Hari sudah larut malam para tamu dan undangan juga sudah banyak yang pulang, dikamarnya jodha masih menangis meratapi nasib buruk dirinya,ibu ,moti dan juga neneknya sudah pergi karena dia bilang ingin sendiri,
"Bagaimana bisa ada orang yang mempunyai sikap kejam dan menjijikkan seperti itu di dunia ini, "
Jodha tidak menyangka masalahnya dengan jalal bisa separah dan juga serumit ini jadinya,dia ngeri membayangkan apalagi yang akan dilakukan jalal padanya,
"ini baru awal, aku tidak tahu dia bisa berbuat apalagi untuk menyakiti ku, oh kanha,,,lindungi aku juga bantu aku menghadapi semua masalaj yang sudah menghadang didepan mataku. Aku harus kuat demi keluargaku juga demi perusahaan ayah, "
tak lama terdengar suara orang mengetuk pintu kamarnya, jodha berteriak menanyakan siapa diluar tapi tidak ada sahutan dan itu membuat jodha heran karena kalau itu ibunya atau keluarga yang lain mereka akan langsung masuk setelah ketuk pintu,,,setelah membenahi wajah dan juga pakaiannya yang sedikit kusut dia berjalan kearah pintu lalu membukanya, betapa terkejutnya jodha melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya tadi ternyata orang itu adalah jalal, dengan sebelah tangan menopang tubuh dikisi pintu jalal menghadiahkan seringai mengejeknya yang khas pada jodha, melihat seringai itu membuat jodha muak dengan tatapan dingin jodha mau menutup kembali pintu kamarnya, tapi jalal segera memajukan kaki kanannya hingga pintu tidak bisa tertutup, "hei kau tidak sopan sekali, aku belum bicara kau sudah mau tutup pintu,,,apa aku begitu menakutkan hingga membuatmu cepat-cepat menutup pintu karena kau sangat ketakutan padaku kan, ???"
didalam hati jodha merasakan letupan emosi mulai merambat keluar dan akan segera menguasai pikirannya yang akan membuat dia tak terkendalikan nanti, dengan susah payah dia menekan luapan emosinya itu agar tidak berbuat di luar kendalinya yang akan berakibat buruk pada akhirnya, dengan tersenyum sinis jodha menyahuti ejekan jalal, "kau boleh menakuti ku, atau mau mempermalukan aku sesuka hatimu ,tapi kau harus tahu satu hal, kalaupun sekarang aku tidak melakukan apapun atau aku sekarang hanya menerima saja perlakuan semena-mena darimu ,,,aku pastikan suatu hari nanti kau akan menyesali perbuatan mu ini ,dan kau akan menerima balasan yang setimpal dari para dewa,,cam kan itu baik-baik tuan jalal yang terhormat, prenaam, !!!
Jalal marah dan ingin membalas omongan pedas jodha itu,tapi jodha segera menekan pintu kuat-kuat hingga jalal terpaksa harus menarik keluar kakinya yang sakit akibat tergencet oleh himpitan pintu kamar jodha, dalam hati dia memaki panjang pendek lalu turun kebawah ,dibawah ruq sedang kesal menunggu jalal yang sedang menemui jodha,
"mengapa juga dia harus menemui wanita itu, aku lama-lama muak juga dengan sikap jalal , tadi dia membuat adegan pura-pura yang sangat menjijikkan itu,,,aakkkggg "
Ruq seperti kebakaran jenggot saat memikirkan semua lelucon jalal itu, tak lama kemudian dia melihat kekasihnya itu turun dari kamar jodha, dia segera mendekatinya dan mengajak jalal untuk cepat-cepat pulang,
"kita pulang sekarang jalal, aku sudah muak dengan semua lelucon ini, " tapi jalal bilang mereka harus pamit pada calon mertuanya dulu sebelum pulang, mendengar jalal menyebut orang tua jodha dengan sebutan mertua ruq benar-benar sangat kesal dengan menghentakan kakinya dia berlalu dari hadapan jalal serelah sebelumnya dia berkata akan menunggu dia di mobil. Jalal menemui bharmal dengan mainawati untuk pamit pulang atgah mengikutinya,
"terimakasih kerja samanya tuan bharmal, " ujar jalal setelah bertemu dengan tuan bharmal, bharmal hanya bisa tersenyum penuh perih dihatinya, jalal menoleh pada atgah dan dengan anggukan kepala dia menyuruh atgah untuk memberikan cek kosong yang sudah mereka siapkan,
"anda hanya tinggal menuliskan saja nominal yang anda butuhkan, segera setelah anda kirimkan cek ini pada atgah khan maka kami akan mentrasfer uangnya, ok,,, " jalal mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tanda ada kesepakatan diantara mereka berdua.
~~~~
1 tahun kemudian,,,,,,
Siang itu hujan turun dengan sangat deras, terlihat seorang gadis dengan tatapan kosong berjalan gontai dibawah deru hujan dan juga kilatan halilintar, fikirannya melayang jauh mengenang semua kepedihan yang telah dia alami selama setahun terakhir ini. Gadis itu adalah jodha ,dia terpaksa pergi dari apartementnya karena sudah tidak tahan dengan sikap jalal yang terus saja mengintimidasinya, yaa semenjak mereka berdua resmi bertunangan jalal memaksa jodha untuk tinggal di apartement yang sama dengannya. Jodha sebenarnya sudah menolak mentah-mentah keinginan jalal itu tapi karena jalal mengancam dengan menggunakan keluarganya terpaksa dia harus mau tinggal 1 atap dengan pria yang sangat dia benci, jodha tidak mau menemui sahabatnya moti karena dia tidak mau sahabatnya itu sedih melihat keadaannya yang menyedihkan. Hamida ibu jalal datang berkunjung ke apartement jalal,karena dia sangat ingin bertemu dengan jodha calon menantunya itu, memang waktu pertunangan mereka hamida tidak bisa datang karena suatu sebab dan juga lain hal :-)
Jalal agak kelabakan saat tahu ibunya datang untuk bertemu dengan jodha karena dia tidak tahu jodha ada dimana ,waktu dia pulang dari kuliyah tunangannya itu tidak ada ,awalnya dia berfikir kalau jodha sedang mengunjungi sahabatnya moti tapi setelah dia cek n ricek ke tempat moti ternyata jodha tidak ada di sana, hamida memarahi jalal yang sebagai tunangannya tidak tahu dimana jodha berada dalam cuaca buruk seperti itu. "kau harus mencarinya sampai ketemu jalal, kau akan mendapat hukuman dari ibu kalalu sampai terjadi apa-apa pada calon menantu ibu itu, " jalal mengatakn dia tidak tahu harus mencari jodha kemana karena setahunya dia tidak punya teman selain moti, lalu jalal teringat pada ponsel yaa dia bisa menelfon jodha dan menyuruhnya pulang kemudian dia menekan nomor hp nya jodha,,,lama jalal menunggu tapi sambungan telfonnya tidak direspon oleh jodha, sepertinya dia sengaja mengabaikan telfon dari jalal, hal itu membuat jalal kesal dia mengirim sms , "segera pulang,karena disini ada ibuku datang dari india untuk bertemu dengan mu, " dia menekan tombol send pesan nya terkirim. Jodha melihat ada sms di layar hp nya, dia dengan enggan membuka sms dari jalal ,agak terkejut jodha mengetahui ibu jalal datang untuk bertemu dengan dirinya, dia bingung harus bagaimana apakah dia harus kembali ke apartement dan bertemu dengan ibu jalal,,,setelah lama berfikir akhirnya jodha mengirim sms pada jalal dan mengatakan dia akan pulang, jalal bilang dia akan menjemputnya karena dia ingin memastikan kalau jodha benar-benar akan pulang.
Hamida terlihat sangat senang bertemu dengan jodha, penampilan jodha sudah rapi karena sebelum kembali ke apartement mereka jalal mengajak jodha singgah ke apartement moti untuk menyuruhnya berganti pakaian. Jodha memaksakan sikap bersahabat pada hamida, dia mengira kalau anaknya jahat pasti orang tuanya juga jahat padahal hamida sangat menyayangi jodha karena dia memang mengharapkan kalau jodha akan menjadi menantunya suatu hari nanti, sebenarnya hamida sudah lama kenal dengan mainawati ibunya jodha,karena mereka sering ketemu saat sedang melakukan bakti sosial ke panti-panti asuhan juga panti-panti jompo di india jadi mereka sering ngobrol dan menceritakan tentang keluarga masing-masing dan ibu jodha sering menceritakan tentang putri kesayangannya itu, hamida sudah jatuh hati pada jodha hanya dengan mendengar kisah tentang dirinya saja , "kau gadis baik nak, dan aku benar-benar bersyukur kalau kau bisa menjadi menantuku jodha, " ujar hamida sambil membelai lembut pipi calon menantunya itu, jodha merasa sedikit lega karena ibu jalal tidak seperti yang dia kira bahkan sangat berbanding terbalik dengan jalal yang kejam dan arogan. Jodha tersentuh oleh kasih sayang hamida hingga dia merasa ada tempat untuk dia menyandarkan diri.
Jalal tidak habis pikir mengapa semua orang begitu menyayangi jodha,sampai-sampai ibunya juga sangat menyayanginya,dia menemui jodha dikamarnya setelah sebelumnya dia melepaskan sandalnya kemudian masuk ,jodha saat itu sedang berdiri di balkon dia tahu kalau yang datang itu adalah jalal jadi dia sedikitpun tidak menoleh , jalal mendekatinya dan langsung menggoda jodha, "aku yakin kau merasa senang karena ibu ku menyayangi mu,,,apa kau akan menggunakan ibuku untuk menjadi perisai mu hah, ???
Jodha melotot marah pada jalal yang mengatakan kalau dia akan menggunakan hamida sebagai perisainya,
"kau benar-benar keterlaluan ,asal kau saja aku bukan orang licik seperti dirimu yang akan menggunakan objek lain untuk mengancam dan menekan orang, "
Dia hendak beranjak untuk masuk kedalam tapi jalal meraih pergelangan tangannya dan mendorong tubuh jodha kedinding, dia mengunci pergerakannya hingga jodha tidak bisa melakukan apa-apa untuk melepaskan diri,
"kau mau apa, sudah aku bilang jangan sentuh aku lagi, "
Tapi jalal tidak mengindahkan kata-kata jodha, dia memajukan wajahnya sangat dekat dengan wajah jodha dan itu membuat jodha merasa jengah ,dia memang sangat membenci jalal makanya walaupun dia sering berada dalam posisi sedekat itu dengan jalal dia sama sekali tidak terpengaruh, berbeda dengan jalal yang mulai mersakan getaran-getaran aneh menjalari syaraf-syaraf peka ditubuhnya saat jarak antara dia dengan jodha sedekat seperti sekarang ini,hal itu dia rasakan semenjak beberapa bulan terakhir ini, dia tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan itu,,,
"kau sekarang sepertinya sudah mulai berani memberontak yaa, tapi mengapa kau sampai harus pergi dari rumah kalau kau sudah berani berontak,,, aaaa,,,aku tahu kau senenarnya sangat takutkan padaku ,hingga kau mau pergi, "
Jalal merasakan hembusan nafas jodha menerpa wajahnya ,dadanya bergetar hebat dan nafasnya memburu sepertinya birahi jalal terpancing karena situasi saat itu,wangi harum tubuh jodha yang eksotik telah membangkitkan gairah jalal sebagai lelaki normal, apalagi saat dia menatap bibir jodha yang seksi berwarna merah delima,dia begitu tertarik untuk mencicipi rasa dari bibir itu, menyadari ada yang tidak beres dengan jalal jodha jadi gelisah dia takut apa yang tidak dia inginkan akan terjadi,dia semakin menciut saat jalal dengan perlahan mendekatkan bibir mereka dalam hati jodha menjerit meminta pertolongan pada kanha nya, "kanha tolong aku, lepaskan aku dari situasi yang tidak aku inginkan ini, " jodha memejamkan erat-erat matanya ,kini bibir mereka tinggal sedikit lagi akan bersentuhan,,,dengan suara gemetar jodha memohon pada jalal untuk jangan melakukan itu, "aku mohon,,,tolong jangan lakukan ini aku mohon,,,hiks,,,hiks,,, " jodha mulai menangis, jalal tersadar dan segera menarik diri dari jodha, dia tidak bisa mengendalikan gairah birahinya hingga hampir saja di mencium jodha, nafasnya masih memburu dan berat tanda nafsu jalal sedang berada dipuncaknya. Jalal mencoba mengatur jalan nafasnya dan menenggelamkan hasratnya, dengan ketus dia berkata kalau dia tadi khilaf dan meminta jodha untuk melupakan kejadian tadi lalu dia pergi meninggalkan jodha yang menangis dan terduduk dilantai, "terima kasih kanha,,,aku tahu kau pasti akan menjaga ku, "........

KereN baNgettt,,,,,LaNjut doNg peNasaraN Nee,,,,
BalasHapuskeren bnget..lnjut..mitha tag..th.enny..dong...biar..ga.ktglan
BalasHapuskeren bnget..lnjut..mitha tag..th.enny..dong...biar..ga.ktglan
BalasHapus