Jalal menghempaskan tubuhnya ketempat tidur, dia berfikir kenapa jodha mau menolongnya dan fikiran itu sangat mengganggunya sampai-sampai membuat kepala yang memang sudah pusing menjadi semakin pusing, "aakkhhh,,,mengapa aku harus memikirkan tentang dia yang sudah menolong ku, " jalal dengan susah payah mencoba untuk memicingkan mata tapi tetap saja matanya tidak mau terlelap,kemudian karena stres tidak bisa tidur dia meraih ponselnya lalu menekan salah satu nomor dilayar ponselnya, dia ternyata mau mencari tahu tentang jodha dan sekarang dia sedang menelfon seseorang yang mungkin dapat membantu dia mendapatkan informasi itu, singkat cerita jalal akhirnya sudah mendapatkan informasi lengkap tentang jodha,dari mulai namanya, keluarganya sampai tentang perusahaan ayah jodha, dia agak kaget saat tahu kalau jodha ternyata berasal dari negara yang sama dengannya dan itu yang akan sangat membantunya dalam aksi balas dendamnya , "aku akan mulai dari perusahaan ayahmu dulu jo,,,dha, " ujar jalal sambil memberi penekanan pada saat menyebut nama jodha. Di mulai dari semenjak jalal mengetahui semua tentang jodha dia mulai menjalankan misinya, dia sudah menyuruh atgah khan mengurus masalah perusahaan keluarga jodha, dia ingin atgah membuat perusahaan tuan bharmal mengalami penekanan dalam masalah keuangan, karena dia nanti akan datang seperti dewa penyelamat bagi keluarga jodha dan juga perusahaan ayahnya. Tidak butuh waktu lama bagi atgah untuk membuat tuan bharmal kehilangan semua penanam saham diperusahaannya, dalam kurun waktu 1 bulan perusahaan tuan bharmal mengalami kerugian yang fantastis dan masalah itu membuat tuan bharmal harus mencari perusahaan yang bersedia meminjamkan uang untuk menyelamatkan perusahaan dan juga untuk membayar gajih para pegawai. Bharmal sudah berusaha meminjam uang kepada rekan-rekan bisnis yang sudah lama bekerja sama dengannya, tapi tidak satupun dari mereka yang bisa atau mau membantu, kalau pun ada mereka yang mau menolong bharmal tidak mau ambil resiko karena mereka sudah diancam oleh pihak perusahaan jalal, keadaan itu membuat tuan bharmal bingung mengapa mereka harus diancam seperti itu oleh pihak grup JA,,,sedangkan dia merasa kalau tidak ada permusuhan antara dia dengan grup JA, setelah membahas masalah itu dengan mainawati istrinya akhirnya keputusan akhir yang bisa mereka ambil adalah dengan cara menemui pimpinan dari grup JA untuk mencari tahu mengapa pihak perusahaan itu mengancam perusahaan lain supaya jangan memberikan bantuan kepadanya. Bharmal benar-benar terkejut setelah tahu dalang dari semua masalah yang dialami perusahaannya sekarang ini adalah grup JA sendiri, dan yang paling tidak bisa dia cerna mengapa mereka mengajukan negosiasi perjanjian yang melibatkan putri kesayangannya yaitu jodha, grup JA menjanjikan akan memberikan dana berapapun yang bharmal butuhkan untuk menyelamatkan perusahaannya dari kehancuran karena kalau tidak segera mendapatkan dana bantuan maka perusahaan keluarga jodha terancam gulung tikar.
Jodha siang itu baru saja pulang dari kampus, saat dia membuka pintu dia kaget melihat ayah juga ibunya ada didalam, "ayah,,,ibu,,, " jodha berseru girang dan menghambur kedalam pelukan hangat dari kedua orang tuanya yang memang sudah sangat ia rindukan. Jodha dibantu oleh ibunya sedang menyiapkan makan malam, walaupun merasa heran karena ayah dan ibunya datang tiba-tiba begitu tanpa memberi tahu dulu sebelumnya tapi jodha tidak berniat buru-buru untuk menanyakan hal itu pada kedua orang tuanya, bharmal sedang berdiri melamun dibalkon, dia terlihat sangat tertekan karena masalah yang ia dan juga keluarganya hadapi, keputusan yang harus dia pilih sangat berat, bharmal benar-benar dilema karena kalau dia menyetujui syarat yang di ajukan grup JA maka ia akan menyakiti hati dan melukai perasaan putri tersayang nya, tapi kalau dia tidak mau menyetujui syarat tersebut maka nasib puluhan ribu pegawai diperusahaannya akan terancam ,memikirkan semua itu membuat bharmal dan mainawati terbang ke amrik guna menemui dan juga merundinhkan masalah itu dengan jodha . Mainawati dengan jodha sudah selesai menyiapkan makan malam untuk mereka ,lalu jodha mendekati ayahnya untuk mengajak makan, dia tertegun dipintu saat melihat raut wajah ayahnya yang sangat tertekan dia belum pernah melihat ayahnya dalam keadaan seperti itu , "ada apa ini sebenarnya,??? Pasti ada sesuatu yang buruk telah terjadi, tapi apa,!!! Bathi jodha ,dengan teguran lembut jodha membuyarkan lamunan ayahnya, "ayah,,, " sambil menyentuh bahu, "ah ya,,,sayang, "sahut bharmal dengan senyum kecut, "ayah,,,sudah sejak siang tadi aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian, karena tidak pernah kalian datang tiba-tiba seperti ini bahkan tanpa memberitahu ku, tapi,,, kita akan bicarakan ini nanti sekarang kita makan malam dulu ayah, ayo,,, " ujar jodha sembari menarik tangan ayahnya masuk kedalam, ibunya menyambut mereka juga dengan senyum kecut, "ayo, duduklah nanti makanannya keburu dingin, " . selama mereka makan tidak ada percakapan serius hanya seputaran tentang kuliyah jodha , "bagaiman kuliyah mu sayang, tidak ada masalahkan, ??? Tanya bharmal, jodha menjawab kalau kuliyahnya berjalan lancar-lancar saja ,mainawati menanyakan moti yang tidak ada dirumah dari siang tadi, "moti ada kuliyah sampai nanti malam ibu, jadi dia akan pulang telat, "jelas jodha, makan malam selesai kini mereka sedang berkumpul diruang tamu sambil menonton tv, jodha membuka chanel tv india dan bertepatan dengan jodha memindahkan chanel saat itu salah satu stasiun tv swasta india sedang menayangkan kondisi perusahaan keluarganya yang sangat memprihatinkan, jodha sampai ternganga sangking kaget dan juga merasa tidak percaya pada apa yang baru saja dia lihat di tv,,,dia memandangi ayah dengan ibunya secara bergantian, raut wajahnya mengisyaratkan kalau dia butuh penjelasan dari mereka, bharmal menoleh pada istrinya untuk meminta saran ,mainawati menganggukan kepalanya tanda ia setuju kalau suaminya akan membicarakannya sekarang. Bharmal sedikit berdehem untuk memulai percakapan, jodha sudah tidak sabar menunggu ayahnya untuk menjelaskan , "anak ku,,, sebenarnya, sebenarnya perusahaan kita memang benar-benar terancam gulung tikar nak, "ujar bharmal dengan terputus-putus disebabkan beban berat yang ia pikul dipundaknya sangat lah berat, jodha mulai berkaca-kaca,,,dia menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak percaya ,sangat sulit baginya untuk percaya kalau perusahaan mereka akan mengalami hal semacam itu, "ayah,,,bagaimana bisa itu semua terjadi,??? Ayah adalah orang yang sangat berpengalaman dan juga cermat bagaimana bisa ayah mengalami hal seburuk ini, " jodha menangis ,mainawati memeluk putri kesayangannya sedang bharmal hanya bisa tertunduk dia masih tidak mampu untuk memberi tahu jodha mengenai grup JA, jodha bertanya sekarang apa yang harus mereka lakukan, "ribuan pegawai kita ayah,,,bagaimana nasib mereka, aku tidak sanggup kalau harus melihat mereka akan kehilangan pekerjaannya, karena mereka sudah menggantungkan nasib mereka pada perusahaan kita ibu, " ujar jodha terisak dia sangat sedih dengan apa yang terjadi dikeluarganya, "putri ku, sebenarnya masih ada satu solusi yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini, tapi ayah tidak mau dapat menerima solusi itu karena ini harus melibatkan dirimu jodha, " mendengar masih ada harapan dan juga ada solusinya jodha dengan bersemangat meminta ayahnya untuk memberitahukan padanya, "ayah,,,aku akan lakukan apapun demi untuk menolong ayah, katakan ayah apa yang harus aku lakukan,??? Jujur aku merasa sangat senang karena aku juga bisa memberikan peran penting dalam urusan perusahaan kita, " melihat jodha yang sangat senang dan antusias malah membuat ayahnya semakin tidak tega, tapi walau bagaimana juga dia harus tetap memberi tahu putrinya, dengan bergetar bharmal mengatakn semuanya pada jodha, seperti mendengar petir manakala dia mendengar apa yang dikatakan ayahnya itu,emosinya merambat keluar dan menyebabkan jodha mengeluarkan sumpah serapahnya, "bagaimana bisa ada orang selicik itu, bermain kotor demi mencapai sebuah tujuan,,,semoga saja para dewa akan menghukum orang-orang yang tidak berperikemanusiaan itu, semoga nanti perusahaan itu juga akan mengalami kehancuaran seperti apa yang sudah kita alami sekarang, bahkan lebih parah lagi, " dia segera bangkit dan menuju mandir kanha, didepan patung dewa krisnha jodha mengucap sumpah kalau dia akan membuat orang yang menganiaya keluarganya menderita seumur hidup.
Jalal sangat menikmati awal dari dari kemenangannya itu, dan kini dia hanya tinggal menjalankan langkah selanjutnya yaitu bertunangan dengan jodha, "sekarang hidup mu akan menjadi sangat menyedihkan jodha,,,ini akibat dari kelancangan mu yang sudah berani memaki diriku, " ujarnya sambil tertawa . Ruqaiya bak mendengar petir saat jalal mengatakan kalau dia akan bertunangan dengan jodha, "apa,???? Kau bercandakan jalal, ini cuma lelucon mu kan,???" ujar ruq sambil memegang lengan jalal dan mengguncang tubuhnya, jalal menggenggam tangan ruq dan mengatakan kalau apa yang baru saja ia katakan tadi itu benar, tapi dia menambahkan kalau ini dia lakukan hanya untuk menghukum jodha, "kau tidak perlu khawatir ruqaiya, aku tidak akan menikahinya karena aku sama sekali tidak tertarik pada wanita angkuh itu, nanti setelah aku sudah merasa puas menghukumnya maka akan aku putuskan pertunangan ini ,tentunya dengan cara membuat jodha malu dan akan dicemooh oleh semua orang. Akhirnya dengan sedikit kerja keras jalal berhasil meyakinkan ruq kalau tidak akan pernah terjadi apa yang ditakutkan oleh ruqaiya, "baiklah, aku mengizinkan pertunangan itu...walau sejujurnya hatiku sangat sakit oleh perlakuan mu ini jalal, " ujar ruq dengan berlinang air mata. Kembali ke apartement jodha, saat itu jodha sudah duduk didepan kedua orang tuanya ,bharmal dan mainawati menanti dengan cemas apa keputusan yang sudah anak mereka ambil, "ayah,,,ibu,,,aku,,, " seperti tercekik jodha merasakan sakit ditenggorokannya ,kata-kata yang ingin dia ucapkan tak mampu keluar dari mulut mungilnya, bharmal mengatakan kalau jodha tidak perlu bingung karena kalaupun dia tidak menyetujui pertunangan itu tidak apa-apa mereka sama sekali tidak akan marah dan kecewa, jodha menggelengkan kepalanya, *tidak ayah, aku tidak apa-apa,,,aku sudah memutuskan kalau aku menyetujui pertunangan itu, aku harus lakukan ini demi nasib pegawai kita dan juga nasib adik-adikku yang terancam akan putus sekolah ayah, aku tidak mau itu terjadi ayaaahhhh,,, huuhuuhuuhhuuu, " ujar jodha sambil menangis sedih, keputusan anaknya itu membuat mainawati terharu tapi hatinya terasa diiris sembilu,,,perih rasanya karena harus mengorbankan kebahagiaan putrinya demi melindungi martabat keluarga mereka. Pertunangan jodha dengan jalal akan dilangsungkan 2 hari lagi, dan akan di adakan dirumah kediaman mereka. Kini jodha sudah berada di india ,moti juga ikut, mereka berdua sedang duduk dibangku taman dibelakang rumah, moti sedih melihat sahabatnya yang harus bertunangan dengan orang yang tidak dia kenal terlebih lagi orang itu adalah orang yang telah membuat perusahaan ayahnya bangkrut , "jodha,,,apa kau yakin akan tetap melangsungkan pertunangan ini,??? Tanya moti, jodha mendesah pelan sebelum menjawab pertanyaan moti, "iya moti, aku sudah putuskan dan kau juga sudah faham dengan karakterku yang tidak akan merubah keputusan yang aku ambil, " "tapi jodha,,,ini menyangkut masa depan mu, nanti setelah bertunangan kalian pasti akan menikah, kau sadar akan hal itukan, ??? Jodha menyahut kalau dia sedah bertekad akan menerima semua resiko sepahit apapun demi menyelamatkan nasib keluargaku dan juga nasib ribuan pegawai diperusahaan mereka, moti tidak bisa lagi menahan diri dia memeluk jodha lalu mereka berdua menangis tersedu-sedu.
Pertunangan akhirnya dilangsungkan, acaranya sangat meriah. Para tamu dan undangan sudah banyak yang datang, bharmal dan mainawati sedikit heran mengapa ada beberapa orang yang tidak mereka kenal hadir di acara pertunangan itu,ternyata orang-orang itu hadir atas undangan jalal. dikamarnya jodha sedang berdandan dibantu oleh moti ,diranjangnya tergeletak gaun yang sangat indah,,,gaun pertunangan itu juga dari jalal , moti benar-benar kagum akan ke indahan gaun tersebut , bahannya terbuat dari sutra yang sangat lembut, "waaahhh,,,indah sekali, aku belum pernah melihat gaun seindah ini jodha dan aku yakin kau pasti akan terlihat sangat cantik saat memakainya, " jodha mendengus kesal mendengar celotehan moti, dia berkata kalau moti mau dia bisa memakainya, "kau fikir aku akan memakainya hah,??? Tidak moti, aku tidak ingin pria yang akan bertunangan dengan ku itu mengatur-ngatur hidup ku, kau tahu kan kalau aku ini bukan tipe orang yang suka dengan barang-barang mewah,,,apalagi gaun ini warnanya hijau ,warna yang sangat tidak aku suka moti,pria itu mungkin berfikir bahwa aku ini sama saja dengan wanita-wanita masa kini yang hobinya memakai barang-barang bermerk tapi ia salah besar, " moti diam seribu bahasa, dia baru menyadari kalau dia sudah melakukan kesalahan dengan memuji gaun pemberian dari orag yang membuat hidup jodhanya akan suram mulai sekarang. Dibawah ayah dan juga ibunya sibuk menyambut para tamu juga undangan, jalal beserta rombongan keluarganya sedang diperjalanan menuju kekediaman keluarga bbharmal, dia satu mobil dengan ruq dan hanya berdua saja, ruq terlihat murung karena dia harus melihat pria yang ia sayangi bertunangan dengan orang lain, jalal mencoba menghibur teman masa kecilnya itu, "sudahlah ruq, dia hanya akan menjadi tunangan ku saja, kau lah yang akan menjadi istri ku nanti jadi kau tidak usah khawatir ataupun sedih, " ruq bertanya apakah dia bisa memegang ucapan jalal itu, "pasti ruqaiya, aku janji padamu akan hal itu, " jawab jalal mantap sambil membubuhkan sedikit senyuman mesranya pada ruq, ruq sangat senang mendengar jalal berjanji padanya. Jodha menyuruh moti mengambil gaunnya yang lama saja dan ia juga mengatakan pada moti untuk tidak meriasnya terlalu berlebihan, cukup berikan riasan tipis saja. Moti menuruti perintah jodha, dia mengambil gaun jodha yang lama dan membantu memakaikan pada temannya itu, "jodha, gaun apapun yang kau kenakan pasti akan tetap membuatmu terlihat cantik, " puji moti saat membantu mengikatkan tali baju jodha, gaun yang dikenakan jodha simple saja tidak berlengan dengan tali2 kecil pengikat dibagian belakang tapi tetap glamor apalagi warnanya yang merah marun sangat kontras dengan warna kulit jodha yang putih mulus juga bersih seperti kapas, dipadu dengan lilitan duppata berwarna senada dilehernya hingga meutupi sedikit bagian punggung jodha yang tereksplor apalagi rambutnya yang panjang itu disanggul ke atas oleh moti membuat tengkuk jodha yang putih bak pualam itu tereksplor sempurna, seperti yang diinginkan jodha moti hanya memoleskan mak up yang tipis diwajah jelitanya yang memang pada dasarnya wajah jodha walau tanpa rasanpun akan tetap terlihat cantik . Jalal beserta rombongan tiba di kediaman jodha, mereka semua masuk dan disambut dengan ramah juga santun oleh keluaraga jodha, banyak sekali hadiah yang keluarga jalal bawa mulai dari perhiasan,makanan juga segala macam rupa tentu saja tidak lepas dari barang-barang mewah dan juga mahal, jalal terkesan dengan penyambutan keluarga jodha yang walaupun dia sudah membuat mereka harus rela membiarkan putri kesayangan mereka bertunangan dengan orang yang membuat perusahaan keluarga mereka terancam gulung tikar. Karena jalal sudah datang maka acara juga akan segera dimulai, dari itu jodha harus segera turun sekarang,,,jalal sudah tidak sabar untuk melihat ekspresi jodha saat tahu kalau dia lah pria yang akan menjadi tunangannya, diwajahnya tak pernah lepas seringai licik ,dalam hati ia berkata, "sekarang awal dari penderitaanmu akan dimulai jodha, " . Jodha turun didampingi oleh moti ,musik syahdu mengiri langkah anggunnya, semua mata tertuju hanya pada jodha terutama jalal ,seakan melihat bidadari yang turun dari khayangan dia tak berkedip sedikitpun seringai yang tadi menghiasi wajahnya seketika hilang, dia merasakan dadanya bergetar hebat dan membuatnya agak susah bernafas dengan teratur, dipandanginya jodha dari ujung kaki sampai ujung rambut tak terlihat sedikitpun cela dalam penampilannya, hanya satu kata yang terucap didalam hati jalal yaitu sempurna :-)
Berbeda dengan jalal yang begitu terpesona padanya, jodha terbelalak tak percaya saat melihat pria yang akan bertunangan dengannya itu adalah jalal ," moti,,,apa mataku sudah rabun, benarkah apa yang kulihat ini moti,??? ,bisik jodha dengan gemetar pada moti, moti mengatakan kalau ini nyata,seketika itu tubuhnya melemas hingga membuat moti harus menuntunnya berjalan kearah jalal, moti juga sangat terkejut saat tahu kalau jalal lah calon tunangan sahabatnya itu, "oh kanha,,,mengapa kau lakukan ini padaku, mengapa hatus dia yang kau hadapkan padaku, " bathin jodha, dia memandang jalal dengan penuh kebencian dadanya bergemuruh akibat luapan emosi yang membuncah, kalau jodha sibuk mencaci jalal dalam hati, jalal kebalikannya dia sibuk memuja jodha dalam hati, ruq yang melihat ekspresi berlebihan dari jalal itu merasa tidak suka dan juga marah, dia memanggil nama jalal berkali-kali tapi sepertinya pesona jodha sudah melumpuhkan indra pendengaran jalal karena dia sedikitpun tidak mendengar suara ruq yang memanggilnya, ruq bertambah kesal saat mendengar para tamu saling berbisik memuji kecantikan jodha, " lihat dia cantik sekali, walau riasan diwajahnya sangat tipis tapi itu malah membuat kecantikannya yang natural lebih menonjol, " ,"iya, dia terlihat sangat anggun walau hanya dengan balutan gaun sederhana seperti itu, " itu lah yang pujian yang didengar ruq dari setiap mulut para tamu disitu, "apanya yang menarik dari wanita itu sampai membuat orang-orang begitu terpesona padanya, "geram ruq dalam hati, jalal masih setia mengagumi kecantikan jodha dan tersadar setelah jodha sudah berada didepannya , dia mengamati cermat karena merasa ada yang lain dalam penampilan sempurna jodha itu, jodha mengerti jalal pasti tidak menyadari sedari tadi kalau dia tidak mengenakan gaun yang ia berikan, jalal dengan nada marah berbisik pada jodha, "mengapa kau tidak memakai gaun yang aku hadiahkan ,??? Jodha dengan wajah angkuhnya yang khas balas berbisik pada jalal, "kau pikir aku akan dengan senang hati memakainya,??? Kau salah, aku bahkan tidak suka sedikitpun dengan gaun itu, " jalal sangat marah karena jodha masih saja angkuh walau dia sudah membuat keluarganya didalam kehancuran, tapi dia merasa puas melihat ekspresi jodha saat mendengar gunjingan dari beberapa tamu yang mengatakan kalau bharmal tega mengorbankan putri kesayangannya demi menyelamatkan perusahaan, ada juga yang berkata kalau bharmal mulai saat itu akan jadi parasit yang akan menumpang hidup dengan calon menantunya yang kaya raya itu, dan masih banyak lagi gunjingan-gunjingan dari para tamu yang membuat hati jodha sakit bagai di iris-iris sembilu, dia tahu ini baru awalnya saja dan penderitaan sesungguhnya pasti lebih mengerikan lagi.
Acara pertunangan dan tukar cincinnya sekarang sedang dilakukan, jalal tak pernah puas memberikan seringai mengejek pada jodha, sedang jodha berusaha keras untuk tetap berekspresi datar, dan acara resmi pertukaran cicin selesai kini acara selanjutnya adalah acara makan-makan ,jodha ingin segera pergi dari situ tapi jalal tidak membiarakan dia pergi ,dengan cepat dia mencekal pergelangan tangan jodha dan menarik jodha dekat padanya, "kau tidak akan ku biarkan pergi, kau harus menemaniku untuk menyapa para tamu dan undangan jodha, " bisik jalal , jodha berusaha melepaskan tangannya dari cekalan jalal, "lepaskan tangan ku,aku tidak mau kau memegang tangan ku, " sinis jodha, jalal mempererat cekalannya dan itu membuat jodha meringis kesakitan, "kau tadi tidak mau aku mencium mu waktu acara tukar cincin selesai, aku memberi pengertian untuk itu ,tapi kali ini kau jangan membantah lagi, aku tidak akan melepaskan mu, " jodha dengan berat hati menuruti kemauan jalal, mereka menyapa tamu dan undangan sedangkan ruqaiya dibuat uring-uringan melihat semua itu, sepanjang mereka menyapa para tamu jalal tak pernah melewatkan sedikitpun kesempatan untuk membuat jodha malu, srperti saat ini ," selamat ya tuan jalal, anda benar-benar beruntung mendapatkan wanita secantik nona jodha, " ujar salah satu tamu, jalal dengan nada mengejek pada jodha menyahut, "terima kasih atas ucapan selamatnya . Yaa,,,tentu saja aku sangat beruntung bisa mendapatkan dia karena dia adalah harga termahal yang harus ku bayar demi melengkapi kisah hidup ku ini, " jalal dan juga tamu tadi tertawa, "itu betul tuan jalal, kau memang harus membayar mahal untuk wanita sesempurna nona jodha ini, karena tidak ada wanita di india ini yang bisa menandingi kecantikannya, " sahut tamu tersebut, jodha benar-benar terluka mendengar mereka membicarakan dirinya sudah seperti barang saja, apalagi jalal menambahkan garam pada lukanya itu dengan mengatakan kalau kecantikannya itu akan menjadi lambang dari kekuasaan yang jalal punya, "orang-orang akan memuji kecantikan tunangan ku ini dengan tidak akan meninggalkan nama ku, misalnya seperti ini, "lihatlah wanita cantik itu, dia sangat betuntung karena bisa menjadi tunangan dari tuan jalal, hanya tuan jalal saja yang bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda seperti nona jodha itu di india ini, " ujar jalal dengan memeluk bahu jodha, dia tidak peduli dengan ke adaan jodha yang sudah berkaca-kaca, tidak tahan dengan semua itu jodha terpaksa harus memohon pada jalal, "aku mohon, biarkan aku pergi dari sini, " bisik jodha pada jalal, dan itu membuat jalal puas karena semua berhasil sesuai dengan rencananya, tapi dia tidak akan melepaskan jodha begitu saja, dia pura-pura tidak mendengar bisikan jodha, jadi jodha harus mengulangi lagi memohon padanya, jodha sedikit mendekatkan tubuhnya agar bisa berbisik dekat pada telinga jalal tapi jalal malah merengkuh bahunya dan memepetkan tubuh mereka ,jodha dibuat kesal dengan ulah jalal yang sengaja melakukan itu, "kau pikir aku tidak mendengar mu memohon padaku tadi hah,,,aku hanya ingin kau memohon lagi padaku dan kau harus melakukannya karena kalau tidak ,,,aku tidak akan mengizinkan kau pergi, " semua orang yang melihat adegan itu akan merasa berdebar-debar karena posisi jalal dengan jodha saat itu seperti sedang berciuman, tentu saja apa yang di harapkan jalal dari kelakuannya itu terpenuhi ,para tamu mulai menggunjing lagi, "lihat lah itu,tadi dia tidak mau dicium oleh tunangan nya dihadapan semua orang,tapi sekarang dia mau saja dicium saat berada di tempat terpojok sepi begitu, " keluarga jodha benar-benar tak berdaya untuk menolong jodha,mereka merasa terenyuh saat hanya bisa menyaksikan harga diri putri kebanggaan keluarga mereka di lecehkan seperti itu, sedang ruq sangat senang menyaksikan pertunjukan aksi balas dendam jalal , memang saat itu jodha dengan jalal sedang menyapa tamu yang berada agak di pojok ruangan dan orang-orang di situ tidak terlalu banyak, sepertinya jalal memang merencankan hal itu, jodha mendengar gunjingan para tamu itu, sudah tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi luka yang dirasakan oleh jodha, dengan mulai menitikkan air mata jodha kembali memohon pada jalal agar mau melepaskannya dan membiarkan dia pergi dari situ, jalal sangat puas, "baik lah ,sekarang kau boleh pergi,,,tapi aku tidak mau orang-orang melihat kau menangis jadi hapus lah air mata mu itu, karena kau harus menghemat air mata mu itu untuk menghadapi penderitaan2 selanjutnya yang akan aku berikan padamu, " tegas jalal, jodha menghapus air matanya lalu ia segera pergi menuju kelamarnya, mainawati ,moti dan juga dadisa menyusul jodha, setelah berada dikamar jodha menumpahkan kesedihan yang menyesakkan dadanya itu, dia menangis sejadi-jadinya didalam pelukan ibunya, "aku benci dia ibu,,,aku benci, dia bukan manusia dia monster ibu,,,tega-teganya dia melakukan ini semua, hanya karena dia ingin balas demdam padaku dia sampai melibatkan kalian dan juga nasib pegawai2 kita ,dia juga melecehkan harga diriku ibu,,,aku ingin mati saja rasanya ibu, " jodha merutuk habis-habisan, ibu,nenek dan juga moti ikut menangis mereka sangat pilu melihat penderitaan jodha, "tidak anak ku,kau jangan berkata begitu,karena mati bukan solusi yang baik,,,kalau kau mau ibu bisa membantu mu untuk memutuskan pertunangan ini, " ujar mainawati ,jodha menggeleng, "tidak ibu, sudah cukup ayah menerima hinaan dari orang-orang,kalau aku sampai memutuskan pertunangan ini akan membuat ayah lebih terhina lagi,,,aku akan berusaha tegar dan sabar ibu,demi keluarga kita dan juga demi nasib para pegawai bergantung hidup pada perusahaan kita, " ujar jodha lirih,,,,,,

LaNjutiN doNg kakak,,,,,
BalasHapusG hari ini yah :-)
Hapusuda oke say :) tetep semangat heehhee
BalasHapusAyo dunk part 5 nya..dh nggak sabar ni..
BalasHapus#mega part.5 nya udah aq post
BalasHapus