Entri Populer

Senin, 15 Desember 2014

Jodha-Jalal: Cinta Sejadi part.3






            Jodha sedang mengikuti les menyanyi, suaranya sangat merdu hingga membuat semua orang yang ada diruangan itu terpukau dan larut dalam suasana nyaman yang tercipta oleh nyanyian jodha. Jodha sendiri larut dalam fantasinya akibat dari dia yang terlalu menghayati lagu yang ia bawakan, di luar ruang kesenian ada sosok pria tampan yang berdiri mematung sambil memasang telinga baik-baik, pria itu takjub dengan keindahan suara jodha, dia bertanya-tanya dalan hati siapakah pemilik suara indah dan juga merdu itu. Ruqaiya baru saja datang kekampus ,dia memang tidak ada kuliyah pagi makanya dia datang di jam siang seperti saat itu, dia berjalan santai di koridor kampus sambil mencoba menelpon kekasihnya, siapa lagi kalau bukan si pria idola dikampus harvard itu jalaludin muhammad :-)
Tapi walaupun menyambung tetap tidak ada jawaban setelah berkali-kali ruq mengulangi panggilan , akhirnya ruq jadi kesal dan memutuskan untuk kekantin saja karena jalal biasanya suka duduk santai dikantin pada jam2 tersebut. Ternyata jalal tidak sedang dikantin,dia sedang duduk dibangku taman sambil mengingat kembali kejadian waktu di lorong dekat kamar mandi tadi, dia terlihat marah dan tidak suka, "aku benci dengan pengkhianat,,, " ujarnya sinis, tapi dia berfikir lagi kenapa dia harus terganggu sengan masalah itu, "seharusnya aku tidak perlu musingkan masalah ini,karena aku juga tidak jujur pada kekasih2 ku yang lain.!! Aku mengencani mereka secara diam2, " jalal akhirnya tidak mempermasalahkan lagi kejadian tadi.
~ff by Mitha Violet

            Pria yang berdiri mematung didekat ruang kesenian menyanyi itu perlahan beranjak menuju kisi jendela dan sedikit mengintip untuk melihat pemilik suara indah itu, saat dia mengintip dia terbelalak, "ternyata gadis cantik itu yang punya suara sebagus ini,!!! Tapi wajar saja dia punya suara indah, karena orangnya juga sangat cantik, "ujar suryabhan, dia terus mengamati jodha yang sedang menyanyi itu dengan seksama,,,tanpa sengaja jodha menoleh kearah suryabhan yang sedang mengintip,dan suryabhan tidak menyadari hal itu sangking dia fokusnya. Jodha jadi malu dan gugup,tapi itu tidak mengganggu konsentrasinya dia terus melanjutkan nyanyiannya sampai selesai tanpa ada salah sedikitpun. Jodha selesai bernyanyi dan sambutan tepuk tangan yang sangat meriah dari para siswa menyadarkan suryabhan dan karena takut ketahuan dia cepat-cepat pergi dari situ. Sambil berjalan suryabhan kembali memikirkan jodha,,,sepertinya dia mulai suka padanya. Jodha sedang menuju kemobilnya untuk pulang, dia sengaja tidak menunggu moti karena tadi moti bilang dia ada kuliyah malam dan akan naik taksi saja pulangnya, tapi jodha tidak mau moti pulang naik taksi dan akan menjemput moti. Jalal terlihat tidak semangat lagi dan memutuskan untuk pulang saja, dia melihat jodha yang mau masuk mobilnya dan setelah jodha mulai melajukan audinya jalal bergegas masuk ke lamborghini  greennya lalu banting stir mengikuti mobil jodha, dia merasa tertarik untuk tahu dimana wanita yang telah berani memakinya itu tinggal, jodha tidak menyadari kalau ada mobil jalal yang membututinya, sepanjang perjalanan jalal bertanya-tanya didalam hati karena dia merasa jalan yang ia lalui itu seperti menuju ke apartementnya, "ini jalan menuju apartement ku, apa wanita itu tinggal di salah satu apartement ditempat yang sama dengan ku,??? Ini ku rasa tidak mungkin karena aku tidak pernah melihatnya sekalipun di area situ. " jalal terus mengikuti audi ferrari 250 GTO silver itu dan sekarang dugaannya semakin kuat kalau jodha benar2 tinggal di apartement di area yang sama dengannya, kalau kamar jalal 344 no kamar jodha 346 jadi kamar mereka hanya berkelang 1 kamar saja dan memang hal yang aneh kalau mereka tidak pernah bertemu (ntah lah mimin juga g tahu :-)

            Jodha memarkirkan mobilnya agak pojok yang biasanya agak sepi karena mungkin disitu tempat parkirnya para pejabat2 yang sering pulang malam dan jodha sengaja parkir disitu agar nanti dia tidak susah untuk mengeluarkan mobilnya saat mau menjemput moti, jalal bak burung elang yang sedang mengintai mangsanya ,,,sorot matanya yang tajam tak pernah lepas dari jodha, dia turun lalu menguntit di belakang. Saat jodha mau membuka pintu kamar apartement nya sudut matanya menangkap sosok jalal yang sudah tidak jauh lagi darinya ,merasa jodha sudah menyadari kehadirannya jalal dengan tampang sangar mendekat, "ternyata kita tinggal di tempat yang sama, tapi mengapa aku tidak pernah melihatmu ya,,,kalau aku tahu kau tinggal disini aku tidak akan membiarkan kau merasa tenang tinggal disini karena kau telah bereni memaki ku kemarin dan harus kau ingat bahwa aku tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah berani bicara kasar padaku, kau mengerti,,,jadi mulai sekarang kau harus melatih mentalmu untuk menghadapi aksi balas dendamku ," seringai mengerikan menghiasi wajah dingin jalal , jodha juga terkejut mengetahui bahwa jalal tinggal sedekat itu dengannya tapi dia tidak tahu sedikitpun, dia berfikir itu sangat aneh ,,,tidak ada waktu untuk berlama-lama memikirkan tentang bagaimana bisa mereka berada ditempat yang sama ,yang harus dia lakukan sekarang adalah menghadapi pria yang akan balas dendam padanya itu, jodha merasa bergidik juga saat melihat seringai jalal yang mengerikan serta membuatnya sedikit tegang, dengan wajah angkuh khas jodha dia berkata dengan nada keras, "hei pria arogan, kau mau balas dendam padaku hanya karena kejadian waktu itu,,,ckckck,,,,tidak ku sangka kau orang yang pendendam rupanya, dan kalu kau mau balas dedam atau apalah itu artinya aku tidak peduli,karena aku punya tuhan yang akan selalu menjaga dan melindungiku, apalagi dari orang seperti dirimu ini,,permisi, " jodha membuka pintu dan langsung nyelonong masuk tanpa peduli pad jalal yang marah dan berteriak-teriak di depan pintu kamarnya ,jalal benar-benar tidak bisa menahan diri kali ini ,sikap jodha tadi telah membuat dia merasa tidak dihargai, " hei nona kurang ajar kau akan menerima balasan dariku atas perbuatan mu ini, aku pastikan kau akan angkat kaki dari sini ingat itu, " teriak jalal yang sudah kalap, sampai-sampai dia menendang pintu kamar jodha dan dia sedikitpun tidak merasakan sakit pada kakinya saat menendang pintu tadi, jalal mengoceh sendiri sambil menuju kekamarnya, "sok religius sampai-sampai menggantungkan hidup pada tuhannya, jalal sekarang memang agak jarang beribadah apalagi semenjak dia tinggal di amrik,pengaruh lingkungan yang buruk mengubah pribadi jalal, dulu memang dia orang yang keras kepala tapi tidak sampai meninggalkan ibadahnya kepada allah SWT,sebenarnya jodha mau saja meladeni kemarahan jalal itu tapi dia tidak enak kalau sampai ada yang melihat apalagi kalau sampai mengganggu kenyamanan penghuni kamar lain,jadinya dia menghindari saja pertengkaran dengan jalal, "aku tidak habis fikir, mengapa bisa-bisa aku tinggal berdekatan dengan pria menyebalkan itu. Oh kanha tolong kuatkan aku dan juga lindungi aku, " ujar jodha sambil menuju kulkas untuk mengambil air minum. Jodha melamun dan teringat pada pertemuan keduanya dengan jalal,dia benar-benar tidak menyangka kalau dia tinggal di kamar apartement yang berdekatan dengan pria yang dengan menyebut namanya saja sudah membuat hati jodha memanas karena benci, "aku harus hati-hati, tidak boleh sembarangan menilai keseriusan ancaman dari pria itu. Jodha menelfon moti untuk menanyakan dia pulang jam berapa.

            Jalal membanting pintu kamarnya dengan keras, emosinya sudah tidak terkontrol lagi dan kalau sudah begitu jalal akan mengencani salah satu pacarnya untuk menghilangkan stres yang ia rasakan, dia sedang menunggu sambutan dari seberang sana, tak lama terdengar suara mesra wanita yang memanggil jalal, wanita itu salah satu koleksinya(emg barang :-)
 Dan mereka janjian di sebuah klub cukup ternama, malam itu jalal menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang sedangkan ruqaiya dia masih dicounter menunggu hpnya yang sedang di perbaiki, yabhan merasa kasihan dan ikut menemani ruq kecounter apalagi karena ruq memaksa dia yang harus bertanggung jawab dan membayar ongkos serpis hp nya. Ruq senang hp nya sudah selesai diperbaiki. Ruq menghubungi jalal tapi telfonnya di abaikan oleh jalal, seperti biasa
ia hanya bisa memberikan tolerir pada sikap kekasihnya itu. Malam itu jam sudah menunjukan jam 2 dinihari ,moti dengan jodha baru saja nyampai rumah , "kau tahu jodha,,,aku paling malas mengikutu mata kuliyah ini,kau tahu sendiri jam pulangnya sangat larut seperti ini dan ini sangat menguras energi, " rutuk moti pada jodha yang cuma tersenyum dan mengatakan lalu kenapa moti masih mau masuk dikelas pelajaran ini, moti menyahut karena dia tidak mau dapat hukuman , "kau tahu tidak,,,dosen yang mengajar mata kuliyah ini sangat galaaakkk, "ujar moti sambil merindingkan tubuhnya untuk mengekspresikan betapa dia sangat takut pada dosennya itu, jodha jadi geli,,,lalu mereka berdua naik liff untuk kekamar. Jalal sedang menembus gelapnya malam,dia baru saja pulang dari klub , dia meracau dan sepertinya mabuk,,,jalal mengatakan kalau jodha akan menerima hukuman darinya , "aku benci wanita sombong dan angkuh itu, dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Aku adalah pewaris daru grup JA perusahaan ternama dan tersukses di india bahkan di dunia, " jalal sambil memukul-mukul dadanya dengan lantang berkata kalau dia bisa menggenggam dunia kalau dia mau, tiba-tiba dia muntah dan mengotori mobil kesayangannya itu, karena jijik dia segera menelfon supir pribadinya untuk menjemput, jalal memang suka menggunakan jasa supir pribadi kalau sudah dalam keadaan mabuk berat seperti itu. Sekarang dia sudah berada di dalam liff ,saat pintu liff terbuka jalal sempoyongan menuju kekamarnya, bertepatan pada saat itu jodha keluar karena dia mau mengambil tas dan handphonnya yang ketinggalan di mobil, di lorong kamar mereka berdua bertemu ,,,melihat keadaan jalal yang seprti itu jodha semakin tidak suka padanya, "dasar pria nakal yang hanya bisa mengejar kesenangan duniawi, " grutu jodha, dia mau berlalu cepat-cepat dari situ karena muak melihat keadaan jalal, tapi saat dia bersebelahan dengan jalal tiba-tiba saja jalal rubuh dan pingsan, jodha panik dan bingung harus berbuat apa, disatu sisi dia benci ,tapi disisi lain hati kecilnya tidak mengizinkan dia untuk mengabaikan jalal, setelah berperang dengan hatinya akhirnya jodha membantu jalal dan membawanya kekamar mereka, moti kaget dan heran mengapa jodha bisa bertemu bahkan membawa pria arogan itu kekamar mereka, jodha menjelaskan secara singkat dan menyuruh moti mengambil minyak aroma terapi
Moti bergegas mengambil apa yang disuruh jodha dan jodha mendekatkan minyak aroma terap itu pada hidung jalal, lama dan berulang-ulang jodha melakukan itu untuk membuat jalal siuman tapi tetap saja jalal belum sadar-sadar juga, setelah menunggu cukup lama akhirnya jalal sadar, jodha dan moti merasa lega ,hal pertama yang jalal rasakan adalah pusing yang luar biasa dan terasa mual, dia mencoba bangkit karena mau muntah, tapi muntahnya tidak jadi saat matanya menangkap sosok jodha yang duduk disamping sofa tempat dia berbaring, matanya terbelalak seketika itu juga dia marah-marah , "apa yang kau lakukan dikamarku hah,??? Bagaimana kau bisa masuk, apa kalian tidak punya etika sama sekali memasuki kamar seorang pria, " jodha bangkit berdiri dengan amarah yang sama dengan jalal, "kau orang yang ridak tahu berterimakasih rupanya. Apa pengaruh alkohol yang ada dalam tubuhmu sudah membuat pengelihatan matamu mengabur hah,??? Coba kau perhatikan kamar siapa ini,,,sudah dibantu malah marah2 bukannya bilang terimakasih, " moti mengiyakan dan menimpali, "kau seharusnya berterima kasih pada teman ku ini, karena dia yang menolongmu saat kau pingsan didepan kamar tadi, ". Jalal diam untuk sesaat mencoba mengingat apa yang tejadi tapi itu malah membuat kepalanya semakin sakit, lalu dengan tegas mengatakan kalau lain kali jodha tidak perlu melakukan hal seprti itu lagi, karena dia tidak mau dikasihani oleh wanita seprti jodha, "aku tidak mau menerima belas kasihan dari wanita angkuh seprti mu, " jalal tanpa bilang terima kasih lagi langsung keluar dari kamar jodha ...



























3 komentar:

  1. Kak, lanjutt donkk... Msih pengen nih... :-)

    BalasHapus
  2. LaNjut doNf kakak,,,,,

    BalasHapus
  3. Kak,,,,kok LaMa baNget sih LaNjutaNNya,,, trus saMa yang bersaMbutNya ciNta too,,,,

    BalasHapus