Entri Populer

Rabu, 31 Desember 2014

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.12





~~~°°°~~~
Syarifudin menemui abul mali di penjara,dia kesal karena abul mali gagal . padahal dia sudah berhasil dengan tugasnya yaitu menjebak dan juga menekan ruqaiya agar mereka bisa memanfaatkan dia nanti.

"Aku tidak percaya ini. Tapi kau mungkin yang akan lebih tidak percaya lagi,kau akan kaget atau bahkan tidak percaya sedikitpun dengan apa yang aku katakan syarif. "

"memang apa,,hah.??? " tanya syarif cuek.

Lalu abul mali menceritakan kejadian malam kemarin dan syarif benar-benar kaget juga tidak percaya kalau jodha bisa berkelahi bak seorang pria.

"aku juga awalnya tidak percaya,tapi kenyataannya memang begitu. Kau harus hati-hati terhadap wanita itu syarif,,,sepertinya kau tidak akan mudah untuk menangani jodha. " ujar mali memperingatkan syarif.

Tapi syarif malah cengengesan menanggapi peringatan mali itu. Dia berpendapat kalau jodha wanita yang menarik,

"aku sangat suka pada wanita yang pemberani seperti jodha,karena pasti dia akan tangguh juga diatas ranjang,,,hhaahhaa, " syarif berkata sambil membayangkan aksi jodha diranjang.

"dasar otak mesum,awas saja kalau kau tidak waspada maka kau akan menjadi daging cincang di atas ranjang, karena jodha memang akan sangat tangguh menghajar mu nanti, " ujar mali dengan nada kesal. Dia kemudian menyuruh syarif untuk segera mengeluarkan ia dari penjara secepatnya. Syarif tetap saja cengengesan sambil berkata kalau mali terlalu berlebihan ,karena bukan jodha yang akan menghajarnya tapi dia yang akan menghajar jodha sampai puas (???, abaikan)

~~~°°°~~~

Dirumah sakit,jodha akhirnya siuman. Hal pertama yang ia dapati adalah bau obat yang sangat menyengat indra penciumannya, jodha mengedarkan pandangannya dan yang ia lihat semua serba putih-putih,dia mulai berpikir mengapa dirinya bisa ada dirumah sakit,

"apa yang terjadi padaku,!! Mengapa bisa aku berada di rumah sakit,siapa yang telah membawa ku kemari,?? Moti,?? Ah tidak mungkin. Pria kejam itu ,?? Tambah tidak mungkin lagi,,,tapi kalau bukan mereka lalu aku,,,
 Ucapannya terpotong saat ia mendengar suara pintu di buka,dia menoleh dan menunggu siapa yang akan masuk. Ternyata yang masuk adalah dokter,

"nona,,,syukurlah kau sudah siuman karena kami sedikit khawatir ,kau pingsan melebihi waktu yang kami prediksikan. Tapi sekarang kau sudah siuman,baiklah aku akan memeriksa anda nona, "

Setelah dokter selesai memeriksa dirinya, jodha menanyakan pada doktet siapa orang yang membawanya ke rumah sakit,

"oh,,,seorang pria  tampan nona. Apakah dia kekasih atau suami anda,???" tanya dokter ~kepo juga nih dokter~

Jodha menjawab dengan ragu-ragu,dan mengatakan kalau jalal adalah kerabat jauhnya.
Setelah dokter keluar jodha merenung,tapi tak lama kemudian jalal masuk,

"karena kau sudah siuman, ayo sekarang kita pulang, " ujar jalal dengan nada ketus ,tapi diwajahnya ia nampak cemas.

"apa,??? Aku baru saja siuman dan kau ingin kita pulang sekarang,!! Kau gila, " balas jodha sama ketusnya.

"lalu kenapa kalau kau baru saja siuman,??? Kau sudah bisa marah-marah seperti itu dan artinya adalah kau sudah sehat wanita angkuh, " jalal semakin sengit.

"hah,,,aku benci sikap mu yang selalu memaksa pada orang lain, aku tidak mau pulang sekarang,,,kalaupun aku mau pulang ,aku mau pulang sendiri saja, " ujar jodha sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Jalal kesal,lalu ia tanpa rasa kasihan pada jodha segera menarik selimutnya dan mencekal lengan jodha, jodha meringis kesakitan,

"hei,,,lepaskan lengan ku,kau ini benar-benar tidak berperasaan . aku sedang sakit begini saja kau masih menyiksa ku, " jodha berusaha melepaskan lengannya dari cekalan jalal,

Jalal tertegun,jodha mengatakan kalau ia menyakitinya saat itu. Dengan masih mencekal lengan jodha ,jalal mendekatkan wajahnya ke arah muka jodha. Sikap jalal itu membuat jodha memalingkan wajah ke arah samping,

"aku menyuruh mu melepaskan lengan ku,kenapa kau begini, " ujar jodha dengan nada sengit.

Jalal berbisik di telinga jodha,

"aku tau kau adalah seorang wonder women,tapi aku tidak yakin kau akan dapat berkelahi dalam keadaan sakit seperti ini jodha. "

Sontak jodha melihat ke arah jalal dengan tatapan terkejut,

"kau,,,apa yang kau katakan,??? Aku tidak mengerti maksud ucapan mu yang mengatakan tentang perkelahian,?? Ada apa sebenarnya dan kenapa kau menyebut ku wonder women,!! Konyol, "

Saat itu jarak wajah mereka sangat dekat,keduanya sama-sama bisa saling merasakan hembusan nafas di wajah masing-masing. Jodha dan jalal merasakan detak jantung mereka berpacu kencang,dada berdebar tak karuan dan di benak keduanya muncul pertanyaan-pertanyaan yang mereka sendiri tidak tau jawabannya.
 Agak lama posisi itu terjadi,akhirnya jalal yang mengelak duluan. Dia kembali membisikan sesuatu pada jodha, dan mata jodha terbelalak lebar mendengar apa yang dibisikan jalal barusan...




Selasa, 30 Desember 2014

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.11




Jalal pulang ke apartementnya pada ke esokan harinya karena iya menginap dulu di apartement ruqaiya, jalal hanya ingin memastikan kalau ruqaiya aman dari gangguan abul mali. Tapi dia tidak tahu kalau ruqaiya sudah dapat tekanan dari syarifudin karena ruq juga tidak bisa memberitahukan hal itu pada jalal karena konsekuensi yang akan ia terima begitu menyakitkan.

Jodha semalaman gelisah memikirkan keadaan jalal ,
"bagaimana keadaan orang itu,apakah lukanya parah,??? Atau cuma luka biasa yang tidak serius,?? Semoga saja pria itu tidak kenapa-kenapa dan semoga saja ia tidak tahu kalau kemarin malam aku membuntuti dia, " ujar jodha dengan raut wajah cemas. Jodha saat itu sedang mengompres lembam dipipi kanannya yang sudah mulai menipis,ia ingat betul reaksi moti saat melihat wajahnya yang kena di pukul oleh anak buah abul mali,

"oh,,,ya ampun jodha,coba lihat wajahmu. Kau ini,,,apa yang ada didalam pikiranmu saat kau memutuskan untuk terlibat dalam masalah pria arogan itu.!! Bagaimana kalau dia atau musuhnya tahu dan mengenali dirimu,?? Kau akan berada dalam masalah besar jodha, " 

Jodha tersenyum ,
"moti,,moti ,,kau selalu bersikap berlebihan kalau sudah mengkhawatirkan keadaan ku. Terima kasih kanha karena telah memberikan aku seorang sahabat yang sangat menyayangi ku sepenuh hatinya, "
Jodha tertidur hampir menjelang dini hari.

~~~°°°~~~

Jalal memasuki apartement mereka dan ia langsung menatap kamar jodha. Ada banyak pertanyaan yang mengganggu pikirannya dan dia ingin segera mencari tahu jawabannya jadi dia memutuskan untuk langsung ke kamar jodha,
"semoga saja dia belum berangkat kuliyah, karena aku sudah tidak bisa menunggu lagi untuk mendapat kepastian dari rasa penasaran ku ini,sialnya aku harus bermalam di tempat ruqaiya dulu semalam hingga membuatku harus menunggu hari ini, "

Jodha masih tertidur,tapi sepertinya ada yang tidak beres pada jodha dia terlihat mengigau dan menggigil seperti orang sedang demam. Jalal mengetuk pintu kamar jodha tapi tidak ada sahutan ,di ulangnya sekali lagi dengan menambah sedikit volume ketukan tangannya di pintu hasilnya tetap nihil,kemudian tanpa rasa bersalah dia mencoba membuka pintu kamar itu dan ternyata tidak di kunci,mungkin jodha lupa atau memang sengaja tidak mengunci pintu kamarnya karena jalal sedang tidak ada di rumah pikirnya. Karena pintunya tidak dikunci jalal meneruskan ketidak sopanannya ,ia mendorong perlahan daun pintu tersebut dan melongokkan kepalanya kedalam untuk melihat situasi. Mata nya melihat sosok jodha yang masih berbaring di ranjang dan rasa heran menghinggapi benaknya,

"dia masih tertidur di jam sekarang,?? Tidak biasanya sudah siang seperti ini jodha masih tidur,!! Apa ada yang tidak beres dengan kesehatan wanita itu,,,apa dia,,, ah tidak mungkin,dia tidak pernah sakit mungkin hari ini dia tidak ada kuliyah jadi ingin tidur lebih hari ini, "

Jalal hendak berniat membangunkan jodha tapi akal sehatnya mengingatkan hal itu tidak lah baik ia lakukan mengingat hubungannya dengan jodha tidak akrab sama sekali. Tapi rasa penasaran yang besar membuat jalal jadi nekat,ia tidak peduli lagi pada hubungan tidak baik di antara mereka lalu dia tanpa berpikir pada etika langsung mendekati jodha dan membangunkannya,
"hei,,,bangun,,bangun,,,sudah siang mengapa kau masih tidur, " jalal sedikit berteriak agar jodha terbangun,

 Tapi ia tertegun saat mendengar jodha mengerang,ia dengan ragu-ragu menempelkan tangannya kekening jodha dan betapa kagetnya ia saat merasakan suhu tubuh wanita itu sangat panas,

"ya allah, dia demam dan panasnya melebihi bara api. Aku harus bagaimana,!!! Tapi jodha harus segera ditangani kalau tidak maka demamnya akan semakin tinggi, " ujar jalal panik dan bingung harus berbuat apa. Akhirnya tanpa pedulikan janji apapun jalal segera menggendong tubuh ringkih jodha dan membawanya ke mobil.

Jodha sudah pingsan akibat demam yang ia derita terlalu tinggi dan parah. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit jalal tak hentinya melirik cemas pada jodha yang ia baringkan di kursi belakang,ia ingin cepat-cepat sampai ke rumah sakit tapi dia stres sendiri karena tidak bisa ngebut,kalau ia ngebut otomatis tubuh jodha akan terjatuh. Akhirnya setelah perjalanan yang panjang dan lambat bagi jalal mereka sampai juga ke rumah sakit. Jodha segera di tangani oleh dokter,selama dokter memeriksa ke adaan jodha jalal nampak gelisah tak sabar ia ingin tahu tentang ke adaan jodha.

"semakin tidak bisa aku mengerti perasaan ini,aku begitu mengkhawatirkan jodha dan merasa takut akan terjadi hal buruk padanya,akhir-akhir ini aku sangat peduli pada dirinya, "

Tak lama dokter memanggil jalal,

"apa anda keluarganya nona jodha,???

"iya ,,,saya tunn,,, ~jalal ragu~ saya kakaknya jodha. Bagaimana keadaan jodha dok,???

"nona jodha hanya demam,tapi karena dia tidak makan dengan baik jadinya demam yang ia derita sangat tinggi ,,,lagipula sepertinya ada sedikit keluhan yang ia derita di bagian perutnya dan saat kami periksa ternyata ada bekas lembam di bagian perut sebelah tengah pas di ulu hatinya ,hal itulah yang kemungkinan besar menyebabkan nona tidak selera makan , " jelas dokter. Jalal mengatakan kalau ia mengerti dan ia meminta izin untuk menjenguk jodh.

Jodha terbaring pucat dikasur rumah sakit,dia masih pingsan. Jalal perlahan mendekati ranjang tempat jodha terbaring tak berdaya. Dia terlihat sedih melihat ke adaan wanita yang selama ini ia sakiti. Jalal tidak sadar juga kalau sekarang ia sangat peduli pada jodha karena benih cinta sudah mulai tumbuh didalam hatinya,

"kau yang menolong ku malam itu. Kau melakukan itu karena alasan apa jodha,?? Tidak usah seperti ini,jangan lakukan sesuatu yang akan membuat ku merasa berhutang padamu. Aku benci padamu dan akan tetap benci meski kau menyelamatkan nyawa ku , " ujar jalal frustasi. Dia duduk dikursi samping ranjang jodha,lama ia menatap wajah pucat itu ,,,ada beragam rasa dalam hatinya,kasihan,marah dan juga perasaan sayang yang baru-baru ini tumbuh telah bercampur aduk hingga tak ayal lagi membuat jalal frustasi tingkat tinggi.

Jodha mengerang dan refleks jalal menghampiri sambil menggenggam tangannya berusaha memberi ketenangan pada jodha,

"ibu,,,ibu,,,aku merindukan mu,aku menderita disini ibu, " racau jodha dalam tidurnya. Jalal tersentak mendengar racauan jodha itu,

 "Ternyata jodha sangat menderita karena ulah ku selama ini. Apakah aku sudah terlalu kejam padanya,??? Kenapa aku begitu membencinya,?? Padahal hanya karena insiden kecil saat di jalan raya waktu itu aku sampai berniat menghancurkan masa depan jodha. Tapi aku sangat tidak bisa terima kalau ada orang yang berani memaki ku dan cuma satu itulah kesalahan jodha dan akibatnya kini kehidupannya berantakan sudah karena dendam ku, "

Jalal mencoba melawan arus perasaannya,tapi semakin ia mencoba maka semakin gila ia dibuat oleh perasaan pedulinya terhadap jodha. Saat jodha kembali mengerang tanpa sadar tangan jalal menangkup kedua pipinya dan ia berusaha menenangkan jodha,ia menatap intens wajah pucat itu tapi walaupun pucat tetap tidak bisa menghapus kecantikan alami jodha. Jalal larut dalam suasana hingga ia secara naluri melabuhkan kecupan ringan dikening jodha,

"maafkan aku telah melakukan ini,tapi aku sama sekali tidak bisa menahannya. Aku tau kau tidak mengizinkan ku untuk menyentuh mu dan dorongan perasaan dalam diriku membuat aku selancang ini mencuri cium di kening mu, " ujar jalal lembut sambil tangannya mengusap lembut pipi cubby milik jodha,saat itu lah ia menyadari kalau ada sisa lembam dipipinya yang saat itu sudah sangat tipis tapi akan tetap terlihat kalau dari jarak sedekat itu.

Hati jalal terenyuh saat kebenaran yang ia cari kini ada di hadapannya, dengan bukti keterangan dari dokter tadi dan di tambah kini ia melihat lembam di muka jodha, jalal yakin sudah kalau jodha lah yang kemarin malam datang menolongnya. Jalal jadi dilema karena sikap jodha,di satu sisi ia masih ingin menyakiti jodha tapi di sisi lain ia ingin menghentikan saja aksi balas dendamnya,tidak tahan dengan dilema itu jalal memutuskan untuk keluar sebelumnya ia menarik selimut untuk menyelimuti tubuh jodha,saat ia ingin beranjak pergi ,, jalal menatap sangat dalam wajah jodha dan akhirnya ia keluar dari kamar itu...


Senin, 29 Desember 2014

Bersambutnya Cinta part.7




Meina bazar tinggal satu hari lagi,semua penghuni harem sibuk menyiapkan sesuatu yang akan mereka jual terutama barang yang mereka jual harus bisa menarik perhatian sang raja. Di taman istana jodha sedang bermain dengan rahim, rahim nampak senang sekali karena kini ia bisa bermain lagi sepuasnya bersama coti amijaan nya. Ruqaiya dengan raut muka ditekuk berjalan ke kamar jalal,saat itu jalal sedang mandi,,,ruqaiya masuk se enaknya saja~maklum dia sombong dengan status istri pertama jalal~, ia memerintahkan semua pelayan untuk pergi lalu ruq mendekati dan menggosok punggung jalal ,jalal tertawa tanpa suara karena ia tahu ruqaiya marah padanya,
"kau mau menggosok ku atau melukai ku ruqaiya,?? Kau menggosok terlalu keras nanti punggung ku bisa lecet, " ujar jalal bercanda,ia tahu ruqaiya marah padanya yang tidak bertindak apa-apa dengan apa yang sudah dilakukan jodha.

"kau bisa juga merasakan sakit jalal,tapi mengapa kau suka sekali menyakiti orang lain.?? Katakan mengapa kau tidak menindak lanjuti perbuatan ratu jodha,dia kembali ke agra tanpa pemberitahuan tapi kau menerimanya dengan tangan terbuka,?? Seharusnya kau memberi sedikit hukuman karena dia sudah tidak menghargai mu dengan berlaku semena-mena seperti itu. Aku tau dia adalah salah satu ratu khass mu jalal,tapi bukan berarti dia bisa melakukan sesuatu sekehendak hatinya, " ujar ruqaiya dengan sangat marah.

Jalal sedih melihat ruqaiya yang sangat marah pada jodha,ia takut kalau nanti ruqaiya melampiaskan kemarahannya pada jodha nanti jodha akan tersinggung dan terluka,ia tidak mau jodha sedih lagi karena kini ia hanya ingin jodha bahagia makanya sewaktu ia tahu jodha kembali tanpa pemberitahuan ,ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak marah padanya itu ia lakukan demi membuat jodha percaya dan yakin akan cintanya terhadap jodha.
"ruqaiya,,,aku mengerti kalau kau sangat marah atas tindakan ratu jodha. Tapi kalau boleh aku meminta padamu ,tolong lupakan masalah ini dan jangan di bahas lagi. Aku satu kali pernah kehilangan ratu jodha,jadi aku tidak ingin kehilangan dia untuk kedua kalinya, " kata-kata jalal itu mengalir begitu saja tanpa ia sadari kalau kata-kata yang ia ucapkan telah melukai perasaan ruqaiya ,jalal terlalu larut dalam kecemasan takut kehilangan jodha hingga membuat bibirnya mengatakan semua kecemasan yang ia rasakan.

Ruqaiya terluka mendengar ucapan jalal yang begitu santar terdengar nada kecemasan akan kehilangan jodha, ia tidak pernah menyangka kalau perasaan jalal akan menjadi sedalam itu pada jodha. Dengan penuh kemarahan ruqaiya pergi meninggalkan jalal yang melamunkan jodha,tersadar karena ruqaiya pergi ,jalal hanya mendesah pelan,
 "aku melindungi hati ratu jodha tapi aku menyakiti hati ruqaiya. Ternyata punya banyak istri itu merepotkan :-) ~abaikan~

~~~°°°~~~

 Jodha dan jalal sedang berjalan-jalan ditaman malam itu, rembulan bersinar sangat indah karena malam itu adalah bulan purnama. Jalal sepanjang mengobrol dengan jodha tiada pernah memalingkan matanya dari wajah istri yang sangat ia rindukan selama ini,jodha menyadari kalau dari tadi dia menjadi santapan empuk mata suaminya. Jodha berkata sambil menggoda,

"aku ini memang cantik shahensha,,,tapi bukan berarti kau harus sefokus itu terhadap ku, kau nanti akan tersandung kalau berjalan tanpa memperhatikan jalan mu, "

Jalal tersenyum lembut,

"walau aku berjalan tanpa memperhatikan langkah ku ,aku tidak akan tersandung ratu jodha karena selain aku adalah kesatria terlatih disisi lain ada dirimu sebagai penuntun langkah ku. Aahhh,,,nampaknya kau sudah terlalu PD dan sombong akan kecantikan mu itu sekarang ratu jodha, "

Jodha melirik kedepan pada jalan yang akan di lalui jalal dan iya tersenyum penuh arti,

"baiklah,,,aku akui aku mulai menyombongkan kecantikan ku shahensha,tapi itu karena memang kenyataan dan ayo kita lihat apakah kesombongan anda kalau kau itu kesatria terlatih adalah benar atau tid,,,

 Buukkkk,,,

 Belum selesai jodha bicara jalal sudah jatuh karena terpeleset,dia menginjak kulit pisang dan ia tidak melihat kalau dijalan yang akan ia lalui ada kulit pisang. Jalal memaki panjang pendek,wajahnya memerah karena malu sekaligus marah karena ada orang yang telah membuang kulit pisang itu sembarangan. Jodha dengan susah payah menahan tawanya karena takut kalau jalal akan tersinggung tapi niatnya untuk menggoda jalal semakin menjadi,

"oh,,,kesatria terlatih ku, kau terjatuh,!!! Ayo aku bantu kau bangun, " ujar jodha sambil membantu jalal untuk bangun.

Jalal mergertakkan rahangnya menahan amarahnya pada jodha,ia tahu jodha sengaja tidak memberitahu bahwa di depannya ada kulit pisang karena ingin membuatnya malu,

"ratu jodha,,,kau bilang padaku kau tidak akan memberi hukuman padaku saat aku meminta kau untuk menghukum ku waktu itu. Tapi lihat ini,,haahh kau ,,, " ujar jalal kesal sambil menyambut uluran tangan jodha untuk membantunya bangun. Tapi saat ia menyentuh tangan istrinya itu dan melihat posisi jodha yang setengah membungkuk membuat jalal mendapatkan ide untuk membalas mengerjainya,dengan seringai misterius jalal mengaduh dan meminta jodha segera menariknya bangun,

"ayo lah ratu jodha,kau juga seorang kesatria dari amer jadi cepatlah bantu aku bangun, "

"haahhh,,,kau ini ,badan mu itu terlalu berrr,,,uuaaaaaa,,,,,

Jodha terpekik saat jalal menarik tangannya dan mengakibat kan tubuhnya nimbrung di atas tubuh kekar jalal,

"shahensha,,,apa yang kau lakukan,,,

"ssstttt,,,jangan berteriak-teriak ratu jodha,kau akan membuat orang lain melihat ke adaan kita saat ini,,,kau mau semua orang melihat kau yang berada di atas ku seperti ini dan mungkin mereka akan mengira kau jadi agresif karena sangat merindukan ku sampai-sampai kau menerkam ku di taman seperti ini,,,hhaahhaaa, " jalal tertawa mengekeh sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang jodha yang telanjang. Dia sangat senang melihat muka jodha yang semerah udang rebus, jodha benar-benar di buat mati kutu oleh suaminya itu. Kalau tadi ia yang berniat menggoda jalal malah kini dirinya yang menjadi bulan-bulanan suaminya.

 "shahensha,,,lepaskan aku,ini di taman dan kita berbaring di tanah sekarang nanti baju mu kotor, " ujar jodha sambil berbisik karena takut ke dengaran pengawal atau siapa saja yang akan lewat di dekat mereka.

"biarkan saja ratu jodha,pakaian kotor masih bisa di cuci. Ini akibatnya kalau kau berani mempermainkan perasaan kaisar. Aku tahu kau sedang menghukum ku juga sedang menguji ku ratu jodha,pertama kau kembali tanpa pemberitahuan dan sekarang kau membiarkan aku menginjak kulit pisang agar aku terjatuh,,,kau ingin menyelami hatiku kan ,??? Kau mulai tertarik pada perasaan ku terhadap mu bukan,??? Kau mulai peduli pada cinta ku ini dan kau mencoba mencari tahu seberapa besar cinta dan sayang ku untuk mu,??? Aku sudah berubah ratu jodha,ketakutan akan kehilangan dirimu lagi telah membuat ku lebih ingin menjaga perasaan mu yang sensitif,aku akan buktikan pada diriku sendiri juga pada dirimu kalau aku sekarang bukan lah jalal yang dulu tidak berperasaan dan tidak punya hati,kau bisa pegang ucapan ku ini ratu jodha, " jalal mengusap lembut pipi cubby milik istrinya yang kini sedang berada sangat intim di atas tubuhnya ,kalau saja ia tidak sadar mereka sedang berada di taman tempat terbuka,mungkin ia sudah tidak akan bisa menepati janjinya pada jodha untuk tidak menyentuhnya sebagai se orang istri.

Jodha terlihat berkaca-kaca saat mendengar penuturan jalal yang panjang lebar,ia benar-benar melihat sosok pribadi yang berbeda dari suaminya dan ia sangat tersentuh dengan keseriusan perasaan cinta jalal padanya,kini tinggal dari pihak dia mau bagaimana menanggapi perasaan suaminya itu apakah ia harus tetap bertahan dengan ego tingkat dewa nya atau dia akan membuka hatinya untuk mulai menerima dan membalas cinta jalal. Jodha masih tidak mampu berkata-kata ,dia hanya memandang dalam pada manik mata jalal dan berusaha mencari kalau-kalau ada sedikit dusta di sana tapi nihil ,,,jodha tidak menemukan sedikitpun jejak dusta pada mata jalal tentang apa yang ia ucapakan tadi....





Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.10




Disebuah kamar hotel ruqaiya baru saja terbangun dari tidurnya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiasakan dengan sinar matahari yang masuk melewati jendela,
"selamat pagi nona cantik,,,apa tidur mu pulas semalam,??? sapa sebuah suara dari arah samping. Ruqaiya sontak menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dan dia membulatkan matanya kala ia melihat syarifudin bertelanjang dada sedang duduk di sofa sambil meminum kopinya tak ketinggalan juga sebuah seringai menghias wajahnya.
"KAU,,,??? kita...apa-apaan ini,syarif ,?? Mengapa kita bisa...
"tidur bersama,??? itu kan yang ingin kau tanyakan ruqaiya,???  Syarifudin tertawa mengekeh,

Ruqaiya mau mendamprat syarif tapi saat dia mau bergerak sedikit saja kepalanya langsung terasa pusing luar biasa,
"aawww,,,kepala ku sakit sekali, " keluh ruqaiya.
syarif mengatakan pada ruqaiya lebih baik ruq istirahat saja karena kondisinya sangat lemah,
"kau istirahat lah dulu,,,semalam kau minum terlalu banyak sehingga kau jadi mabuk berat. Setelah kau istirahat kau boleh pulang ke rumah mu, " ujar syarif sambil berjalan menuju kamar mandi.
ruqaiya ingin meminta penjelasan lebih pada syarif tapi sakit kepala yang dideritanya tidak mengizinkan dia untuk melakukan hal itu,ia lalu berbaring kembali ke kasurnya . dia dengan perasaan was-was membuka sedikit selimut yang menutupi tubuhnya dan ruqaiya menarik nafas lega saat melihat ia berpakaian lengkap saat itu.
"apa yang sebenarnya terjadi semalam, ,,semoga saja tidak ada hal yang tidak ku inginkan terjadi semalam. Tapi mengapa aku bisa ada di kamar ini bersama syarifudin,??? SYARIFUDHIIINNN,,,awas kalau kau ternyata melakukan hal yang macam-macam terhadap ku akan ku cakar-cakar muka mu itu,,,aakkrr "
Karena kepalanya yang semakin sakit akhirnya ruqaiya memutuskan untuk tertidur lagi. Syarifudin keluar dari kamar mandi dia sudah selesai dengan acara mandinya,dia memandang ruqaiya yang sudah kembali tertidur pulas. Syarif mendekati ruq tangannya mengusap pipi ruqaiya,
"kau memang cantik ruqaiya,,,tapi sayang aku sama sekali tidak tertarik padamu juga tubuh mu. Aku terpaksa mendekati mu untuk melancarkan misiku menghancurkan jalal karena dengan ancaman ku kau akan menuruti semua yang aku perintahkan, " ujar syarif sambil tertawa, lalu kemudian ia menuliskan sesuatu di kertas setelah itu syarif memakai pakaiannya dengan rapi lalu pergi meninggalkan ruqaiya yang masih tertidur pulas.
~~~~

Jalal masih belum sadarkan diri,kini ia sudah berada di dalam sebuah kamar yang bernuansa putih-putih dan di kamar itu sangat santar dengan bau obat yang sangat menyengat indra penciuman siapapun yang berada disana, yaaa,,,jalal sekarang sudah berada di rumah sakit,adham khan yang melihat keadaan jalal terluka tanpa pikir lagi langsung membawanya kerumah sakit karena dia khawatir jalal akan kenapa2. Adham khan juga memperketat penjagaan di luar kamar jalal agar tidak ada musuh yang bisa menyelinap masuk kedalam kamarnya,
 "ingat,kalian harus benar-benar memperhatikan setiap orang yang akan masuk ke kamar tuan jalal,,,mengerti,!! " ujar adham kepada semua penjaga .

Jodha tidak ikut ke rumah sakit dia tidak ingin jalal tau kalau semalam ia mengikutinya,

"oh kanha,,,apa yang sudah aku lakukan semalam,seharusnya aku tidak melakukan itu semua cukup dengan meminta bantuan polisi saja tanpa harus turun tangan langsung seperti yang aku lakukan semalam, " ujar jodha yang saat itu sedang bersiap-siap untuk kekampus.
 ~~~~~

 Suryabhan sedang berbicara berdua dengan moti di taman,dia ingin menanyakan tentang jodha dan jalal pada moti. Suryabhan sangat penasaran dengan hubungan apa sebenarnya yang terjalin diantara mereka berdua maka dari itu yabhan mengajak moti berbincang-bincang ditaman,

"moti, maaf aku sudah mengganggu waktu mu, "

"tidak apa-apa suryabhan. Memang apa yang ingin kau bicarakan padaku ,??? ujar moti yang merasa sedikit heran karena itu pertama kalinya suryabhan memimta bicara dengannya.

Suryabhan nampak ragu untuk menanyakan apa yang saat ini sedang mengganjal didalam hatinya,dia juga merasa malu pada moti tapi kalau tidak ia tanyakan maka ia akan merasa penasaran seumur-umur ,jadi ia mengumpulkan seluruh keberaniannya,

"moti,,, ~suryabhan menarik nafas dalam untuk untuk menghilangkan ketegangannya~ dan moti menunggu apa yang akan di tanyakan suryabhan padanya,

 "moti,,,aku,,,mau bertanya tentang jodha dan jalal,,,ada hubungan apa di antara keduanya moti,??? Maaf kalau aku bertanya tentang masalah yang tidak sesuai menurut mu,,,mungkin,!!! suryabhan terbata saat bicara.

Moti sudah menduga kalau suryabhan akan menanyakan tentang jodha,tapi dia tidak menduga sama sekali kalau ia akan menanyakan masalah hubungan jodha dengan jalal,

"oh kanha,,,apa yang harus aku katakan pada suryabhan,karena aku tidak bisa mengungkapkan rahasia pertunangan jodha dengan tuan  jalal,"
 moti tampak melamun karena tidak tahu apa yang harus ia katakan, suryabhan jadi tambah yakin kalau di antara jodha dengan jalal ada hubungan khusus,
 "kalau kau tidak mau memberitahu ku tidak apa-apa moti,mungkin kau tidak akan percaya padaku karena aku dan kau belum lama saling mengenal dan sekali lagi maaf kalau aku sudah menanyakan sesuatu yang tidak pantas menurut mu, " ujar suryabhan ,

Moti tersadar dari lamunannya karena ucapan suryabhan tadi, dia terlihat kikuk dan salting,

"maafkan aku suryabhan,tapi aku tidak bisa mengatakan apapun padamu tentang jodha dan juga kehidupannya,maaf aku harus pergi karena jam kuliyah ku akan sesera di mulai, " ujar moti,dia memberi salam pada suryabhan kemudian bergegas pergi meninggalkan yabhan yang nampak kecewa karena tidak mendapatkan jawaban dari satu-satunya orang yang sangat ia harapkan bisa membantu menjawab pertanyaan yang sudah beberapa hari mengganggunya itu.

Jodha mencari sahabatnya yaitu moti,kebetulan moti dengan secara tiba-tiba muncul di hadapannya,

"moti,,,hei kau dari tadi aku cari-cari ternyata kau di sini, " seru jodha saat mata kelinci miliknya melihat sosok tubuh sahabatnya ,

Moti tersenyum kaku pada jodha dan segera menghampiri sahabatnya itu,

"hei,,,apa kau sangat merindukan ku jodha, ?? " goda moti,

Jodha tertawa mendengar gurauan moti,lalu ia mengajak temannya itu kekantin. Ternyata tadi saat mengatakan pada suryabhan kalau dia sudah ada jam masuk itu bohong,moti melakukan itu untuk menghindari situasi sulitnya saat ia tidak tahu harus memberikan jawaban apa pada yabhan.
 "jodha, kau tahu tidak ,,,tadi suryabhan bertanya padaku mengenai hubungan mu dengan jalal, " ujar moti sambil menyendok makanan nya,

Jodha sedikit terkejut mendengar apa yang barusan dikatakan moti,

"apa,,,benarkah suryabhan menanyakan hal itu padamu moti,?? Lalu apa jawab mu,?? Kau tidak mengatakan yang sebenarnya bukan,!!! Jodha terlihat tegang,ia tahu kalau moti tidak akan mengkhiyanati nya tapi tetap saja ia begitu tegang. Moti mengatakan kalau ia mana mungkin memberitahu yabhan kalau mereka sudah bertunangan.

Siiirrrr,,,
 Darah suryabhan berdesir saat ia mendengar bahwa jodha sudah bertunangan dengan jalal,rupanya dari tadi ia menguping pembicaraan kedua wanita itu tanpa jodha dan moti menyadari ,hati suryabhan terasa sakit bagai di sayat-sayat ,,,hilang sudah angan dan harapannya untuk mendekati jodha dan menjadikan ia kekasihnya,

"ternyata dugaan ku benar kalau di antara jodha dengan jalal ada hubungan spesial,tapi mengapa hubungan mereka itu musti di rahasiakan,atau jangan-jangan,,,"

Suryabhan tersenyum tipis,ada secercah harapan didalam hatinya,karena baginya selama belum ada ikatan sebuah tali pernikahan maka ia masih punya kesempatan untuk merebut jodha dari jalal.

"apa,,,kau gila jodha,bagaimana kalau kau sampai terluka dan bagaimana kalau kau di bunuh oleh mereka,,,oh dewa tolong bantu aku menghadapi mahluk nakal di depan ku ini dewa, " ujar moti kaget setengah mati saat mendengar cerita jodha tentang kejadian semalam. Jodha meletakkan jari telunjuknya dibibir menyuruh moti diam,

"hei kau moti,jangan berekspresi berlebihan seperti itu,nanti kita akan jadi pusat perhatian semua orang di kantin ini, " ujar jodha sambil berbisik.

~~~~~

Jalal sudah sadar,saat itu ia sedang berdiri didekat jendela. Pikirannya melayang pada kejadian semalam,

"apa mungkin dia benar-benar jodha, ??? Tapi kenapa dia melakukan itu,alasan apa yang membuat dia sampai nekat seperti tadi malam,??? Aku tidak mengerti jalan pikiran wanita itu, " gerutu jalal.

Adham masuk dan mengatakan kalau jalal sudah di izinkan pulang oleh dokter,

"mari tuan,anda sudah boleh pulang. Dokter mengatakan luka tuan tidak ada yang serius jadi tuan bisa pulang sekarang, " ujar adham.

Jalal menganggukan kepalanya dan kemudian berjalan keluar untuk pulang. Jalal mencoba menghubungi ruqaiya tapi nomor nya masih tidak aktif seperti semalam dan itu membuat jalal cemas,lalu ia menyuruh sopir untuk ke rumah ruqaiya. Ruqaiya sudah pulang ke rumahnya,dia nampak lesu dan sedih karena tidak menyangka akan di manfaatkan oleh syarifudin,

Flasback>>>
 Ruqaiya terbangun dari tidur pulasnya,ia mendapati kamar itu kosong tidak ada siapa-siapa selain dirinya, ruqaiya mengira syarif sedang keluar sebentar tapi saat dia mau pergi kekamar mandi ia melihat secarik kertas di meja kecil dekat tempat tidur,

"ruqaiya,,,maaf karena aku meninggalkan mu saat kau masih tertidur. Kau juga tidak usah berpikir yang bukan-bukan tentang apa yang tidak terjadi sama sekali di antara kita,aku hanya memanfaatkan mu untuk menghancurkan jalal,dan kau jangan macam-macam karena kalau tidak foto bu**l mu akan beredar di internet dan juga di kampus. Aku harap kau bisa di ajak bekerja sama ruqaiya, "

Setelah membaca surat syarifudin itu ruqaiya mengamuk habis-habisan ,dia tidak menyangka kalau syarifudin memanfaatkan dirinya untuk menghancurkan kehidupan jalal kekasihnya,ruqaiya menangis tersedu-sedu meratapi kebodohannya.

Flashback end>>>

Ruqaiya kembali menangis saat mengenang kebodohan yang telah ia lakukan,

"jalal,,,aku minta maaf padamu, " ujar ruqaiya sambil menangis....





























Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.9

               





Jodha beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi ,dia mencuci muka di wasstafel mata nya agak sembab akibat terlalu lama menangis tadi. Setelah selesai mencuci muka dia berniat ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa untuk di makan,pas jodha liwat dari ruang tamu ia melihat jalal sedang berbicara serius di telfon,di lihatnya raut wajah jalal nampak marah tapi juga cemas,jodha bersikap cuek saja dan berjalan terus menuju dapur,,,tapi langkah kaki nya terhenti kala telinganya mendengar kata-kata jalal yang seperti mencemaskan ruqaiya. Dengan rasa penasaran jodha diam-diam menguping pembicaraan jalal , jalal tidak tahu kalau jodha mengupingnya karena dia membelakangi jodha.

"kau bilang ruqaiya ada di tangan mu sekarang,!!! Brengsek kau abul mali,kalau kau berani sedikit saja menyentuh wanita ku akan ku buat kedua mata mu jadi buta ,,tidakkah kau ingat bagaimana dulu aku memecahkan mata kiri mu hah,??? Kali ini mata kanan mu yang akan aku pecahkan kalau kau berani menyakiti ruqaiya. Katakan apa mau mu hah,??? Jalal benar-benar sangat marah karena abul mali menyandra kekasihnya ruqaiya.

"Jalal,,jalal,,,kau boleh saja sombong karena dulu kau pernah memecahkan satu mata ku. Tapi kali ini aku tidak kembali dengan kelemahan yang sama seperti 1'tahun yang lalu,aku sekarang punya koneksi yang akan membantu ku dalam misi menghancurkan hidup mu jalal,,,hhaaahhhhaaaa, " 

Terdengar suara menyahut dari seberang telfon dan orang itu adalah abul mali musuh besar jalal,,,dia adalah anak tiri humayun ayah jalal jadi statusnya abul mali itu saudara tirinya jalal. Dia ingin merebut perusahaan humayun dari tangan jalal yang statusnya adalah anak kandung humayun dan pewaris sah JA grup. Tapi keserakahan dan ambisi abul mali membuat dia ingin memiliki sesuatu yang sudah nyata-nyata tidak berhak sedikitpun atas dirinya. Jalal dengan kesombongan tingkat dewa mengatakan kalau 1'tahun yang lalu saja abul mali tidak bisa mengalahkan dirinya itu pun berlaku untuk masa sekarang,abul mali tertawa terbahak-bahak mendengar kesombongan jalal yang semakin setinggi langit itu,

"Simpan saja dulu kesombongan mu itu jalal,,,sekarang kita buat kesepakatan karena kalau tidak nyawa kekasih mu ini akan melayang,,hhaahhaa. Jadi kalau kau masih menginginkan wanita ini hidup maka datang lah ketempat yang sudah aku tentukan ,mengerti,??

Jodha masih berdiri ditempatnya semula dan terus saja menguping, jalal berpikir kalau abul mali hanya menggertak atau mengancam nya saja,
"Kau ingin membuat kesepakatan dengan ku abul mali,,,hhaahaa . kau pikir aku akan segera menyetujui membuat kesepakatan dengan mu hah,!! Tidak mali kau salah,,,dan ruqaiya,??? Kau pasti hanya menggertak ku saja bukan,kau sebenarnya tidak menculik ruqaiya kan,dasar bodoh kau pikir aku akan termanipulasi dengan trik murahan seperti itu, " . Jodha yang menguping berkata dalam hati kalau jalal itu terlalu sombong ,
"dasar pria sombong,dia pikir semua orang itu bisa dia taklukkan hanya karena dia kaya raya,coba saja kalau para dewa menghukumnya dia pasti akan sadar bahwa ada satu kekuatan yang tidak bisa ia lawan yaitu kekuatan yang maha kuasa, " 

Abul mali mengatakan silahkan saja kalau jalal tidak mau percaya pada apa yang dia ucapkan tapi dia akan mengirimkan sebuah foto yang akan membuat jalal mempertimbangkan kesepakatan yang ia ajukan, tak lama kemudian ada pesan mms masuk dan di layar hp jalal terpampang foto ruqaiya yang sedang di ikat dikursi dan sebuah pisau terlintang dilehernya ,sepertinya ruqaiya juga sedang pingsan karena terlihat dari kepalanya yang terkulai, mata jalal terbelalak melihat foto ruqaiya ,,,ia memaki habis-habisan pada abul mali dan segera meraih kunci audinya kemudia jalal bergegas untuk pergi ketempat yang dikatakan oleh abul mali tadi. Jodha awalnya tidak mau peduli pada jalal,setelah jalal pergi dia melanjutkan niatnya kedapur untuk mencari makanan karena cacing-cacing didalam perutnya sudah ber DJ ria meminta makanan. Lamborghini green milik jalal melaju kencang membelah kepekatan malam menuju lokasi dimana abul mali sudah menunggunya. Dirumah jodha sedang makan mie instan karena hanya itu makanan yang ia bisa makan,(kirain cm d indonesia aja yg mkan mie instan ,,hehe #lupakan)
 Selesai makan jodha berniat untuk mandi karena ia merasa gerah,saat ia berjalan menuju kamarnya tak sengaja jodha melihat secarik kertas di meja yang disitu tertulis sebuah nama tempat,jodha mengambil kertas itu lalu membacanya ,,,sejenak ia tertegun,tapi tak lama kemudian ia bergegas kekamar jalal dan meraih salah satu kunci mobil yang tergantung di dinding dengan tergesa-gesa jodha menuju mobilnya dan segera melajukan audi hitam tersebut dengan kecepatan tinggi,di wajahnya terlihat jelas raut kecemasan ...

~~~~
 Jalal sampai ketempat yang dituju ,tempat itu sebuah kawasan sepi dan angker ditambah ada jurang yang sangat dalam,entah bagaimana jodha bisa tahu tentang lokasi tersebut tapi yang jelas jalal akan mati konyol kalau dia datang sendirian ke tempat itu,

"oh kanha,,,semoga saja aku tidak terlambat, "
 Jodha menambah kecepatan laju mobilnya sambil tak henti-hentinya berdoa supaya dia tidak terlambat untuk menolong jalal,jodha meraba ponselnya lalu menekan nomor polisi,,,
 "hallo,,,kantor polisi,???

***
 "hhaahaaa,,,ternyata kau tidak sepintar yang aku bayangkan jalal,kau tanpa pikir panjang lagi langsung datang kemari dan kau juga menepati janji mu untuk datang sendirian, " ujar seorang pria yang berpakaian serba hitam dan walaupun saat itu malam hari dia tetap mengenakan kaca mata hitam,ternyata itu bukan kaca mata hitam biasa ,,,kaca mata itu mempunyai fungsi yang bisa membuat mata abul mali yang cacat masih bisa melihat walau tidak sejelas sebelum cacat. Jalal mendengus dan ia segera meminta mali untuk melepaskan ruqaiya,

"aku sudah ada disini mali,sekarang lepaskan ruqaiya dan serahkan dia padaku, "

Abul mali semakin keras tawanya,dia merasa sangat geli melihat kebodohan jalal,
 "apa kau pikir aku akan susah2 membawa wanita menyebalkan itu kemari hah, !!! Aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengurus wanita mu itu jalal dan sekarang mungkin dia sedang bersenang-senang bersama anak buah ku,,hhaahhhaaa, " abul mali terkekeh-kekeh.

Jalal tak percaya dengan semua kejadian itu,abul mali menjebaknya menggunakan ruqaiya,,,dia berlari kearah mali untuk menghajarnya tapi sebelum tangan jalal bisa menyentuh abul mali dari arah belakang anak buah mali memukul dengan sangat keras kepala jalal dan akibatnya jalal merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya ,matanya berkunang-kunang kemudian ia roboh ketanah,,,tapi ada pemandangan lain yang kita lihat saat jalal terjatuh, anak buah abul mali yang tadi memukul jalal kini ikut roboh jatuh ke tanah dan apakah pembaca tahu siapa orang yang sudah memukul anak buah mali,??? Yaa ,,,orang itu adalah jodha,dia mengenakan setelan sama seperti abul mali,,,mulai dari baju nya yang berwarna hitam,topinya juga kaca matanya,,,saat itu rambut hitam panjang miliknya ia sanggul ke atas sehingga waktu ia memakai topi jodha akan terlihat persis seperti seorang pria. Abul mali sangat terkejut melihat jodha,
 "kurang ajar jalal,dia membawa serta orang lain kemari. Habisi dua orang itu cepat, " perintah mali pada dua bodyguartnya, dua orang bertubuh kekar maju dan mereka mengeroyok jodha, jodha menghadapi kedua orang itu dengan sangat tangkas, jalal yang masih tersadar melihat seseorang berpakaian hitam sedang berkelahi dengan anak buah mali,dia berpikir orang itu adalah seorang pria sedikitpun jalal tidak menduga kalau itu jodha, tapi ia juga tidak tahu siapa orang itu dan ia mengira mungkin adam khan yang tadi sempat ia sms,(???)
Dengan sisa2 tenaga dan kekuatannya jalal berusaha bangkit dan menyerang abul mali ,tapi kondisi jalal saat itu terlalu lemah akibat pukulan keras di belakang kepalanya tadi jadi dengan mudah mali bisa menghajarnya sampai babak belur, jodha di sela-sela pergulatannya menghadapi anak buah mali masih menyempatkan untuk menoleh ke arah jalal yang sudah tak berdaya jadi bulan-bulanan tinju abul mali,ada rada prihatin dalam hati jodha saat melihat keadaan jalal dan kini konsentrasi jodha terpecah akibatnya ia kena ditonjok oleh anak buah mali di perut, jodha mengaduh karena sakit,,,suara mengaduh jodha menyadarkan semua orang disitu kalau ternyata dia seorang wanita,

Jalal yang sudah setengah pingsan setengah sadar tertegun saat mendengar suara jodha,dengan susah payah ia menoleh pada sosok yang kini sudah aktip kembali berkelahi ,topi yang dikenakan jodha sudah terlepas dan rambutnya yang panjang tergerai ,,,jalal yakin kalau itu benar-benar jodha. Abul mali melayangkan tendangannya ke kepala jalal akibatnya jalal jadi pingsan,,, jodha menghajar habis-habisan anak buah mali yang tadi menonjok perutnya orang itu roboh tak berdaya ketanah dan kini tinggal satu lagi ,sepertinya anak buah mali yang satu itu agak susah dijatuhkan oleh jodha ,,,barulah setelah berjuang cukup keras ia berhasil mengalahkan pria itu dia menoleh pada jalal yang sedang diseret mali ke arah mobilnya,ia hendak mengejar tapi baru saja mau melangkah terdengar suara mobil polisi dan itu membuat jodha menarik nafas lega...












Minggu, 28 Desember 2014

Bersambutnya Cinta part.6

                                     



"apa.??? Kau bilang ratu jodha sudah kembali,??? " maham anga sangat terkejut mendengar kabar yang disampaikan oleh resham.
"iya perdana mentri,jelas jelas aku tadi melihat ratu jodha sedang berjalan menuju kamar yang mulia raja, " . Maham mondar mandir di kamarnya,dia tidak bisa mengerti apa yang sedang di rencanakan oleh ratu dari amer tersebut,
"apa yang dia incar dari perbuatan seperti ini,?? Perhatian jalal,,!!! Hahahhaaa,,,,aku bisa memikirkan ulah dari ratu amer tersebut, " ujar maham sambil tertawa stres.

Kita kembali k kamar ratu jodha, jalal untuk sesaat merasa sangat bahagia karena wanita yang begitu sangat ia rindukan kini berdiri di hadapannya dengan nyata dan bukan sebuah ilusi belaka, dadanya berdebar kencang sampai tanpa sadar tangannya bergerak untuk menekan ke arah dadanya yang membuncah,
Tidak ada kata-kata,hanya bahasa tubuh dan isyarat yang seolah mengatakan betapa mereka berdua teramat saling merindukan, jodha memandang lembut pada jalal walau mata bening miliknya berkaca kaca ,dibibirnya tak putus tersungging senyuman manis sehingga membuat pipinya yang cubby jadi semakin menggemaskan, tidak bisa di gambarkan dengan apa pun juga kebahagiaan dua insan yang mulai terpaut hati masing masing tersebut. Perlahan lahan kesadaran jalal mulai mendorong otaknya untuk berfikir mengapa bisa jodha tiba-tiba muncul di hadapannya seperti hantu begitu, kemudian karena didorong rasa ingin tahu tapi juga hatinya juga menuntun kaki jalal mendekat ke arah jodha, jodha pun melangkah mendekat,,selama proses saling mendekati mata keduanya terus sama sama saling menatap ,tapi pemikiran jalal terus bekerja dan beribu pertanyaan mulai merasuk kedalam otaknya,,,setelah mereka dekat satu dan lainnya jodha dengan sebuah isyarat mengatakan kalau dia mau memberikan aarti pada jalal, melihat tangan jodha yang membawa nampan prasad jalal sudah dari tadi tahu kalau jodha ingin memberikan aarti padanya, jalal membuka mahkotanya dan menyodorkan kepalanya lalu jodha memberikan aarti,,belum ada komunikasi langsung yang terucap dari mulut keduanya,,,jalal memasang kembali mahkotanya lalu dia meraih piring prasad dari tangan jodha kemudian ditaruhnya piring itu ke meja didekat mereka, jodha hanya diam dia cuma memperhatikan saja apa yang dilakukan oleh suaminya, jodha sudah memutuskan tidak akan bicara duluan ,,,dia menunggu apa yang akan di katakan suaminya,komentar seperti apa yang akan dilontarkan oleh jalal,,,jodha akan tetap diam menunggu. Jalal menatap intens mata istrinya berjalan mendekati .......
"aku merindukan mu ratu jodha,,,sangat, " jalal merengkuh jodha ke dalam pelukan nya,pelukannya sangat erat dan hangat di rasakan oleh jodha,untuk meresapi moment bahagia itu mereka berdua memejamkan mata sambil seulas senyum menghias bibir suami istri tersebut.

         





Maham berjalan cepat ke kamar ruqaiya,setelah meminta pengawal mengumumkan kedatangannya ia segera masuk,
"salam ratu ruqaiya, "
"salam ,maham anga, "
"aku datang kesini,, " ucapan maham terpotong oleh ucapan ruqaiya,
"aku sudah tahu maham, kau datang untuk memberitahukan kalau ratu jodha sudah kembali bukan,??? ruq tersenyum misterius, maham melongo karena ruqaiya sudah tahu tapi dia masih diam saja,
"kau,,,tidak melakukan apa-apa ratu ruqaiya,??? Kau...
"sudah lah maham,biarkan jalal yang akan mengurusi masalah ini,karena aku yakin dia pasti akan sangat marah pada ratu jodha dan kita menonton saja perperangan antara jodha dan jalal, " ruq memotong cepat omogan maham anga. Maham cuma menggelengkan kepalanya kemudian ia pamit pergi karena dia merasa percuma saja bicara dengan ruqaiya yang terlalu percaya diri menghadapi jodha.

~~~~~

"kau mau menguji ku ratu jodha,,,kau sengaja melakukan ini ,karena kau mau melihat sudah seberapa jauh aku memahami karakter mu, " ujar jalal sambil menggenggam erat tangan istrinya di atas pangkuannya,kini mereka sudah duduk diranjang queen sizenya jodha.

"aku tidak menyangka sama sekali shahensha ,kau akan bereaksi seperti ini,,,jujur aku berfikir kalau kau...
"ssstttt,,,itu mungkin terjadi kalau aku belum pernah merasa kehilangan dirimu ratu jodha,tapi sekarang aku akan lebih berhati-hati kalau sudah menyangkut perasaan mu,karena aku tidak mau kau pergi menjauh dariku lagi," ujar jalal sambil mengelus pipi cubby jodha, jodha sangat tersentuh dengan perubahan suaminya itu,dia menggenggam tangan jalal yang mengelus pipinya ,,,butiran kristal bening membulir membasahi pipinya,
"benar kata shivani,,,kalau aku tidak akan menyesal telah memutuskan untuk kembali padanu shahensha,,,"
 Jalal menghapus air mata jodha lalu kembali merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya, jodha menyenderkan kepalanya ke dada bidang milik suaminya.
 "ratu jodha,,,awalnya aku memang merasa sangat marah padamu,bagaimana bisa kau lakukan ini padaku,kau memutuskan kembali ke agra tanpa memberitahu terlebih dulu dan itu membuatku hampir lepas kendali pada amarah ku,tapi aku pernah kehilangan dirimu satu kali,jadi aku akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak akan membuat kau pergi dari sisi ku lagi,karena sekarang sebagian dari jiwaku adalah dirimu,,," 

 "shahensha,,,aku sudah menemukan keyakinan dalam hatiku,sekarang aku bisa pastikan kalau perasaan ku padamu ini benar-benar telah tumbuh,,,perasaan ini adalah CINTA, "





Jumat, 26 Desember 2014

Bersambutnya Cinta part.5







Malam itu moti tidur bersama jodha diranjang queen sizenya,moti tentu saja awalnya menolak tapi kita semua tahu tidak ada orang yang bisa untuk menolak keinginan jodha meski orang itu adalah jalal sekalipun. Matahari pagi dengan masih malu-malu mulai menampakkan diri, sinarnya yang belum terlalu terang menelusup masuk kekamar jodha melalui celah-celah jendela. Moti yang sudah bangun sejak tadi sedang membangunkan jodha,
"jodha, ayo bangun ,,,bukankah kau harus melakukan puja tulsi,!!!
Dengan perlahan mata bening itu terbuka,berulang-ulang jodha mengerjapkan matanya yang masih digelantungi rasa kantuk yang teramat sangat, dia merenggangkan otot tubuhnya menggeliat sedikit. Moti tersenyum melihat sahabatnya itu masih sangat mengantuk.



 "ayo lah jodha,kau harus bangun. Aaaa,,,kalau begitu kau istirahat saja biar aku yang akan melakukan puja mu pagi ini, " goda moti,dia tahu jodha paling tidak bisa kalau harus merepotkan orang lain, benar saja mendengar moti yang berkata akan melakukan puja untuk dirinya dengan gerakan bersemangat jodha segera bangkit dan duduk diranjangnya,
 "tidak,, tidak...moti jangan lakukan itu,aku akan melakukan puja ku sendiri. Sekarang siapkan saja air pemandian ku, "
Moti geli,dia berhasil membuat jodha terpancing oleh godaannya tadi,dia bilang pada jodha kalau air pemandiannya sudah ia siapkan dari tadi.

Jodha sedang melakukan puja pada pohon tulsi,hosiyar dengan tergopoh-gopoh berlari menuju kekamar majikannya ratu ruqaiya,
 "maafkan aku nyonya,,,ratu jodha,, ratu jodha dia sudah kembali yang mulia ratu, " ujar hosiyar dengan terengah2. Kabar yang dibawa hosiyar hanya di anggap angin lalu oleh ruqaiya, saat itu ruq sedang menyisir rambutnya didepan cermin, hosiyar mengatakan pada ruq kalau kabar yang ia bawa itu bukan cuma gosip karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau ratu jodha sedang melakukan puja pada pohon tulsinya,
 "bagaimana saya bisa berbohong pada anda yang mulia ratu,karena kau pasti akan menghabisi aku kalau berani membohongi mu, " ujar pelayan setia ruqaiya itu.
 Ruqaiya tertegun,hosiyar memang hampir tidak pernah berbohong padanya,, semua yang ia katakan 90% akurat.
 "jadi maksud mu ratu jodha kembali tanpa ada penyambutan khusus ,?? Aku tidak percaya ini bisa terjadi,, dan apakah jalal sudah tahu kalau jodha sudah kembali,??
 Hosiyar berkata kalau dia tidak tahu akan hal itu,tapi dia bilang pada ruqaiya akan mencari tahu apakah jalal sudah tahu atau belum.

Pagi itu ternyata jalal pagi-pagi sekali sudah berkutat dengan para mentrinya sedang membahas seseatu yang sangat penting, jodha setelah selesai melakukan puja nya beranjak ke arah kamar jalal,dia ingin menemui suaminya dan tidak sabar melihat seperti apa reaksi suaminya itu saat melihat dia sudah kembali ke agra tanpa memberitahu dia sebelumnya.
"shahensha,maafkan aku telah melakukan kejahatan seperti ini. Aku tahu ini salah,tapi aku melakukan hal ini untuk memantapkan keraguan perasaan didalam hatiku sekarang, " senyum sumringah tak pernah lepas dari bibirnya yang mungil,walau bibirnya menyunggingkan senyuman tapi hati jodha berdebar tak menentu antara takut dan bahagia. Ditangannya jodha memegang nampan prasad ternyata dia juga sekalian mau memberikan aarti pada jalal. Dari kejauhan jalal terlihat sedang menuju ke harem untuk rutinitasnya belakangan ini,sudah jadi rutinitas jalal belakangan sering pergi kekamar jodha untuk berdoa di mandir krisnha,nampak di ekor matanya bayangan wanita yang selama ini telah meluluh lantahkan ketenangan bathinnya.


 Jalal menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya ke arah dimana tadi jodha berada,tapi dia tidak melihat kalau disana ada jodha,

"setiap hembussan nafas ku bayangan ratu jodha selalu menyertai,mata ini hanya melihatnya saja,terkadang ilusi itu begitu indah seakan-akan terasa nyata,tapi pada akhirnya sebuah ilusi tetap lah ilusi,,,ratuku belum juga kembali padaku"

Jalal meneruskan menuju kamar jodha,sepanjang dia berjalan telinganya mendengar semua orang dengan berbisik-bisik mengatakan jodha sudah kembali,

Pelayan 1, "aku dengar ratu jodha sudah kembali"
 "benarkah,??? kau jangan mengada-ngada,,,bisa-bisanya kau bergosip seperti itu,kau tahu sendiri kalau yang mulia raja sangat merindukan juga sangat menantikan kembalinya ratu jodha,kau bisa di hukum nanti kalau ternyata gosip mu itu dusta" ujar pelayan yang satunya.

Jalal sedikit terganggu akan desas desus tentang kembalinya jodha,
 "ternyata bukan cuma aku yang selalu dihantui oleh bayangan ratu jodha,semua orang di agra juga merasakan hal yang sama denganku"

Tersungging sebuah senyuman kecut dibibir lelaki berkumis seksi tersebut, jalal terus melenggang berjalan menuju kamar jodha,tiba-tiba ruqaiya menghadangnya,
 "Jalal,,,kau mau kekamarnya ratu jodha kan,???
 "iya ruqaiya,ada apa,?? Jalal balik bertanya
 "ah tidak,pasti sekarang kau sedang tidak sabar untuk segera sampai kekamarnya ratu jodha bukan,!!! Aku malah menghadangmu ditengah jalan seperti ini,,,ah maafkan aku telah menghambat kau untuk segera menemui ratu jodha jalal" ujar ruqaiya sambil melemparkan pandangan menyelidik pada jalal,dia sengaja melakukan itu untuk mengetahui jalal tahu atau tidak tentang jodha yang memang sudah kembali,karena sewaktu jodha mau keluar dari kamarnya pagi tadi secara tidak sengaja ruqaiya melihatnya,tapi jodha keburu pergi sebelum sempat ia menyapa.

"kau ternyata merindukan ratu jodha juga ruqaiya,aku senang kalau kau merindukan sahabat baru kita tersebut," ujar jalal sambil tertawa geli,kemudian ia pamit pada ruqaiya untuk segera kekamar jodha. Sepeninggal jalal ruqaiya tersenyum jahat,
 "ternyata jalal benar-benar tidak tahu,kau sudah melakukan kesalahan besar ratu jodha,,,,kau melakukan hal yang akan melukai parasaan dan juga martabat jalal. Aku sudah tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi kalau jalal tahu nanti,,,hhahhahhaaaa"  bathin ruqaiya tertawa.

 Jodha kembali kekamarnya karena jalal sedang tidak ada dikamarnya,pelayan mengatakan kalau jalal ada sidang penting pagi itu.
 Dikamar jodha ,jalal sedang berdiri didepan patung krisnha. Dia menyadari ada yang berbeda pagi itu,tapi dia tidak terlalu menggubrisnya,
 "kanha,,,kapan kau akan kembalikan istriku padaku,???

Moti yang mau masuk melihat sepatu jalal diluar,
 "ada kaisar di dalam,apa dia sudah bertemu jodha,??? gumam moti ,dia berniat untuk pergi dari situ tidak mau mengganggu karena dia berfikir ddidalam ada jodha,saat dia berbalik dia melihat jodha ada dihadapannya,
 "jodha,,,!!! ujarnya dengan nada heran.
 "iya moti,ada apa kau kelihatan heran melihatku,??

Moti bilang bahwa didalam kamar ada jalal,jodha langsung berseri wajahnya kemudian cepat-cepat dia masuk untuk segera bertemu suaminya yang sangat ia rindukan..
 "shahensha,,, "
 Jalal mendengar suara lembut milik istri tercintanya memanggil mesra padanya,hatinya berdebar dan jantungnya berpacu cepat ,,,
 "ratu jodha,,, " desis jalal.
 Perlahan jalal menolehkan kepalanya dan matanya terbelalak saat melihat wanita yang sangat ia rindukan sedang berdiri dipintu dan tersenyum sangat manis padanya...










Kamis, 25 Desember 2014

Jodha-Jalal; Cinta Sejati part.8

Cinta ,,,cinta itu seperti teror yang akan terus mengganggu mu bila kau menolaknya,
Cinta itu menghantui mu saat kau mengabaikannya,
Cinta ,,,tapi cinta akan menjadi matahari pagi yang menghangatkan bila kau mengakui keberadaanya,
Cinta akan menjadi bintang-bintang didalam kelamnya hatimu andai kau mau menerima kehadirannya.


                              


Ruqaiya juga menyadari perubahaan pada diri jalal, dia dibuat kesal oleh sikap jalal yang sering mengabaikannya akhir-akhir ini dan hal itu juga membuat ruqaiya semakin membenci jodha karena dia berfikir johda lah penyebab terciptanya jarak antara dia dengan jalal,
"jodha kau harus bertanggung jawab atas semua ini  aku tidak akan diam lagi sekarang ,kau akan lihat kalau aku ini juga sama mengerikannya seperti jalal bahkan aku bisa lebih kejam dari dia,,, haahaahaaa, "  bathin ruqaiya,wajahnya menampakan amarah dan juga kecemburuan kepada jodha. Dia memainkan ujung rambutnya sambil tersenyum tipis yang tersirat sebuah aura misterius dalam senyum itu,
"kau boleh bertunangan dengan jalal,tapi jangan berharap kalau kau bisa menikah dengannya nanti,,,karena aku lah satu-satunya wanita yang akan dinikahi jalal, " .


Dikampus jodha sedang duduk sendirian dibangku taman, dia sedang membaca buku karangan aline genafa yang berjudul duka lara 😝
Dengan penuh penghayatan dia membaca cerita legenda yang menceritakan problem dan juga konflik diantara raja jalaludin muhammad dengan istri tercintanya rajkumari jodha,tak jauh dari sana ada seorang pria yang sedang mengamati jodha dengan pancaran kekaguman terlihat jelas dari wajahnya saat memandang pada jodha. Ditempatnya jodha begitu larut didalam alur cerita duka lara yang sedang ia baca,ceritanya yang sangat menyentuh hati membuat kristal-kristal bening itu merembes kepermukaan mata gadis cantik tersebut.
 Suryabhan pria yang sudah dari tadi ingin mendekati jodha dengan langkah ragu-ragu mulai berjalan kearah nya,setelah dekat dengan kaku dia menyapa jodha dan bertanya apakah ia boleh duduk bergabung dengan jodha, kedatangan  suryabhan mengagetkan gadis itu dan dengan tersenyum ramah jodha mempersilahkan suryabhan duduk bersamanya. Mereka berdua tampak akrab walau belum lama saling mengenal,sesekali suryabhan bicara menyinggung masalah pribadi jodha seperti ia menanyakan apa dia sudah punya pacar atau dimana ia tinggal dan lain sebagainya tapi jodha tidak memberikan jawaban seperti yang diharapkan oleh suryabhan,dia selalu mengalihkan pembicaran manakala ada omongan atau pertanyaan dari suryabhan yang menurutnya tidak begitu perlu ia jawab karena ia punya alasan tertentu untuk menjaga/merahasiakan privasinya.


Jalal saat itu sedang melintas sekitar area dimana jodha dan suryabhan sedang asyik mengobrol,tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok wanita yang ia mulai sukai tersebut ,dia menoleh dan mendapati pemandangan yang membuat ia sedikit cemburu,,,wajahnya membeku ,rahangnya mengeras menahan marah juga perasaan cemburu yang mulai berkobar membakar hatinya, dengan mengepalkan tinju jalal berjalan mendekati dua orang yang sedang asyiknya mengobrol dan mereka tidak menyadari kehadiran jalal, setelah dia sampai jalal segera meraih tangan jodha dan mengajaknya untuk pulang ,tapi jodha tentu saja tidak mau menuruti dan itu membuat jalal bertambah geram,suryabhan yang kaget sekaligus heran melihat kelakuan jalal tersebut segera menarik jodha kesampingnya dan bertanya jalal itu siapa dan ada hubungan apa dengan jodha hingga bisa berbuat demikian terhadapnya, pelipis jalal bergerak-gerak sangking marahnya dia dengan sangat emosi jalal berkata kalau tidak ada keharusan baginya untuk menjelaskan hubungan seperti apa yang ada antara dirinya dengan jodha,
"kau tidak perlu tahu siapa aku dan juga ada hubungan apa aku dengan gadis ini,jadi enyahlah dari sini secepatnya, " ujar jalal sambil melirik tajam pada jodha yang saat itu juga memandang tajam kearahnya. Suryabhan bilang dia tidak mau pergi dari situ karena menurutnya kalau jalal tidak ada hubungan tertentu atau hubungan spesial dengan jodha maka dia juga tidak berhak untuk melarang dirinya dekat dengan jodha, kemudian suryabhan meraih tangan jodha dan mengajaknya pergi dari situ ,jodha menolak halus pada suryabhan,dia mengatakan kalau dia mau pulang saja dan ia menarik lepas tangannya dari genggaman suryabhan, tapi suryabhan tidak mau melepaskan tangannya dan bilang kalau ia akan mengantar jodha pulang kalau begitu, jodha kembali mau menolak tapi sebelum dia sempat berbuat apa-apa,sebuah tangan kekar menarik tubuhnya kebelakang dan tanpa ada kesempatan baginya untuk menghentikan jalal,dengan sangat cepat kejadian itu terjadi begitu saja,tinju jalal mendarat telak dipelipis suryabhan dan sebelum suryabhan bisa melakukan pembalasan dia sudah melayangkan tinjuan susulan dan membuat suryabhan tersungkur ketanah,jodha menjerit dan segera menahan tangan jalal saat dia dengan emosi tidak terkendali mau kembali menghajar suryabhan yang telah tergeletak ditanah,jalal berteriak menyuruh jodha untuk melepaskan tangannya,tapi jodha mendorong jalal hingga dia terjajar mundur kebelakang kalau saja jalal tidak dapat mengimbangi diri nyaris saja dia terjatuh dan hal itu membuat dia terpaku tidak percaya kalau jodha bisa sekuat itu mendorong tubuhnya yang besar dan kekar, dengan deru nafas penuh amarah jalal menunjuk tepat-tepat kewajah suryabhan dan mengatakan itulah ganjaran yang akan didapat suryabhan kalau nanti masih saja mendekati jodha,
 "aku peringatkan padamu bung,jangan pernah lagi untuk dekat-dekat dengan gadis ini, " .
 Suryabhan benar-benar dibuat tidak mengerti dengan keadaan itu,dia mengelap darah disudut bibirnya dan dengan nada tetap menyelidik ia kembali bertanya apa hubungan jalal dengan jodha hingga ia bisa berbuat demikian kasar terhadap dirinya seperti itu,
 "kau ini bersikap seolah kau kekasihnya saja,dan kemarahan mu yang seperti tadi itu seakan menandakan kalau kau sedang cemburu dan takut kalau pacarmu akan selingkuh, " ujar suryabhan dengan kasar. Ucapan suryabhan itu membuat jodha cemas akan jawaban apa yang akan jalal lontarkan,dengan melirik cemas kearah jalal jodha menunggu jalal bicara,,,dia melihat mata jalal yang menatap sangat tajam pada suryabhan ,tatapan itu seakan bisa membunuh orang dihadapannya, didalam hati jodha berdoa pada kanhanya ,
 "oh dewa krisnha,,,tolong jangan biarkan hal yang tidak aku inginkan terjadi,semoga saja dia tidak mengatakan tentang perjodohan kami seperti yang sudah ia janjikan padaku waktu itu, "


 Melihat jalal diam suryabhan bertanya kembali, "kau tidak mau menjawab pertanyaan ku hah,,,??? Itu membuktikan kalau kau tidak punya hubungan khusus dengan jodha,dan aku sama sekali tidak akan mau menuruti apa yang kau katakan tadi, ". Jalal lepas kendali dan bergerak menghampri suryabhan sambil mencengkram kerah bajunya, "kau mau tahu yang sebenarnya hah,??? Dengar baik-baik ,gadis ini,dia adalah,,, " ucapan jalal menggantung,dia ingin mengatakan kalau jodha itu adalah tunangannya tapi sebelumnya akal sehat jalal masih mampu membuat kepalanya menoleh pada jodha untuk meminta pendapatnya apakah tidak apa-apa kalau rahasia itu ia ungkapkan, jodha menggelengkan kepalanya dengan raut wajah memelas agar jalal tidak akan mengatakan hal tersebut, jalal terpaksa harus menuruti kemauan jodha walau ia sebenarnya tidak mengerti mengapa ia merasa tidak tega saat melihat wajah jodha yang memelas seperti itu, suryabhan memandang heran pada kedua orang itu karena mereka dalam diam saling memberikan isyarat satu dengan yang lainnya,
 "ada rahasia apa sebenarnya diantara kedua orang ini,aku yakin pasti mereka mencoba untuk menyembunyikan rahasia tersebut, " ujar suryabhan dalam hati. Jalal menghentakkan kasar kerah baju suryabhan dan kembali menarik tangan jodha,kali ini tidak ada penolakkan dari jodha ,dengan pandangan meminta maaf pada suryabhan ia mengikuti jalal yang menarik dirinya dengan kasar, dari jauh ruq melihat semua kejadian tadi dan dia benar-benar kesal melihat jalal yang sampai mau memukuli suryabhan hanya karena jodha, "jalal,,,kau sudah benar-benar berubah. Aku melihat kecemburuan itu dimata mu,,aku sama sekali tidak pernah menduga kalau apa yang selama ini aku takuti sepertinya telah terjadi,kau mulai menyukai wanita itu,,,aku benci padamu jalal,aku benci,,," ujar ruqaiya, dia terkejut saat ada seorang pria yang dengan seenaknya saja nyeletuk, "kalau kau membencinya,apakah kau mau bekerja sama denganku untuk memisahkan dia dari wanita cantik itu, nona manis, " . ruqaiya sedikit terganggu dengan kehadiran pria yang tidak ia kenal itu,dengan ketus ruqaiya bertanya siapa pria itu dan apa alasan yang membuat pria itu mau memisahkan jodha dengan jalal, pria itu dengan santai menjawab kalau dia sangat tertarik pada jodha karena itulah mengapa dia mau memisahkan jodha dari jalal, "dan,,,apakah kau bersedia untuk bekerja sama denganku,??? Tanya pria yang ternyata adalah syaripudhin. Ruqaiya bilang kalau hal itu bisa menguntungkan kenapa tidak,tanpa merasa curiga dia mau saja bekerja sama dengan pria yang tidak ia kenal... 


Sesampainya di apartement jalal langsung masuk kekamarnya dengan menghempaskan daun pintu sangat keras,luapan emosi menguasai kesadaraan nya ,didalam keadaan seperti itu hal mengerikan bisa saja ia lakukan.
Jodha berjalan cepat kekamarnya,dia segera merebahkan diri dikasur queen sizenya,jodha berbaring tengkurep dibantal wajahnya ia sembunyikan dibantal,bahunya mulai bergerak rupanya gadis malang itu menangis dalam diam,

 Sedangkan jalal dikamarnya benar-benar frustasi ,ia semakin tidak mengerti dengan sikapnya ,terutama pada rasa cemburu kala melihat jodha berdekatan dengan pria lain, 
aku sudah melewati batas kesadaranku ,sekarang kepedulianku terhadap jodha menjadi bumerang bagi diriku sendiri,,,aakkk kenapa semua jadi kacau begini, "  emudian dia beranjak keluar menuju kamar jodha,dengan ragu-ragu jalal ingin mengetuk pintu tapi sedikit lagi tangannya akan sampai dipintu jalal kembali tangannya,dia dilanda dilema,,,terlihat jalal berfikir keras ,ia mondar mandir didepan pintu jodha. Setelah berlalu sepersekian menit jalal memutuskan untuk masuk,ketika tangannya mengetuk pintu kamar jodha ,ternyata pintunya terbuka dan sedikit terdorong ketika jalal mengetuknya tadi, dengan sangat perlahan jalal mendorong daun pintu dan melongokkan kepalanya,dilihatnya jodha sedang berbaring telungkup dikasurnya,dia juga melihat bahu jodha yang bergerak seperti orang sedang menangis,"dia menangis,!!! Apakah seperti ini keadaan jodha selama ini,dia pasti sudah sering menangis dalam diam seperti itu manakala aku menyalkitinya. Bagaimana ini,,,apakah harus aku membahasnya sekarang ,??? Tapi mungkin pembahasan di saat keadaan seperti ini akan berujung dengan konflik saja, "  
 Jalal menutup pintu kamar jodha, dengan langkah lesu pria bertubuh tegap itu berjalan ke arah sofa diruang tamu,dia duduk sambil menopang kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya,didalam hati dia bertekad untuk segera mengajak jodha menikah ,kalaupun jodha nanti tidak setuju tapi dengan cara apapun dia akan memaksa wanita yang sudah menjadi penghuni utuh didalam pikiran jalal tersebut, sekarang yang ada dipikiran jalal hanya jodha,,jodha,,dan cuma jodha. Dering hp miliknya membuyarkan jalal,dia meraih hp nya dan terlihat  sebuah nomer tidak dikenal memanggil,jalal mengerutkan keningnya,"nomor siapa ini,tidak ada namanya , " jalal mengangkat telfon pribadi itu,

"hallo,,," tapi diseberang sana tidak ada jawaban,jalal kembali menyapa dengan mengatakan apakah ada orang disana dan ia menanyakan siapa nama orang yang menelfonnya saat itu,masih saja hening tapi tak lama terdengar suara berat dan serak seorang pria, sontak suara itu membuat jalal membelalakkan matanya,rahangnya mengeras pertanda ia kembali dilanda kemarahan dan juga emosi yang berkobar-kobar...


Rabu, 24 Desember 2014

Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.6

Ketika cinta sudah mulai merasuk kedalam hati seseorang,maka sekeras apapun dia berusaha untuk menolaknya hanya akan sia-sia belaka, pada akhirnya dia akan menyerah dan membiarkan perasaan cinta kasih itu tumbuh subur memenuhi setiap rongga didalam hati juga fikirannya 💘 💖






"aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ku rasakan sekarang. Tidak pernah ku rasakan sebelumnya perasaan seperti ini,ada getaran-getaran halus yang menggelitik didalam hatiku saat aku berdekatan dengan wanita angkuh itu,ada perasaan damai dalam jiwaku ketika menatap sorot matanya yang sayup dihias dengan sinar redup tapi mampu menerangi kekelaman dalam diriku, berada didekatnya membuatku bahagia,,,saat jauh darinya aku merasakan kerinduan yang amat menyiksa,,,perasaan apa ini sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan kalau ini cinta karena aku tidak akan mungkin mencintai dia. "

Malam itu jalal sedang berbaring disofa,dia terlihat gelisah sepertinya ada yang mengganngu pikirannya."apa2an ini ibu meminta kami untuk segera menikah,??? Hah,,,ini konyol tidak mungkin aku menikah dengan wanita yang aku benci, " gerutu jalal dalam hati. Tapi dia juga merasa ada yang berubah dalam diriya akhir2 ini dia sering memikirkan jodha,biasanya dia tidak pernah bersimpati sedikitpun saat sedang menyakitinya tapi sekarang dia sering merasa tidak tega,


"aku tidak boleh seperti ini,tidak ada simpati untuknya, " ujar jalal. Hamida sedang berada dikamar jodha mereka sedang asyik mengobrol, "kau tahu jodha,saat aku mendengar cerita tentang mu dari ibumu mulai dari saat itu aku sudah sangat menyukai mu dan tertanam niat dalam hatiku untuk menjadikan kau sebagai menantuku,makanya aku merasa sangat senang saat mendengar jalal akan bertunangan dengan mu karena impian ku untuk menjadikan mu sebagai menantu ku sebentar lagi akan terwujud jodha, " ujar hamida sambil mengelus sayang rambut jodha. Jodha tersenyum miris menanggapi ucapan seorang wanita ibu dari pria yang sangat ia benci itu,
"besok aku akan pulang ke india dan aku sangat berharap agar kalian secepatnya mengambil keputusan tentang rencana pernikahan yang aku ajukan tadi siang. "bagaimana aku bisa memutuskan untuk menikah dengan pria yang sangat aku benci,!!! Tapi semua sudah terlanjur karena akhir dari pertunangan ini sudah pasti adalah sebuah pernikahan kecuali kalau pertunangan ini diputuskan,tapi kalau aku yang ingin memutuskan itu sangat tidak mungkin karena pasti akan membuat harga diri dan martabat ayahku hancur,satu2nya cara agar pernikahan itu tidak terjadi adalah kalau pria itu mau memutuskan pertunangan ini,"


"walaupun kalian sudah resmi bertunangan tetap saja tidak baik kalau kalian tinggal satu atap tanpa adanya ikatan sakralnya pernikahan, kau mengerti kan sayang,??? ujar hamida sambil mengusap2 bahu jodha. Jodha hanya bisa tersenyum getir menanggapi ucapan hamida.

"iya nyon,,,eh ibu,aku mengerti. Terimakasih karena sudah sayang terhadapku,kau sungguh berbeda dengan dia walaupun dia itu adalah putra kandungmu sendiri, "



Hamida terlihat agak sedih mendengar ada nada kebencian dalam omongan jodha tersebut, tapi ia cukup mengerti mengingat sifat jalal yang memang arogan . pagi itu mereka berdua mengantar hamida kebandara, suasana haru menyelimuti hati jodha dan juga hamida ,,,jujur saja jodha merasa sangat tenang dan juga damai saat hamida ada bersama mereka karena jalal tidak punya kesempatan untuk menggodanya juga tidak bisa menindasnya."jalal kau jangan lupa pada apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya, ibu tidak mau kalian terlalu lama memikirkannya,,,ibu tunggu kabar dari kalian secepatnya, " .

Pesawat yang ditumpangi oleh hamida sudah lepas tandastandastandastandas,kini saatnya jodha dengan jalal pulang. Jodha tertinggal sedikit dibelakang jalal dan karena tidak mau dia tertinggal lebih jauh lagi jodha sedikit melebarkan langkah kakinya, dari arah depan ada seorang pria yang sedang berjalan tergesa-gesatergesa-gesa sehingga membuat dia tak sengaja menabrak jodha hingga tubuh jodha hampir terjatuh, "aawww," pekik jodha ,dengan sigap pria yang tadi menabraknya mencekal pergelangan tangan jodha dan tangan yang satu lagi menyanggah tubuhnya hingga membuat dia tidak sampai terjatuh, pandangan mata mereka beradu dan si pria yang menabrak jodha tadi amat terpesona dengan kecantikannya hingga membuat matanya tidak berkedip barang sedetikpun, "wanita ini pasti dewi dari langit yang sedang turun kebumi,,,dia benar-benar cantik,,,pandangan pertama ini sudah membuatku tertarik padanya, " . Jalal mendengar suara pekikkan jodha menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang,matanya membulat sempurna saat dia melihat adegan didepan matanya. Dia merasakan panas didalam dadanya,jalal cemburu melihat jodha dipegang oleh pria lain,,,api cemburu didalam dadanya mulai merayap membakar amarahnya dengan langkah panjang-panjang dia mendekati dua orang yang masih terpaku dalam posisi semula itu, dengan kasar jalal mengambil alih tangan jodha yang tadi dipegang oleh pria tersebut lalu menarik tubuh jodha kesamping dirinya,,,dia menatap tajam pada pria dihadapannya ,si pria memperlihatkan mimik heran tapi dia masih mempersembahkan senyum ramah pada jalal, tapi jalal cuma mendengus dan tanpa berbasa+basi sedikitpun dia segera menarik jodha pergi dari situ, jodha protes karena dia belum mengucap terimakasih pada pria tersebut, "kenapa kau marah seperti ini ,!!! Aku belum mengucapkan terimakasih karena dia telah menolongku hingga aku tadi tidak sampai terjatuh, ".

Jalal berhenti dan memandang tajam pada jodha,"apakah penting untuk meminta maaf pada orang yang membuat kau hampir terjatuh, sudah sewajarnya dia menolongmu karena dia yang menyebabkan kau hampir terjatuh jadi tidak perlu minta maaf lagi. Sekarang ayo kita pulang, " , pria yang tadi menabrak jodha masih setia memandangi jodha yang sudah dibawa paksa oleh jalal,dia berpikir siapa pria yang tadi menarik kasar jodha dari tangannya, "apaapa pria itu adalah kekasihnya ,?? atau dia suaminya,?? Ahhh,,,aku tidak peduli yang jelas wanita cantik itu telah membuat aku jatuh hati paapadanya dan aku harus mendapatkannya, " pria itu tersenyum penuh arti.

Didalam mobil suasana hening mencekam, tanpa saling menatap, ada emosi aneh yang berpacu dalam diri mereka berdua.Perasaan kesal,marah,benci,sesak dan semua hal gila yang kapan saja bisa meledak layaknya bom waktu membuat jalal tidak dapat berkonsentrasi pada kemudinya.

"apa sebenarnya yang ku rasakan ini,?? aku marah dan juga kesal saat melihat dia disentuh oleh pria lain,!!!  ini gila benar-benar gila, " jalal diam2 mencuri pandang pada jodha melirik dengan ekor matanya.

 jodha menatap lurus pada jalan yang terbentang dihadapannya,ekspresinya sangat pasif. Membuat jalal bingung mencari kata yang pantas untuk di ucapkan, dia tidak mengerti harus berbuat apa.

"pikiran seperti apa lagi ini,,,mengapa juga aku harus pusing-pusing memikirkan dia. " jalal di buat frustasi oleh pikirannya sendiri.

"apa yang kau pikirkan,?? Atau jangan-jangan kau sedang memikirkan pria dibandara tadi,?? Hebat sekali pria itu karena sudah bisa menyita pikiran mu, " goda jalal dengan dibubuhi nada mengejek yang seolah-olah menuduh jodha mudah terlena pada lelaki asing. Jodha tetap membeku,rahangnya mengeras dan dadanya bergemuruh menandakan emosi dan kemarahan sedang berkobar dalan jiwanya yang berontak untuk disalurkan, tapi pikiran jernihnya masih mampu mengusai alam sadarnya hingga membuat dia bungkam tidak mau meladeni godaan jalal. Bungkamnya jodha membuat jalal semakin kesal dan frustasi, dia sengaja menginjal pedal rem dengan tiba-tiba untuk mendapat sedikit perhatian dari wanita disampingnya itu, sukses tindakan konyol jalal tersebut membuat jodha menolehkan kepalanya sambil matanya mendelik tajam ke arah jalal, konyol nya lagi jalal malah cengengesan dan kembali melajukan mobilnya. Jodha yang tadi memandang lurus-lurus ke depan sekarang jadi membuang muka kesamping sambil bergumam mengatakan kalau jalal tidak cuma arogan tapi juga kekanak-ksnakan. Jalal tidak mendengar gumaman nya tersebut.


 Malam itu langit bersih berhias bintang-bintang dan juga rembulan yang baru separuh atau biasa disebut juga bulan sabit memancarkan sinar sedikit redup tapi mampu memberi pemandangan yang cukup indah untuk di nikmati. Jodha sedang berdiri dibalkon sambil menyandarkan tubuhnya di dinding, matanya yang bening tiada rela berkedip untuk memandangi pemandangan indah yang tersaji di angkasa, kepenatan juga beban yang ia rasakan sedikit berkurang manakala dia sedang berada dalam suasana seperti sekarang ini.

"kanha,,,beginikah jalan hidup yang harus aku tempuh,?? Seperti ini kah rupa kehidupan yang harus aku jalani,,,jujur semua ini terasa berat bagiku, bukan hidup seperti ini yang ku inginkan,,,bukan masa depan sesuram ini yang aku impikan , tapi kau telah menuliskan takdir ku yang seperti sekarang aku jalani, tidak ada hak dalam diriku untuk menentang kuasa mu,,,walau tidak ingin aku menerimanya tapi masih ada secercah harapan yang ku minta padamu kanha, tolong berikan aku kekuatan dan juga kalau masih bisa disadarkan aku ingin kau anugerahkan keasadaran pada pria arogan itu supaya tidak menyakiti diriku lagi. "





 Jalal yang sedang berjalan menuju kekamarnya melihat jodha sedang melamun dibalkon,karena jodha berdiri agak menyamping maka keadaan itu membuat jalal bisa dengan leluasa memandang wajah cantiknya yang diterpa sinar rembulan menambah kesempurnaan yang tak dapat dicela. Berjuta parasaan membaur dalam diri jalal, ingin rasanya dia mendekati wanita yang selama ini dia sakiti tersebut,tapi egonya tidak mengizinkan dia melakukan hal itu, lama ia tepaku ditempatnya memperhatikan wanita cantik yang sekarang telah menarik perhatiannya dan tanpa ia sadari wanita yang selama ini hanya sebagai objek pembalasan dendam itu kini namanya telah bersarang didalam hati dan sanubari jalal. Setelah puas memandangi kecantikan jodha dia akhirnya melangkah pergi dari situ. Jodha yang sedari tadi merasa ada yang memperhatikannya menolehkan kepala kearah dimana tadi memang ada jalal tapi sekarang sudah tidak ada lagi .

 "aku mungkin terlalu terbebani oleh sikap kasarnya padaku,sampai-sampai membuatku selalu dihantui oleh sosoknya yang se akan mengintaiku setiap saat. "...








Jodha-Jalal: Cinta Sejati part.7

CINTA SEJATI TIDAK DATANG BEGITU SAJA, NAMUN AKAN MELALUI PROSES SEDIH DAN TERTAWA BERSAMA, JUGA NESTAPA ATAU MUNGKIN BAHKAN DERITA.








Pagi itu setelah selesai berdoa jodha pergi kedapur untuk memasak sarapan untuk mereka. Dia berkutat dengan bahan makanan, dia ingin memasak sup sayur + daging saja pagi itu karena dia adalah vegetarian sedang jalal tidak suka sayur. Air rebusan sudah hampir mendidih ,daging sudah selesai dipotong-potong dadu dan sekarang tinggal memotong2 sayurannya ,ada brokoli ,kentang juga wortel. Jalal baru bangun,dia terbangun karena telinganya mendengar suara berisik didapur,jarang sekali jodha memasak seperti itu karena terkadang sikon menuntut mereka untuk sarapan dan juga makan diluar. Makanya jalal merasa sedikit terganggu pagi itu,
"Suara berisik apa ini,!!?!  Jalal mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiasakan dengan sinar lampu,setelah agak lama dia bermalas-malasan kemudian jalal bangun dan beranjak ke arah kamar mandi . Harus melewati dapur kalau mau kekamar mandi,saat itu jodha masih sibuk memotong bahan makanannya,melihat jodha memasak seperti itu membuat jalal mengernyitkan keningnya menandakan heran juga sekaligus tak percaya dengan pengelihatannya,

"Kesambet setan apa dia hingga mau repot-repot memasak begitu, "  bathin jalal sambil tersenyum ,kali ini tidak ada seringai jahat diwajahhya ,tidak ada pancaran kebencian. Jalal dengan gaya cuek yang dipaksakan pura-pura tidak peduli saat akan melewati jodha untuk kekamar mandi padahal matanya tidak bisa di ajak kompromi dan berontak untuk melirik wajah cantik jodha. Jodha hanya melirik dengan ekor matanya saat jalal berjalan melewatinya,tapi tiba-tiba...
"aawww,,,ssshhhh,,,!!! Jodha menjerit kecil,ternyata dia terluka jari telunjuknya terkena pisau.

Jalal refleks mendekati,~hati dan fikiran yang bertolak belakang,,,pikiran tidak mau peduli tapi hati lebih ingin mempedulikan~.
"kau kenapa,??? Ah,,,kau terluka rupanya, " sambil meraih tangan jodha, saat jalal hampir menyentuh tangannya jodha refleks menarik tangannya hingga jalal tidak dapat meraih tangan jodha. Dia terpaku dengan sikap jodha itu tidak menyangka kalau dalam keadaan seperti itu pun jodha menolak untuk disentuh olehnya.

"tidak apa-apa ini hanya luka kecil dan tidak sebanding dengan luka yang sudah kau torehkan dihatiku, " perkataan jodha itu laksana petir di telinga jalal ,fakta yang tidak dapat dipungkiri kebenarannya itu telah menamparnya dengan sangat keras,hingga membuat jalal tidak berdaya untuk mengatakan sepatah kata pun untuk membalas kata-kata pedas jodha tersebut. Tapi demi menutupi sikapnya yang telah sedikit berubah itu dia berusaha untuk bersikap formal,

"ok,,,lagi pula tadi aku cuma sedang merasa kasihan saja padamu jadi kau jangan beranggapan kalau aku ini peduli padamu, dan ingat kau itu sangat ceroboh ternyata ,jadi berusahalah untuk lebih berhati-hati dalam melakukan hal apapun supaya tidak merepotkan orang lain, " kemudian jalal berlalu dari hadapan jodha dan masuk kekamar mandi.

Wajah jodha membeku mendengar ucapan jalal tadi,
 "ku pikir dia tadi benar-benar peduli padaku,!! Ternyata cuma akting, " bathin jodha sambil membersihkan darah pada lukanya di wasstafel.


 Didalam kamar mandi jalal sedang menatap bayangannya dicemin,
 "Jalal,,,ada apa dengan dirimu,?? Ingat jalal dia itu hanya objek untuk kau balas dendam,tidak ada simpati juga tidak ada peduli, kau harus kejam jangan lemah seperti ini, " bhatin jalal sambil menatap tajam bangannya dicermin. Sekarang mereka berdua sedang berhadapan dimeja makan,jahilnya jalal kambuh dia tertarik menggoda jodha menggunakan makanan yang ia buat, dia bertanya dengan seringai jahatnya apakah jodha ingin menarik perhatiannya atau jodha sekarang memang sudah mulai peduli pada dirinya,sontak pertanyaan jalal membuat jodha mendelikan mata beningnya,jalal terpukau untuk kesekian kalinya melihat manik mata bening itu. Jodha tidak mengacuhkan jalal dan sikapnya yang cuek  telah menyulut emosi jalal tapi jalal masih berusaha bersikap tenang. Dia masih belum menyentuh makanannya, dia masih belum puas untuk menggoda jodha,

"emmm,,,kau tidak berniat jahat padaku kan,??? Dengan sorot mata menyelidik, jodha masih bungkam dan memakan makanannya dengan lahap. Jalal mengaduk2 sup miliknya menyendok sedikit lalu membawa kearah hidungnya, "makanan ini tidak ada racunnya kan,??? " sambil mengendus2 kan hidung. Jodha benar-benar dibikin habis kesadarannya kali ini dia buka suara, dengan keras dia meletakkan sendok beserta garpunya dipiring lalu dengan nada kesal bercampur marah dia mengatakan kalau jalal itu orang yang paling super duper menyebalkan didunia,
 "KALAU KAU TIDAK MAU MAKAN MAKANAN YANG AKU MASAK TIDAK USAH BANYAK BICARA ,,,KALAU TIDAK SUKA YA TIDAK USAH DIMAKAN. " dia berdiri dari kursinya dan mulai membereskan meja makan, jalal terkekeh sambil menahan tangan jodha yang mau mengambil mangkuk sop miliknya,

"kau ini mudah sekali kalau dibuat marah,biarkan makanan ku karena aku akan memakannya, " matanya mengerling nakal pada jodha, merasa jengah dengan sikap jalal membuat jodha menyentakkan tangan hingga terlepas dari genggaman jalal. Kemudian dengan cepat dia berlalu dari situ , setelah jodha pergi jalal menatap makanan yang dibuat oleh jodha tadi dia menyendok sup lalu mencicipinya,dia terkesan ternyata sup itu sangat enak ,kemudian dengan lahap ia memakannya sampai ludes...


Didalam sebuah ruangan yang hanya diterangi cahaya lampu temaram ,duduk berhadapan dua orang pria yang satunya adalah pria yang menabrak jodha dibandara dan yang satunya lagi sangat misterius karena dia memakai pakaian serba hitam mulai dari baju sampai pernak pernik yang dikenakan oleh pria misterius tersebut seperti kaca mata juga topinya,
 "apa yang akan kau tugaskan padaku sampai kau harus membuat aku terbang dari india kemari, sepertinya ini pekerjaan yang besar,??? pria yang dibandara kemarin melontarkan pertanyaan kepada pria misterius.
 "tentu saja pekerjaan ini sangat serius kalau tidak untuk apa aku harus membuang2 uang ku untuk membiayai penerbanganmu dan juga menanggung biaya hidupmu selama kau berada disini syaridudin," ~ternyata nama pria yang kemarin menabrak jodha dibandara adalah syarifudin~

Syarifudin tertawa mengekeh sambil menyulut rokok,
 "ku rasa tidak perlu pakai acara hitung2ngan uang kalau pekerjaan yang akan aku lakukan itu cukup berat ,berarti kita anggap saja itu sebagai uang muka untuk pembayaran ku, " syarifudin menghisap dalam-dalam rokoknya kemudian menghembuskan asapnya yang ia mainkan sedemikian rupa hingga bentuk asap rokok itu bergulung-gulung. Pria misterius mendengus ,
 "kalau kau bisa mengerjakan tugas ini dengan baik maka aku akan berikan uang 2 kali lipat dari yang sudah kita sepakati sebelumnya, tapi ingat kau tidak boleh gagal karena kalau kau sampai gagal ... " pria misterius itu meperagakan jari telunjuknya memotong dileher , "klekk,,,akan ku habisi nyawa mu, kau mengerti, ???"
 "baiklah ,,,aku mengerti. Sekarang berikan foto target yang harus aku dekati, " pinta syaripudin, si pria misterius memberikan foto pertama yaitu foto jalal, (???)
 "ini lah foto orang yang akan aku hancurkan dan perusahaannya akan jadi milikku," . Syarifudin mengernyitkan dahinya ,ia meraih foto jalal dan bergumam, "pria ini yang dibandara kemarin,!!! . pria misterius bertanya apa syarifudin sudah pernah bertemu dengan jalal sebelumnya, syarifudin menjawab kalau dia bertemu dengan jalal dibandara kemarin.
 "itu bagus, jadi kau sudah bertemu dengan jalal ,"

Kemudian pria misterius itu kembali memberikan satu foto lagi dan saat syarifudin melihat foto itu matanya terbelalak ,dengan antusias dia bertanya siapa gadis difoto tersebut dan apa yang harus dia lakukan terhadap wanita cantik itu,
 "dia adalah tunangan jalal ,namanya jodha. Terserah padamu kau mau apakan wanita ini yang jelas dia bisa kita gunakan sebagai alasan untuk menghancurkan jalal, aku peduli padanya sekalipun kau mau membunuhnya lakukan saja karena target ku cuma jalal dan juga perusahaannya, " ujar si pria misterius dengan raut wajah yang sangat menakutkan.

Syarifudin memandangi foto jodha dengan bernafsu,
 "mengapa aku harus membunuh wanita secantik dan juga seseksi jodha ,!?! .aku bisa membuat dia jadi milikku dan akan aku nikmati tubuhnya yang seksi ini dengan sepuas-puasnya nanti,,,hahahaaaa, " bathin syarifudin...