Lain hal nya dengan jodha yang bisa tertidur lelap ,jalal malam itu sama sekali tidak bisa memicingkan matanya,fikirannya terus melayang memikirkan jodha,ruq senang jalal mau bermalam dikamarnya,walau dia tahu kalau jalal melakukan itu hanya untuk membuatnya tidak marah lagi,ruq memanfaatkan kesempatan itu dia terus memancing birahi jalal sambil tangannya sibuk merabai dada bidang jalal dia berbisik ditelinganya, "jalal,,,sudah sangat lama kita tidak menghabiskan malam sebagai suami istri, " suaranya ia buat seseksi mungkin untuk didengar, jalal terpana dengan kenyataan yang dikatakan ruq bahwa benar kalau sudah lama sekali dia mengabaikan ruq, lalu dia berusaha melupakan jodha sejenak dan berusaha fokus pada ruq, "maafkan aku ratu jodha,aku harus melakukan ini demi kewajibanku pada ruqaiya, " lalu jalal memeluk hangat tubuh ruq,dan ruq sangat senang dia membalas pelukan jalal yang memang sangat ia rindukan ,mereka hanyut dalam suasana in*m sebagai suami istri(maaf tulisannya mimin sensor demi kenyamanan bersama :-D
tapi disela-sela kegiatan mereka jalal masih saja teringat pada jodha,dia mencoba menghilangkan bayangan jodha itu dengan caracara mencumbu ruq lebih mesra lagi,tapi seakan nyata bayangan wajah jodha kini semakin jelas terlihat dimata jalal,,,jalal menjadi tidak berdaya karena dia tidak bisa membohongi diri laga kalau jodha benar-benar telah menguasai hati dan fikirannya, disisi lain dia tidak mau melukai perasaan teman kecilnya ruqaiya ,jadi bersama bayangan jodha dalam benaknya jalal mencoba memuaskan ruq malam itu.
~ff by Mitha Violet
Paginya ruq terbangun dengan mendapati tempat dimana jalal berbaring sudah kosong,dia sedih sekali, "jalal,,,aku tahu semalam kau hanya terpaksa melayaniku demi kewajiban sebagai seorang suami saja, kau telah pergi dariku jalal,,, " ujar ruq dengan mata berkaca-kaca, dia meraba tempat jalal disampingnya air matanya menetes perlahan, "jodha,,,kau merebut jalal dariku, dan aku tidak akan diam saja, kau akan menerima balasan dariku, " ruq berlinang air mata dipagi hari yang cerah itu. Suasana pagi itu memang sangat cerah,burung-burung berkicau bersambutan dan langit biru bersih ditambah sinar matahari yang belum terlalu terik karena masih malu-malu untuk menampakkan diri. Jalal sedang bersama rahim ,mereka sedang merawat tanaman tulsi jodha, " yang mulia,,,kapan coti amijaan ku kembali,??? aku sangat merindukannya, " ujar rahim ,jalal terpaku tidak bisa menjawab pertanyaan rahim karena memang dia juga sebenarnya tidak tahu kapan jodha akan kembali, melihat jalal diam saja tidak menjawab pertanyaannya rahim jadi bertanya lagi, "kau mendengarku kan yang mulia,,,kapan coti amijaan kembali,??? jalal benar-benar tidak tahu harus menjawab apa,untung ratu salima datang disaat yang tepat dan membantu jalal keluar dari kejaran pertanyaan rahim, "rahim,,,coti amijaan mu akan segera kembali nak, karena dia sangat menyayangi mu dan pasti dia juga sangat merindukanmu saat ini, " ujar salima ,dia mengajak mereka untuk duduk dibangku taman, rahim duduk ditengah-tengah jalal dan salima, "benarkah itu ibu, tadi kau mengatakan kalau coti amijaan sangat merindukanku,??? Kau jangan coba-coba untuk membohongiku ibu,karena kalau coti amijaan memang memang benar merindukanku pasti dia sudah kembali saat ini, " jalal sangat sedih melihat rahim yang sangat rindu pada jodha, dia mengelus sayang rahim, "khan e khana,,,kau harus percaya bahwa coti amijaan mu itu benar-benar sayang padamu,hanya saja saat ini coti amijaan masih ingin berlama-lama bersama orang tuanya,karena dia juga sangat merindukan ayah dan ibunya sama seperti kau yang sangat merindukannya saat ini, kau sudah mengertikan sekarang, ??? Ujar jalal berusaha menjelaskan dengan bijak pada rahim, ratu salima tersenyum mendengarnya,ia menimpali ucapan jalal, "benar rahim, coti amijaan akan segera kembali setelah dia sudah puas melepas rasa rindu pada orang tuanya, " rahim hanya manggut-manggut saja entah mengerti atau tidak mimin juga g tahu :-)
Jodha juga sedang memikirkan rahim, "apakabar anak itu,aku merindukannya. Aku merasa terhibur dengan kepolosannya,dia lucu dan menggemaskan, "ujar jodha tersenyum saat mengenang rahim, "siapa yang lucu dan menggemaskan itu kak, apa dia yang mulia raja,??? Tanya shivani yang tiba-tiba saja sudah duduk disebalah kakaknya, jodha menoleh dan berkomentar kalau jalal itu tidak lucu , "yang mulia raja itu tidak lucu dan menggemaskan, dia orang yang menyebalkan karena sering menggoda ku, " shivani pura-pura terkejut, "hah,,,benarkah itu kak,??? " jodha menganggukan kepalanya sambil tersenyum ,shivani jadi tertarik untuk menggoda kakaknya itu, "Yang mulia raja suka menggoda mu itu artinya dia mencoba menarik perhatianperhatian kakak dengan cara menggodamu, dan aku yakin kalau kakak pasti suka marah-marah kalau yang mulia sedang menggodamu iyakan,??? " jodha mengelak dengan mengatakan dia tidak marah-marah saat jalal menggodanya dia suka membalas godaan jalal dengan kata-kata pedas, " nah,,,mungkin yang mulia raja suka dengan kata-kata pedas dari kakak,makanya dia suka menggodamu, " jodha menyahut kalau dia sebenarnya juga tidak keberatan kalau jalal menggodanya , "karena aku menemukan sisi lain dari yang mulia saat menggodaku, dia ternyata suka bercanda dengan cara membuat orang lain kesal, " shivani tertawa senang karena dia berhasil menggoda kakaknya itu, "kenapa kau menjelaskan panjang lebar,aku tidak memintamu untuk menjelaskan secara rinci tentang kegemaran yang mulia menggoda kakak, " jodha jengkel dikerjai oleh adiknya, "kau sama menyebalkan nya dengan yang mulia raja, " shivani bertanya, "tapi kakak sayang kan pada ku,!!? " jodha menyahut, "tentu saja aku menyayangimu, ". Shivani mulai berkata serius,dia bbertanya mengapa kakaknya itu belum mau kembali ke agra, jodha merasa terganggu dengan pertanyaan shivani tapi dia tetap menjawab pertanyaan adiknya, "shivani,,,terkadang luka yang kita rasakan tidak mudah terobati dengan cepat, aku memang tidak membenci yang mulia lagi, tapi butuh waktu lama bagiku untuk bisa berada disisinya lagi seperti dulu, kepercayaannya padaku sangat tipis seperti embun di pagi hari,yang akan segera sirna dikala sinar matahari muncul, dan aku tidak bisa menjalani hubungan yang didasari dengan kepercayaan yang lemah seperti ini shivani, " shivani mengerti dengan perasaan kakaknya itu, "kakak aku hanya tidak ingin hubungan mu dengan yang mulia raja merenggang , " dia memeluk kakaknya itu.

Bakall ada LaNjutaNNya gas,,,,
BalasHapusIya ada koq,ditunggu aja klnjutannya :-)
HapusOkhae dech,,,kakak yaNg MaNis,,,,hee
Hapus:-)
HapusThx udah mo mampir d blog kk
SaMa",,,,,
HapusJangan yang versi modern nya ya mimin :D
BalasHapusJangan lupa versi modern nya ya mimin :D
BalasHapusMaNa Nee LaNjutaNNya kakak,,,,
BalasHapusLanjutannya MaNa,,,,
BalasHapusMega@ n erka@
BalasHapusMungkin bsok br d post part,3 versi modernnya
MaNa LaNjutaNNya kakak,,, bersaMbutNya ciNta part 4,,,
BalasHapusKakak cantik MaNa Nee LaNjutaNNya,,,,
BalasHapusaq cari Part 1 dan 2 nya ngak ketemu dimana yaaa .... ngak lucu khan baca langsung part 3 .... pls info ... Sukriya.
BalasHapus