, belum puas rasanya ia menggoda istrinya. Jalal pura-pura mengerang kesakitan saat hendak bergerak,

"aakkhhh,,,badan ku "sakit-sakit" semua rasanya. Oh jodha,,,kau benar-benar "menyiksaku" semalam,!!! Kau harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku saat ini,,,aaawww,!!! Jalal benar-benar memainkan aktingnya dengan sangat sempurna,membuat jodha geram dan kesal,

"kau tidak akan berhenti menggodaku ,hah,??? Sambil memukul-mukul dada jalal,membuat jalal benar-benar meringis kesakitan kali ini. Jalal menghindari pukulan istrinya sambil berusaha menangkap tangan jodha,dia tertawa terkekeh sesekali meringis kesakitan. Benar-benar pemandangan yang indah kala melihat suami istri itu bercengkrama diatas peraduan mereka dengan suasana suka cita, hati yang dulu saling membenci kini sudah saling menyayangi. Kepahitan dan air mata berganti dengan tawa canda yang ceria.

Jodha dengan sengit berusaha menghindar saat jalal berhasil menangkap tangannya dan mencoba untuk menindihnya lagi. Tapi sial,saat ia bangun otomatis selimut yang menutupi tubuhnya melorot turun kebawah dan taraaa,,,jodha kelabakkan panik karena tubuh bagian atasnya yang tidak mengenakkan apa-apa itu terekspose sempurna membuat libido jalal merambat kepermukaan saat mata tajamnya terpaku pada dada yang terpampang menggoda dihadapannya. Jodha dengan cepat mau menarik selimut atau apapun yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuhnya. (hohohhoo,,,adegan pembuka di CS 21 terjadi kembali d part ini,walaupun cuma bagian atasnya saja. #tipok jidat 🙏🙏 ).

Jalal dengan kegesitan yang sama tidak akan membiarkan jodha melakukan penyelamatan untuk dirinya,ditariknya tubuh jodha hingga kembali ambruk diatas tempat tidur,jodha menjerit tertahan.

"kau harus memberikan morning kiss dulu padaku sebelum beranjak dari ranjang ini, jodha,,," jalal merundukan kepalanya dan melumat lembut bibir jodha. Jodha tidak menolak ataupun melarikan diri,dan ciuaman itu benar-benar hanya morning kiss,lembut tidak menuntut.

***

“aku mencarimu kemana-mana, rupanya kau di sini.”

Jodha kaget dan menoleh ke arah sumber suara. Suaminya itu bersandar dengan penuh percaya diri pada ambang pintu dapur. Memamerkan seringaian khas miliknya yang luar biasa memesona. Jalal sudah mengenakan setelan jas hitamnya karena harus kekantor,sebenarnya sangat malas ia mau kekantor pagi itu,kalau saja jodha tidak mengomelinya habis-habisan tadi.

"aku harus cepat-cepat menyiapkan sarapan mu. Karena kau juga harus segera kekantor,ini kan hari senin,!! Sahut jodha. Dia merona malu dengan sendirinya menyadari betapa penampilannya saat ini terlalu tidak sopan,(???? Kan sudah resmi semalam,,hhhh #abaikan kembali), terlebih ketika pandangan jalal seperti ingin "menelan*** " saat itu juga.(psstt,,maaf disensor dikit 😁 ). Bagaimana tidak,jodha hanya memakai gaun tidurnya semalam yang berbahan sutera yang tipis namun terasa lembut di kulitnya. Gaun itu hanya berhasil menutupi setengah pahanya.

Jodha terkesiap,karena entah sejak kapan jalal sudah berada di sisinya. Dia bahkan tak berdaya begitu kedua tangan jalal memeluknya dari belakang dengan posesif. Jodha tak pernah terbiasa dengan kedekatan semacam ini meskipun harus ia akui saat jalal memeluknya dengan cara seperti ini adalah saat terindah dalam hidupnya. Jantung jodha berdebar tanpa diperintahkan,

“hei,,,aku pinta kau duduk tenang saja dimeja makan. Masakan ku akan berantakkan kalau kau ganggu seperti ini mr.jallad,," Jodha bergidig karena gelenyar nikmat merambat keseluruh tubuhnya begitu jalal mendaratkan satu kecupan lembut di belakang telinganya. Ditambah jemari lihai suaminya menyibakkan rambutnya ke samping dan jodha tanpa sengaja mendesah saat bibir ahli jalal bergerilya di bagian tengkuknya yang sensitif terhadap sentuhan.

"salah sendiri kenapa kau masih mengenakan baju "sialan" ini. Kau sengaja menggoda ku lagi kan,!!! Bisik jalal disela-sela aktivitasnya.


Jodha tentu saja tidak terima dituduh seperti itu oleh jalal,dia kesal dan hendak mencerca pada suaminya. Tapi bukannya umpatan yang keluar dari bibir plum nya,malah desahan tertahan yang keluar. Sebab sebelah tangan jalal merayap turun secara perlahan-lahan dan menemukan pelabuhan indah di balik sutera lembut dan kehangatan kulit istrinya. Jodha terkesiap ketika jalal menekan titik sensitif dan sukses membuat dia melenguh nikmat.

Tiba-tiba jodha berbalik menghadap jalal,membuat tangan jalal lepas dari tubuhnya. Kedua tangannya bergelayut dengan manja di leher jalal, mengejutkan pria itu.

“hei, aku belum selesai dengan pekerjaan ku. Bisakah kita lanjutkan aktivitas ini lain kali,???” Jurus tatapan tajam dan sengit khas jodha telah ia keluarkan. Kesal sekali rasanya ia karena jalal terus membangkitkan libidonya.

Jalal protes namun bibirnya menyeringai. Dia melingkarkan tangannya di lekukan pinggang jodha,

"apakah kau bisa memegang ucapan mu,??? Aku tidak akan melepaskan mu kalau kau tidak mau berjanji akan melanjutkan ini lain kali, hah,!!! Nada pelan tapi disertai dengan ancaman. Jalal menatap intens mata jodha dengan tatapan nakal dan bergairah,

Kedua mata jodha berkabut,

"kau selalu berbuat curang,,," Napasnya terengah-engah berkat serangan tiba-tiba tadi.

“salahmu karena memberikan pemandangan indah dengan baju ini,” jalal tersenyum, ia masih menyalahkan jodha dan baju tidurnya. Jodha mengumpat habis-habisan didalam hati.

Jodha tidak bisa mencegah saat jari jalal menyentuh dipinggiran gaun tidurnya lalu menurunkannya sampai kelengannya,benar-benar harus ia akui kalau jalal bisa menaklukannya.

 “membuatku sangat bergairah, " jalal memberikan bahunya beberapa kecupan manis.

“jadi, tidak ada lagi perasaan untuk gadis masa lalumu itu,???”

Jalal mendadak berhenti, marah dengan pertanyaan tiba-tiba jodha tentang ruqaiya,

“bukankah kita sepakat untuk menyudahi topik itu,???” Kedua alis jalal menyatu di keningnya.

“ruqaiya sudah tidak berarti apa-apa lagi bagiku. Bahkan aku sangsi kalau aku dulu pernah benar-benar cinta padanya.” Jelas sekali nada marah dan tidak suka mendominasi dalam ucapan jalal.

“kau benar-benar tidak akan meninggalkanku.???” Jodha seolah masih menyimpan keraguan.

“asal kau juga berjanji tidak akan meninggalkanku jodha, " sahut jalal. Tapi mendadak merasakan firasat aneh dan membuat dia diam selama beberapa saat, ragu-ragu ia bertanya,

"kau tidak berniat menceraikanku kan.???

Jodha mengusap pipi jalal untuk menenangkannya,

“itu adalah hal terakhir yang kupikirkan. Sebenarnya bukan itu yang membuatku khawatir.” Jodha menunduk lesu,

“lalu apa.???” Kejar jalal.

“aku takut ruqaiya tidak akan mau melepaskanmu.” Jodha tercekat,lehernya serasa dicekik saat mengatakan itu.

Jalal termangu sejenak lalu terkekeh geli,

"sayang, ruqaiya tidak akan berani mempermalukan dirinya sendiri hanya untuk itu. Meskipun dia memang melakukannya, aku yakin itu hanya untuk memuaskan egonya saja.” Jalal berusaha meyakinkan jodha. Dia tidak ingin bertengkar lagi dengan wanita itu,karena ia tidak akan tahan kalau harus didiam kan lagi dan dihindari lagi oleh jodha,

“tapi aku yakin dia memiliki perasaan yang kuat padamu. Dia telah menerima banyak sekali perhatian darimu dan aku yakin ruqaiya,,," ucapannya terpotong,

“sssttt,,," Jalal menutup mulut jodha dengan jarinya. Dia memandang lembut istrinya,

"aku akan selalu mencintaimu. Ingat itu,kau adalah wanita terakhirku dan tidak akan ada lagi tempat untuk wanita lainnya dihatiku ,kecuali anak perempuan kita kelak. Itu tidak termasuk hitungan sebenarnya karena aku pasti mencintai anak-anak yang lahir dari rahimmu.”

Hati jodha hangat oleh kata-kata itu. Jalal selalu berhasil menenangkannya,dan ia akan berusaha percaya bahwa jalal tidak akan meninggalkannya demi wanita manapun.

”aku akan berusaha percaya padamu, " kata jodha tegas.

Senyum jalal merekah indah seperti bunga yang mekar di pagi hari,

"aku akan menjaga kepercayaan yang kau berikan padaku,"

Jalal menarik wajah jodha lalu menciumnya dengan lembut, perlahan, dan penuh cinta. Jodha meresponnya dengan cara yang membuatnya bahagia. Mereka sama-sama menikmatinya,hanya menikmatinya tanpa nafsu ataupun dorongan hasrat lainnya.

Namun lama kelamaan,perlahan tapi pasti api itu mulai membakar perasaan keduanya. Kepala jodha mendongak, karena jalal sibuk mencumbu leher jenjangnya. Tangan jalal menyingkap ujung gaunnya lalu dengan perlahan mereka sebentar lagi akan memulai percintaan mereka di pagi hari yang cerah. Tapi aktivitas itu terganggu oleh bau sesuatu yang sangat menyengat,dengan nafas yang sudah terengah-engah jodha dan jalal saling memandang heran seolah saling bertanya bau apa itu,tiba-tiba keduanya membulatkan mata lalu serentak menoleh kearah kompor disamping mereka. Jelas saja sepasang suami istri itu panik dan terkejut.

"MASAKAN KUU,,,AAAAAAA,"  Jodha cepat-cepat mematikan kompor. Jodha kesal dan merajuk karena masakannya gosong,dia menyalahkan jalal karena jalal sudah mengganggunya jadinya nasi goreng yang ia buat jadi gosong.

Jalal dengan wajah tanpa dosanya malah cengengesan,dan berkata kalau jodha tidak perlu marah ataupun merajuk seperti itu karena ia bisa membeli sarapan dikantin kantor nanti. Jodha masih dongkol dan manyun membuat jalal tidak tahan untuk tidak tertawa. Jodha semakin kesal dan hendak beranjak pergi,tapi jalal menahan lengannya.

"kau belum memasangkan dasiku, jodha,,," jalal mengangkat sedikit kepalanya.

Jodha mengeluh kalau jalal itu mustinya belajar memasang dasi sendiri,anak SD saja bisa pasang dasi sendiri. Jalal hanya terkekeh dan menyuruh jodha cepat-cepat memasng dasinya karena ia sudah sangat terlambat,dengan mempoutkan bibirnya jodha mulai memasangkan dasi jalal. Tapi ia benar-benar naik pitam saat dengan jalal membongkar kembali dasinya,

"aish,,,kau ini apa-apaan. Kau membuat ku geram setengah mati, " menghentakan kaki siap-siap pergi,

"eitss,,,coba kau lihat ini sayang, " Tangan jalal dengan lincah kembali memasangkan dasinya tanpa ia harus memperhatikan tangannya karena takut kalau salah. Jodha terbelalak tak percaya bahwa jalal bisa memasangkan dasinya tanpa memperhatikan tangannya. Mata jalal menatap intens mata jodha,sedikit memajukan wajahnya membuat jodha siaga,

"aku hanya ingin melihatmu dalam jarak sedekat ini setiap paginya sebelum aku memulai rutinitas ku dikantor, jodha. Aku ingin setiap pagi melihat mata bening milikmu,wajah chuby dan innocent mu,semua ini akan menjadi penyemangat ku setiap harinya, " (hooeeekkk,,,lebayyy. hhhh)

Jodha tersipu malu,semburat-semburat merah mulai menghiasi wajahnya.

"kau selalu menggoda ku, "

"karena aku suka melihat raut wajah mu saat aku menggoda mu jodha. Kegembiraan yang aku rasakan saat menggoda mu tidak pernah aku dapatkan bahkan disaat aku memenangkan tender besar sekalipun, " Jalal merengkuh jodha kedalam pelukannya.

"terima kasih sudah mau menjadi istriku yang seutuhnya jodha. Aku bersumpah akan mengorbankan apapun demi untuk membahagiakan mu dan juga melindungi mu,bahkan kalau harus mengorbankan nyawa ku sekalipun. Aku janji,,," jalal menangkup pipi jodha lalu mengecup kilat bibirnya.

"aku aka kekantor sebentar,dan aku akan secepatnya kembali padamu ,sayang,,,"

Jodha merasakan ada yang aneh dengan kata-kata jalal,dia seolah merasa jalal sedang menyampaikan kata-kata perpisahan dengannya. Jodha mendadak merasa hatinya gelisah tidak tenang,ada rasa perih seolah ia sedang merasakan kehilangan sesuatu yang berarti baginya. Tapi dengan cepat ia menghapus pikiran buruk itu,dia tidak ingin berpikir yang buka-bukan. Mereka sudah berada diteras depan,jalal kembali mengecup puncuk kepala istrinya sebelum berangkat. Dia terkejut saat jodha memeluknya dari belakang ketika ia hendak masuk kedalam mobil. Jalal heran sekaligus geli dengan sikap jodha,apalagi jodha memeluknya dengan sangat erat,

"hemm,,,sepertinya kau tidak rela untuk jauh-jauh dariku ,jodha,!!! Tenanglah ,aku akan pulang cepat hari ini, " jalal berbalik dan memeluk hangat tubuh jodha. Jodha tidak mengerti mengapa ia begitu khawatir. Dengan berat hati ia melepaskan jalal dan membiarkan suaminya pergi kekantor.

***

Kali ini kita tidak boleh gagal,jika perlu kita bunuh saja istrinya yang cantik jelita itu. Abul mali sedang berbicara dengan syarifudin dan juga dengan anak buahnya yang lain. Syarifudin yang sudah blingsatan karena tidak bisa mendapatkan jodha akhirnya tidak akan segan-segan mengambil cara terburuk sekalipun. Dia tidak ingin jodha terluka,tapi ia ingin jalal yang mati dan ia yang akan membunuh jalal dengan tangannya sendiri.

Jalal hari itu sangat tidak tenang dikantor,ia ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan istrinya tercinta. Dirumah mereka, jodha sedang menerima ruqaiya yang datang bertamu. Jodha sebenarnya tidak suka dan ingin mengusir ruqaiya,karena lukanya yang mulai mengering akan berdarah kembali saat ia melihat wajah ruqaiya yang memuakkan. Tapi jodha tidak mungkin melakukan itu,dia wanita yang tahu adat maka ruaiya ia persilahkan masuk.

"jodha,,,aku mau minta maaf padamu. Aku sudah salah waktu itu,sekarang aku sudah sadar kalau kau tidak akan tersingkirkan dari hati jalal. Aku akan mundur jodha, " ruqaiya dengan raut wajah yang benar-benar tulus dan merasa menyesal,ia memohon agar jodha mau memaafkannya.

"ruqaiya,,,aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Aku hadir diantara kau dan dia,aku telah merebut dia dengan tidak sengaja darimu. Aku juga minta maaf ruqaiya, " Jodha dengan tulus ikhlas memaafkan ruqaiya. Mereka berpelukan,dan ruqaiya tersenyum licik...

Jodha pergi kedapur untuk membuatkan ruqaiya teh,saat tinggal sendiri ruqaiya segera menuju kearah pintu samping yang bisa menuju kehalaman belakang rumah itu. Dia membuka kuncinya,kemudian kembali duduk manis disofa dan menunggu jodha. Dia cepat-cepat memasukan kunci tadi kedalam tasnya dan meraih ponselnya lalu mengetik sms yang bertuliskan, "semua beres sekarang,kalian hanya perlu mengurus beberapa penjaga dihalaman belakang dan langsung saja menuju kearah samping kanan. Disitu ada pintu yang sudah aku buka. Ok,,,". Klik,,,ia menekan tombol send dan pesan itupun terkirim.

Jodha kembali dengan gelas teh ditangannya,tapi gelas itu terjatuh dari tangannya saat melihat ruqaiya sudah diikat kaki tangannya dan mulutnya ditutup pakai lakban. Ruqaiya ternyata pingsan,jodha ingin menghambur mendekati ruqaiya,tapi tidak sempat, "BUKKK" saat ia rasakan ada seseorang yang memukul punggungnya dengan sangat keras,ia pun ambruk kelantai dan pingsan. Seorang pria yang berdiri dibelakangnya tertawa bergelak,

Jalal dengan bersiul-siul kecil dan wajah ceria keluar dari mobilnya,adham khan hanya goleng-goleng kepala melihat tingkah majikannya itu. Tapi tiba-tiba adham khan menghentikan langkah semangat jalal saat hendak memasuki rumah,

"tuan,,,tunggu dulu. Coba perhatikan sekeliling, " adham khan berlari menghampiri satu persatu anak buahnya yang sudah tergeletak ditanah dengan kepala bersimbah darah karena ditembak.

Jalal yang sedang dipuncak kebahagiaannya tidak menyadari hal itu,sejenak jantungnya berhenti bekerja. Tapi sedetik kemudian, ia membuka pintu rumah dengan kasar dan adham segera menyusulnya karena ia yakin didalam rumah itu pasti tidak aman. Dunia seakan runtuh,jalal seolah dihantam dengan sebuah batu sebesar gunung saat ia masuk kedalam rumah. Jodha,,,wanita yang sudah menjadi separuh hidupnya itu,tergeletak tak berdaya disofa dengan sebuah pistol tertodong dikepalanya. Jalal mengepalkan tangannya,rahangnya mengeras karena emosinya sudah dititik tertinggi,tapi ia roboh sebelum sempat melakukan apa-apa, "DOORRR" sebuah peluru panas bersarang telak dikaki kirinya.

Adham khan tidak berdaya menolong,kejadian itu sangat cepat dan ia pun ikut ambruk kelantai saat kepalanya dihantam seseorang dari belakang dengan balok besar. Jodha tersadar dari pingsannya saat mendengar letusan pistol tadi,ia langsung menjerit saat mata beningnya melihat jalal yang ambruk dilantai dengan kaki kiri penuh oleh darah. Jodha meronta dan mencoba untuk mendekati suaminya,ia menangis histeris dan memohon pada abul mali untuk jangan menyakiti suaminya. Jalal yang tidak berdaya hanya bisa memandang sayu pada jodha yang masih meronta untuk melepaskan diri,tangisan jodha bagaikan sembilu yang menyayat hati jalal...

Minggu, 25 Januari 2015

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.21



~Warning>> terdapat konten dewasa di ff part ini.
                    Bagi yang tidak suka jangan di baca,
                    Dan bagi yang masih berumur di bawah 17 tahun diharapkan jangan keras kepala.
                    Ok,,,happy ready,


Waktu seakan berhenti,jodha membatu ditempat begitu juga jalal. 1 detik,,,tetap kaku,,,2 detik berjalan perlahan mereka sama-sama memasuki alam sadar kembali,tapi sepertinya jalal bisa lebih unggul dari jodha,dia kini sudah mulai bisa menguasai dirinya dan didetik ke-3 ,,,seperti tayangan slow motion di tv jalal berjalan perlahan kearah jodha. Semakin dekat jalal berjalan kearahnya ,jodha semakin tertarik kesadarannya dan saat jalal hampir sampai padanya, "sreett" tangan jodha meraih salah satu gaun tidurnya dan langsung memasangkan ketubuhnya melalui kepalanya. Ketika dia hendak menghindar dari jalal dengan gesit jalal memblokir pergerakkannya. Jodha ingin menghajar jalal tapi jalal segera membalikkan tubuhnya menghadap lemari.

"menghindar,!!! Kau selalu menghindar dariku,kenapa...kenapa jodha, " jalal menahan kedua tangan jodha yang ia telingkukkan kebelakang.

"lepaskan aku,,,dan apa ini.??? Kau memaksakan kehendak mu padaku,kau melanggar kesepakatan kita, " suara jodha bergetar,entah karena marah atau karena posisi mereka saat ini yang membuat tubuhnya menegang.

Jodha semakin menegang saat ia merasakan ujung jari jalal menarik garis dari lehernya lalu menyusuri punggungnya. Gaun tidurnya yang terbuat dari bahan sutera yang tipis tersebut membuat sentuhan itu terasa sangat jelas dan napasnya menjadi tidak teratur.

“jodha,,," jalal berbisik di telinganya. Jalal tidak memeluknya, hanya menempelkan tubuh depannya pada punggung jodha,membuat jodha terhimpit di antara dirinya dan lemari.

"maafkan aku, aku terpaksa harus melanggar kesepakatan kita karena tidak ada cara lain yang bisa aku lakukan untuk mendekati dan berbicara padamu. Jodha aku tidak bermaksud menyembunyikan segala kebenaran itu darimu, tapi aku tidak ingin kejujuran ku merusak hubungan kita yang sudah terjalin baik sekarang ini, "

Jodha memejamkan mata sambil berdoa pada kanha nya, "oh kanha,,,tolong bebaskan aku dari situasi ini. Apakah pria ini tidak menyadari kalau tindakkannya saat ini bisa membuat ku terkena serangan jantung, ". Dia tidak bisa kabur saat ini,bahkan untuk sekedar menggeser posisinya saja ia tidak bisa. Jodha menolehkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat suaminya.

"tapi tetap saja cara mu ini salah. Sekarang lepaskan aku,menyingkirlah, " nada suara jodha naik satu oktaf.

“kau cemburu,??? Katakan kalau kau cemburu jodha, " jalal berbisik dengan suara rendah dan putus asa.

 Lutut jodha rasanya gemetar,hembusan nafas jalal seakan menggelitik ditelinganya saat ia berbisik tadi. Jodha menggigit bibir bawahnya mencoba meredam gejolak didalam tubuhnya.

"aku sama sekali tidak cemburu. Kau salah faham kalau beranggapan aku menghindari mu karena cemburu. Tidak sama sekali, " terdengar jelas kemarahan terpendam dalam nada ucapan jodha.

Jalal membalikkan tubuh jodha,dia menekankan kedua tangannya disisi kiri kanan kepala jodha. Dia menatap jodha sangat intens. Jodha merasa terintimidasi oleh tatapan itu,dia ingin menggerakkan wajahnya kesamping untuk menghindari tatapan tajam mata suaminya. Tapi jalal tidak akan menyerah lagi,dengan cepat ia menekankan keningnya pada kening jodha hingga jodha tidak bisa memalingkan wajahnya kesamping. Ujung hidung mereka saling menempel,nafas keduanya sama-sama memburu dan saling menyedot.

"kau mengatakan tidak cemburu,!!! Well,tidak apa-apa. Kita anggap saja begitu, tapi bagaimana aku bisa mengatakan kebenarannya padamu jodha,aku tidak bisa jujur disaat aku sudah jatuh cinta terlalu dalam padamu..." jalal diam sejenak,mencoba mengatur ritme nafasnya yang tidak beraturan.

Jodha terbelalak,seakan tidak percaya pada ucapan jalal. Tangannya yang tadi hanya diam kini terangkat,dia mencoba mendorong tubuh kekar jalal. Dia marah dan menganggap jalal sekarang hanya sedang mencoba memanipulasi dirinya. Melihat reaksi jodha jalal segera menangkup wajahnya dan meminta jodha untuk menatap langsung pada matanya,

"ku mohon,,,tatap mataku jodha dan kau carilah kebohongan dimata ku. Demi tuhan jodha,,,aku benar-benar sangat mencintai mu. Aku akui kalau semua yang dikatakan ruqaiya itu benar,tapi itu dulu sebelum aku terperangkap dalam belenggu cinta mu jodha. Ku mohon percayalah pada ku, " suara jalal penuh emosional. Gejolak perasaan didalam dirinya tidak mampu ia kendalikan.

Jodha menggigit bibir bawahnya,hatinya yang masih terasa sakit akibat ulah ruqaiya benerapa waktu lalu kini harus kembali terkoyak dan menyebabkan luka yang belum kering itu berdarah kembali. Air matanya bergenang disudut matanya,

"kau tidak berperasaan. Bagaimana bisa kau membuat diriku sebagai tempat pelampiasan. Hatiku sakit,,,sakit sekali rasanya. Lepaskan aku,,,ku mohon jangan sakiti aku lebih dari ini, " tangis jodha pecah.

Jalal tercekat,tenggorokannya terasa kering dan hatinya juga terasa sakit seperti di iris sembilu melihat jodha menangis seperti itu. Apa yang ia takutkan akhirnya terjadi juga,kejujurannya menyakiti hati jodha dan melukai perasaannya, dengan gerakkan cepat ia rengkuh tubuh mungil istrinya itu kedalam dekapannya. Jodha meronta minta dilepaskan,tangannya memukul-mukul belakang jalal ,tapi jalal tidak peduli,

"menangis lah,,,menangislah jodha. Tumpahkan amarah mu, " jalal mengeratkan pelukannya dan kini ia pun menangis.

Jodha meraung-raung,ia melampiaskan sakit hatinya,kekesalannya dan rasa kecewanya melalui tangisan itu. Lama sepasang suami istri itu sama-sama menangis,dan jalal sedikit melonggarkan pelukkannya saat tangis jodha sudah sedikit mereda. Dipegangnya kedua bahu jodha dan mendorong pelan tubuh itu untuk membuat sedikit ruang diantara mereka,

"aku ingin menanyakan sesuatu padamu jodha.!! Setelah apa yang kita alami dan jalani akhir-akhir ini,,," suara jalal kembali tercekat,dia tidak mampu melanjutkan pertanyaannya karena ia tidak sanggup untuk menghadapi kenyataan kalau nanti jodha tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Tapi dia penasaran dan rasa ingin tahunya yang begitu kuat membuat ia nekat mengambil resiko apapun meski ia harus terluka oleh jawaban jodha nanti,

Walau tidak sederas tadi tapi air mata jodha masih saja belum mau berhenti keluar,dia berdebar-debar menantikan kelanjutan ucapan jalal. Dia sebenarnya sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan oleh jalal padanya,tapi ia tidak yakin apakah nanti ia akan bisa jujur atau tidak tentang perasaannya pada jalal,

"jodha,,,apakah,,,kau mencintaiku,??? " akhirnya dengan susah payah pertanyaan itu meluncur juga dari mulut jalal.

Jodha tertegun,lalu dengan perlahan ia menggelengkan kepalanya. Mulutnya tidak mengatakan apapun,hanya gelengan lemah kepalanya itu saja yang ia berikan sebagai jawaban pada jalal. Hati jalal terenyuh,tapi ia butuh keyakinan. Jalal mendekatkan wajahnya kewajah jodha,mengecup lembut air mata disudut mata kelinci milik jodha. Jodha memejamkan matanya,

"hentikan ini,,aku tidak mencintai mu, " bibir jodha gemetar saat mengatakan kebohongan itu. Mulutnya berkata tidak tapi berbeda dengan bahasa tubuhnya yang mengatakan kebenaran isi hatinya,

Jalal memiringkan kepalanya dan mencium bibir jodha kilat, " bibir mu gemetar saat mengatakan hal itu. Kalau kau benar-benar tidak mencintai ku,tolong katakan dengan tegas sambil menatap langsung pada mata ku jodha, " suara jalal terdengar berat seolah dia sedang menahan sesuatu dalam dirinya.

Jodha menarik nafas dalam dan panjang,ia sedikit sesegukan karena menagis tadi. Dia hembuskan perlahan lalu mulai mengangkat wajahnya yang dari tadi hanya menunduk tanpa mau mamandang jalal. Jodha menatap lurus pada manik mata hitam milik suaminya,nafasnya yang tadi sudah sedikit tenang kini kembali memburu kala mata mareka saling menatap lurus dan dalam,tatapan mata jalal penuh pengharapan dan sangat sendu hingga mampu menghentikan detak jantung jodha,

"aku,,,aku,,," jodha terbata-bata dan sulit sekali untuk bicara. Jalal medekatkan kembali wajahnya dan membuat jodha tidak tahan untuk tidak menunduk,

"aku,,,ummhh,,," ucapan jodha terhenti kala bibir tebal jalal telah melumat pelan bibirnya. Jalal terus melumat bibir istrinya degupan jantung kedua insan itu seakan mau meledak, jalal berbicara disela-sela ciumannya pada jodha,

"bibir mu ini,,,tidak akan mampu untuk mengatakan kebohongan jodha,,,kau mencintai ku jodha, " kini kedua tangan jalal menekan sedikit kuat pipi jodha hingga membuat bibir jodha semakin mengerucut,hingga jalal bisa semakin dalam melumatnya.

Jodha mendorong kuat-kuat tubuh jalal dan kali ini ia berhasil. Dadanya bergemuruh ,bahu jodha turun naik dengan cepat. Tatapannya sangat tajam pada jalal,lalu ia bergegas menarik diri kesamping dan melangkah cepat kearah pintu,jalal tersentak dan segera mengejar jodha. Jalal memeluk jodha dari belakang,kini jodha menangis lagi.

"aku mencintai mu,,,aku mencintai mu,,," lirih jodha. Akhirnya pengakuan itu terucap juga dari bibir jodha.

"aku tahu itu jodha. Maafkan aku,,," ujar jalal membenamkan wajahnya dirambut hitam milik istrinya.

"aku ingin memaafkan mu,,tapi hati ini sakit saat mengetahui bahwa aku hanya dijadikan sebagai pelampiasan belaka, " jodha meratap dipelukan jalal. Jalal tidak sanggup mendengar ratapan jodha,dia membalikkan tubuh jodha menghadap kearahnya,

"aku akan melakukan apapun,agar kau mau maafkan ku jodha. Maafkan aku jodha,,," sorot penuh penyesalan dan menghiba dimata jalal membuat hati jodha luluh.

Jodha memeluk tubuh jalal dan membenamkan wajahnya didada bidang milik jalal,kemudian jodha merasa kalau kakinya tidak lagi berada di lantai, dia pun mendongakkan kepalanya untuk melihat ke wajah jalal. Lalu dia menyadari ternyata saat ini jalal sudah menggedong dia ala bridal style menuju tempat tidur. Jodha pun menyandarkan kepalanya ke dada jalal seraya melayangkan tangannya kearah leher suaminya lalu merangkul nya dan dia tersipu malu sekarang.

Setelah berada di tempat tidur, jalal menurunkan tubuh jodha dengan perlahan lalu dia merangkak ke atas tempat tidur dan menindih tubuh istrinya, dia meletakkan kedua tangannya di samping kepala jodha. Jodha sangat tegang dan tubuhnya terasa kaku,apalagi saat jalal mulai menurunkan kepalanya,membuat dia memejamkan mata erat-erat. Jalal tersenyum geli lalu ia beralih kesamping dan membisikkan sesuatu ditelinga jodha,

"aku mencintai mu jodha. Hatiku hanya milikmu dan selamanya akan tetap menjadi milikmu, "

Mata jodha sontak terbuka lebar,darah di seluruh urat nadi jodha langsung berdesir cepat dan menghasilkan semburat kemerahan di kedua pipinya yang putih mulus,


"benarkah,?” tanya jodha ragu. Jalal mengangguk tegas,kemudian jalal menelusuri tubuh jodha dengan kecupan demi kecupan. Jodha menjerit kecil saat mendapat serangan mendadak dari suaminya. Jalal memanggut bibirnya dengan lembut dan sangat perlahan. Jantung jodha langsung memompa darah ke seluruh tubuhnya dengan cepat, membuatnya melayang. Perlakuan jalal seperti api yang melelehkan seluruh tubuh jodha.

Jodha mulai merasa kehabisan napas. Beruntung jalal melepaskan bibirnya beberapa detik sebelum ia terpaksa meraih rahang suaminya itu untuk menjauhkan wajahnya. Mereka sama-sama terengah dan dalam jarak yang masih dekat jalal menatapnya lembut.

"malam ini,,,mau kah kau menjadi istri ku yang sesungguhnya jodha,??? Aku tidak akan melakukannya kalau kau tidak mengizinkan ku, " jalal bertanya dengan mata penuh pancaran gairah,masih menghargai jodha.
aJodha sangat tersentuh oleh sikap jalal itu,maka dengan senyum mengembang jodha menganggukan kepalanya. Jalal seperti terbang ke angkasa saat jodha mengizinkan ia untuk memilikinya seutuhnya malam itu,

Seketika itu juga jalal membenamkan lagi wajahnya dilekuk leher jenjang istrinya,lidahnya bermain disana dengan lincah, sesekali jalal menggigit kemudian menyedot dengan kuat leher jodha membuat kissmark dileher putih itu,membakar seluruh tubuh jodha, membuatnya terpaksa merintih. Jemari jodha menjambak rambut jalal dan mengacaknya kasar,lenguhan dan rintihan jodha mendominasi dalam ruang kamar mereka saat tangan jalal menyentuh titik-titik sensitif dari tubuhnya. Jalal semakin menggila mendengar suara lenguhan jodha yang terdengar sangat merdu ditelinganya. 

Tubuh jodha semakin menggelepar saat ciuman jalal merambat turun dari leher menuju kearah dada atasnya,ditambah lagi kini dibawah sana tangan jalal meraba lembut dan bergriliya menelusuri paha mulus miliknya. Suhu didalam kamar itu menjadi sangat panas,peluh sebesar biji jagung bergelantungan didahi jalal. Jalal mengangkat kepalanya dari tubuh jodha,dan tangannya menarik sesuatu dibawah sana.

"aakkhhh,,," jodha terpekik kecil bersamaan dengan selimut yang ditarik jalal dari bawah tadi menutupi full tubuh mereka. Dan yang terjadi selanjutnya hanya jodha dan jalal yang tahu karena yang terlihat hanya lah tubuh mereka yang bergerak liar dibawah selimut tebal tersebut dan suara lenguhan yang saling bersahutan...